Manakala berjuta kata menumpuk di ujung lidah,
Maka hanya diam yang bisa menceritakan semuanya
Manakala semua cerita bertumpuk di ujung jari,
Maka hanya diam yang bisa menuliskan semuanya
Manakala ratusan kisah mengantri di dalam kepala,
Maka hanya diam yang bisa mendongengkan semuanya
Entah sudah berapa banyak kata, cerita, dan kisah yang bermunculan beberapa hari terakhir ini,
Namun tak satupun bisa ku tuangkan dalam sebaris kata
Tak satupun bisa kutuangkan dalam sebaris cerita
Tak satupun bisa kutuangkan dalam sepenggal kisah
Belum.... belum saatnya
Semua sliwar-sliwer silih berganti di dalam tempurung kepalaku
Menunggu, saling menyalib, saling berebut, saling desak-mendesak untuk bisa melompat ke permukaan
Sebagai sebuah kata, sebagai sebaris cerita, sebagai sepenggal kisah
Belum.... belum saatnya
Biarkan semua mengendap,
Seiring dengan meredamnya deru dan debu yang saat ini sedang rajin menggema
Biarkan semua meresap,
Seiring dengan bibit kesuburan yang sedang di tebarkan Tuhan ditanah kelahiranku
Biarkan semua mengalir,
Seiring dengan aliran doa yang deras terpancar dari setiap umat di muka bumi
Biarkan semua membumi,
Seiring dengan kesadaran manusia akan betapa kecilnya kita di bumi ini
Ada saat dimana kita terlahir,
Ada saat dimana kita bertemu,
Ada saat dimana kita berpisah,
Ada saat dimana kita mati
Semua telah pasti,
Hanya waktu yang menjadi misteri
Hanya jarak diantaranya yang tak pernah bisa kita ramalkan
Untuk yang telah pergi,
Damailah engkau disana
Doa kami sebagai manusia yang ditinggalkan,
Akan selalu tercurah untukmu
Untuk yang masih di beri kesempatan,
Semoga semua kelapangan dada,ketabahan, kesabaran, dan keikhlasan senantiasa menjadi teman kita dalam menjalani hari-hari.
Semua akan menjadi indah pada waktunya
Cinta, kasih, sayang, dan doa setulus hati untuk bumi kita yang sedang berduka
Tuhan Maha Besar....Tuhan Maha Besar....Tuhan Maha Besar....
Monday, November 1, 2010
Friday, October 22, 2010
The Power is Now
Sekarang...
Apa yang terjadi kemarin, tak perlu dpikirkan sekarang...
Sekarang...
Apa yang terjadi sebelum ini, tak perlu dsesalkan sekarang...
Sekarang...
Tak perlu dibebani dengan apa yang akan terjadi besok...
Sekarang...
Tak perlu dibayangi dengan bagaimana tahun depan...
Sekarang...
Tak perlu ditakuti dengan yang namanya masa depan...
Sekarang...
Adalah saat ini, detik ini, waktu ini...
Adalah saat dimana aku hanya ingin tidur...
Adalah saat dimana aku akan menutup hari...
Jika tidak ada yang bisa 'menunjukkan',
Maka biarkan saja semua berlalu
Jika tidak ada yang mau 'mengatakan',
Maka biarkan saja hari berganti
Sekarang waktuku berhenti berfikir kenapa dan mengapa...
Karena aku sudah punya jawabannya...
Karena tidak adanya kata...
Hidup ini indah dengan cara, di waktu, dan di saat yang tepat...
Apa yang terjadi kemarin, tak perlu dpikirkan sekarang...
Sekarang...
Apa yang terjadi sebelum ini, tak perlu dsesalkan sekarang...
Sekarang...
Tak perlu dibebani dengan apa yang akan terjadi besok...
Sekarang...
Tak perlu dibayangi dengan bagaimana tahun depan...
Sekarang...
Tak perlu ditakuti dengan yang namanya masa depan...
Sekarang...
Adalah saat ini, detik ini, waktu ini...
Adalah saat dimana aku hanya ingin tidur...
Adalah saat dimana aku akan menutup hari...
Jika tidak ada yang bisa 'menunjukkan',
Maka biarkan saja semua berlalu
Jika tidak ada yang mau 'mengatakan',
Maka biarkan saja hari berganti
Sekarang waktuku berhenti berfikir kenapa dan mengapa...
Karena aku sudah punya jawabannya...
Karena tidak adanya kata...
Hidup ini indah dengan cara, di waktu, dan di saat yang tepat...
Monday, October 18, 2010
Pasar Berbeda Komoditi
Pernah mendengar istilah "2 orang perempuan berkumpul, maka akan tercipta warung. 3 orang perempuan atau lebih berkumpul, akan tercipta pasar"
Mungkin ungkapan itu adalah untuk menggambarkan bagaimana para perempuan sangat senang bersosialisasi. Bertemu, berbincang2, membicarakan banyak hal, temu kangen, bergosip, dan lain2 dan lain2. Seru, heboh, dan sanggup melumpuhkan sendi2 perekonomian dari sebuah keluarga. hahahahhaaaa
Namun belakangan ini, rupanya fenomena terbentuknya warung dan pasar itu tidak hanya berlaku untuk para perempuan. Para lelakipun mulai tertulari kebiasaan2 para perempuan. Tidak termasuk para A*** yang sekarang mendominasi di luaran sana lho yaaa.... kita hanya bicara tentang para lelaki yang benar2 lelaki. :p
Contoh yang paling dekat adalah si dia. Sepertinya dia tertulari kebiasaanku yang selalu update informasi mengenai perkembangan lingkungan sekitar. Nah, kalau dia sudah bertemu dengan teman2nya, maka aku akan menjadi nomor sekian. Selain itu, kalau aku terlihat mendapat info baru, maka dia akan segera mendekat dan bertanya "kenapa? kenapa?" hahahha.... fudhul aja sih. :P
Yang pengen aku ceritakan sekarang ini adalah para lelaki yang masih teman2ku juga. Namun kebanyakan umurnya sudah di atasku. Kadangkala ada juga perempuannya yang ikut nimbrung, meskipun hanya itu2 saja. Mereka ini semakin hari semakin sering bertemu dan membuat pasar. Entahlah.... namanya juga orang2 hebat dan berkuasa. Mereka datang dengan segala hal baru yang ada di kepala mereka, dan di adu dengan yang ada di kepala yang lainnya. Wuiddiiihhh....
Hasilnya? pastilah ide2 hebat dan mutakhir. Menantang, nampak menggairahkan, seksi, dan menarik untuk di coba2. Tapi...eh tapi....???
Entahlah... aku sendiri sudah tidak terlalu (sekali lagi tidak terlalu, jadi bukan sama sekali tidak tertarik lho yaaa) tertarik untuk bergabung? hahaha.... entahlah. Sepertinya terjadi hukum alam "karena nila setitik, maka rusak susu sebelanga". Semua terasa hambar menurutku. Aku jadi apatis dan enggan untuk merapat.
Mungkin aku bukan orang dengan tipe2 seperti "mereka", jadi tidak akan tahan selalu mengintil dan sembah sinuwun ndalem alias manthuk2 terus. hohohohoho.... Masing2 orang punya pilihan bukan? Sah2 aja koq menurutku. :p
Selain itu juga track buruk yang pernah ada membuat kepercayaanku sedikit menurun. Mungkin dulu aku sering memberikan prioritas untuk hal2 seperti ini. Tapi setelah mereka memperlihatkan ke-cupu-annya, entah kenapa aku menjadi sedikit malas. Sekarang sih, kalau memang ada waktu dan ada mood, maka aku akan bergabung. Tidak lagi kujadikan prioritas. Toh belum tentu keindahan ini akan tetap indah, manakala kondisi memburuk. Semua indah ketika dunia ramah pada mereka. Sory2 jeck... :p
Maaf ya teman2 lelakiku.... Silakan saja membuka pasar dengan komoditas impor atau kualitas ekspor. Kapan2 kalau rejekiku berlebih, mungkin aku juga akan datang mencoba. Namun sekarang ini, aku masih merasa nyaman dengan pasar tradisional dan sederhana ini. Di tengah2 kesusahan, biasanya orang akan lebih empati daripada di tengah kebahagiaan. :))
Mungkin ungkapan itu adalah untuk menggambarkan bagaimana para perempuan sangat senang bersosialisasi. Bertemu, berbincang2, membicarakan banyak hal, temu kangen, bergosip, dan lain2 dan lain2. Seru, heboh, dan sanggup melumpuhkan sendi2 perekonomian dari sebuah keluarga. hahahahhaaaaNamun belakangan ini, rupanya fenomena terbentuknya warung dan pasar itu tidak hanya berlaku untuk para perempuan. Para lelakipun mulai tertulari kebiasaan2 para perempuan. Tidak termasuk para A*** yang sekarang mendominasi di luaran sana lho yaaa.... kita hanya bicara tentang para lelaki yang benar2 lelaki. :p
Contoh yang paling dekat adalah si dia. Sepertinya dia tertulari kebiasaanku yang selalu update informasi mengenai perkembangan lingkungan sekitar. Nah, kalau dia sudah bertemu dengan teman2nya, maka aku akan menjadi nomor sekian. Selain itu, kalau aku terlihat mendapat info baru, maka dia akan segera mendekat dan bertanya "kenapa? kenapa?" hahahha.... fudhul aja sih. :P
Yang pengen aku ceritakan sekarang ini adalah para lelaki yang masih teman2ku juga. Namun kebanyakan umurnya sudah di atasku. Kadangkala ada juga perempuannya yang ikut nimbrung, meskipun hanya itu2 saja. Mereka ini semakin hari semakin sering bertemu dan membuat pasar. Entahlah.... namanya juga orang2 hebat dan berkuasa. Mereka datang dengan segala hal baru yang ada di kepala mereka, dan di adu dengan yang ada di kepala yang lainnya. Wuiddiiihhh....
Hasilnya? pastilah ide2 hebat dan mutakhir. Menantang, nampak menggairahkan, seksi, dan menarik untuk di coba2. Tapi...eh tapi....???
Entahlah... aku sendiri sudah tidak terlalu (sekali lagi tidak terlalu, jadi bukan sama sekali tidak tertarik lho yaaa) tertarik untuk bergabung? hahaha.... entahlah. Sepertinya terjadi hukum alam "karena nila setitik, maka rusak susu sebelanga". Semua terasa hambar menurutku. Aku jadi apatis dan enggan untuk merapat.
Mungkin aku bukan orang dengan tipe2 seperti "mereka", jadi tidak akan tahan selalu mengintil dan sembah sinuwun ndalem alias manthuk2 terus. hohohohoho.... Masing2 orang punya pilihan bukan? Sah2 aja koq menurutku. :p
Selain itu juga track buruk yang pernah ada membuat kepercayaanku sedikit menurun. Mungkin dulu aku sering memberikan prioritas untuk hal2 seperti ini. Tapi setelah mereka memperlihatkan ke-cupu-annya, entah kenapa aku menjadi sedikit malas. Sekarang sih, kalau memang ada waktu dan ada mood, maka aku akan bergabung. Tidak lagi kujadikan prioritas. Toh belum tentu keindahan ini akan tetap indah, manakala kondisi memburuk. Semua indah ketika dunia ramah pada mereka. Sory2 jeck... :p
Maaf ya teman2 lelakiku.... Silakan saja membuka pasar dengan komoditas impor atau kualitas ekspor. Kapan2 kalau rejekiku berlebih, mungkin aku juga akan datang mencoba. Namun sekarang ini, aku masih merasa nyaman dengan pasar tradisional dan sederhana ini. Di tengah2 kesusahan, biasanya orang akan lebih empati daripada di tengah kebahagiaan. :))
Sunday, October 17, 2010
Tayangan yang Indonesia Banget
Standar acara Tipi kita : Namanya ajang pencarian bakat - Milihnya pake SMS - Jurinya rada aneh - Eliminasi demi eliminasi yang penuh tragedi dan tradisi - Di ujung cerita hadirlah keluarga - Tangis2an mulai jadi komoditi - Jualan simpati deeeeeehhhh...... Intinya acaranya adalah mencari bakat dalam drama dan sinetron. Ppfffiiiuuuhhh... Ppffiiuuuhhh....
Sebutlah berapa banyak acara yang ada di stasiun2tipi kita.... Sebut saja... makin banyak juga boleh... Dan coba tarik garis merahnya. Teng terereng....terereng..... sama saja bukan?
Menurutku memang itulah realita bisnis dunia infotainment. Jika dibuat sebuah tabulasi atau diagram acara untuk masing2 stasiun tv, aku yakin hampir semua sama dan mirip2 plek. Karena kan memang kecenderungan acara tipi kita adalah "membuat acara yang terlihat laku di mata masyarakat". Jadi, ketika ada acara di sebuah stasiun tv yang kelihatannya banyak peminat, maka akan segera muncul acara yang serupa di stasiun tv lainnya. Semacam tandingan begitu kayaknya...
Mau contoh nyata? Di bidang infotainment? Nggak asing lagi lah itu.... pada awalnya mungkin acara infotainment atau gossip di tipi2 kita belum sebanyak sekarang. Mungkin dulu baru ada kabar2i.. cek dan ricek... atau mungkin beberapa yang lainnya. Sekarang?hahaha.... dari mulai yang judulnya simple, biasa, di keren2kan, di miring2kan, dan lain2. Acaranya? dulu mungkin hanya seperti pewarta membawakan berita biasa (nggak seperti dunia dalam berita juga sih..). Sekarang? hahaha.... mulai dari yang 2 pembawa acara saling bersahut2an (kadang nyambung kadang enggak), ikut2an sok akrab (gw yakin ini copy paste dari acara insert), sampai yang menggabungkan acara senam muka dan pembawa acara. Monyong2, melotot2, dll. Wuiiddiih.....
Bidang musik? Pada awalnya ada Inbox dengan gaya outdoor yang di bawakan oleh 2 orang laki2 (insya allah). Lalu muncul Dahsyat yang berkonsep indoor, masih juga di bawakan 3 orang meski ada perempuannya. Muncul lagi Dering yang (sangat terlihat meniru) mirip Dahsyat. Dan muncullah acara2 musik yang lainnya.
Pencarian bakat? Wuiddiihh... lebih beragam lagi. Dan inilah yang sekarang membuat aku terusik. ck..ck..ck...Kebanyakan yang ada sekarang adalah kontes pencarian bakat2 penyanyi (atau penyanyi dadakan). Sebut saja Indonesian Idol, Akademi Fantasy Indonesia(mbuh sekarang masih ada atau enggak), Kontes Dangdut TPI, dan lain2. Hasilnya? beberapa yang memang berkualitas memang menjadi terkenal dan dapat berkarir di bidang yang mereka jalani.
Yang tidak? hhhmmm.... entah pada kemana sekarang. Ada hal2 unik dari kontes2 ini. Misalkan saja AFI. aku paling geli dengan sistem eliminasinya. Ada acara wisuda, dimana setiap peserta yang lolos 10 besar menggunakan toga layaknya mahasiswa di wisuda. Lalu eliminasi setiap minggunya?? pakai koper. hahahaha.... Pasti juga di bumbui dengan drama2 dari presenter yang melambat2kan, dan musik yang dibikin menggelegar. Begitu juga dengan KDI.
Bakat2 yang lain? dulu ada API, yang isinya adalah audisi pemilihan group2 lawak. Menurutku cukup bagus malahan. Soalnya sulit lho bakat melawak itu. Apalagi bukan cuma 1-2 atau teman2 dekat saja yang pengen di buat tertawa. Tetapi seluruh masyarakat yang menonton Tipi. HAsilnya? muncullah Sule yang sekarang menjadi pelawak nomor wahid di indonesia. Selain itu grup bajaj yang tetap tampil bertiga, di pelem religi dengan humor mereka (meski humornya sedikit).
Namun sekarang nampaknya acaranya sudah tidak ada. Justru di situ sebenarnya kerennya (atau mungkin beda sebab?). Menurutku ajang seperti itu memang bagusnya jangan sambung sinambung seperti sinetron. Kalau memang tujuannya mencari bakat guna menghibur rakyat indonesia. Scara stasiun tv kita terbatas. Kalau per periodik akan lebih ok buat regenerasi bukan? :)
Bakat yang lain lagi? Sulap.... Kalau yang ini sih ajang pencarian bakatnya sepertinya baru ada 1. Tapi acara2 shownya banyak juga. Ada Dedi C yang penampilannya aneh bin ajaib, ada Damian yang penampilannya bersih, ada juga Rommy rafael yang penampilannya keren (bukan sulap kl ini).
Ada juga pencarian bakat yang pesertanya adalah artis2. Artis2 dipasangkan dan disuruh tampil bersama dengan ibunya. Anaknya (yang memang) berambisi untuk tenar, dan ibunya (terpaksa) dandan cantik bergoyang2 di pinggir panggung. Bahkan ada ibu kontestan yang selalu di jadikan bahan ledekan (meskipun akhirnya si ibu mendapatkan peran dalam sebuah sinetron). Setelah itu mereka berdua menampilkan yel2 wujud dari kekompakan. Oh my god.... Semoga tidak ada keterpaksaan dari ibu2 itu untuk (dipermalukan) tampil seperti itu. :P
Saat ini, pencarian bakat di indonesia mulai banyak yang mengambil genre kombinasi. Apa saja bakatnya, masuk di satu pintu. Sebut saja Indonesia Got Talent, (plesetan IGT) Indonesia Mencari Bakat, mungkin masih ada yang lain? Entahlah.... Pada awalnya, ketika acara masih banyak pesertanya, kita di suguhi banyak sekali hiburan karena banyaknya bakat2 terasah dari peserta. Selain itu kita juga terhibur dengan mereka yang berusaha menampilkan bakat mereka, tapi ternyata menurut kita malah aneh dan membuat tertawa ngakak karena garing poll. :P
Semakin sedikit peserta, kita akan di suguhi 2 macam bakat. Yang (menurut kita) benar2 berbakat, dan yang (menurut kita) dipaksa menjadi orang yang berbakat. Karena kebutuhan acara, maka satu persatu peserta di eliminasi, melalui (katanya sih) sms dari masyarakat Indonesia). Bisa jadi yang tereliminasi itu adalah orang2 yang (menurut kita) berbakat. Hanya Tuhan dan yang punya duit di stasiun tipi-nya kayaknya yang tahu. hahaha
Dramatisir acara dan penggalangan massa di bentuk sepanjang acara. Polling sms di tunjukkan hasilnya, dan (dibikin seolah2) menunjukkan bahwa terkadang peserta yang (menurut kita) berbakat berada di atas, terkadang peserta yang (menurut kita) tidak berbakat berada di bawah. Ketika di ketahui bahwa animo massa tercurah pada acara itu, maka masa pertunjukan pun di buat panjang. Tujuannya? Tentu saja agar duit mengalir lancar dari para sponsor. Padahal, kalau pesertanya masih banyak yang kecil2 begitu, bagaimana dengan kemampuan fisik mereka? Belum lagi pembacaan hasil yang di buat mellow, lama, penasaran, berdentum2 musiknya, tarik ulur dari presenternya. Bagaimana dengan mental mereka?
Jurinya? hahahhaa.... Kalau di antara sederet orang yang di pajang sebagai penyegar mata itu, pasti hanya 1 yang benar2 juri yang (lumayan) berbobot penilaianya. Yang lainnya? seperti chipmunk yang di kasih rekaman "Saya suka gaya kamu", "penampilan kamu malam ini menarik sekali", "Kamu membuat saya terpana dan terpesona", dan yang paling lebay "good job...good job... i like it". hwekekekeeeee.....
Menjelang grand final? mulailah di rekrut investigator2 dan penulis2 sinetron yang handal, yang bisa menciptakan adegan2 atau cerita yang diyakini bisa menarik simpati masyarakat. Hasil investigasi menunjukkan bahwa back ground keluarga dari para kontestan sangatlah "seksi", maka di angkatlah cerita keluarga. Masing2 peserta akan di ekspos kehidupan pribadinya yang menyangkut keluarga (ayah-ibu, suami-istri, anak) yang sedih2 atau menyedihkan. Mungkin kalau dari keluarga inti tidak ada yang sedih2, mereka akan mencari bude pakde bulik paklik yang ceritanya sedih, dan akan menjadi keluarga dekat (dadakan) kontestan. Menakjubkan bukan???? :p
Setelah para keluarga bermunculan, maka tugas presenter akan sangat mendukung. Dimana dia akan bertanya kepada para kontestan mengenai hubungan keluarga, dll. Tak lupa dengan nada sedih dan musik mendayu2. Tangis2an pun tumpah di panggung. Harapan besar pada penonton di rumah agar terenyuh, terharu, dan tergerak untuk menggerakkan jarinya di atas keypad handphone dan mengirim pesan ke 9910. :p
Setelah itu? Mbuh.... aku langsung maless nonton lagi. hahahaha..... Tidak ada lagi yang menarik dari acara pencarian bakat itu, ketika tontonan khas negri kita (baca:sinetron) di munculkan. Kata temanku yang komen di FB, malah mirip dengan acara Tali Kasih. hahahhahaa.....
Itu adalah beberapa ciri acara di tipi2 kita. Ciri yang lain apa lagi ya??? mmm... kita pikirkan dulu.... Indonesia dan segala isinya memang selalu dahsyat untuk di renungkan. Tidak hanya dalam dunia nyata, bahkan dunia maya dan dunia uka2 pun serba dahsyat... :p
Untuk itulah, aku cinta Indonesia yang dahsyat ini. hwekekekeeeeeee :))

Sebutlah berapa banyak acara yang ada di stasiun2tipi kita.... Sebut saja... makin banyak juga boleh... Dan coba tarik garis merahnya. Teng terereng....terereng..... sama saja bukan?Menurutku memang itulah realita bisnis dunia infotainment. Jika dibuat sebuah tabulasi atau diagram acara untuk masing2 stasiun tv, aku yakin hampir semua sama dan mirip2 plek. Karena kan memang kecenderungan acara tipi kita adalah "membuat acara yang terlihat laku di mata masyarakat". Jadi, ketika ada acara di sebuah stasiun tv yang kelihatannya banyak peminat, maka akan segera muncul acara yang serupa di stasiun tv lainnya. Semacam tandingan begitu kayaknya...
Mau contoh nyata? Di bidang infotainment? Nggak asing lagi lah itu.... pada awalnya mungkin acara infotainment atau gossip di tipi2 kita belum sebanyak sekarang. Mungkin dulu baru ada kabar2i.. cek dan ricek... atau mungkin beberapa yang lainnya. Sekarang?hahaha.... dari mulai yang judulnya simple, biasa, di keren2kan, di miring2kan, dan lain2. Acaranya? dulu mungkin hanya seperti pewarta membawakan berita biasa (nggak seperti dunia dalam berita juga sih..). Sekarang? hahaha.... mulai dari yang 2 pembawa acara saling bersahut2an (kadang nyambung kadang enggak), ikut2an sok akrab (gw yakin ini copy paste dari acara insert), sampai yang menggabungkan acara senam muka dan pembawa acara. Monyong2, melotot2, dll. Wuiiddiih.....
Bidang musik? Pada awalnya ada Inbox dengan gaya outdoor yang di bawakan oleh 2 orang laki2 (insya allah). Lalu muncul Dahsyat yang berkonsep indoor, masih juga di bawakan 3 orang meski ada perempuannya. Muncul lagi Dering yang (sangat terlihat meniru) mirip Dahsyat. Dan muncullah acara2 musik yang lainnya.
Pencarian bakat? Wuiddiihh... lebih beragam lagi. Dan inilah yang sekarang membuat aku terusik. ck..ck..ck...Kebanyakan yang ada sekarang adalah kontes pencarian bakat2 penyanyi (atau penyanyi dadakan). Sebut saja Indonesian Idol, Akademi Fantasy Indonesia(mbuh sekarang masih ada atau enggak), Kontes Dangdut TPI, dan lain2. Hasilnya? beberapa yang memang berkualitas memang menjadi terkenal dan dapat berkarir di bidang yang mereka jalani.
Yang tidak? hhhmmm.... entah pada kemana sekarang. Ada hal2 unik dari kontes2 ini. Misalkan saja AFI. aku paling geli dengan sistem eliminasinya. Ada acara wisuda, dimana setiap peserta yang lolos 10 besar menggunakan toga layaknya mahasiswa di wisuda. Lalu eliminasi setiap minggunya?? pakai koper. hahahaha.... Pasti juga di bumbui dengan drama2 dari presenter yang melambat2kan, dan musik yang dibikin menggelegar. Begitu juga dengan KDI.
Bakat2 yang lain? dulu ada API, yang isinya adalah audisi pemilihan group2 lawak. Menurutku cukup bagus malahan. Soalnya sulit lho bakat melawak itu. Apalagi bukan cuma 1-2 atau teman2 dekat saja yang pengen di buat tertawa. Tetapi seluruh masyarakat yang menonton Tipi. HAsilnya? muncullah Sule yang sekarang menjadi pelawak nomor wahid di indonesia. Selain itu grup bajaj yang tetap tampil bertiga, di pelem religi dengan humor mereka (meski humornya sedikit).
Namun sekarang nampaknya acaranya sudah tidak ada. Justru di situ sebenarnya kerennya (atau mungkin beda sebab?). Menurutku ajang seperti itu memang bagusnya jangan sambung sinambung seperti sinetron. Kalau memang tujuannya mencari bakat guna menghibur rakyat indonesia. Scara stasiun tv kita terbatas. Kalau per periodik akan lebih ok buat regenerasi bukan? :)
Bakat yang lain lagi? Sulap.... Kalau yang ini sih ajang pencarian bakatnya sepertinya baru ada 1. Tapi acara2 shownya banyak juga. Ada Dedi C yang penampilannya aneh bin ajaib, ada Damian yang penampilannya bersih, ada juga Rommy rafael yang penampilannya keren (bukan sulap kl ini).
Ada juga pencarian bakat yang pesertanya adalah artis2. Artis2 dipasangkan dan disuruh tampil bersama dengan ibunya. Anaknya (yang memang) berambisi untuk tenar, dan ibunya (terpaksa) dandan cantik bergoyang2 di pinggir panggung. Bahkan ada ibu kontestan yang selalu di jadikan bahan ledekan (meskipun akhirnya si ibu mendapatkan peran dalam sebuah sinetron). Setelah itu mereka berdua menampilkan yel2 wujud dari kekompakan. Oh my god.... Semoga tidak ada keterpaksaan dari ibu2 itu untuk (dipermalukan) tampil seperti itu. :P
Saat ini, pencarian bakat di indonesia mulai banyak yang mengambil genre kombinasi. Apa saja bakatnya, masuk di satu pintu. Sebut saja Indonesia Got Talent, (plesetan IGT) Indonesia Mencari Bakat, mungkin masih ada yang lain? Entahlah.... Pada awalnya, ketika acara masih banyak pesertanya, kita di suguhi banyak sekali hiburan karena banyaknya bakat2 terasah dari peserta. Selain itu kita juga terhibur dengan mereka yang berusaha menampilkan bakat mereka, tapi ternyata menurut kita malah aneh dan membuat tertawa ngakak karena garing poll. :P
Semakin sedikit peserta, kita akan di suguhi 2 macam bakat. Yang (menurut kita) benar2 berbakat, dan yang (menurut kita) dipaksa menjadi orang yang berbakat. Karena kebutuhan acara, maka satu persatu peserta di eliminasi, melalui (katanya sih) sms dari masyarakat Indonesia). Bisa jadi yang tereliminasi itu adalah orang2 yang (menurut kita) berbakat. Hanya Tuhan dan yang punya duit di stasiun tipi-nya kayaknya yang tahu. hahaha
Dramatisir acara dan penggalangan massa di bentuk sepanjang acara. Polling sms di tunjukkan hasilnya, dan (dibikin seolah2) menunjukkan bahwa terkadang peserta yang (menurut kita) berbakat berada di atas, terkadang peserta yang (menurut kita) tidak berbakat berada di bawah. Ketika di ketahui bahwa animo massa tercurah pada acara itu, maka masa pertunjukan pun di buat panjang. Tujuannya? Tentu saja agar duit mengalir lancar dari para sponsor. Padahal, kalau pesertanya masih banyak yang kecil2 begitu, bagaimana dengan kemampuan fisik mereka? Belum lagi pembacaan hasil yang di buat mellow, lama, penasaran, berdentum2 musiknya, tarik ulur dari presenternya. Bagaimana dengan mental mereka?
Jurinya? hahahhaa.... Kalau di antara sederet orang yang di pajang sebagai penyegar mata itu, pasti hanya 1 yang benar2 juri yang (lumayan) berbobot penilaianya. Yang lainnya? seperti chipmunk yang di kasih rekaman "Saya suka gaya kamu", "penampilan kamu malam ini menarik sekali", "Kamu membuat saya terpana dan terpesona", dan yang paling lebay "good job...good job... i like it". hwekekekeeeee.....
Menjelang grand final? mulailah di rekrut investigator2 dan penulis2 sinetron yang handal, yang bisa menciptakan adegan2 atau cerita yang diyakini bisa menarik simpati masyarakat. Hasil investigasi menunjukkan bahwa back ground keluarga dari para kontestan sangatlah "seksi", maka di angkatlah cerita keluarga. Masing2 peserta akan di ekspos kehidupan pribadinya yang menyangkut keluarga (ayah-ibu, suami-istri, anak) yang sedih2 atau menyedihkan. Mungkin kalau dari keluarga inti tidak ada yang sedih2, mereka akan mencari bude pakde bulik paklik yang ceritanya sedih, dan akan menjadi keluarga dekat (dadakan) kontestan. Menakjubkan bukan???? :p
Setelah para keluarga bermunculan, maka tugas presenter akan sangat mendukung. Dimana dia akan bertanya kepada para kontestan mengenai hubungan keluarga, dll. Tak lupa dengan nada sedih dan musik mendayu2. Tangis2an pun tumpah di panggung. Harapan besar pada penonton di rumah agar terenyuh, terharu, dan tergerak untuk menggerakkan jarinya di atas keypad handphone dan mengirim pesan ke 9910. :p
Setelah itu? Mbuh.... aku langsung maless nonton lagi. hahahaha..... Tidak ada lagi yang menarik dari acara pencarian bakat itu, ketika tontonan khas negri kita (baca:sinetron) di munculkan. Kata temanku yang komen di FB, malah mirip dengan acara Tali Kasih. hahahhahaa.....
Itu adalah beberapa ciri acara di tipi2 kita. Ciri yang lain apa lagi ya??? mmm... kita pikirkan dulu.... Indonesia dan segala isinya memang selalu dahsyat untuk di renungkan. Tidak hanya dalam dunia nyata, bahkan dunia maya dan dunia uka2 pun serba dahsyat... :p
Untuk itulah, aku cinta Indonesia yang dahsyat ini. hwekekekeeeeeee :))

Wednesday, October 13, 2010
Seimbang dan Sesuai dengan Porsinya
Semua sudah ada yang mengatur.... Mana yang hak untuk kita dan mana yang hak untuk orang lain...
Sering kali aku mendengar ungkapan seperti itu, dari para orang tua yang telah lebih dulu hidup di dunia. Menurutku sih ungkapan itu fungsinya adalah menjaga agar kita tidak selalu di gelayuti rasa iri dan dengki. Dan secara tidak langsung, memang ternyata keberadaan istilah yang "adem" itu sangat penting bagiku, mungkin juga bagi kita.
Ketika aku masih duduk di sekolah dasar, pernah ada temanku yang selalu menjadi pusat dari semua aktivitas anak2 yang lain. Istilah gampangnya, dia ini adalah seleb-nya kelasku. Seringkali aku merasa bahwa itu nggak benar. Seharusnya semua anak tidak perlu selalu mengerubutinya setiap saat. Toh dia juga bukan orang yang paling pintar di sekolahan. Terus terang aku merasa terganggu dengan kebiasaan mereka yang selalu melakukan sesuatu depends on her... Ppfffiiuuhh....
Namun lama2 aku merasa terbiasa dengan hal2 seperti itu. Ketika aku mulai merasa tidak nyaman, aku lari saja ke ruang guru dan meminjam buku2 bacaan anak yang sangat banyak dan menganggur itu. Kasihan sekali nasib buku2 cerita anak itu. Tidak banyak, bahkan nyaris tidak ada anak yang tertarik untuk membaca buku cerita anak ketika itu. Jadilah aku mendapat kebebasan sebebas2nya untuk membaca buku2 itu, tanpa harus mengantri atau repot dengan administrasi. Toh memang tidak akan ada anak yang mengantri pinjam di belakangku. Dan dengan buku2 bacaan anak itu, aku lama2 tidak perduli dengan seleb2 yang ada di kelasku. Semua sudah ada tempatnya....
Ketika SMP, aku termasuk anak yang paliiing malas belajar. Dan hasilnya, prestasiku meluncur hebat dari prestasi SD yang gemilang, menuju wan prestasi. hahahaa.... Kalau sekarang di tanya secara pribadi, maka aku akan mengatakan bahwa semua disebabkan karena rumahku yang jauh dari sekolah, transportasi yang tidak tersedia membuatku harus berjalan kaki naik turun bukit, dan waktu serta energiku habis untuk berjalan kaki.
Sering aku merasa iri dengan anak2 yang selalu di antar jemput bapak/ibunya, sehingga tidak perlu repot2 berjalan kaki sepertiku. Sering juga aku merasa putus asa dan dalam hati menyalahkan apa saja dan siapa saja yang membuat aku harus sekolah di tempat yang jauh dari rumah. Ingin rasanya aku pindah sekolah dan bergabung dengan teman2 ku yang bersekolah di tempat yang lebih dekat.
Namun lama2(terlebih lagi setelah lulus) aku berpikir, sudah cukup beruntung aku kadang2 di beri tumpangan pulang oleh temanku jika harus pulang sore/malam. Sudah cukup beruntung aku terkadang di antar bapakku ketika aku ketinggalan angkot yang pertama. Dan sangat beruntung aku yang bisa bersekolah di sekolah yang berkualitas dan (sekarang) menjadi standar internasional. Nikmat Tuhan yang mana lagi yang harus aku dustakan? Jiaaaahhh.... :p
Ketika SMU, aku semakin jauh meninggalkan rumah. Semakin banyak kutemui teman2 dengan gaya hidup yang sangat jauh berbeda dengan teman2 lamaku. Muncul genk2 cantik dan unik2. Banyak sekali hal2 baru dan sepertinya untouchable olehku. Akhirnya aku menyadari bahwa bukan di sisi sebelah situ tempatku berada. Akupun mulai menemukan ritmeku sendiri dengan teman2 yang memiliki ritme sama. Tanpa harus menjauh dari mereka yang memiliki semua hal secara lebih. Semuanya menjadi normal, lancar, dan fine2 at all... :p
Semua memang sudah ada tempat dan waktunya sendiri2. Dan masing2 di antara kita, selalu mendapatkan porsi yang pas, tidak lebih tidak kurang. Alhamdulillah..... ^_^
Apa yang ingin ku ceritakan sekarang ya? kenapa jadi ngelantur kemana2. hehehehe.... Ini dia. Masih seputar keseimbangan dan porsi beserta jatah masing2.

Di sela2 pekerjaan, aku acapkali berselancar di dunia maya. Kebanyakan untuk membaca cerita, tulisan2 perjalanan, dan blog para artis. Hehehehe.... secara para artis kan memiliki peluang dan kesempatan serta fasilitas cukup untuk berkelana di dunia nyata. Sedangkan aku? masih dalam tahap bermimpi dan berharap agar suatu saat di beri kesempatan melanglang buana kemana saja. amin.
Apa yang aku cari dari tulisan mereka? Adalah cerita2 indah mengenai perjalanan (baik perjalanan hidup ataupun perjalanan ke tempat2 lain) yang mereka torehkan dalam hitam di atas lembaran putih. Istilah gampangnya sih catatan perjalanan. Maklum, aku sepertinya menganut paham bahwa kemanapun kita pergi, layaknya kita menuliskannya dalam sebuah cerita. :p
Entah mengapa juga, aku merasa sedikit kecewa ketika mengetahui ada tulisan dari para selebrity yang konon kabarnya menjadi duta ini itu yang membuatnya berkeliling Indonesia dan juga dunia, namun tulisannya sangat sulit di mengerti alias kurang ok. hwekekekekeeeee.... Mungkin aku terlalu berharap lebih kepada selebrity kita. Aku terlalu menumpukan berjuta harapan pada mereka yang telah lebih dulu mendapatkan kesempatan untuk menikmati agungnya karya Tuhan. Atau mungkin juga aku terlalu iri...iri...iri.... hiks... ^_*
Ambil contoh deh..... Blog yang aku suka dari selebriti adalah blognya Raditya Dika. hahaha.... lucu, kocak, ngocol abisssss.... Sampai speachless pokoknya. Yang kedua, blognya Dewi Lestari.... bagus, padat, ringan dan berisi. hehehe.... ada lagi blognya Luna Maya (tapi sekarang jarang di update), blognya Maia Ahmad(sekarang nggak pernah di update lagi), dan beberapa blog lagi yang enak untuk di baca. :)
Untuk yang sedikit mengecewakan? Hehehehe.... ada blognya salah satu mantan putri indonesia yang menjadi duta banyak hal. Kesempatan keliling negara dan dunia-nya melimpah ruah. Dari blognya, bisa di lihat juga seberapa banyak daerah yang sudah di jelajahi. Namun sayang sekali, penyampaiannya kurang ok. Sepertinya beberapa postingan di tulis oleh orang lain. Addduuuuhhh....Jadi gemas rasanya pengen melamar menjadi asistennya khusus di bidang membuat catatan perjalanan. hwekekeke.... ngarep...ngarep....
Yaaahh.... apa mau di kata. Semua sudah ada waktu dan porsinya. Aku senang bercerita, namun belum banyak kesempatan melihat bahan ceritaan-nya. Mereka mendapatkan banyak kesempatan melihat hal2 baru, namun belum senang bercerita. Jika tiba masanya, mungkin semua akan menjadi sama... :p
Sering kali aku mendengar ungkapan seperti itu, dari para orang tua yang telah lebih dulu hidup di dunia. Menurutku sih ungkapan itu fungsinya adalah menjaga agar kita tidak selalu di gelayuti rasa iri dan dengki. Dan secara tidak langsung, memang ternyata keberadaan istilah yang "adem" itu sangat penting bagiku, mungkin juga bagi kita.Ketika aku masih duduk di sekolah dasar, pernah ada temanku yang selalu menjadi pusat dari semua aktivitas anak2 yang lain. Istilah gampangnya, dia ini adalah seleb-nya kelasku. Seringkali aku merasa bahwa itu nggak benar. Seharusnya semua anak tidak perlu selalu mengerubutinya setiap saat. Toh dia juga bukan orang yang paling pintar di sekolahan. Terus terang aku merasa terganggu dengan kebiasaan mereka yang selalu melakukan sesuatu depends on her... Ppfffiiuuhh....
Namun lama2 aku merasa terbiasa dengan hal2 seperti itu. Ketika aku mulai merasa tidak nyaman, aku lari saja ke ruang guru dan meminjam buku2 bacaan anak yang sangat banyak dan menganggur itu. Kasihan sekali nasib buku2 cerita anak itu. Tidak banyak, bahkan nyaris tidak ada anak yang tertarik untuk membaca buku cerita anak ketika itu. Jadilah aku mendapat kebebasan sebebas2nya untuk membaca buku2 itu, tanpa harus mengantri atau repot dengan administrasi. Toh memang tidak akan ada anak yang mengantri pinjam di belakangku. Dan dengan buku2 bacaan anak itu, aku lama2 tidak perduli dengan seleb2 yang ada di kelasku. Semua sudah ada tempatnya....
Ketika SMP, aku termasuk anak yang paliiing malas belajar. Dan hasilnya, prestasiku meluncur hebat dari prestasi SD yang gemilang, menuju wan prestasi. hahahaa.... Kalau sekarang di tanya secara pribadi, maka aku akan mengatakan bahwa semua disebabkan karena rumahku yang jauh dari sekolah, transportasi yang tidak tersedia membuatku harus berjalan kaki naik turun bukit, dan waktu serta energiku habis untuk berjalan kaki.
Sering aku merasa iri dengan anak2 yang selalu di antar jemput bapak/ibunya, sehingga tidak perlu repot2 berjalan kaki sepertiku. Sering juga aku merasa putus asa dan dalam hati menyalahkan apa saja dan siapa saja yang membuat aku harus sekolah di tempat yang jauh dari rumah. Ingin rasanya aku pindah sekolah dan bergabung dengan teman2 ku yang bersekolah di tempat yang lebih dekat.
Namun lama2(terlebih lagi setelah lulus) aku berpikir, sudah cukup beruntung aku kadang2 di beri tumpangan pulang oleh temanku jika harus pulang sore/malam. Sudah cukup beruntung aku terkadang di antar bapakku ketika aku ketinggalan angkot yang pertama. Dan sangat beruntung aku yang bisa bersekolah di sekolah yang berkualitas dan (sekarang) menjadi standar internasional. Nikmat Tuhan yang mana lagi yang harus aku dustakan? Jiaaaahhh.... :p
Ketika SMU, aku semakin jauh meninggalkan rumah. Semakin banyak kutemui teman2 dengan gaya hidup yang sangat jauh berbeda dengan teman2 lamaku. Muncul genk2 cantik dan unik2. Banyak sekali hal2 baru dan sepertinya untouchable olehku. Akhirnya aku menyadari bahwa bukan di sisi sebelah situ tempatku berada. Akupun mulai menemukan ritmeku sendiri dengan teman2 yang memiliki ritme sama. Tanpa harus menjauh dari mereka yang memiliki semua hal secara lebih. Semuanya menjadi normal, lancar, dan fine2 at all... :p
Semua memang sudah ada tempat dan waktunya sendiri2. Dan masing2 di antara kita, selalu mendapatkan porsi yang pas, tidak lebih tidak kurang. Alhamdulillah..... ^_^
Apa yang ingin ku ceritakan sekarang ya? kenapa jadi ngelantur kemana2. hehehehe.... Ini dia. Masih seputar keseimbangan dan porsi beserta jatah masing2.

Di sela2 pekerjaan, aku acapkali berselancar di dunia maya. Kebanyakan untuk membaca cerita, tulisan2 perjalanan, dan blog para artis. Hehehehe.... secara para artis kan memiliki peluang dan kesempatan serta fasilitas cukup untuk berkelana di dunia nyata. Sedangkan aku? masih dalam tahap bermimpi dan berharap agar suatu saat di beri kesempatan melanglang buana kemana saja. amin.
Apa yang aku cari dari tulisan mereka? Adalah cerita2 indah mengenai perjalanan (baik perjalanan hidup ataupun perjalanan ke tempat2 lain) yang mereka torehkan dalam hitam di atas lembaran putih. Istilah gampangnya sih catatan perjalanan. Maklum, aku sepertinya menganut paham bahwa kemanapun kita pergi, layaknya kita menuliskannya dalam sebuah cerita. :p
Entah mengapa juga, aku merasa sedikit kecewa ketika mengetahui ada tulisan dari para selebrity yang konon kabarnya menjadi duta ini itu yang membuatnya berkeliling Indonesia dan juga dunia, namun tulisannya sangat sulit di mengerti alias kurang ok. hwekekekekeeeee.... Mungkin aku terlalu berharap lebih kepada selebrity kita. Aku terlalu menumpukan berjuta harapan pada mereka yang telah lebih dulu mendapatkan kesempatan untuk menikmati agungnya karya Tuhan. Atau mungkin juga aku terlalu iri...iri...iri.... hiks... ^_*
Ambil contoh deh..... Blog yang aku suka dari selebriti adalah blognya Raditya Dika. hahaha.... lucu, kocak, ngocol abisssss.... Sampai speachless pokoknya. Yang kedua, blognya Dewi Lestari.... bagus, padat, ringan dan berisi. hehehe.... ada lagi blognya Luna Maya (tapi sekarang jarang di update), blognya Maia Ahmad(sekarang nggak pernah di update lagi), dan beberapa blog lagi yang enak untuk di baca. :)
Untuk yang sedikit mengecewakan? Hehehehe.... ada blognya salah satu mantan putri indonesia yang menjadi duta banyak hal. Kesempatan keliling negara dan dunia-nya melimpah ruah. Dari blognya, bisa di lihat juga seberapa banyak daerah yang sudah di jelajahi. Namun sayang sekali, penyampaiannya kurang ok. Sepertinya beberapa postingan di tulis oleh orang lain. Addduuuuhhh....Jadi gemas rasanya pengen melamar menjadi asistennya khusus di bidang membuat catatan perjalanan. hwekekeke.... ngarep...ngarep....
Yaaahh.... apa mau di kata. Semua sudah ada waktu dan porsinya. Aku senang bercerita, namun belum banyak kesempatan melihat bahan ceritaan-nya. Mereka mendapatkan banyak kesempatan melihat hal2 baru, namun belum senang bercerita. Jika tiba masanya, mungkin semua akan menjadi sama... :p

Saturday, October 9, 2010
Dukaku Untuk Kalian Rakyat Wasior, Papua
Semoga Tuhan memberikan jalan yang lapang, dan menerima semua amal ibadah saudara2 kita yang meninggal dan juga yang masih belum di temukan karena banjir bandang yang terjadi di bagian timur Indonesia, Wasior, Papua. Dan semoga kesabaran, keikhlasan, dan lapang dada senantiasa di berikan kepada mereka yang kehilangan, baik kehilangan sanak saudara maupun juga kehilangan rumah tinggal dan harta benda.... Tuhan masih sayang kita semua.Sekali lagi, Indonesia menambahkan deret daftar kehilangannya. Kehilangan karena apa yang kita sebut bencana alam. Banjir bandang. Ratusan orang meninggal dunia, ratusan orang hilang tak tentu rimbanya, dan ribuan orang menderita karena kehilangan sanak saudara dan harta benda. Duka...duka...dan duka....
Sedih sekali jika mendengar berita, melihat berita, dan membaca berita yang mengabarkan betapa duka mendalam itu terjadi pada saudara2 kita di Bumi Indonesia. Mereka juga saudara kita tentunya. Membayangkan bagaimana rasanya kehilangan orang2 yang kita cintai, kehilangan seluruh harta benda yang kita miliki, tidak tahu bagaimana bisa melewati hari esok?? Tuhan.... berikan yang terbaik kepada mereka semuanya....
Menurut teman2ku yang bekerja di LSM, banjir bandang itu terjadi akibat banyaknya penebangan liar yang terjadi di daerah Papua. Menurut menteri kehutananku, banjir bandang bukan karena penebangan liar karena penebangan liar di indonesia sudah hampir 0%. Menurut Presidenku yang mendapatkan laporan dari mentri dan jajarannya, banjir bandang bukan terjadi karena penebangan liar tetapi akan di pastikannya sendiri minggu depan ke lapangan. Satu lagi pendapat dari artisku yaitu group band Wali, banjir bandang di sebabkan karena banyaknya penambangan pohon liar.
Semuanya terasa benar dan saling membenarkan. Kecuali mungkin group band Wali yang tidak akan bisa mengelak dari cibiran Insert (jadi kangen sama Cut Tari kalau masalah nyinyir beginian) karena kalimatnya yang sedikit aneh-aneh aduhai itu. Banjir...banjir... banjir...banjir bandang...Apapun itu penyebabnya, janganlah digunakan sebagai ajang salah dan menyalahkan. Pikirkanlah bagaimana nasib saudara2 kita yang sedang di landa nestapa itu. Mereka butuh uluran tangan, mereka butuh bantuan. Adakah lembaga yang bisa digunakan untuk menyalurkan bantuan? Memastikan bahwa semua bantuan sampai di tangan yang membutuhkan? Memastikan bahwa semua yang membutuhkan bisa mendapatkan hak-nya? Mereka yang masih bernyawa pasti membutuhkan pangan, sandang, dan papan.....
Yang sabar ya saudaraku.... yang sabar dan iklas.... Semoga setelah bencana dahsyat yang menimpa kalian ini, memberikan hikmah yang besar untuk kita semua.....
Tidak dapat di ingkari dan di pungkiri bahwa jarak rupanya sangat berperan dalam hal tanggap darurat ini. Berbeda dengan bencana yang terjadi di sekitar pulau Jawa, aku masih bisa bergerak bersama dan merasakan pergerakan teman2ku yang lainnya. Entah mengapa, saat ini rasanya aku tidak mendengar banyak pergerakan menuju ke arah saling membantu saudara2 kita di Wasior sana. Atau mungkin aku saja yang tidak gaul sekarang2 ini, sehingga tidak mengetahui perkembangan informasi.
Do'a dan airmata ini, mengawaliku. Semoga setelah ini aku bisa menemukan jalan untuk sedikit lebih berguna bagi masyarakat ini.

Monday, October 4, 2010
I Know That You Are Very Happy
Kalau beliau bisa berbahasa enggres, pasti langsung bernyanyi "If you knew.... How happy you are making me...." *TerharuTerharuTerharu*
Seperti biasa, selalu saja ada sesuatu yang terjadi ketika aku membuat status baru di Account FB ku. Karena inilah salah satu fungsi FB untukku. Sebagai pengingat terhadap sesuatu yang ingin dan akan aku ceritakan di kemudian waktuku. Di sini,di blogku semata wayang ini... :p
Berawal dari kegagalan aku dan dia untuk bisa bersilaturahmi ke rumah saudaranya di Cianjur, untuk yang kesekian kalinya. Kali ini, kegagalan itu terjadi karena kami keasyikan makan dan ngobrol di rumah senior kami yang sedang syukuran atas rumah barunya (rumahnya aseli membuatku ngiler dan ngecesss...cesss...cessss). Di dukung pula dengan cuaca yang kurang bersahabat dengan kami yang berkendara motor karena mendung mulai menggelantung. Meskipun setiap mendung tak berarti hujan, namun kami memutuskan bahwa tidak bagus lagi jika kami tetap melanjutkan perjalanan. :P
Bogor Trade Mall di ujung paling atas, menghadap ke gunung salak yang malu2 bercadarkan kabut putih... halah...halah... (Bagi yang sering pergi ke BTM, pasti tau donk lokasi dan tempat macam apa itu). hahahhaaa
Mata ngantuk harus segera diberi asupan kopi (perutnya). Dan Cappucino bertemankan kentang goreng menjadi menu yang paling hokey (murahnya) di antara sekian banyak menu yang lainnya. Menunggu sekitar satu jam, untuk bisa duduk manis di deretan paling atas kursi2 berwarna merah. Wualah.... ceritanya sih mau nongton...hweheheheee
"Wil, tadi ibu telpon.Aku bilang nanti kamu telpon balik"
"Ok..."
Mengalirlah obrolan antara ibu dan anak layaknya keluarga yang telah lama tidak bertemu. Sedikit lupa kalau kemarin pada waktu yang hampir mirip aku juga sudah menelponnya. Alhamdulillah.... belakangan ini aku merasa cukup rajin menelpon keluargaku, agar mereka tidak merasa kesepian. :)
Aku mendengarnya berteriak gembira ketika aku mengatakan hasil obrolanku dengan dia(yang lainnya) sore itu. Selanjutnya obrolan menjadi cerah ceria dan penuh dengan aroma kebahagiaan. Aku tahu pasti kenapa dan mengapanya. Tapi kubiarkan semuanya mengalir bebas dalam setiap kata yang terucap darinya.
Hanya dengan mengatakan sepatah kata "tahun depan", rupanya sudah mampu memberikan energi kehidupan yang sedemikian besar padanya. Mampu mengganti kekhawatiran yang sering di jadikannya sebagai ancaman, menjadi sebuah harapan panjang. Semua terasa jauh lebih ringan mulai dari saat itu. Ringan terbang mengejar awan2 yang sedang terbang....
Semua memang terasa indah pada waktunya..... Teruslah tertawa bersama dunia, mendampingi dan membimbing kami dalam pelukan kebahagiaan seperti itu. Karena kami dan mereka yang belum terlahir di dunia ini akan selalu mencintaimu. Mencintaimu dan berusaha sekuat tenaga untuk menjaga kebahagiaanmu.
Tak ada yang lebih indah daripada kebahagiaan yang bisa di rasakan bersama2. I love you full ^_^
Seperti biasa, selalu saja ada sesuatu yang terjadi ketika aku membuat status baru di Account FB ku. Karena inilah salah satu fungsi FB untukku. Sebagai pengingat terhadap sesuatu yang ingin dan akan aku ceritakan di kemudian waktuku. Di sini,di blogku semata wayang ini... :pBerawal dari kegagalan aku dan dia untuk bisa bersilaturahmi ke rumah saudaranya di Cianjur, untuk yang kesekian kalinya. Kali ini, kegagalan itu terjadi karena kami keasyikan makan dan ngobrol di rumah senior kami yang sedang syukuran atas rumah barunya (rumahnya aseli membuatku ngiler dan ngecesss...cesss...cessss). Di dukung pula dengan cuaca yang kurang bersahabat dengan kami yang berkendara motor karena mendung mulai menggelantung. Meskipun setiap mendung tak berarti hujan, namun kami memutuskan bahwa tidak bagus lagi jika kami tetap melanjutkan perjalanan. :P
Bogor Trade Mall di ujung paling atas, menghadap ke gunung salak yang malu2 bercadarkan kabut putih... halah...halah... (Bagi yang sering pergi ke BTM, pasti tau donk lokasi dan tempat macam apa itu). hahahhaaa
Mata ngantuk harus segera diberi asupan kopi (perutnya). Dan Cappucino bertemankan kentang goreng menjadi menu yang paling hokey (murahnya) di antara sekian banyak menu yang lainnya. Menunggu sekitar satu jam, untuk bisa duduk manis di deretan paling atas kursi2 berwarna merah. Wualah.... ceritanya sih mau nongton...hweheheheee
"Wil, tadi ibu telpon.Aku bilang nanti kamu telpon balik"
"Ok..."
Mengalirlah obrolan antara ibu dan anak layaknya keluarga yang telah lama tidak bertemu. Sedikit lupa kalau kemarin pada waktu yang hampir mirip aku juga sudah menelponnya. Alhamdulillah.... belakangan ini aku merasa cukup rajin menelpon keluargaku, agar mereka tidak merasa kesepian. :)
Aku mendengarnya berteriak gembira ketika aku mengatakan hasil obrolanku dengan dia(yang lainnya) sore itu. Selanjutnya obrolan menjadi cerah ceria dan penuh dengan aroma kebahagiaan. Aku tahu pasti kenapa dan mengapanya. Tapi kubiarkan semuanya mengalir bebas dalam setiap kata yang terucap darinya.
Hanya dengan mengatakan sepatah kata "tahun depan", rupanya sudah mampu memberikan energi kehidupan yang sedemikian besar padanya. Mampu mengganti kekhawatiran yang sering di jadikannya sebagai ancaman, menjadi sebuah harapan panjang. Semua terasa jauh lebih ringan mulai dari saat itu. Ringan terbang mengejar awan2 yang sedang terbang....
Semua memang terasa indah pada waktunya..... Teruslah tertawa bersama dunia, mendampingi dan membimbing kami dalam pelukan kebahagiaan seperti itu. Karena kami dan mereka yang belum terlahir di dunia ini akan selalu mencintaimu. Mencintaimu dan berusaha sekuat tenaga untuk menjaga kebahagiaanmu.
Tak ada yang lebih indah daripada kebahagiaan yang bisa di rasakan bersama2. I love you full ^_^
Subscribe to:
Posts (Atom)
-
I dedicated this story to my buddy, one of my partner in crime, and my lucky friends, Ijah. She is the one who gave me this big challeng...
-
Alhamdulillah.... Million thanks to Allah SWT ... Untuk semua hal yang sudah diberikan-Nya kepadaku, kepada orang2 disekelilingku. Duu...
-
And again..... One year has gone.... :) I still on the way... I still on my way... :p There is a lotta love, Coz everybody needs a lotta lov...