Ketika itu aku bicara tentang luka. Luka kecil tetapi nyata. Luka yang menganga.
Kemarin, aku kembali merasakan detak keberadaan luka itu.
Untuk hal yang sama, untuk orang yang sama, dan untuk lingkungan yang sama.
Sebenarnya, sejak saat “hal itu” terjadi, aku selalu enggan melangkah menuju tempat itu.
Tempat dimana aku terlalu berlebih dalam berharap.
Tempat dimana aku terlalu pede dalam bersikap.
Tempat dimana semua orang bersikap lain.
Tempat dimana jarak selalu ada.
Ketika kemarin kakiku kembali menginjak wilayah itu,
Aku harus bertemu dengannya yang pernah melukaiku.
Dia berlaku seolah tak ada aku, aku biarkan saja.
Saat aku kembali harus menginjak wilayah itu, kali ini dari sisi yang berbeda.
Dengan terpaksa dia harus melihatku, menyapaku.
Dan akupun menyapanya seperti biasa.
Jarak itu ada, jarak itu terasa, sebagaimana aku merasakan adanya luka itu.
Dia mengeluarkan pertanyaan retorik kepadaku.
Namanya saja pertanyaan retorik, maka tak ada kewajibanku untuk menjawabnya.
Dan semua itu juga hanyalah basa-basi yang basi menurutku.
Kutinggalkan semua itu begitu saja.
Karena aku tak ingin lebih jauh terperosok dalam jurang.
Kalau memang mereka layak di awan, biarkan aku ada di tanah.
Jikalah mereka yang layak di tanah, biarkan aku ada di sudut saja.
Sebuah pelajaran besar untukku, yang selalu menyukai hal-hal yang berlebihan.
“kurangilah semua yang lebih itu, jadikan semua menjadi biasa-biasa saja”
Semakin ingin ku tutup mata,
Maka semakin kubuka mata ini lebar-lebar.
Karena aku tak ingin lari dari kenyataan…
Friday, June 26, 2009
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
-
Sepertinya, belakangan ini aku di paksa untuk bersahabat dan sekaligus bermusuhan dengan beberapa hal baru. Beberapa hal yang beraneka rupa ...
-
Saya selalu percaya bahwa Tuhan menciptakan alam beserta isinya secara menyeluruh... Tidak terpisah-pisah, dan tidak tanpa alasan... Saya ...
-
Liburan... Adalah saat di mana banyak orang menjadi tantrum, gelisah, dan merasa harus ke mana atau ngapain. Jutaan manusia bergerak, demi ...
No comments:
Post a Comment