Tuesday, April 27, 2010

Numpang Eksis Alias Penumpang Gelap

Seandainya saja di Indonesia ini di adakan sebuah program "Londho masuk desa" seperti layaknya ABRI masuk desa-nya Pak Harto jaman dulu itu, maka cerita ini tidak akan ada. Karena secara pasti masyarakat di desa atau di kampung tidak akan lagi melihat bahwa londho yang main ke kampung itu aneh dan langka. Namun saat ini, selama program londho masuk kampung belum ada, kita masih bisa mengambil keuntungan, khususnya aku dan beberapa temanku maksudku.

Beberapa waktu yang lalu, aku dan beberapa orang teman melakukan sebuah perjalanan yang sangat berkesan. Aku yang memiliki rute perjalanan sendiri, bergabung dengan mereka yang juga memiliki rute perjalanan sendiri. Kami menghabiskan separuh dari perjalanan bersama2. Salah satu dari mereka adalah seorang londho dari Holland yang sedang menjalani program intership dari Universitas Wageningen ke Indonesia.

Rute perjalanan kami, bertemu di sebuah kota yang terkenal dengan reog dan satenya, Ponorogo. Disana, kami menghadiri acara akad nikah teman kami. Si londho pun ikut serta dalam acara itu. Keluarga dari teman kami yang menikah sedikit kaget melihat ada londho yang menghadiri pernikahan anak mereka. Suasana bangga sudah pasti menyeruak di tengah2 mereka. Terlebih lagi ketika acara di helat di masjid, hingga semakin banyak tetangga temanku yang melihat londho itu.

Salah satu kerabat dari temanku yang menikah itu (lebih tepatnya budenya), terlihat tidak bisa tidak meluapkan keheranan dan rasa senangnya. Beliau menanyakan pada kami hal ikhwal datangnya si londho itu. Lengkap dengan pertanyaan apakah si londho ini bisa berbicara bahasa Indonesia atau tidak, bicara pakai bahasa apa saja, dll.

Sepanjang acara pemotretan atau sessi photo2, si budhe itu tidak mau jauh2 dari si londho. Bahkan beliau mengatakan pada kami untuk mengambil photonya berdua dengan si londho.
"Mbok aku di photo berdua sama londhonya... Kalau udah nanti mau aku cetak yang besar, terus mau aku tunjukin ke anak cucuku di rumah sana..." hwekekekekekeeee

Inilah yang kami sebut penumpang gelap alias numpang eksis. Dekat2 dengan londho, jadi berasa ikut bersinar bukan budhe??? hahhahaha

Tetapi ternyata itu bukanlah akhir dari kisah para penumpang gelap ini. Aku, dan juga teman2 yang lainnya pun ikut merasakan menjadi penumpang gelap dan numpang eksis sama si londho. Hal itu pastinya karena kami banyak melakukan perjalanan ke kampung2 setelahnya. Si londho selalu duduk di bangku depan mobil avanza hitam itu, di samping driver andalan kami. Bukan apa2, hanya karena memikirkan keselamatan lututnya yang lebih panjang. :)

Sepanjang jalan, kami menyuruh atau memaksa si londho untuk mengucapkan salam pada ibu2 atau bapak2 yang sedang berjalan di pinggir jalan. Bahkan pada segerombolan anak2 TK yang sedang berkumpul di sebuah halaman.
"Monggo.....mari.... monggo.... monggo....." kata si londho.

Orang2 yang di sapa tentu saja terkejut dan bengong sebentar, kemudian tersenyum. Ada juga yang sempat membalas "monggo....". Sedangkan untuk anak2 TK itu, mereka langsung heboh sureboh dan berteriak2 ke arah mobil kami. Kami yang berada di mobil (selain si londho) jadi ikut2an senang karena merasa di perhatikan. Inilah salah satu hal yang kami sebut dengan penumpang gelap yang numpang eksis. hahahahhaa

Ketika rute perjalanan berbelok ke arah rumahku, kami berhenti di kota kecamatan untuk membeli logistik makan malam. Maklum, di kampungku nanti takutnya kami akan kesulitan mendapatkan makanan untuk makan malam, karena jauh dari kota.

Saat itu aku dan Ubo berjalan untuk membeli ayam bakar. Eeehh... si londho ikut2an berjalan. Aku dan ubopun berjalan pelan sambil membahas perihal numpang eksis ini.
"Bo, tau nggak enaknya jalan di kampung deket2 bule?"Tanyaku
"Kenapa emang?" tanya ubo balik
"Di kampung kan jarang2 ada bule, mangkanya kalau ada bule dateng, pasti pada di liatin. Jadi kita bisa numpang eksis kalau berjalan bareng bule."
"Hahahaa.... berasa keren ya?" kata ubo
"Hahahaa.... iya.... Pasti banyak yang mikir...wah... ada bule, temennya mereka itu ya.." kataku
"Mangkanya kita jalannya deket2 ama si bule aja yoo...biar numpang eksis.."
Aku dan ubo pun tertawa ngakak sepanjang jalan, sedangkan si londho hanya melihat kami dengan terheran2.. :P

Ingat slogan sebuah kontes kecantikan yang melibatkan wanita2 (yang katanya) cantik di Indonesia ini? Intinya samalah dengan kami yang menjadi penumpang gelap yang numpang eksis ini.....
"Semua mata.... tertuju padamu...."

hwahahahhahahahahhahahahahahahahhahahhahahahahhahahahahahhhhahaha ^_^

(Sok) Jadi Wartawan Infotainment ????

Dunia ini luas, meskipun kita sering menggunakan ungkapan dunia ini tak selebar daun kelor. Dunia yang luas ini memang sudah di desain oleh Tuhan jauh sebelum manusia di ciptakan. Kenapa bumi di buat luas dan bulat, mungkin karena Tuhan tahu bahwa manusia ini sangat beragam, sangat beraneka rupa, dan juga karena Tuhan ingin agar kita saling terhubung. We are connected... (Kayak tema sebuah festival ajah...)

Manusia, adalah makhluk paling ajaib yang di ciptakan oleh Tuhan. Manusia yang berjuta-juta itu, diciptakan dengan detail yang berbeda antara satu dan yang lainnya. Betapa hebat arsitek dan pekerja seni yang di miliki oleh Tuhan bukan? Tidak ada satupun manusia yang sama persis dengan manusia yang lainnya.

Detail fisik atau hardware-nya mungkin saja sama atau persis. Tetapi bagaimana dengan detail non fisik atau software-nya? Itulah yang sering berbeda dan menjadi pembeda yang membedakan manusia satu dengan manusia yang lainnya.

Kalau menurut ibunya Khan dalam pelem "my name is Khan", hanya ada 2 jenis manusia di dunia ini. Yaitu orang yang berbuat baik, dan orang yang berbuat tidak baik. Tidak ada lagi pembeda yang lainnya. Tidak suku, agama, ras atau warna kulit, ataupun golongan apapun. Tidak. Hanya ada orang yang berbuat baik dan orang yang berbuat tidak baik.

Tuhan memberikan banyak sekali kelebihan2 pada manusia daripada makhluk yang lain. Pikiran, perasaan, dan akal budi. Itu yang sejak aku SD sudah di tanamkan oleh guruku. Dengan pikiran kita bisa menjadi pintar, cerdas, pandai, dan membuat perubahan yang dahsyat pada dunia. Sebut saja Albert Einstein dengan teori E.Em.Ce.Kuadrat-nya, beserta jajaran penemu2 yang lainnya.

Dengan perasaan, kita bisa menjadi orang yang peduli, empati, saling menyayangi, dan juga bisa membuat perubahan yang tak kalah dahsyat di dunia. Sebut sama Lady Diana, Mother Teressa, dan deretan orang2 pengasih dan penyayang yang lainnya.

Dengan akal budi, kita bisa memperoleh banyak teman. Kita bisa melihat, mengenal, berbuat baik, dan menjalin hubungan sebanyak dan sebaik mungkin dengan orang lain. Akal budi akan sangat berhubungan erat dengan etika. Sepanjang akal budi di gunakan, mungkin tidak akan ada anak yang menyiksa atau membunuh orang tuanya, tidak juga teman mengkhianati atau mencederai temannya.

Hidup, berteman baik, bersahabat dekat, dan berkeluarga yang hangat. Adalah sedikit keinginanku yang dengan keras aku usahakan. Mungkin aku sering merasa bahwa aku bukanlah orang yang sempurna. Aku dan juga kita hanyalah manusia biasa. Apa yang bisa kita banggakan sebagai manusia? Selain hubungan baik dan indah antar sesama....

Puji syukur pada Tuhan yang telah meletakkan dan mendekatkan, serta mengenalkan aku pada banyaaaaakkkk sekali orang2 baik di sekitarku. Baik yang sudah lama bertemu, berteman, bersaudara, ataupun yang baru saja bertemu dan saling tolong menolong. Banyak sekali orang2 baik yang telah membantuku untuk semakin mengerti arti penting sebuah hubungan baik antar sesama.

Masalah iman, amal, dan lain2nya yang merupakan hubungan antara manusia dengan Tuhan, bukanlah sesuatu yang perlu di bahas, di bicarakan, ataupun di pamerkan pada orang lain. Toh yang menilai tetaplah Tuhan. Tetapi selagi kita masih hidup di bumi, hanya hubungan baik antar sesama itulah yang bisa kita banggakan.

Beberapa waktu ini, hal yang sudah dari lama di kasak-kusuk-kan orang2 itu, terbuka sudah. Beberapa muka manis yang memang manis itu, mulai berusaha mengeluarkan bisa-nya. Hanya perlu waktu beberapa detik untuk bisa mengetahui bahwa semua yang manis itu ternyata berdalih. hahahhahhaha

Itulah mengapa aku selalu berusaha untuk menghindari pertanyaan2 yang mengarah pada "dimana atau sama siapa atau sejak kapan", Untunglah tidak lengkap dengan "Lagi ngapain". Karena aku tahu pertanyaan2 itu bukanlah terlontar atau di lontarkan untuk wujud rasa simpati pada teman. Namun lebih pada menyelidiki dan membuktikan. Layaknya wartawan impoten, eh bukan... wartawan infotainment maksudku. hwekekekeke

Peta penyebaran informasinya-pun juga sudah aku pegang berdasarkan analisis beberapa waktu yang lalu. halaaaahhh.... Sehingga dari jauh hari aku sudah mengantisipasi segala sesuatunya. Namun yang namanya wartawan infotainment, ya pasti saja akan terus melaju dan mencari tahu ataupun mencari tempe.

Maaf ya ibu2 wartawan infotainment yang mau berperan jadi detektif conan.... Saya sudah terbiasa menjadi artis... Jadi tolong donk, liput kami....hihihihhihihi.....

Inti dari pembahasan tentang fenomena "wartawan infotainment yang bergaya detektif conan" pagi ini adalah, bahwa kita hidup sebagai manusia memang serba sulit. Kita yang sudah berusaha hidup dengan cara baik dan berteman baikpun, masih saja di nilai tidak baik sama orang lain (yang mungkin tidak lebih baik dari kita). hahahahhhahahha...

Jadi intinya ya .... "Enjoy Ajah"

Untuk dia, dan juga mereka yang ingin lebih banyak tahu, mari2 sini.... kita ngobrol saja...biar kesannya lebih dekat, erat, dan bersahabat. Tidak perlu menyamar sebagai malaikat, wartawan, atau malah detektif.... Bicara saja baik2... kan kita (katanya) berteman.... Daripada kalian habis energi untuk meraba2 dan menerawang, atau malah perlu jasa Mama Lorentz? :p

Just quick note for you : " I Know What You did Last Night......"

Gambar dari sini dan sini

Sunday, April 25, 2010

So Scared

Ada beberapa hal yang bisa di bagi. Namun setelah dipikir2, terkadang lebih banyak hal yang tidak bisa di bagi kepada siapapun. Meskipun kepada orang yang paling dekat dengan kita sekalipun.

Seseorang pernah berkata padaku,
"Kalau memang kamu mau mengambil kuliah di sana, ambil saja.... Jangan mengkhawatirkan aku, karena aku pasti akan baik2 saja di sini."

Dan akupun pergi.....

Dalam proses seiring berjalannya waktu, orang itu kembali berkata,
"Cepatlah selesai kuliah, selagi aku masih hidup...."

Dan semangat untuk menyelesaikan tugas itupun terbang melayang entah kemana. Di pendam dalam sedalam2nya, hingga tidak ada lagi niat untuk menyelesaikan. Ketakutan justru menjadi bayangan yang semakin mengikat dan menghantui. Ketakutan akan sebuah kehilangan. Ketakutan yang sejatinya tidak beralasan. Namun ketakutan itu tumbuh subur dan menjalar, hingga akhirnya kenyataan dan peraturan dunia menuntut agar semua diselesaikan. Satu ketakutan terlewatkan dengan cara yang lain, dan apa yang ditakutkan tidak terjadi.....

Bumi terus berputar, dan waktu terus berlalu. Muncul lagi sebuah perkataan dari orang itu,
"Cepatlah menikah, selagi aku masih hidup. Takutnya nanti aku sudah tidak berumur panjang lagi......"

Menguap kembali keinginan untuk itu. Semakin lama, keinginan itu semakin jauh, menjauh, mengabur, dan nyaris menghilang. Keinginan itu sembunyi dan enggan menampakkan diri. Sesering apapaun di panggil, sekeras apapun di minta, keinginan itu masih saja bersembunyi.

Semua karena ketakutan....
Ketakutan akan sebuah kehilangan....
Mungkin dengan tidak menyegerakan apa yang dia inginkan, akan membuatnya berumur semakin panjang. Sehingga tidak perlu ada perpisahan.

I love you, I love you, I love you ...
You are the most beautiful gift that given by god to me
...
May god give health happiness and longevity for you ...
You are the greatest woman I ever knew ...

Gambar dari sini dan sini

Saturday, April 24, 2010

Yes, I'm a photocopied of my father

Sore ini, aku tidak sengaja memencet remote menuju satu stasiun TV swasta. Disana kulihat ada sebuah film dari hollywood yang baru saja mulai. Awalnya aku hanya ingin melihat siapa screenplay dari film itu. Namun rupanya aku jadi tertarik dengan cerita film itu.


Film yang menceritakan tentang kehidupan sebuah keluarga di peternakan kuda. Dimana sang ayah sangat menginginkan anak lelakinya dapat meneruskan usaha peternakan itu setelah selesai sekolah, padahal sang anak lelaki ingin melanjutkan sekolah. Sang ayah juga menginginkan putrinya untuk bisa sekolah setinggi2nya di sekolah swasta terkenal di kota, padahal si anak perempuan ingin berada di peternakan. Ketika liburan tiba, putri keluarga itu (namanya Katy) pulang berlibur ke rumah. Berkumpul dengan ayah, ibu, dan kakak kesayangannya (namanya Edward).

Malam pertama Katy di rumah, dia menyelinap keluar rumah dan masuk ke istal tempat beberapa kuda berada. Dia mengambil satu kuda dan menaikinya untuk jalan2. Dia berdiam di sebuah pohon tumbang di tepi jurang untuk merenungi dan memikirkan bagaimana cara memberitahu ayahnya bahwa nilainya buruk di sekolahan. Selain nilainya buruk, dia tidak mengerjakan essay ketika ujian. Karenanya, pihak sekolah mengirimkan fax pemberitahuan ke rumahnya.

Ketika dia memutuskan untuk menghadapi ayahnya dan pulang ke rumah, di tengah jalan dia melihat ada singa. Kudanya langsung memberontak dan Katy pun terjatuh dan terguling ke tanah yang lebih rendah. Kudanya kabur dan pulang ke peternakan, sedangkan Katy masih di kejar singa itu. Tiba2, ada seekor kuda liar yang datang dan mengusir singa itu. Katy terselamatkan oleh kuda liar itu, yang kemudian membuatnya jatuh cinta dan ingin memeliharanya.

Keesokan harinya, Katy masuk ke hutan kembali untuk mencari kuda liar itu. Ketika akhirnya dia menemukan kuda itu, dia langsung memasangkan tali kekang ke kuda liar itu, namun kuda itu terkejut dan berlari sehingga dia ikut terjungkal. Kuda liar itu terus berlari, dan menuju padang penggembalaan kuda ayahnya. Padahal saat itu ayah Katy bersama dengan kakak dan para pekerja sedang berusaha menggiring kuda2 mereka ke peternakan. Kedatangan kuda liar yang mendadak, membuat kuda2 itu terkejut dan ikut berlarian mengikuti kuda liar itu.

Ayah Katy mengejar kuda liar itu dan menangkapnya, kemudian membawanya ke peternakan untuk di jual keesokan harinya pada temannya yang membutuhkan kuda liar. Katy merasa bahwa dia bisa memiliki dan merawat kuda liar itu. Namun ayahnya melarang dia untuk dekat2 dengan kuda liar itu. Alhasil, setiap malam Katy menyelinap keluar dan mendekati kuda liar itu secara bertahap, hingga akhirnya dia bisa menaikinya. Kuda liar itu di berinya nama Flicka.

Namun upaya sembunyi2 itu di ketahui oleh ayah Katy, dan ayah Katy pun marah. Akhirnya Flicka di serahkan pada teman ayah Katy yang menginginkan. Katy merasa tidak rela dan mulai membenci ayahnya.

Edward yang pandai dan mendapatkan beasiswa ingin sekali bisa melanjutkan sekolahnya, namun dia takut untuk menyampaikan kepada ayahnya. Dia tidak ingin membuat ayahnya kecewa. Karena melihat ayahnya berbuat tidak adil pada adiknya, Katy, maka diapun menyampaikan keinginannya dan juga rasa tidak sukanya pada ayahnya yang otoriter. Sayangnya ayah mereka tidak peduli.

Ibu mereka, mengerti benar bagaimana Katy ingin tinggal di peternakan, dan Edward ingin melanjutkan sekolah. Ibunya mencoba berbicara kepada ayahnya. Satu kalimat yang membuatku tersentak dan mellow adalah kalimat yang di katakan oleh ibu Katy kepada ayah Katy,
"Sampai kapan kamu akan menyadari dan menerima kenyataan bahwa Katy itu sama persis denganmu? Sadarilah bahwa dia adalah kamu."

Untuk mendapatkan kembali kuda itu, Katy dan Edward mengikuti sebuah kontes menunggang kuda di kota, dimana Katy memilih Flicka. Akhirnya dia mampu menjinakkan Flicka yang sedang memberontak dan membawanya kabur dari arena kontes. Mereka berdua lari ke hutan dekat peternakan. Sayangnya, ketika hari sudah gelap datanglah singa. Flicka yang ingin melindungi Katy di serang oleh singa itu hingga terluka parah. Katy yang berhujan2an, sakit dan terjatuh di dekat Flicka hingga ayahnya menemukannya.

Katy sakit selama berhari2, Flicka yang tadinya akan di tembak mati oleh ayah Katy akhirnya justru di bawa pulang dan di rawat hingga sembuh oleh ayah Katy. Edward merasa sangat menyesal telah mengijinkan Katy ikut kontes sehingga semua menjadi kacau. Ketika Katy sakit, ayahnya menemukan essay tulisan Katy mengenai peternakannya, mengetiknya, dan kemudian mengirimkannya ke sekolahan Katy sehingga Katy bisa lolos ujian.

Akhirnya Katy sembuh dan merasa senang sekali ketika mengetahui Flicka baik2 saja dan dia di ijinkan merawatnya. Selain itu, Katy tidak perlu lagi kembali ke sekolahan itu. Edward-pun memutuskan untuk mengambil beasiswa kuliah yang di dapatnya, dan Katy meneruskan peternakan mereka bersama ayah dan ibunya.

******

Jujur aku menangis ketika menonton film ini tadi sore. Sampai2 menimbulkan keheranan dan tandatanya pada beberapa orang di sekitarku. Aku larut dalam cerita film itu, hingga akhirnya aku tidak bisa menahan air mataku. hiks...hiks.... mellow sekali bukan?

Garis besar cerita film itu sama dengan garis besar ceritaku. Ayah yang tumbuh dan berjuang dengan keras karena tempaan kehidupan, Istri yang tegar dan selalu mendukung suaminya untuk semua keputusan, Dua orang anak yang sangat berbeda sifat. Completelly same with me... :P
Katy adalah aku. Aku yang suka memberontak, dan selalu bersilang pendapat dengan ayahku. Anak dan ayah yang tidak pernah bisa sepakat dalam banyak hal. Aura pemberontakan selalu merebak ketika sedang membahas sesuatu. Jika berbicara masalah keinginan, maka akan sangat jarang sekali terjadi kesepakatan atau persetujuan. Semua keinginan akan bisa kulaksanakan, jika aku berani melawan dan memberontak. Itu duluuuuu.... :)

Sekarang? mungkin tinggal setengahnya saja. Karena aku sudah mulai mengerem, mengendalikan diri, dan berusaha untuk mengerti kondisi. Tidak ada yang bisa di paksa untuk berubah, dan memang tidak perlu ada yang berubah. Karena di dalam keluargaku, tidak pernah ada sejarah yang berubah. Hukum yang berlaku tetaplah Dia adalah yang terbenar. :P

Saat ini, aku cenderung menghindari apa yang biasa dinamakan dengan konflik. Kalau berhubungan dekat itu memancing konflik, maka aku akan mundur beberapa langkah hingga jarak di antara kami tidak memungkinkan munculnya konflik. Jika intensitas berpotensi menimbulkan konflik, maka aku akan menurunkan derajat keseringan, agar jumlahnya cukup untuk mendekatkan namun tetap aman dari terjadinya konflik. Aku hanya berusaha mengontrol dan mengendalikan diri saja.

Kalau di film itu, Edward akhirnya berhasil mengungkapkan apa yang telah lama di pendam dalam hatinya, sayangnya dalam ceritaku itu tidak berjalan. Menurut pendapatku, kakakku gagal sampai pada titik itu. Dia baru mencapai setengah dari semua proses, tersandung, dan jatuh berguling2. Sulit untuknya bangkit dan berjalan tegap kembali. Tapi aku tetap berharap suatu saat nanti, dia bisa berjalan tegap kembali, berdampingan dengan ayah kami. Setegap tentara militer yang sedang latihan baris-berbaris mungkin. :p

Yang paling membuat aku tersentak adalah ketika melihat perjuangan ibu Katy dalam melindungi anak2nya, namun tetap mendukung suaminya. Bertindak sebagai penengah yang aku tahu sangat berat dan tidak mudah. Kalau dalam film itu ibu Katy seolah2 di bantu oleh Tuhan melalui sakitnya Katy (sehingga ayah dan kakaknya Katy lebih terbuka), mungkin dalam ceritaku Tuhan membantu ibuku dengan memberikannya sakit. Sakit yang menuntutnya banyak2 beristirahat. Dia ibuku.... Wanita terhebat yang aku kenal dan aku miliki. Everlasting...

Meskipun itu hanyalah sebuah cerita film, namun aku bisa merasakan betapa tidak enaknya berperan sebagai Katy. Mungkin juga tidak enak sekali untuk berperan sebagai ayah Katy. Mereka adalah ayah-anak yang gen-nya mengalir kuat dalam darah masing2. Gen yang menciptakan kemiripan dan kesamaan sifat. Kesamaan sifat yang selalu di coba untuk di ingkari.

Semakin kita mengingkari kesamaan yang ada dalam hubungan darah ayah-anak ini, maka kesamaan itu akan semakin nampak. Berat rasanya harus berhenti sejenak, merenung, mengerti, menyadari, dan mengakui bahwa kesamaan itu ada. Karenanya kita lebih mudah untuk mengambil sikap mengingkari dan mengacuhkan kesamaan itu. Sampai pada suatu titik, egoisme kita akan di banting habis oleh kondisi yang telah di atur oleh Tuhan. Saat itu, hanya akan ada sedikit sekali pilihan. Di antaranya adalah pasrah dan mengakui kesamaan itu sehingga semua bisa berjalan beriringan, ataukah mundur dan menghindari terjadinya friksi2 yang lain.

Sepertinya aku memilih langkah yang terakhir. Langkah yang tidak bisa di banggakan pada apapun atau pada siapapun. Langkahku sendiri.... Aku menjalani semua dengan caraku, meskipun aku berjanji untuk tidak membuatnya lebih kecewa dari kecewa yang sudah pernah di rasakannya. Jauh di dalam sana, aku berharap bahwa suatu saat beliau akan berkata padaku "Just go and be responsible with everything that you loved to do". Meskipun saat ini aku sudah melakukannya, tapi ketika beliau mengatakannya padaku, aku akan langsung menjawab dengan sepenuh hati, "Yes, i will"

I love you all..... All of you.... I love you so much....

Wanita Memang Luar Biasa

Hari ini aku membaca sebuah artikel yang masih juga seputaran facebook dan facebook. Entah kenapa aku selalu tertarik dengan analisis atau sekedar perhatian pada status2 facebook yang di buat oleh orang2 itu. Unik, dan bisa menunjukkan siapa, bagaimana, dan seperti apa mereka membawa diri dalam kemajuan teknologi. :)

Hayoooo..... apakah kalian pernah melakukan "kejahatan2" seperti ini??? Mulailah berhati2 dalam menjalin pertemanan di dunia maya melalui situs bernama facebook ini. Kalau saran dari aku sih, jangan mau menerima permintaan pertemanan dari orang yang tidak kita kenal. Atau juga menerima pertemanan dari seseorang hanya karena mutual friend-nya banyak.Bisa jadi salah satu dari mereka adalah pengintai atau mata2 yang sedang berusaha memantau kalian dari jauh... hehehehe..

Tapi semua kembali pada kita semua sih... Tidak ada larangan atau aturan yang mengharuskan kita berbuat begini atau begitu pada account facebook kita. Just be aware ajah yoooo... ^_^

"Kejahatan" yang Dilakukan Wanita di Facebook

VIVAnews - Banyak hal yang bisa Anda lakukan di Facebook. Tidak hanya sebagai wadah bersosialisasi, situs jejaring ini juga bisa dijadikan tempat untuk memantau dan memengaruhi orang lain.

Menurut beberapa pria, seperti yang dikutip dari foxnews.com, wanita bisa memanfaatkan Facebook, tidak hanya dalam hal positif, tapi juga hal negatif. Salah satunya jika terkait masalah hubungan dengan lawan jenis.

Berikut opini beberapa pria yang membeberkan hal mengejutkan yang bisa dilakukan wanita di Facebook.

1. Membuat profil palsu untuk menguntit mantan pacar

Hal satu ini mungkin tampak sedikit ekstrem. Tapi, banyak wanita sengaja membuat profil palsu untuk bisa memantau mantan pacar tanpa diketahui pasangannya. Daripada menelepon atau mengirimkan sms, sekadar menulis "Apa kabar?" di wall Facebook, cara ini memang lebih aman.

2. Memanipulasi penampilan

Menurut pria, tidak sedikit wanita yang sering memasang foto di Facebook untuk menampilkan citra diri yang tidak sesuai realitas. Dalam foto-foto mungkin ingin terlihat lebih seksi dan berani atau sebaliknya, dan berlawanan dengan kenyataan. Hati-hati, hal ini bisa menjadi bumerang buat wanita.

3. Menulis status berlebihan dan provokatif

Status di Facebook bisa dibaca siapa saja dan banyak wanita yang mengggunakannya untuk tujuan provokasi atau pamer. Bagi pria, hal yang paling menyebalkan adalah "curhat", soal kehidupan pribadi di status. Menurut pria, lebih baik berbicara langsung daripada mengumbarnya di

Facebook, karena kesannya seperti mengharap belas kasihan. Selain itu, pamer soal kelebihan atau tempat yang didatangi dan langsung memasangnya di status.

4. Memasang foto ambigu

Status sudah berhubungan dengan seseorang, tetapi dalam beberapa foto terlihat mesra dengan pria lain. Hal ini seperti ingin "membakar" rasa cemburu pasangan dengan cara kekanakan. Foto ambigu itu juga menurut pria, sengaja untuk membuat orang lain mempertanyakan hubungannya, dan

memberikan perhatian padanya.

5. Status hubungan palsu

Beberapa wanita lajang banyak memasang status hubungan dengan "in a relationship". Hal ini dilakukan untuk menghindari reaksi "kasihan" orang atas statusnya yang masih lajang. Hal ini menurut pria, sangat tidak masuk akal, karena justru status tersebut menghambatnya mendapat

pasangan.

Apakah Anda juga melakukan hal sama? Hati-hati, menurut opini pria, kebiasaan ini bisa menjadi bumerang bagi wanita! (umi).

Sumber artikel dari sini

Thursday, April 22, 2010

Hukum Aksi-Reaksi

Hari ini, aku ikut serta dalam sebuah acara ceremonial untuk memperingati Hari Bumi. Namun setelah aku datang kesana, aku kurang merasa bahwa itu adalah peringatan untuk Hari Bumi. Acara itu lebih terasa sebagai acara berkumpul, bergembira, dan ajang silaturahmi outdoor dengan para mahasiswa.

Awalnya, kegiatan yang di suguhkan adalah fun game dan aksi bersih. Secara umum atau keseluruhan sih, acara boleh di bilang berjalan dengan lancar. Namun, jika di perhatikan secara detail, ada hal2 yang kurang mendapatkan perhatian. Hal itu menyebabkan berjalannya acara juga kurang maksimal. Itu saja.

Salah satu hal yang kurang di perhatikan adalah tipikal dasar mahasiswa di kampus yang berslogan pertanian itu. Menurutku yang juga salah satu alumninya, tipikal dasar mahasiswa di kampus itu (yang aku tahu adalah sekitaran angkatanku ke bawah. Nggak tau juga kalau yang angkatan terdahulu) adalah suka jual mahal. Entah kenapa, sikap jual mahal itu melekat erat pada sebagian besar anak2 muda ini. :P

Contohnya untuk hari ini saja. Ada beberapa permainan dan kegiatan yang di sediakan di seputaran danau. Tetapi ketika aku datang (telat banget boo....siang gitu lho...hahaha), suasana koq sunyi sepi.... hanya ada panitia saja. Sedangkan orang berlalu lalang di jalanan, hanya menengok, memandang heran, dan berlalu begitu saja. Beberapa orang aku liat sama seperti itu. Memandang dengan penuh rasa penasaran, tetapi tidak mendekat dan pergi begitu saja.

Akupun bergabung dengan beberapa panitia yang duduk di bawah pohon teduh. Ku perhatikan sekeliling, dan aku mulai mengerti mengapa dan kenapa. Di bawah sana, di danau, beberapa panitia asyik bermain perahu karet. Di atas sana, di bagian operator flying fox, beberapa anak stand by. Di atas sini, di bawah pohon, beberapa anak duduk dan bermalas2an asyik dengan aktivitas masing2. Dan di depan sana, di jalan yang melewati kantin, beberapa orang berlalu lalang dan memandang heran pada sekelompok anak yang bermain2 perahu di danau.

See.... Tidak ada korelasinya kan? Semua dengan kesibukan dan keasyikan masing2. Tidak ada usaha dan upaya untuk membuat mereka saling terhubung. Salah satu dari panitia yang posisinya sama seperti aku, meminta aku untuk membantu menggaet orang2 yang lewat agar mau bergabung bersama kami. Naaahh.... itulah kunci yang aku maksud....

Mereka ini (panitia) mengadakan acara di tempat umum, dan menggunakan fasilitas2 unik adalah untuk menggalang dan mengajak massa agar bergabung kan? Tetapi bagaimana massa dapat bergabung kalau tidak ada daya dan upaya untuk mengajak mereka? Well..... Mungkin karena "mendadak", "tidak terfikir", atau sekedar "PJ nya malas melakukan". hehehehhe.... Selalu banyak excuse untuk hal2 seperti itu sepertinya, dulupun aku pernah mengalaminya. :P

Beruntunglah urat malu yang sudah putus ketika masih menjadi anggota aktif ini belum kembali tersambung. Akupun berusaha melancarkan jurus rayuan maut untuk orang2 yang lewat dan lalu lalang di sekitarnya. PPfffiiuhhh.... Laksana Toa' berjalan saja... hahahhaha

Beberapa orang tertarik dan akhirnya mau mencoba flying fox melintasi danau itu. Setelah melihat ada beberapa orang yang mencoba, akhirnya beberapa orang yang lain ikut mencoba. Begitulah.... cukup banyak juga orang2 yang mencoba flying fox melintasi danau itu, sehingga tidak sia2 peralatan di pasang. :)

Beberapa waktu kemudian, baru di sadari bahwa operator flying fox hanya satu orang dan tidak ada penggantinya. Dan belakangan juga baru di ketahui bahwa operator itu bukanlah dari panitia. Oh my....... Bagaimana bisa? itu kan berhubungan dengan nyawa dan keselamatan orang. Bagaimana kalau sampai terjadi sesuatu karena pemakaian alat yang keliru? Bagus sekali bukan? ck..ck...ck...

Panitia rupanya mulai bermalas2an untuk memberikan service pada klien yang ingin mencoba flying fox. Ketika di suruh menggantikan operator yang lama, gerutuan dan alasan mulai di lontarkan. Akhirnya, melalui ketua panitia, agenda flying fox di hentikan sementara sampai ada panitia yang mau mengoperasikannya. Ppfiiuhhh....ppffiiiuuhhh.....

hal2 itu seringkali terjadi dalam sebuah acara yang persiapannya kurang maksimal. Mungkin pembagian tugas kurang jelas, sehingga terjadi saling mengandalkan dan lain sebagainya. Selain itu, aku melihat panitia ini lebih asyik bermain sendiri, sehingga kurang memperhatikan peserta atau mahasiswa biasa yang ingin mencoba ikut serta.

Hubungan aksi reaksi sebenarnya sangat penting dalam acara seperti ini, menurutku. Kalau panitia bersikap ramah, mengundang, melayani, dan memberikan pelayanan yang memuaskan, maka acara akan berjalan sempurna. Namun ketika panitia asyik dengan diri mereka sendiri dan kurang bersahabat dengan mahasiswa biasa, maka acara akan menjadi sepi dan kurang attractive. Dengan sendirinya, kegiatan hanya akan berjalan satu pihak saja.

Apapun dan bagaimanapun acara seremonial hari ini berlangsung, semua tetap merupakan hasil kerja keras dari beberapa orang. Terima kasih sudah mengundangku untuk acara kalian yang cukup meriah ini. Semoga lain kali masih ada acara seperti itu lagi, dan tentunya dengan persiapan yang lebih matang dan maksimal lagi. Glad to having all of you friend... :)

Selamat hari bumi, semoga bumiku, bumimu, dan bumi kita ini selalu di berkahi damai, aman, tentram, dan panjang umur oleh Tuhan. Amin.

Wednesday, April 21, 2010

Akhirnya Dia Berada di Tangan yang Tepat

PPfffiiiuuuhhh......

Januari 2009, Aku masih berkeyakinan untuk tidak ikut acara ceremonial yang bertujuan untuk pamer itu. Wisuda. Ajang pamer pada orang tua dan juga orang lain bahwa anaknya sudah lulus. Sukur2 dengan nilai tinggi atau dengan predikat Suma Cumlaude. *Bukan nyinyir karena predikatku nggak cumlaude lho ya...* :P

Saat itu teman2 ku sudah sibuk fitting, atau bahkan sibuk uji coba rias dengan baju kebayanya yang glamor2 dan blink2. Aku? dengan senang hati memperhatikan dan memberikan penilaian pada riasan dan penampilan mereka.
Kenapa aku tidak ingin ikut wisuda? Karena ibuku tidak akan pernah melihatku bersalaman, menerima ijazah, dan di kalungkan medali kelulusan itu. Ibuku sudah mendeklarasikan diri tidak akan menghadiri acara wisudaku. Jadi, untuk apa aku ikut acara itu?

Tidak ada acara benci ataupun marah pada ibuku yang tidak mau melihatku berdandan dan berdiri menyanyikan lagu Hymne kampusku, sambil menegakkan muka karena bangga. Tidak ada rasa kecewa karena aku tidak bisa berfoto layaknya teman2ku yang lain menggunakan background rak buku. Tidak ada penyesalan untuk semua itu. Aku lebih memilih tidak ikut wisuda.

Ibuku bukan tidak ingin menghadiri acara wisudaku. Ibuku bukan tidak ingin melihat anaknya berjalan menghampiri dekan dan pejabat2 di kampus untuk menjemput bukti kelulusannya. Ibuku bukan tidak ingin berbagi kebanggaan denganku, dengan ayahku, dengan teman2ku, dan juga dengan keluarga2 temanku. Dia hanya ingin hidup lebih lama lagi.... Dia tidak ingin kesehatannya dimakan oleh lamanya perjalanan menuju Kota Bogor.

Yaaa.... Ibuku sayang... Ibuku malang... Pekerja keras yang selalu berusaha membuat anaknya bahagia, senang, tidak berbeda dengan yang lainnya. Harus melewati hari tuanya dengan separuh anggota badan yang normal. Semua karena aku, kakakku, dan ayahku yang manja.

Hampir 11 tahun berlalu setelah kejadian itu, tapi aku masih ingat bagaimana beliau hanya menatapku lemah tak berdaya di ranjang ruang ICU rumah sakit itu. Beliau tidak mengerti akan apa yang telah terjadi, sebagaimana juga aku. Semua berjalan begitu saja. Serangan struk telah membuatnya melemah.

Mungkin itu adalah cara Tuhan untuk membuat ibuku beristirahat dari semua aktivitas yang sebelumnya membuatnya lelah. Mungkin itu adalah cara Tuhan untuk membuat ibuku tidak lagi memaksakan dirinya untuk selalu bekerja keras. Mungkin itu adalah cara Tuhan untuk mulai membangunkan aku yang selama ini terlena. Mungkin itu adalah cara Tuhan untuk mengingatkanku bahwa aku harus lebih bertanggung jawab atas diriku dan keluargaku. Itu adalah cara Tuhan.... Thanks God... You always bless me and my family.

Setelah lebih dari 6 tahun beliau bergelut dengan pengobatan medis dan alternatif, beliau meminta semuanya berhenti. Beliau meminta kami untuk berhenti mengkhawatirkannya. Beliau meminta kami (aku, kakak, dan ayahku) untuk menjalani hidup kami seperti sedia kala. Tidak perlu lagi terlalu fokus pada beliau. Beliau sudah merasa capek dan lelah untuk semua perjalanan yang harus di tempuh demi pengobatan2 itu. Beliau hanya ingin hidup tenang, pikiran netral, dan menikmati hari2nya di rumah. Perjalanan2 itu membuat beliau merasa umurnya berkurang setengah karena selalu di ikuti dengan pusing, sakit, dan tertekan.

Karena itu pulalah beliau meyakinkan aku bahwa beliau tidak akan datang ke acara wisudaku. Jadi aku selalu berkata pada teman2 ku yang bertanya tentang wisuda "Aku nggak ikut wisuda. Karena Ibuku tidak akan datang. Jadi untuk siapa aku wisuda?" kataku.

Tetapi, kira2 2 minggu sebelum acara wisuda di gelar, Bapakku berkata bahwa sebaiknya aku tetap ikut acara wisuda itu. Bapak yang akan datang kesana. Karena bujukan dari beberapa orang teman pula, tiba2 aku memutuskan untuk ikut acara wisuda. Padahal, aku masih belum mendaftar, belum mengurus banyak hal, dan belum juga mempersiapkan pakaian wisuda yang namanya kebaya.

Maka dengan secepat kilat, aku menyelesaikan semuanya. Beruntunglah dewi fortuna masih berpihak padaku yang malas ini. Semuanya bisa selesai dan teratasi. Meskipun Bapakku harus rela melihat anaknya yang lalai ini menyanyi dengan sekencang2nya di layar TV yang di sediakan kampus. Ya....bapakku harus duduk di luar ruangan gedung GWW. Beruntung acara wisuda di kampus pertanian ini dilakukan 2 kali. Sehingga ayahku hanya perlu duduk di luar sebentar saja. Selebihnya, beliau bisa duduk di jajaran kursi paling depan di fakultas. :)

Untuk masalah yang terakhir (Kebaya) akhirnya aku putuskan pergi bersama dengan salah satu temanku ke Jakarta. Supaya lebih banyak pilihan. Kami berputar2 di wilayah yang menyediakan banyak pilihan kebaya cantik dan unik. Kami memilih, memilah, dan mencoba2 beberapa macam dan di beberapa tempat. Setelah melalui adegan "dilecehkan", kamipun menemukan kebaya yang klik dengan kami. Kami sama2 klik dengan model dan warna kebaya itu. Alhamdulillah....:)

Kebaya itu ukurannya sedikit lebih besar dari aku, mungkin karena aku kurus (hahahaha). Sehingga akan memerlukan sedikit sentuhan dari penjahit untuk menyesuaikan ukurannya. Karena terlanjur jatuh cinta pada warna dan modelnya, akupun tetap membelinya. Cukup sebanding dengan apa yang aku keluarkan untuk bisa memilikinya. :p

Sayang di sayang, setelah aku mencoba mencari penjahit yang bisa membantuku menyesuaikan ukuran kebaya itu dengan badanku, hasilnya nihil. Tidak ada satu penjahitpun (yang aku temui), yang sanggup mengecilkan kebaya itu dalam waktu satu mingguan. Kebayaku memang sedikit rumit karena pembuatannya eksklusif. Akhirnya, kebaya itu tidak jadi aku pakai sebagai kostum wisudaku, dan tersimpan manis dalam tumpukan baju2ku. hiks...hiks...

Dan hari ini, April 2010.....
Aku baru saja pulang dari tempat penjahit hasil rekomendasi dari beberapa temanku. Mereka bilang, penjahit itu memang banyak mengerjakan pesanan kebaya, dan hasilnya pun cukup bagus. Semoga saja, amin.

Tadi, sewaktu aku menunjukkan kebayaku pada penjahit itu, dia tidak begitu saja menerimanya. Bahkan terkesan dia frustasi dengan struktur jahitan kebayaku itu. Dia mengatakan bahwa dia tidak sanggup mengerjakan kebayaku itu. Oh tidaaaaakkk..... Don't say like that bradah.

Aku berusaha membujuk dan merayu dia dengan rayuan mautku. :P
"Wah, mbak, kalau yang kayak gini susah sekali. Saya nggak bisa mbak.."Katanya
"Yah mas....masa sih nggak bisa? coba di liat lagi...pasti bisa deh.." bujukku.
"Ini beda mbak...soalnya jahitan payetnya di bungkus di dalam kamisolnya. Lihat nih...bagian dalamnya bersih kan...nggak ada jahitannya..." katanya lagi.

"Lho, ini nggak bisa asal di jahit terus di potong gitu ya?" tanyaku.
"ya engga lah... ini kalau cuma gitu doank sih pasti bisa. tapi kebaya mbak ini ribet. Mbak cari penjahit lain aja ya..." katanya.
"Yah mas...masa sih nggak bisa...pasti bisa deh...bisa ya..." kataku dengan wajah memelas. :P
"Kalau saya dalam keadaan santai sih mungkin bisa. Tapi sebulan ini saya penuh banget pesanannya mbak..." katanya. Akupun tersenyum semanis2nya.
"Nggak harus selesai sebulan koq mas.... Memang mau di pakai sih...tapi bukan mau dipake buru2...ya..ya..ya.."Kataku masih dengan meyakinkan.

Masnya nampaknya bingung juga harus beralasan yang bagaimana untuk menghindari pekerjaan yang cukup berat itu. Namun akhirnya dia menjawab "Ya udah kalau gitu. Tapi lama ya..." katanya. Akupun mengiyakan. :)

Akupun melakukan ukur badan. Sambil tetap mencuri2 tanya, kira2 lama pengerjaan kebayaku itu berapa hari. Masnya sedikit bingung, berfikir, dan akhirnya menjawab "Nanti pertengahan Mei deh di lihat ya..." Katanya. Alhamdulillah....Semoga saja sebelum tanggal 11 kebaya itu sudah bisa selesai. Rencananya, aku akan memakai kebaya itu tanggal 12 Mei soalnya. Wish me Luck guys...^_^

Akhirnya, setelah menganggur selama lebih dari setahun, kebayaku itu berada di tangan yang tepat. Semoga saja benar2 tangan yang tepat, sehingga bisa menjadikannya pas seukuran dengan badanku. Aku sangat ingin bisa memakai kebaya pilihanku itu. Semoga dia sekarang ini benar2 berada di tangan yang tepat. Amin