Masih dari hasil buka-buka file lama....:)
Minggu, 19 Oktober 2008
Kembali lagi mimpi aneh dan ide gila muncul dalam kepala ini. Dan lagi-lagi ide itu muncul ketika aku ngobrol dengan mbak dian. Sepertinya auraku digabung dengan aura mbak dian memang akan selalu berakhir menjadi “ide”… heehhehe
Mimpi kami kali ini adalah bagamana caranya membuat para petani di Indonesia menjadi lebih makmur, dan bagaimana cara membuat IPB mengambil peranan dalam majunya pembangunan pertanian Indonesia. idenya sih sebenarnya simpel, tapi pada akhirnya karena simpul syaraf kami mulai melebar dan otak kami mulai menggila, jadinya ide itu jauh lebih gila dari kami yang gila ini.
berawal dari Frenchise…
Belakangan ini bisnis frenchise di Indonesia dan di Dunia semakin marak dan meledak, bahkan menguasai sebagian pasar. lihat saja KFC, McD, Alfamart, Indomaret, dll. kayak gimana ya konsep frenchise? wuih…ternyata membicarakan sistem frenchise itu membuat pusing, capek, tapi bergairah. sebegitu menggairahkannya bisnis retail ini, sampai-sampai ada temannya mbak dian rela menjual konsep frenchise usaha bakso ikannya jika ada yang berminat paling tidak Rp. 25 juta. wuih….
Kembali pada konsep mimpi kami yang menggila dan membangkitkan semangat hidup….Kami ingin IPB membuat sebuah bisnis frenchise tentang produk-produk pertanian, perikanan, peternakan, dll di berbagai daerah di Indonesia, sehingga masyarakat yang membutuhkan fasilitas ataupun produk pertanian bisa memperolehnya dengan mudah.
kalau missal frenchise diberbagai daerah dirasa berat, maka kita bisa pakai satu contoh wilayah dulu. Misalkan di Yogyakarta. IPB bisa mendirikan IPB Mart di Kota Yogyakarta berupa bangunan/toko semacam Alfamart. didalamnya terdapat beberapa tempat yang digunakan untuk meletakkan produk-produk IPB Mart. misalkan saja ada Pojok/kamar pertanian, Pojok/kamar perikanan, Peternakan, dll. dalam masing-masing space itu di isi dengan produk hasil dari IPB.
Masalah Produk : produk yang disediakan di IPB mart adalah produk yang dihasilkan oleh masing-masing fakultas di IPB. sehingga secara langsung bisa menerapkan dan mendayagunakan hasil karya mahasiswa ataupun para akademisi lainnya di IPB. selain itu dengan didayagunakannya produk hasil karya mahasiswa dan institusi pendidikan, maka diharapkan masyarakat dapat lebih menjangkau harganya. misalkan fakultas pertanian dengan bibit jagung manis kualitas unggulnya, fakultas peternakan dengan bubuk skim penambah asupan gizi yang bagus untuk ternak, fakultas perikanan dengan ikan hiasnya, fakultas teknologi pertanian dengan traktornya, dll.
selain produk berupa barang, IPB Mart juga harus menyediakan pelayanan masyarakat. Jika ada petani, nelayan, peternak, dll yang memiliki masalah/keluhan dengan usaha mereka, maka keluhan itu akan dilayani oleh IPB mart. untuk itu diperlukan para ahli IPB yang bisa dari mahasiswa ataupun dari kalangan pengajar/dosen.
masalah para ahli : ketika IPB mart dibikin, maka harus disiapkan juga instrumen-instrumen pendukungnya. diantaranya persiapan prosuk yang berkualitas, serta para ahli dibidang masing-masing. para ahli yang dimaksud adalah orang-orang yang memiliki keahlian misalkan dalam bidang pertanian(dari fakultas pertanian), bidang peternakan(dari fakultas peternakan atau kedokteran hewan), dll.
Para ahli ini bukan semua orang, namun hanya orang-orang yang memang dari awal bersedia meluangkan waktunya untuk membantu masyarakat baik turun lapang maupun hanya sebatas konsultasi(bisa beberapa jam dalam seminggu). jika memang di daerah IPB mart berada terdapat masalah yang tidak bisa diselesaikan oleh staf IPB Mart(yg juga dari mahasiswa IPB), maka para ahli ini yang akan dimintai pendapat.
Jika memang IPB tidak bisa menyediakan para ahli dalam segala bidang, maka mungkin saja bidang-bidang yang kosong itu di isi oleh para ahli dari universitas lain, UI misalnya. dengan begitu IPB tidak menjadi eksklusif dalam usaha memajukan pertanian Indonesia.
contoh kasus kebutuhan petani :
petani membutuhkan bibit(bisa tanaman ataupun ikan, dll), dan mendatangi IPB Mart. IPB mart akan mencari stock di IPB Mart dan juga IPB sendiri. ketika petani mengalami masalah(serangan hama misalnya), maka petani bisa mendatangi IPB Mart dan berkonsultasi dengan staf yang ada di IPB Mart. jika permasalahan tidak bisa diselesaikan secara langsung, maka staf dapat menghubungi ahli di IPB.
permasalahan-permasalahan masyarakat seperti di atas bisa di alami oleh petani dibidang apa saja. dan IPB beserta jaringannya sudah tentu memiliki keahlian di bidang-bidang tersebut. Kapan dan dimana lagi IPB bisa mengimplementasikan apa yang menjadi kebanggaanya?
Saat ini masalah petani adalah harga pupuk yang mahal dan hampir tak terjangkau. bukankah ini bisa menjadi peluang IPB untuk mengamalkan ilmunya di bidang Hama dan penyakit tanaman? Jika bisa ditangani secara ilmiah dengan bantuan IPB (apa mungkin dengan cara predator alami atw yang lainnya), maka petani dapat lebih menekan biaya operasionalnya.
IPB mart juga diharapkan menyediakan satu ruang dimana ditempat itu khusus untuk produk-produk masyarakat setempat dipasarkan. sebagai sample tentunya, karena produk masyarakat pasti dalam jumlah besar. disitulah Pascapanen IPB berperan. apakah hasil masyarakat itu bisa langsung dipasarkan atau bagaimana. selain itu ekspor juga dapat dibantu oleh IPB yang memiliki link luas ke mancanegara.
Masyarakat juga pasti akan sangat menerima jika wilayah mereka digunakan sebagai tempat magang mahasiswa, karena mereka merasa terbantu dalam menyelesaikan masalah-masalahnya.
Jika permasalahan masyarakat dari kebutuhan awal hingga pemasaran telah mendapat pendampingan dari IPB, maka bukan tidak mungkin akan tercipta Community Farming, Community Fishing, Community Veterinering, dll. semua orang akan menganggap bahwa IPB sangat membantu menigkatkan pertanian IPB.
Betapa bangganya rakyat Indonesia terutama alumni IPB melihat hal itu. Jika metode frenchise IPB Mart ini diberlakukan dibanyak wilayah di Indonesia, apa yang akan terjadi dengan perekonomian masyarakat?sistem frenchise IPB mart mungkin dilakukan melalui pemerintah daerah jika memang dirasa berat untuk perseorangan. Pemda juga mungkin akan antusias menerima itikad baik IPB membantu masyarakatnya.
Masalah branding :
IPB Mart bisa menjalankan sistem maklon pada produk-produk masyarakat yang memiliki standar kualitas tertentu, sehingga dalam ekspansi pasar baik dalam negri maupun luar negri akan lebih lancar.
Misalkan ada produk jagung manis organic, kemudian standarisasi kualitasnya dilakukan oleh IPB. maka IPB berhak mencantumkan identitasnya kedalam kemasan produk tersebut, tanpa menghilangkan cirri khas atau asal muasal produk tersebut(contoh : jeruk Palembang, Duren Sumatra, dll).
Masalah Putra daerah :
Jika selama ini sebagian besar mahasiswa IPB adalah utusan daerah yang kemudian menetap di jabodetabek karena bekerja disana, maka dengan adanya IPB Mart yang bekerjasama dengan pemda tersebut permasalahan itu bisa di atasi. caranya adalah dengan mengganti metode pengutusan putra daerah jika selama ini utusan daerah hanya melalui seleksi sekolah, maka hendaknya diadakan pula seleksi tingkat provinsi untuk memperebutkan kursi ikatan dinas (1 angkatan 1 orang). mahasiswa yang merupakan ikatan dinas dengan pemda ini akan kuliah di IPB dan setelalh lulus dari IPB, harus kembali ke daerahnya untuk mengembangkan pertanian di wilayahnya. tentunya dalam koridor IPB Mart.
MANTABBBB….!!!!
1 comment:
[url=http://sapresodas.net/][img]http://vioperdosas.net/img-add/euro2.jpg[/img][/url]
[b]free autocad, [url=http://sapresodas.net/]ms office software[/url]
[url=http://vioperdosas.net/]mail order business software[/url] adobe software for students oem software legality
adobe photoshop cs4 extended upgrade [url=http://vioperdosas.net/]source academic software[/url] office software review
[url=http://vioperdosas.net/]free adobe photo software[/url] the cheapest software
[url=http://sapresodas.net/]le logiciel coreldraw[/url] latest microsoft software
order picking software [url=http://vioperdosas.net/]discount software students[/url][/b]
Post a Comment