Agenda pulangku minggu ini gatot alias gagal total.
Awalnya dengan niat tulus ikhlas dan suci untuk menjalankan amanat sebagai warga Negara yang baik dan benar (halah….lebay dot com) yaitu “nyontreng” aku berencana pulang kampong.
Pengennya sih ikutan milih presiden sama wakilnya dirumah sana. Ternyata perjalanan dengan keragu-raguan dan setengah hati memang sering berakhir dengan ketidakbaikan. Hiks…hiks….
Sedikit membuat sesak dada ini, karena aku memutuskan untuk tidak jadi pulang setelah aku berada di atas kereta dengan separo perjalanan menuju Stasiun Kota. Maka, akupun tetap melanjutkan niat untuk menggunakan kereta itu sampai akhir, dan berjalan-jalan di mangga dua sambil melihat-lihat charger kamera. Saat melanjutkan perjalanan dengan tujuan berbeda di atas kereta yang sama itu, akupun berfikir dan merenungi. Ternyata semua berawal dari aku sendiri….
Kira-kira sebulan yang lalu, aku mengatakan kepada keluargaku bahwa aku akan pulang ke rumah ketika pemilihan presiden jika memang aku terdaftar di rumah. Aku melupakan sesuatu hal yang penting yang selama ini sangat aku hindari. Yaitu euphoria bapakku jika berhubungan dengan hal kepulanganku.
Aku sediri masih bingung, kenapa beliau selalu bersikap begitu. Euphoria menyangkut kepulanganku kerumah, pasti akan membuat semua hal dilebih2kan. Entah kenapa aku lupa, padahal itu juga yang membuat aku memutuskan untuk pulang diam-diam bulan lalu. Huh…..dasar aku ini pelupa sekali…
Jika aku ingat-ingat lagi, sepertinya dari sejak aku bilang bahwa aku akan pulang bulan lalu, berapa banyak telphon dari beliau hanya untuk menanyakan kepulanganku. Oh no…
Dan puncaknya adalah kemarin ini. Disaat aku sudah berangkat, aku baru tersadar dan menyadari bahwa sepertinya ada yang perlu diluruskan dan dicari tau. Maka dari itu, akupun menelphon ibuku tercinta yang lebih kalem…hehehe….dan rupa-rupanya memang tidak salah keragu-raguanku. Ibukupun masih belum tahu apakah aku terdaftar sebagai pemilih. Huah….. terbayang sekali di mataku, bahwa aku hanya pulang sebentar dan menginap di rumah semalam, tetapi ternyata aku nggak punya izin memilih. Tidddaaaaakkkkk……makanya, langsung saja aku batalkan niat muliaku.. hallah…
Bingung dan serbasalah kalau memikirkan euphoria babeku itu. terkadang aku berfikir, mungkinkah si babe berpikir bahwa anak perempuannya ini memiliki niat mulia membangun desa, atau lulus dengan predikat suma cumlaude gitu ya???? Jadinya kalau pulang tuh harus selalu di jemput dan di elu2kan??? Oh my god…fitnah itu…hehehe.
No comments:
Post a Comment