Hari ini, kembali terjadi lagi sebuah tragedi yang disengaja untuk merenggut nyawa orang lain. Setelah dulu Hotel JW Marriot pernah di bom, kembali lagi tadi pagi bom itu meledak di hotel itu. hanya saja, hari ini bersama dengan Hotel Ritz Carlton tak lama setelahnya. Mungkinkah sudah saatnya hotel itu mengganti namanya??? (*orang jawa mode on).
Seperti biasa, berita sensasional pasti akan ditangkap secara berlebihan dan diberitakan ulang secara lebih berlebihan lagi. Wartawan berlomba untuk segera turun lapang dan mengambil posisi strategis untuk meliput, menemukan orang-orang yang dianggap layak dan actual sebagai saksi, stasiun TV berlomba untuk memperoleh video amatir, media online mulai membuat berita yang dramatis dan kadang nggak penting, tiap-tiap orang berlomba mengupdate statusnya….dan lain-lain dan lain-lain.
Aku pribadi, hanya bisa merasa sedih, iba, kasihan, dan turut berbela sungkawa dari jauh kepada semua pihak yang menjadi korban. Mengutuk, mencaci, menghujat, dan menyumpahi para pelaku yang mungkin merasa bangga, bahagia, atau bahkan puas setelah melihat aksinya berhasil membunuh orang. Mengirimkan doa agar semua pihak mendapatkan yang terbaik. Setia membaca berita di internet, menonton berita di TV, dan mendiskusikan betapa diluar sana selalu ada orang-orang yang tidak jantan dan bersikap pengecut sehingga mampu melakukan hal-hal buruk seperti itu dengan opa dan oma.
Ada banyak hal dan banyak orang yang dirugikan dari kejadian ini tentunya. Para korban yang meninggal, tentunya rugi besar karena nyawa mereka direnggut paksa oleh orang yang tidak bertanggung jawab. Keluarga para korban, tentunya dirugikan karena kehilangan bagian dari anggota keluarga mereka, dan bahkan mungkin tidak ada lagi orang yang menjadi tulang punggung perekonomian keluarga mereka. Para kekasih atau orang terdekat korban, pasti dirugikan karena harus kehilangan orang yang mereka kasihi.
Dari sekian banyak korban, salah satunya adalah Presiden Direktur PT. Holchim Indonesia. Pastinya lebih banyak lagi kerugian yang beliau derita. Tanggung jawab yang belum sepenuhnya terlaksana, pekerjaan yang masih menggantung, dan juga hutang pekerjaan kepada Negara ini juga pastinya tidak sedikit. Keluarga beliau, teman-teman beliau, sahabat, serta para karyawan beliau, pastinya merasa dirugikan sekali. Terlebih apabila semasa hidupnya beliau, menjadi orang yang dicintai banyak orang, tentu kehilangan itu akan semakin mendalam.
Selain kerugian manusia dan hubungan antar manusia, masih banyak lagi kerugian yang terjadi. Kedua hotel yang menjadi kebanggaan negri dan menjadi tempat favorit para tamu negara ini, harus hancur lebur dan mengalami kerusakan fatal. Berapa biaya yang harus dikeluarkan untuk memperbaiki kerusakan2 tersebut??? Berapa kerugian yang terjadi akibat hilangnya kesempatan pemasukan dari para investor setelah kejadian ini??
Belum lagi kerugian Negara akibat dari anjloknya kepercayaan dunia terhadap Indonesia. Indeks saham, nilai tukar rupiah, dan tentu saja stabilitas perekonomian di Indonesia mulai terancam. Dan stabilitas keamanan sudah barang tentu menjadi sasaran utama kehancuran. Banyak yang mengatakan bahwa ini hanyalah suatu konspirasi dari kubu SBY untuk mengalihkan polemic tentang kerancuan DPT. Ya Tuhan….kayaknya yang punya pendapat kayak gini udah saatnya masuk surganya sendiri deh…sempit banget nggak sih pikiran seperti itu???
Tadi siang, sempat melihat pidato kenegaraan presiden SBY sewaktu pers conference dari Istana Negara. Terlihat betapa masalah ini merupakan masalah yang sangat memukul beliau. Dengan terharu, sedih, dan tersendat-sendat, beliau mengungkapkan perasaan dukacita yang mendalam atas tragedy ini. Beliau juga mengajak semua rakyat untuk bangkit memerangi teroris dan penjahat. Beliau mengatakan pula bahwa tragedy ini mungkin saja berhubungan dengan hasil akhir pemilu. Namun mungkin juga tidak. Yang jelas, beliau menyampaikan bahwa saat ini, beliau menjadi salah satu sasaran para teroris dengan ditunjukkannya bukti para teroris latihan menembak dengan sasaran foto SBY. Salut untuk inteligen Indonesia.
Kembali kepada masalah para wartawan dan stasiun TV. Belakangan ini, aku sering merasa gerah dengan tingkah polah para penjual berita itu. nggak wartawannya, nggak TV nya, semua sama saja menjadi teralu lebai dan kurang memperhatikan masalah etika. Aku nggak tahu seperti apa etika jurnalistik, yang aku maksud adalah etika kehidupan bermasyarakat. Dari kasus ini, akupun merasa gerah lagi. Mulai dari wartawan dilapangan yang “sok” ingin up to date, yang akhirnya malah jatuhnya menjadi norak. Ketika ada korban yang kesakitan, cameramen, reporter, masih saja asyik berkoar-koar nggak karuan. Emang nggak bisa ya, kalau mengutamakan keselamatan korban, baru kemudian menjadikan berita??? Yang aku lihat, justru mereka mengutamakan korban sebagai bahan berita. Damn shit…
Padahal informasi yang mereka sampaikan juga nggak yang penting dan keren. Malah lebih mengarah pada “nggak penting n nggak perlu”. Belum lagi, reporternya sering terlihat nggak siap dan asal-asalan. Pertanyaan sering belibet dan diulang-ulang. Pliss donk ya…. Diluar kasus ini, aku juga empet sama wartawan kalau sedang meliput kecelakaan. Kadang orang yang udah ditandu, masih juga ditanya-tanya. Seperti kemarin, sewaktu ada anak SMU yang meninggal setelah ikut kegiatan MOS, wartawannya nanya-nanya mbelibet ke ibu korban. Padahal kan terlihat jelas ibunya empet banget karena masih berduka. Tolong deh sodara-sodara wartawan, ditelaah lagi apakah semua itu sebanding dengan psikologis orang. Be aware and be smart gitu ya….
Untuk informasi dari dunia maya, masih lebih baik, sebaik Koran dan media cetak lain. Karena beritanya lebih masuk akal dan disampaikan dengan bahasa tulis, maka kita tidak perlu melihat kelebai-lebaian para wartawan itu.
Untuk update status, ini juga cukup membuat gerah, karena banyak sekali orang-orang yang mulai berspekulasi. Padahal kan kata Kapolri juga, jangan kita terlalu cepat menuduh A, B, C. semua masih belum jelas. Kebanyakan teman-teman ku itu, mengatakan hal-hal yang tidak jauh-jauh dari “umat muslim”, “non-muslim”, “teroris muslim yang disalahkan”, “orang muslim jadi korban”, dll. Itu sangat membuatku kegerahan. Capek deh….
Kebanyakan diantara mereka, mengeluh bahwa umat muslim jadi korban, kenapa umat muslim yang dipersalahkan, lagi-lagi umat muslim dijadikan korban, dan lain-lain. Aku hanya merespon 2 kali. Yang pertama “lebih baik lagi, kalau korbannya bukan dari umat manusia, toh mau muslim atau bukan, semua umat adalah saudara”. Muncul lagi komentar bahwa selalu saja umat muslim yang di salahkan jika ada tindakan teroris…bla..bla..bla….dan komentarku yang kedua “tapi melihat sejarah Indonesia, bukan hal yang salah juga. Apalagi kalau pernyataan umat muslim dan umat bukan muslim itu terus saja digunakan”. Bener nggak??
Selalu saja banyak orang yang menggunakan pernyataan kita ini “orang muslim”, dan mereka adalah “non-muslim”. Entah kenapa, kalau udah ada yang bilang seperti itu didepan hidungku, hati ini pasti terlintas perasaan “malu” menjadi orang sealiran dengan mereka. Tak jarang dalam obrolan santai dengan teman-teman, kami menganggap bahwa semakin lama mereka-mereka yang hobby mengatakan “mereka itu non-muslim” hanya mempermalukan diri dan mempermalukan agamanya sendiri. Toh orang-orang di seluruh penjuru tanah air ini kan bukan orang yang bodoh dan berpikiran sempit begitu. Malu nih….
Dan kerugian yang akan menjadi hot di negri ini adalah pembatalan MU untuk tampil di Indonesia sebagai bagian dalam Tour de Asia nya. Hahahahahhahahaha………….
Tertawa miris bisaku. Setelah bulan-bulan terakhir ini perasaan bangga mencuat di Indonesia, harus di banting lagi semua euphoria ini… sungguh sayang disayang. Kasihan sekali para penggemar bola yang sudah membayar mahal tiket nonton itu. namun jauh lebih kasihan lagi pihak 3 yang harus mengganti semua biaya tiket yang terbeli. Secara pihak EO tidak mau mengganti kerugian karena musibah ini tidak termasuk dalam klaim nya. Ini adalah kejadian di luar dugaan..
Ujian berat untuk Presiden SBY, tapi merupakan batu loncatan menuju satu tingkat yang lebih mulia. Biarlah mereka tertawa, karena hanya itu yang bisa mereka dapatkan…
Maju terus Indonesia….
I Love You so Much
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
-
Sepertinya, belakangan ini aku di paksa untuk bersahabat dan sekaligus bermusuhan dengan beberapa hal baru. Beberapa hal yang beraneka rupa ...
-
Saya selalu percaya bahwa Tuhan menciptakan alam beserta isinya secara menyeluruh... Tidak terpisah-pisah, dan tidak tanpa alasan... Saya ...
-
Liburan... Adalah saat di mana banyak orang menjadi tantrum, gelisah, dan merasa harus ke mana atau ngapain. Jutaan manusia bergerak, demi ...
No comments:
Post a Comment