Showing posts with label Nyata. Show all posts
Showing posts with label Nyata. Show all posts

Thursday, November 19, 2009

What a Wonderfull Life….!!!


Sejak masih Taman Kanak-kanak, aku sudah di beraitahu oleh bapak dan ibu guru, mengenai betapa luas Indonesiaku. Dari sabang sampai merauke, berjajar pulau-pulau. Dulu, luasnya wilayah negaraku ini diperlihatkan melalui peta yang ada di atlas. Ketika masuk di sekolah dasar, meningkat pula sarana yang digunakan, dan kami di tunjukkan melalui Globe.

Aku juga ingat, di belakang sekolah dasarku, ada sebuah taman bermain. Taman itu sering kami gunakan untuk bermain petak umpet, bermain sandiwara, makan siang dengan bekal kami, atau sekedar duduk-duduk ketika istirahat siang. Namun saying, saat ini taman itu sudah tidak ada lagi. Mungkin pengurus sekolah sudah tidak membangun ulang taman itu. Di taman itu, dulu di bangunlah sebuah kolam yang merupakan miniature dari Indonesia. Kolam itu berbentuk persegi panjang, dan didalamnya di buat pulau-pulau yang sama bentuknya dengan kepulauan Indonesia.

Aku ingat, dulu aku sering berlompat-lompatan di pulau-pulau itu bersama dengan teman-temanku. Kami berteriak-teriak setiap berhasil melompati satu pulau. Kami membayangkan bahwa suatu saat kami akan benar-benar menginjakkan kaki kami di pulau2 itu, bukan hanya di miniaturnya. Waktu itu pulau favorit kami adalah Sumatera, Jawa, Kalimantan, Sulawesi, dan Papua. Karena pulau2 itu adalah pulau2 besar sehingga mudah untuk di pijak sambil melompat.

Sekarang ini, aku berusaha mengingat kembali apa saja yang kami lakukan dengan pulau2 itu. Aku juga sedang merenung, bagaimana kenyataannya sekarang ini masih berkaitan dengan mimpi kami di atas pulau2 itu. Beberapa dari teman seangkatanku masih ada yang bertahan di pulau jawa, dan bahkan mungkin belum beranjak kemanapun. Beberapa di antaranya bekerta di Ujung Sumatera, dan Kalimantan. Sedangkan aku, meskipun masih bercokol di pulau jawa juga, namun aku sudah pernah mewujudkan mimpi kami untuk menginjakkan kaki di beberapa pulau itu. Dan aku masih yakin, suatu saat aku akan dapat menginjakkan kakiku ini disetiap pulau di Indonesia.

Mungkin sekarang ini, semua itu masih menjadi mimpi. Tapi, aku yakin semua mimpiku terdokumentasi dengan baik di file2 malaikatku. Jadi, sewaktu2 ada kesempatan, maka mimpi itu akan mudah di raih dan di wujudkan. Aku masih yakin dan akan selalu yakin bahwa mimpiku, mimpi kita teman2…akan tercapai. Aku akan mewujudkan semua mimpi itu untukku, untukmu, dan untuk kita semua anak2 kampung yang memiliki banyak mimpi…. ^_^

Kalau mengingat masa2 SD, jadi ingat teman seangkatanku yang satu kampong. Kami bersepuluh orang, dengan 8 orang perempuan dan 2 orang laki-laki. Kemana2 bersepuluh, mengerjakan tugas, belajar bersama, bermain bersama. Dulu kami sempat mengadakan belajar kelompok yang bergiliran dari rumah ke rumah, namun itu tidak berjalan lama. Hehehe…. Rupanya sifat mood2 an itu sudah timbul dari jaman masih kecil.

Dari kesepuluh orang ini, hanya aku sendiri yang melanjutkan sekolah di SMP yang berbeda. Sedangkan mereka semua bersama2. Mereka melanjutkan di SMP yang letaknya tidak terlalu jauh dari rumah, sedangkan aku memilih untuk masuk ke rayon yang berbeda. Disitulah perjuanganku untuk semakin menjauhi sangkar di mulai. ^_^

Sekarang ini, kalau aku pulang ke rumah, aku pasti akan meng-update status dengan ibuku mengenai siapa yang sudah menikah, siapa yang sudah punya anak, siapa yang meninggal, dll. Dan dari kesepuluh temanku itu, inilah hasil rekapan, yang aku urutkan dari yang rumahnya paling ujung atas :

1. Ty : sudah menikah dan punya 2 anak. Sekarang tinggal dengan suaminya di kampong tetangga.

2. Wa : Sudah menikah dan punya 2 anak. Sekarang tinggal dengan suaminya di kota lain.

3. Pa : Sudah menikah tahun lalu, dan melahirkan tahun ini. Tinggal di rumahnya, jadi masih tetanggaan denganku.

4. Wg : Sudah menikah dan merantau bersama suaminya ke Pulau Kalimantan (dream comes true). Tidak ada update sudah punya anak berapa.

5. Jp : Sudah menikah, belum punya anak, punya rumah sendiri dan tinggal di kampong tetangga.

6. Ki : Belum menikah, bekerja di Jakarta

7. Eh : belum menikah, baru selesai dengan program kebidanannya. Masih tinggal di rumah.

8. Wilis Juharini : Masih single, merantau di Bogor. Belum punya suami, apalagi anak.

9. Pj : Sudah menikah, belum punya anak, tinggal bersama suaminya di Kalimantan (dream comes true).

10. Ma : Sudah menikah dengan tetanggaku, sedang hamil.

Hahaha……dari sekian daftar, maka tinggal aku dan 2 orang temanku yang masih belum menikah. Maka tidaklah heran jika setiap aku pulang ke rumah, maka pertanyaannya hanya akan berkutat tentang “kapan, dan kapan”

What a wonderfull life…!!!

Thursday, July 9, 2009

Waktu Membuktikan Bahwa Perbedaan Itu Kian Nyata

Jika semalam ini adalah 7 tahun yang lalu, maka aku yakin bahwa aku akan menangis deras dan mengunci diri di kamar 2 x 2 meterku. Jika semalam ini adalah 9 tahun yang lalu, maka aku yakin bahwa aku akan berteriak-teriak marah di lereng jurang dekat rumahku. Jika semalam ini adalah 12 tahun yang lalu, maka aku yakin bahwa aku akan maju, mengambil ancang-ancang, dan melemparkan bogem mentahku ke muka mereka, sambil berteriak meneriakkan apa yang membuat aku terluka.


Tepi…..semalam ini adalah bagian dari saat ini. Semua terjadi, pada waktu sekarang. Bukan 7, 9, ataupun 12 tahun yang lalu. Saat ini terjadi, dan aku hanya diam, tersenyum, melihat kearah lain, pulang, menulis, dan berusaha untuk melupakannya. Setelah malam ini, aku tak boleh, tak perlu, dan tak ingin berteriak, memukul, ataupun menangis.


Aku hanyalah seorang anak dari kampong yang berusaha menjadi “sesuatu” yang mendekati harapan orangtuaku. Karenanya, aku dibawa dan memohon untuk dibawa oleh arus kehidupan hingga mengalir sampai saat ini disini. Banyak hal yang terbawa olehku dalam arus perjalanan hidupku ini.


Apa yang aku alami dulu, beberapa waktu yang lalu, kemarin, dan hari ini, hanyalah salah satu dari sekian banyaknya hal yang harus aku simpan dalam memori kecilku. Semakin lama, memori ini semakin padat dan padat, namun takkan pernah penuh hingga waktuku berhenti.

Aku berusaha untuk berteman, adakah yang salah dengan itu??? aku berusaha meningkatkan pertemanan menjadi persaudaraan, adakah yang keliru dengan itu??? ya…memang aku keliru. Aku keliru karena itu adalah suatu hal yang berlebihan. Disini tidaklah sama dengan di kampong. Disini, sangat jauh berbeda dengan di kampong. Orang-orangnya pun berbeda, apalagi kesenangan dll nya.


Waktu itu, aku sempat merasa sangat bahagia karena bisa berpikir bahwa aku memiliki mereka sebagai teman, sahabat, saudara, dan keluargaku di rantau ini. Tetapi semuanya menjadi hilang ketika aku disadarkan oleh mereka bahwa aku ini bukanlah siapa2.


Dari puisi khahlil Gibran “Aku ini binatang jalang, dari kumpulan yang terbuang”. Saat itu, satu diantara mereka mengatakan sesuatu padaku, sudah kumaafkan, tetapi tak mampu aku lupakan sampai saat ini. Sakit…..


Setelah itu, dua yang lain diantara merekapun melakukan hal yang sama padaku. Mengatakan dan bersikap jauh daripada beberapa jam sebelumnya. Sakit….


Setelah itu, aku dilupakan untuk sesuatu yang biasa kami lakukan bersama. Semua orang, melihat kearah lain ketika aku datang dari satu sisi. Semua orang tidak melihat dan tidak mendengar teriakanku yang bahkan mampu membangunkan sekumpulan kerbau pemalas di kandang. Ataukan mungkin, suara dan ragaku yang menjadi semu??? Sakit….


Beberapa waktu kemudian, aku kembali dipertemukan dengan beberapa bagian dari mereka. Masih sama dengan sebelumnya, dan aku biarkan saja. Aku mual dengan basa-basi yang hanya digunakan untuk memperjelas raut terganggunya dia. Sedikit sakit…..


Beberapa waktu kemudian, hal yang sama terulang dengan dia yang berbeda…..tetapi sama saja…..Sedikit sakit…..


Semalam ini….diawali dengan keharmonisan, keceriaan dari semua orang, tak terkecuali aku. Walaupun dari awal aku sudah merasakan ada yang lain dari pandangan dan penerimaanku, tetapi aku tidak ingin merasakannya. Semua kubiarkan berjalan begitu saja, sampai pada akhirnya mereka tak lagi bisa menahan diri dan menanyakan padaku, lebih tepatnya memperjelas anggapan mereka padaku.


Salah satu dari mereka bertanya : “Kamu sekarang tinggal ……. Ya???” karena aku tidak mengira bahwa aka nada pertanyaan seperti itu, maka aku hanya menjawab : “Mungkin, kadang-kadang iya, kadang-kadang enggak.” Untuk mengurangi rasa ketidaknyamananku, akupun bertanya kembali padanya : “emangnya kenapa ya???” dan seperti yang sudah aku duga, dia akan menjawab : “nggak papa…” katanya sambal mengangkat bahu…Klasik….


Satu lagi terjadi, pengingkaran atau ketidak terimaan jika ada aku. Hahahaha….. seseorang, berbicara tentangku ketika aku melihat ke arah yang lain, tetapi bukan berarti aku tak bisa mendengar, bukan berarti aku tak bisa melihat, dan bukan berarti aku tak bisa merasakan. Seseorang yang lain menanyakan apakah berita itu sudah sampai pada semua orang yang hadir, tetapi dengan sigap, orang pertama mengatakan bahwa dia sudah menyampaikan pada orang yang menurut dia perlu diberitahukan. See….


Akhir dari semua hingar bingar dan gemerlapnya lampu ruangan 3x3 meter itu, adalah sesungging senyuman dariku. Inilah perbedaan itu…..sebagaimana luka kecil yang menganga…..semua itu nyata adanya…