Thursday, May 6, 2010

Ada yang Datang dan Ada yang Pergi

Dalam kehidupan manusia, selalu saja dikatakan bahwa Lahir, jodoh, rejeki, dan mati ada di tangan Tuhan. Dan akupun meyakini bahwa 100% itu benar. Karena kalau kita berani2 tidak yakin pada hal2 itu, maka jaminan neraka di depan mata. Naudzubillahimindzalik.

Kelahiran-Kematian. Pertemuan-Perpisahan. Adalah sesuatu yang pasti dan sangat berhubungan erat. Hanya jarak yang tidak bisa kita perkirakan. Ini adalah kata2 yang aku kutip dari tulisan saudara tuaku.

Hari ini, aku sedikit merasakan pertemuan dan juga perpisahan dalam satu waktu. Sesuatu yang sangat bertolak belakang, namun hadir dan aku alami dalam satu waktu. Sedih, dan senang. Menimbulkan effect yang kurang bagus pada muka dan juga hatiku jika mereka datang bersamaan seperti itu.

Tadi siang, aku merasa bahwa aku sedang kehilangan sesuatu yang menurutku cukup penting. Sebuah anyaman. Sebuah anyaman yang sudah kumulai kerjakan perlahan2, hati2, dan teliti dari beberapa bulan yang lalu. Tiba2 saja hari ini anyaman itu terburai begitu saja. Terburai di beberapa bagian yang membuatnya tak lagi nampak sebagai anyaman. Menyedihkan...

Untuk mengalihkan perhatian dari rasa sedih yang menggelayutiku tentang anyaman itu, akupun diam menatap monitor. Dengan kesadaran setengah lebih sedikit, jari2 nakalku bergerak kesana-kesini dan menghasilkan beberapa lembar tuangan ide. Tuangan ide yang mendadak dangdut mampir di kepalaku yang sedang sedih. Tuangan ide yang mendukung salah satu mimpiku. Fantastic...

Semua serba seimbang nampaknya. Aku kehilangan anyaman yang selama ini selalu kujaga dan kurawat serta ku pelihara, namun aku mendapatkan pencerahan untuk satu mimpiku. Ada yang datang, dan ada yang pergi. Sebanding...

Apapun yang terjadi di dunia ini, kita tidak perlu mendramatisasi dan menilainya sebagai sesuatu yang berlebihan. Semua masih selalu saja normal untuk ukuran duniawi, jadi tidak perlu berfikir terlalu jauh. Hanya akan menambah kerutan di dahi dan juga menambah mancung bibir beberapa senti. hehehehe

Gambar di ambil dari sini dan sini

Tuesday, May 4, 2010

Friends and Enemy

Sepertinya, belakangan ini aku di paksa untuk bersahabat dan sekaligus bermusuhan dengan beberapa hal baru. Beberapa hal yang beraneka rupa dan beraneka warna wujudnya. Beberapa hal yang membuatku cukup kewalahan, namun tidak bisa di hindari.

Memang enak kalau kita punya sahabat. Semakin banyak sahabat, maka akan semakin indah hidup ini berlalu. Itu jika dan hanya jika sahabat yang di maksud adalah teman yang selalu ada dan selalu mendukung kita dalam suka dan duka. Selain itu juga betapa tidak enak memiliki musuh. Kalau kata orang tua dari jaman dulu "Seribu teman masih saja kurang, namun satu musuh terlalu banyak sudah".

Sahabat baruku adalah panas, gerah, dan keringat. Entah kenapa belakangan ini bumi rasanya sedang di panggang di sebuah oven raksasa. Suhu meningkat dengan tajamnya, hingga panas selalu hadir dimana2 dan kapanpun. Pagi, siang, malam. Panas datang bersamaan dengan gerah dan keringat. Yyaaiiyy..... Lengket adalah hasil akhirku setelah seharian bergumul dengan sahabat baruku ini.

Sebuah kipas angin yang sudah di setel maksimal di pojok kamar itu, nampaknya kalah eksis di bandingkan dengan serangan panas dan gerah yang datang dari segala penjuru ini. Sepertinya, Matahari sedang betah berada di dekat bumi. Mungkin sekarang sudah mencapai titik terdekat dengan bumi. Inginnya aku berteriak pada matahari,
"Hey dewa matahari, di Bumi sekarang sedang banyak terjadi bencana, kekacauan, dan perang... Sebaiknya kamu jangan dekat2 dengan bumi... Hush...hush...hush..."

Namun sayang, Matahari tidak akan mendengar teriakanku, apalagi sampai mengikuti perintahku. (Memang kamu ini siapa?? main nyuruh2 gw?? *Kata matahari). Dan di sinilah kita bertahan dengan segala panas, gerah, dan keringat. Semoga saja biang keringat tidak ikut2an bergabung dan memaksaku untuk menjadi sahabatnya juga. Tiddakkk...... :p

Cuaca dan udara yang panas ini juga menimbulkan dilema untukku dalam menentukan saat2 mandi. Pada awalnya, aku memilih untuk mandi sepagi mungkin. Siapa tahu dengan mandi sepagi mungkin, maka rasa panas dan gerah bisa berkurang. Namun apa yang terjadi? Rasa panas dan gerah tetap saja muncul dengan cepatnya. Ketika aku mencoba untuk mandi setelah siang, wuiihhh... panasnya nggak ketulungan soddara-soddara... :(

Akhirnya aku memutuskan untuk mandi sesuka hati, tanpa memikirkan tentang sahabatku itu. Kalau mau mandi, ya mandi saja. Kalau enggak, ya buset deh.... Mana tahaannn... hahahaha (Pada dasarnya malas mandi, selalu saja ada alasan untuk membenarkan) :p

Beralih pada musuhku. Nyamuk. Bhwakakakakakka... Musuhku yang satu ini juga tidak kalah dahsyat dalam memaksaku. Belakangan ini dia sering datang dan mencoba untuk berperang denganku. Padahal, kamarku setiap hari di sapu dan dipel. Selain itu, barang2 yang ada di dalam kamar juga jumlahnya terbatas. Karenanya, sepertinya lagu anak2 jaman dulu yang berkisah tentang nyamuk sudah expired dan perlu revisi lagi. Kalau tidak salah, bunyi lagunya,
"Banyak nyamuk di rumahmu...uu..uu... Gara2 kamu..uu... malas bersih2...."

Lagunya perlu di up to date-kan sepertinya. Jaman sekarang nyamuk datang bukan hanya di tempat yang kotor saja. Bahkan konon katanya nyamuk Aidesh Aygepthy yang pembawa penyakit demam berdarahpun sudah bermutasi dan tahan hidup di tempat yang kotor... Oh tiddaaakkk... :(

Sebenarnya, kalau misalkan dia datang sendirian sih bukan masalah buatku. Namun sayang, nyamuknya memang hanya satu, tapi... temannya banyak sekali... :p

Dulu, kalau siang hari kamar di semprot dengan racun nyamuk yang banyak di iklankan di tipi2 itu, maka malam hari kamar pasti bebas nyamuk. Namun sekarang, entah kenapa hukum itu sudah tidak berlaku di kamarku. Siang di semprot, malam nyamuk tetap datang bersama dengan teman2nya.

Beberapa malam terakhir, tidurku selalu saja tidak nyenyak karena musuhku yang satu ini. Tengah malam, si nyamuk dan teman2nya pasti akan mendekatiku dan membunyikan sinyalnya yang berbunyi 'ngiiinngg.....ngiiinnnggg', dan dengan mulus mereka akan mendarat dengan di pipi, tangan, kaki, atau di tempat2 yang mungkin mereka anggap sebagai tempat mendarat yang tepat.

Dan perangpun akan dimulai. Awalnya, aku hanya melawan dengan tangan kosong saja. Atau dengan kata lain, aku hanya melawan mereka dengan tepokan tangan. Namun lama2, si nyamuk dan teman2nya mulai bisa membaca gerakan tanganku. Sehingga mau tidak mau aku harus berganti jurus.

Akhirnya aku memilih untuk angkat senjata dalam melawan nyamuk beserta teman2nya itu. Raket nyamuk. Yaaa... Aku menggunakan raket nyamuk untuk melawan barisan nyamuk yang siap menyerang itu. Selain menggunakan raket nyamuk, aku juga berusaha membaca arah gerak nyamuk dan teman2nya.

Aku mempelajari arah datang, dan beberapa tempat sembunyi yang menjadi favorit mereka. Semua benda yang berwarna hitam, akan menjadi tempat nangkring mereka yang utama. Selain itu, kolong meja yang di selimuti dengan taplak itu juga menjadi tempat latihan perang mereka. Daypack-ku yang berwarna hitam, serta rak buku yang ada di samping tempat tidur.

Beberapa malam terakhir ini, selalu terdengar bunyi2 yang berasal dari kamarku. Bunyi2an yang sangat seru, yang berasal dari pertempuranku dengan nyamuk dan teman2nya. Bunyi "pletak-pletek" yang timbul dari raket beraliran listrik dengan tubuh2 kecil nyamuk yang licik dan nakal itu. Hiyaaaahhh.....

Aku akan terus memperjuangkan hak-ku untuk terbebas dari bentol dan rasa gatal. Meskipun itu berarti aku harus kehilangan hak untuk tidur nyenyak. Tidak apa2 teman... Semua memang membutuhkan perjuangan... Aku yakin, malam ini si nyamuk akan datang lagi dengan membawa teman2nya. Namun semoga saja jumlahnya tidak sebanyak biasanya, karena salah satu pintu masuknya sudah aku tutup permanen. :p

Begitulah ceritanya... Sahabat dan musuh datang bersamaan kepadaku. Dan mungkin juga kepada orang2 lain. Kedatangan sahabat dan musuh yang bersamaan itu, membuat kita terkadang salah kaprah dan di lema. Ketika kita mencoba mempererat persahabatan dengan panas dan gerah, maka kita tidak perlu menggunakan selimut di kala tidur. Namun itu berarti kita mengundang musuh kita (nyamuk) untuk berpesta pora. Ketika kita berselimut ria demi menghindari serangan musuh, maka panas dan gerah akan menggila... Sungguh... sebuah dilema yang sangat berat sekali saudara-saudara... ^_^

Gambar di ambil dari sini, sini, dan sini.

Saturday, May 1, 2010

It Isn't Only About .....

"It isn't Only about you, yourself, and yours" Buddy....

Aku punya beberapa ekor peliharaan dari jenis makhluk lain bernama kucing. Jumlahnya ada beberapa. Cukup banyak terkadang, namun terkadang lebih banyak lagi. Namun suatu saat, bisa jadi tidak satupun. Kenapa sedemikian cepat fluktuasinya berubah? Karena kucing2 itu adalah benda bergerak, dan mereka adalah kucing yang memiliki dunia mereka sendiri2. Dunia sesama kucing, atau juga dunia kucing2ku itu dengan manusia2 yang lain. Who knows? Namanya juga kucing.....

Aku mengenal baik beberapa dari sekian banyak kucing yang aku punya. Aku mengenal beberapa dari mereka dengan sangat baik sekali. Aku punya satu kucing yang sangat mandiri dan keras kepala. Aku memanggilnya Si Mandiri dan Keras Kepala. Dia akan melakukan sesuatu hal kalau memang dia mau, dan yakin bisa melakukannya. Apa saja. Tidak ada satu kucing lainnya ataupun manusia yang bisa menghentikan niatnya, ketika dia sudah memutuskan.

Namun kucing (Si Mandiri dan Keras Kepala) ini juga tidak pernah terlihat menyesali apa yang telah di lakukannya. Termasuk ketika dia menggoda kucing tetangga, yang jelas2 sudah punya pasangan di rumahnya. Tindakan yang sangat berani bukan? Aku sebagai manusia yang dekat dengan kucing itu, bisa sedikit berbangga hati dengan kelakuan kucing itu. :p

Beberapa kali kucingku itu melakukan hal yang sama, yaitu mengganggu kucing2 tetangga yang sudah punya pasangan. Ku biarkan saja dia, selama dia tidak mengganggu kucing yang sedang beranak. Bisa menimbulkan pertumpahan darah nantinya bukan? :)

Toh pada akhirnya kucingku itu melenggang pulang dengan sendirinya. Akhirnya dia mulai mengurangi aktivitasnya dalam mengganggu kucing2 tetanggaku itu. Entah kenapa dan atas dasar apa, belakangan ini dia lebih suka diam dan menjaga celenganku. Sepertinya dia ingin menjaga harta yang tidak banyak itu. Jangan2, dia berfikir bahwa dia adalah seekor anjing penjaga? Hadduuhhh.... Entahlah... Aku kurang mengerti kenapa dan mengapa.

Salah satu kucing yang aku kenal benar tabiatnya adalah si Bengal dan Bebal. Kucing ini hampir sama namun juga berbeda dengan kucing yang pertama. Si Bengal dan Bebal ini adalah kucing yang keras kepala juga. Dia selalu melakukan apa yang menurut dia menyenangkan, tanpa memperdulikan resiko ataupun akibat yang bisa terjadi. Sayangnya, kucing ini seringkali tidak memperhitungkan dengan benar dampak dari perbuatannya. Karena kurangnya perhitungan dalam melangkah, kucing ini seringkali jatuh dan terjerembab.

Dia seringkali membuat keributan, tanpa menyadari bahwa keributan itu timbul karenanya. Itulah mengapa dia diberi nama Si Bengal dan Bebal. Dia senang menjadi pusat perhatian, dimanapun dia berada. Karenanya, dia juga senang sekali mengeong paling keras untuk mengambil perhatian kucing2 di sekitarnya.

Sayangnya, kucing ini sangat mudah terpancing oleh lingkungan sekitarnya. Ketika kucing2 dilingkungan sekitarnya sedang menggemari permainan bola, maka dia akan segera menyempil ditengah2 mereka untuk bermain bola. Ketika kucing2 di lingkungannya sedang senang bernyanyi ngeang-ngeong, maka dia akan dengan lantang mengeong. Begitu juga ketika dia melihat Si Mandiri dan Keras Kepala sibuk dengan kucing2 tetangga, diapun segera beraksi dan menyainginya.

Namun sayangnya, kembali lagi pada sifat dasarnya yang tidak pernah memperhitungkan sebab akibatnya, dia seringkali terkena sial. Kalau si Mandiri dan Keras Kepala bisa melenggang pulang dengan santai dan seringai lebar, si Bengal dan Bebal ini pasti pulang dengan kepala di tekuk dan kuyu. Pernah sekalinya waktu, dia sedang menggoda kucing tetangga di ujung jalan, namun dia harus pulang dengan malu karena aksinya terlalu norak dan dia di tertawakan oleh kucing2 yang lain di kompleks itu. Di waktu yang lain, ketika dia sedang menggoda kucing di kompleks lainnya, ternyata dia tidak sadar tengah di manfaatkan oleh kucing yang di godanya, hingga akhirnya dia di campakkan di pinggir jalan dengan iringan tawa sinis dari kucing di kompleks itu. Poor you.... :(

Satu lagi kucing yang belakangan ini sedang sering aku perhatikan. Namanya si Belia. Kucing yang satu ini adalah kucing yang masih tergolong muda. Bisa di bilang masihlah berupa anak kucing. Namanya juga anak kucing, mungkin juga seperti anak manusia. Suka bermain, suka mencoba hal baru, suka dengan sesuatu yang serba baru. Namanya juga anak2....

Ketika aku memperhatikan si Belia ini, aku pasti harus susah payah kalau tidak ingin tertawa. Kucing ini sangat lucu, dan sering sekali bertingkah laku yang mengundang tawa. Banyak sekali perbuatannya yang membuat aku harus selalu memegangi perutku sambil terpingkal2. Salah satunya ketika aku melihatnya menggoda salah satu kucing tetangga. Dia tidak perduli apakah kucing itu sedang ingin bercanda atau tidak, yang jelas dia mulai bergerak2, menari2, dan bertingkah aneh di sekeliling kucing incarannya itu. PPhhhiiiuuuhhh.... Lagi2, namanya juga anak2.... :)

Terkadang, selain ketiga kucing itu, sering pula sekawanan kucing berkumpul di rumahku. Mereka berkumpul dan bermain bersamaku. Menyenangkan sekali ketika sedang berkumpul dengan mereka, karena aku bisa melakukan banyak hal. Terkadang, aku banyak menghabiskan waktu hanya untuk sekedar melihat tingkah polah mereka dan tersenyum, kemudian tertawa.....

Untuk kalian..... Kucing2ku yang lucu....
Ingatlah selalu bahwa kebersamaan dan keceriaan yang selama ini kita punya adalah penting. Kita harus selalu saling menjaga, mengingatkan, dan juga saling mendukung. Manusia, kucing, dan juga semua makhluk di bumi ini, sudah selayaknya seperti itu.

Setiap apa yang kita lakukan, akan saling mempengaruhi yang lainnya. Karenanya, berlaku dan bersikaplah sesuai dengan kodrat kita masing2. Perhatikan dan pertimbangkan pula apa dan siapa yang ada di sekeliling kalian, karena mereka juga sangat penting untuk kita.

Live....
"It Isn't Only About You, Yourself, and Yours....."


I Love All of You Buddy.....

We Must Always be Happy, Wherever We Are.... :)


Gambar di ambil dari sini dan sini

Tuesday, April 27, 2010

Numpang Eksis Alias Penumpang Gelap

Seandainya saja di Indonesia ini di adakan sebuah program "Londho masuk desa" seperti layaknya ABRI masuk desa-nya Pak Harto jaman dulu itu, maka cerita ini tidak akan ada. Karena secara pasti masyarakat di desa atau di kampung tidak akan lagi melihat bahwa londho yang main ke kampung itu aneh dan langka. Namun saat ini, selama program londho masuk kampung belum ada, kita masih bisa mengambil keuntungan, khususnya aku dan beberapa temanku maksudku.

Beberapa waktu yang lalu, aku dan beberapa orang teman melakukan sebuah perjalanan yang sangat berkesan. Aku yang memiliki rute perjalanan sendiri, bergabung dengan mereka yang juga memiliki rute perjalanan sendiri. Kami menghabiskan separuh dari perjalanan bersama2. Salah satu dari mereka adalah seorang londho dari Holland yang sedang menjalani program intership dari Universitas Wageningen ke Indonesia.

Rute perjalanan kami, bertemu di sebuah kota yang terkenal dengan reog dan satenya, Ponorogo. Disana, kami menghadiri acara akad nikah teman kami. Si londho pun ikut serta dalam acara itu. Keluarga dari teman kami yang menikah sedikit kaget melihat ada londho yang menghadiri pernikahan anak mereka. Suasana bangga sudah pasti menyeruak di tengah2 mereka. Terlebih lagi ketika acara di helat di masjid, hingga semakin banyak tetangga temanku yang melihat londho itu.

Salah satu kerabat dari temanku yang menikah itu (lebih tepatnya budenya), terlihat tidak bisa tidak meluapkan keheranan dan rasa senangnya. Beliau menanyakan pada kami hal ikhwal datangnya si londho itu. Lengkap dengan pertanyaan apakah si londho ini bisa berbicara bahasa Indonesia atau tidak, bicara pakai bahasa apa saja, dll.

Sepanjang acara pemotretan atau sessi photo2, si budhe itu tidak mau jauh2 dari si londho. Bahkan beliau mengatakan pada kami untuk mengambil photonya berdua dengan si londho.
"Mbok aku di photo berdua sama londhonya... Kalau udah nanti mau aku cetak yang besar, terus mau aku tunjukin ke anak cucuku di rumah sana..." hwekekekekekeeee

Inilah yang kami sebut penumpang gelap alias numpang eksis. Dekat2 dengan londho, jadi berasa ikut bersinar bukan budhe??? hahhahaha

Tetapi ternyata itu bukanlah akhir dari kisah para penumpang gelap ini. Aku, dan juga teman2 yang lainnya pun ikut merasakan menjadi penumpang gelap dan numpang eksis sama si londho. Hal itu pastinya karena kami banyak melakukan perjalanan ke kampung2 setelahnya. Si londho selalu duduk di bangku depan mobil avanza hitam itu, di samping driver andalan kami. Bukan apa2, hanya karena memikirkan keselamatan lututnya yang lebih panjang. :)

Sepanjang jalan, kami menyuruh atau memaksa si londho untuk mengucapkan salam pada ibu2 atau bapak2 yang sedang berjalan di pinggir jalan. Bahkan pada segerombolan anak2 TK yang sedang berkumpul di sebuah halaman.
"Monggo.....mari.... monggo.... monggo....." kata si londho.

Orang2 yang di sapa tentu saja terkejut dan bengong sebentar, kemudian tersenyum. Ada juga yang sempat membalas "monggo....". Sedangkan untuk anak2 TK itu, mereka langsung heboh sureboh dan berteriak2 ke arah mobil kami. Kami yang berada di mobil (selain si londho) jadi ikut2an senang karena merasa di perhatikan. Inilah salah satu hal yang kami sebut dengan penumpang gelap yang numpang eksis. hahahahhaa

Ketika rute perjalanan berbelok ke arah rumahku, kami berhenti di kota kecamatan untuk membeli logistik makan malam. Maklum, di kampungku nanti takutnya kami akan kesulitan mendapatkan makanan untuk makan malam, karena jauh dari kota.

Saat itu aku dan Ubo berjalan untuk membeli ayam bakar. Eeehh... si londho ikut2an berjalan. Aku dan ubopun berjalan pelan sambil membahas perihal numpang eksis ini.
"Bo, tau nggak enaknya jalan di kampung deket2 bule?"Tanyaku
"Kenapa emang?" tanya ubo balik
"Di kampung kan jarang2 ada bule, mangkanya kalau ada bule dateng, pasti pada di liatin. Jadi kita bisa numpang eksis kalau berjalan bareng bule."
"Hahahaa.... berasa keren ya?" kata ubo
"Hahahaa.... iya.... Pasti banyak yang mikir...wah... ada bule, temennya mereka itu ya.." kataku
"Mangkanya kita jalannya deket2 ama si bule aja yoo...biar numpang eksis.."
Aku dan ubo pun tertawa ngakak sepanjang jalan, sedangkan si londho hanya melihat kami dengan terheran2.. :P

Ingat slogan sebuah kontes kecantikan yang melibatkan wanita2 (yang katanya) cantik di Indonesia ini? Intinya samalah dengan kami yang menjadi penumpang gelap yang numpang eksis ini.....
"Semua mata.... tertuju padamu...."

hwahahahhahahahahhahahahahahahahhahahhahahahahhahahahahahhhhahaha ^_^

(Sok) Jadi Wartawan Infotainment ????

Dunia ini luas, meskipun kita sering menggunakan ungkapan dunia ini tak selebar daun kelor. Dunia yang luas ini memang sudah di desain oleh Tuhan jauh sebelum manusia di ciptakan. Kenapa bumi di buat luas dan bulat, mungkin karena Tuhan tahu bahwa manusia ini sangat beragam, sangat beraneka rupa, dan juga karena Tuhan ingin agar kita saling terhubung. We are connected... (Kayak tema sebuah festival ajah...)

Manusia, adalah makhluk paling ajaib yang di ciptakan oleh Tuhan. Manusia yang berjuta-juta itu, diciptakan dengan detail yang berbeda antara satu dan yang lainnya. Betapa hebat arsitek dan pekerja seni yang di miliki oleh Tuhan bukan? Tidak ada satupun manusia yang sama persis dengan manusia yang lainnya.

Detail fisik atau hardware-nya mungkin saja sama atau persis. Tetapi bagaimana dengan detail non fisik atau software-nya? Itulah yang sering berbeda dan menjadi pembeda yang membedakan manusia satu dengan manusia yang lainnya.

Kalau menurut ibunya Khan dalam pelem "my name is Khan", hanya ada 2 jenis manusia di dunia ini. Yaitu orang yang berbuat baik, dan orang yang berbuat tidak baik. Tidak ada lagi pembeda yang lainnya. Tidak suku, agama, ras atau warna kulit, ataupun golongan apapun. Tidak. Hanya ada orang yang berbuat baik dan orang yang berbuat tidak baik.

Tuhan memberikan banyak sekali kelebihan2 pada manusia daripada makhluk yang lain. Pikiran, perasaan, dan akal budi. Itu yang sejak aku SD sudah di tanamkan oleh guruku. Dengan pikiran kita bisa menjadi pintar, cerdas, pandai, dan membuat perubahan yang dahsyat pada dunia. Sebut saja Albert Einstein dengan teori E.Em.Ce.Kuadrat-nya, beserta jajaran penemu2 yang lainnya.

Dengan perasaan, kita bisa menjadi orang yang peduli, empati, saling menyayangi, dan juga bisa membuat perubahan yang tak kalah dahsyat di dunia. Sebut sama Lady Diana, Mother Teressa, dan deretan orang2 pengasih dan penyayang yang lainnya.

Dengan akal budi, kita bisa memperoleh banyak teman. Kita bisa melihat, mengenal, berbuat baik, dan menjalin hubungan sebanyak dan sebaik mungkin dengan orang lain. Akal budi akan sangat berhubungan erat dengan etika. Sepanjang akal budi di gunakan, mungkin tidak akan ada anak yang menyiksa atau membunuh orang tuanya, tidak juga teman mengkhianati atau mencederai temannya.

Hidup, berteman baik, bersahabat dekat, dan berkeluarga yang hangat. Adalah sedikit keinginanku yang dengan keras aku usahakan. Mungkin aku sering merasa bahwa aku bukanlah orang yang sempurna. Aku dan juga kita hanyalah manusia biasa. Apa yang bisa kita banggakan sebagai manusia? Selain hubungan baik dan indah antar sesama....

Puji syukur pada Tuhan yang telah meletakkan dan mendekatkan, serta mengenalkan aku pada banyaaaaakkkk sekali orang2 baik di sekitarku. Baik yang sudah lama bertemu, berteman, bersaudara, ataupun yang baru saja bertemu dan saling tolong menolong. Banyak sekali orang2 baik yang telah membantuku untuk semakin mengerti arti penting sebuah hubungan baik antar sesama.

Masalah iman, amal, dan lain2nya yang merupakan hubungan antara manusia dengan Tuhan, bukanlah sesuatu yang perlu di bahas, di bicarakan, ataupun di pamerkan pada orang lain. Toh yang menilai tetaplah Tuhan. Tetapi selagi kita masih hidup di bumi, hanya hubungan baik antar sesama itulah yang bisa kita banggakan.

Beberapa waktu ini, hal yang sudah dari lama di kasak-kusuk-kan orang2 itu, terbuka sudah. Beberapa muka manis yang memang manis itu, mulai berusaha mengeluarkan bisa-nya. Hanya perlu waktu beberapa detik untuk bisa mengetahui bahwa semua yang manis itu ternyata berdalih. hahahhahhaha

Itulah mengapa aku selalu berusaha untuk menghindari pertanyaan2 yang mengarah pada "dimana atau sama siapa atau sejak kapan", Untunglah tidak lengkap dengan "Lagi ngapain". Karena aku tahu pertanyaan2 itu bukanlah terlontar atau di lontarkan untuk wujud rasa simpati pada teman. Namun lebih pada menyelidiki dan membuktikan. Layaknya wartawan impoten, eh bukan... wartawan infotainment maksudku. hwekekekeke

Peta penyebaran informasinya-pun juga sudah aku pegang berdasarkan analisis beberapa waktu yang lalu. halaaaahhh.... Sehingga dari jauh hari aku sudah mengantisipasi segala sesuatunya. Namun yang namanya wartawan infotainment, ya pasti saja akan terus melaju dan mencari tahu ataupun mencari tempe.

Maaf ya ibu2 wartawan infotainment yang mau berperan jadi detektif conan.... Saya sudah terbiasa menjadi artis... Jadi tolong donk, liput kami....hihihihhihihi.....

Inti dari pembahasan tentang fenomena "wartawan infotainment yang bergaya detektif conan" pagi ini adalah, bahwa kita hidup sebagai manusia memang serba sulit. Kita yang sudah berusaha hidup dengan cara baik dan berteman baikpun, masih saja di nilai tidak baik sama orang lain (yang mungkin tidak lebih baik dari kita). hahahahhhahahha...

Jadi intinya ya .... "Enjoy Ajah"

Untuk dia, dan juga mereka yang ingin lebih banyak tahu, mari2 sini.... kita ngobrol saja...biar kesannya lebih dekat, erat, dan bersahabat. Tidak perlu menyamar sebagai malaikat, wartawan, atau malah detektif.... Bicara saja baik2... kan kita (katanya) berteman.... Daripada kalian habis energi untuk meraba2 dan menerawang, atau malah perlu jasa Mama Lorentz? :p

Just quick note for you : " I Know What You did Last Night......"

Gambar dari sini dan sini

Sunday, April 25, 2010

So Scared

Ada beberapa hal yang bisa di bagi. Namun setelah dipikir2, terkadang lebih banyak hal yang tidak bisa di bagi kepada siapapun. Meskipun kepada orang yang paling dekat dengan kita sekalipun.

Seseorang pernah berkata padaku,
"Kalau memang kamu mau mengambil kuliah di sana, ambil saja.... Jangan mengkhawatirkan aku, karena aku pasti akan baik2 saja di sini."

Dan akupun pergi.....

Dalam proses seiring berjalannya waktu, orang itu kembali berkata,
"Cepatlah selesai kuliah, selagi aku masih hidup...."

Dan semangat untuk menyelesaikan tugas itupun terbang melayang entah kemana. Di pendam dalam sedalam2nya, hingga tidak ada lagi niat untuk menyelesaikan. Ketakutan justru menjadi bayangan yang semakin mengikat dan menghantui. Ketakutan akan sebuah kehilangan. Ketakutan yang sejatinya tidak beralasan. Namun ketakutan itu tumbuh subur dan menjalar, hingga akhirnya kenyataan dan peraturan dunia menuntut agar semua diselesaikan. Satu ketakutan terlewatkan dengan cara yang lain, dan apa yang ditakutkan tidak terjadi.....

Bumi terus berputar, dan waktu terus berlalu. Muncul lagi sebuah perkataan dari orang itu,
"Cepatlah menikah, selagi aku masih hidup. Takutnya nanti aku sudah tidak berumur panjang lagi......"

Menguap kembali keinginan untuk itu. Semakin lama, keinginan itu semakin jauh, menjauh, mengabur, dan nyaris menghilang. Keinginan itu sembunyi dan enggan menampakkan diri. Sesering apapaun di panggil, sekeras apapun di minta, keinginan itu masih saja bersembunyi.

Semua karena ketakutan....
Ketakutan akan sebuah kehilangan....
Mungkin dengan tidak menyegerakan apa yang dia inginkan, akan membuatnya berumur semakin panjang. Sehingga tidak perlu ada perpisahan.

I love you, I love you, I love you ...
You are the most beautiful gift that given by god to me
...
May god give health happiness and longevity for you ...
You are the greatest woman I ever knew ...

Gambar dari sini dan sini

Saturday, April 24, 2010

Yes, I'm a photocopied of my father

Sore ini, aku tidak sengaja memencet remote menuju satu stasiun TV swasta. Disana kulihat ada sebuah film dari hollywood yang baru saja mulai. Awalnya aku hanya ingin melihat siapa screenplay dari film itu. Namun rupanya aku jadi tertarik dengan cerita film itu.


Film yang menceritakan tentang kehidupan sebuah keluarga di peternakan kuda. Dimana sang ayah sangat menginginkan anak lelakinya dapat meneruskan usaha peternakan itu setelah selesai sekolah, padahal sang anak lelaki ingin melanjutkan sekolah. Sang ayah juga menginginkan putrinya untuk bisa sekolah setinggi2nya di sekolah swasta terkenal di kota, padahal si anak perempuan ingin berada di peternakan. Ketika liburan tiba, putri keluarga itu (namanya Katy) pulang berlibur ke rumah. Berkumpul dengan ayah, ibu, dan kakak kesayangannya (namanya Edward).

Malam pertama Katy di rumah, dia menyelinap keluar rumah dan masuk ke istal tempat beberapa kuda berada. Dia mengambil satu kuda dan menaikinya untuk jalan2. Dia berdiam di sebuah pohon tumbang di tepi jurang untuk merenungi dan memikirkan bagaimana cara memberitahu ayahnya bahwa nilainya buruk di sekolahan. Selain nilainya buruk, dia tidak mengerjakan essay ketika ujian. Karenanya, pihak sekolah mengirimkan fax pemberitahuan ke rumahnya.

Ketika dia memutuskan untuk menghadapi ayahnya dan pulang ke rumah, di tengah jalan dia melihat ada singa. Kudanya langsung memberontak dan Katy pun terjatuh dan terguling ke tanah yang lebih rendah. Kudanya kabur dan pulang ke peternakan, sedangkan Katy masih di kejar singa itu. Tiba2, ada seekor kuda liar yang datang dan mengusir singa itu. Katy terselamatkan oleh kuda liar itu, yang kemudian membuatnya jatuh cinta dan ingin memeliharanya.

Keesokan harinya, Katy masuk ke hutan kembali untuk mencari kuda liar itu. Ketika akhirnya dia menemukan kuda itu, dia langsung memasangkan tali kekang ke kuda liar itu, namun kuda itu terkejut dan berlari sehingga dia ikut terjungkal. Kuda liar itu terus berlari, dan menuju padang penggembalaan kuda ayahnya. Padahal saat itu ayah Katy bersama dengan kakak dan para pekerja sedang berusaha menggiring kuda2 mereka ke peternakan. Kedatangan kuda liar yang mendadak, membuat kuda2 itu terkejut dan ikut berlarian mengikuti kuda liar itu.

Ayah Katy mengejar kuda liar itu dan menangkapnya, kemudian membawanya ke peternakan untuk di jual keesokan harinya pada temannya yang membutuhkan kuda liar. Katy merasa bahwa dia bisa memiliki dan merawat kuda liar itu. Namun ayahnya melarang dia untuk dekat2 dengan kuda liar itu. Alhasil, setiap malam Katy menyelinap keluar dan mendekati kuda liar itu secara bertahap, hingga akhirnya dia bisa menaikinya. Kuda liar itu di berinya nama Flicka.

Namun upaya sembunyi2 itu di ketahui oleh ayah Katy, dan ayah Katy pun marah. Akhirnya Flicka di serahkan pada teman ayah Katy yang menginginkan. Katy merasa tidak rela dan mulai membenci ayahnya.

Edward yang pandai dan mendapatkan beasiswa ingin sekali bisa melanjutkan sekolahnya, namun dia takut untuk menyampaikan kepada ayahnya. Dia tidak ingin membuat ayahnya kecewa. Karena melihat ayahnya berbuat tidak adil pada adiknya, Katy, maka diapun menyampaikan keinginannya dan juga rasa tidak sukanya pada ayahnya yang otoriter. Sayangnya ayah mereka tidak peduli.

Ibu mereka, mengerti benar bagaimana Katy ingin tinggal di peternakan, dan Edward ingin melanjutkan sekolah. Ibunya mencoba berbicara kepada ayahnya. Satu kalimat yang membuatku tersentak dan mellow adalah kalimat yang di katakan oleh ibu Katy kepada ayah Katy,
"Sampai kapan kamu akan menyadari dan menerima kenyataan bahwa Katy itu sama persis denganmu? Sadarilah bahwa dia adalah kamu."

Untuk mendapatkan kembali kuda itu, Katy dan Edward mengikuti sebuah kontes menunggang kuda di kota, dimana Katy memilih Flicka. Akhirnya dia mampu menjinakkan Flicka yang sedang memberontak dan membawanya kabur dari arena kontes. Mereka berdua lari ke hutan dekat peternakan. Sayangnya, ketika hari sudah gelap datanglah singa. Flicka yang ingin melindungi Katy di serang oleh singa itu hingga terluka parah. Katy yang berhujan2an, sakit dan terjatuh di dekat Flicka hingga ayahnya menemukannya.

Katy sakit selama berhari2, Flicka yang tadinya akan di tembak mati oleh ayah Katy akhirnya justru di bawa pulang dan di rawat hingga sembuh oleh ayah Katy. Edward merasa sangat menyesal telah mengijinkan Katy ikut kontes sehingga semua menjadi kacau. Ketika Katy sakit, ayahnya menemukan essay tulisan Katy mengenai peternakannya, mengetiknya, dan kemudian mengirimkannya ke sekolahan Katy sehingga Katy bisa lolos ujian.

Akhirnya Katy sembuh dan merasa senang sekali ketika mengetahui Flicka baik2 saja dan dia di ijinkan merawatnya. Selain itu, Katy tidak perlu lagi kembali ke sekolahan itu. Edward-pun memutuskan untuk mengambil beasiswa kuliah yang di dapatnya, dan Katy meneruskan peternakan mereka bersama ayah dan ibunya.

******

Jujur aku menangis ketika menonton film ini tadi sore. Sampai2 menimbulkan keheranan dan tandatanya pada beberapa orang di sekitarku. Aku larut dalam cerita film itu, hingga akhirnya aku tidak bisa menahan air mataku. hiks...hiks.... mellow sekali bukan?

Garis besar cerita film itu sama dengan garis besar ceritaku. Ayah yang tumbuh dan berjuang dengan keras karena tempaan kehidupan, Istri yang tegar dan selalu mendukung suaminya untuk semua keputusan, Dua orang anak yang sangat berbeda sifat. Completelly same with me... :P
Katy adalah aku. Aku yang suka memberontak, dan selalu bersilang pendapat dengan ayahku. Anak dan ayah yang tidak pernah bisa sepakat dalam banyak hal. Aura pemberontakan selalu merebak ketika sedang membahas sesuatu. Jika berbicara masalah keinginan, maka akan sangat jarang sekali terjadi kesepakatan atau persetujuan. Semua keinginan akan bisa kulaksanakan, jika aku berani melawan dan memberontak. Itu duluuuuu.... :)

Sekarang? mungkin tinggal setengahnya saja. Karena aku sudah mulai mengerem, mengendalikan diri, dan berusaha untuk mengerti kondisi. Tidak ada yang bisa di paksa untuk berubah, dan memang tidak perlu ada yang berubah. Karena di dalam keluargaku, tidak pernah ada sejarah yang berubah. Hukum yang berlaku tetaplah Dia adalah yang terbenar. :P

Saat ini, aku cenderung menghindari apa yang biasa dinamakan dengan konflik. Kalau berhubungan dekat itu memancing konflik, maka aku akan mundur beberapa langkah hingga jarak di antara kami tidak memungkinkan munculnya konflik. Jika intensitas berpotensi menimbulkan konflik, maka aku akan menurunkan derajat keseringan, agar jumlahnya cukup untuk mendekatkan namun tetap aman dari terjadinya konflik. Aku hanya berusaha mengontrol dan mengendalikan diri saja.

Kalau di film itu, Edward akhirnya berhasil mengungkapkan apa yang telah lama di pendam dalam hatinya, sayangnya dalam ceritaku itu tidak berjalan. Menurut pendapatku, kakakku gagal sampai pada titik itu. Dia baru mencapai setengah dari semua proses, tersandung, dan jatuh berguling2. Sulit untuknya bangkit dan berjalan tegap kembali. Tapi aku tetap berharap suatu saat nanti, dia bisa berjalan tegap kembali, berdampingan dengan ayah kami. Setegap tentara militer yang sedang latihan baris-berbaris mungkin. :p

Yang paling membuat aku tersentak adalah ketika melihat perjuangan ibu Katy dalam melindungi anak2nya, namun tetap mendukung suaminya. Bertindak sebagai penengah yang aku tahu sangat berat dan tidak mudah. Kalau dalam film itu ibu Katy seolah2 di bantu oleh Tuhan melalui sakitnya Katy (sehingga ayah dan kakaknya Katy lebih terbuka), mungkin dalam ceritaku Tuhan membantu ibuku dengan memberikannya sakit. Sakit yang menuntutnya banyak2 beristirahat. Dia ibuku.... Wanita terhebat yang aku kenal dan aku miliki. Everlasting...

Meskipun itu hanyalah sebuah cerita film, namun aku bisa merasakan betapa tidak enaknya berperan sebagai Katy. Mungkin juga tidak enak sekali untuk berperan sebagai ayah Katy. Mereka adalah ayah-anak yang gen-nya mengalir kuat dalam darah masing2. Gen yang menciptakan kemiripan dan kesamaan sifat. Kesamaan sifat yang selalu di coba untuk di ingkari.

Semakin kita mengingkari kesamaan yang ada dalam hubungan darah ayah-anak ini, maka kesamaan itu akan semakin nampak. Berat rasanya harus berhenti sejenak, merenung, mengerti, menyadari, dan mengakui bahwa kesamaan itu ada. Karenanya kita lebih mudah untuk mengambil sikap mengingkari dan mengacuhkan kesamaan itu. Sampai pada suatu titik, egoisme kita akan di banting habis oleh kondisi yang telah di atur oleh Tuhan. Saat itu, hanya akan ada sedikit sekali pilihan. Di antaranya adalah pasrah dan mengakui kesamaan itu sehingga semua bisa berjalan beriringan, ataukah mundur dan menghindari terjadinya friksi2 yang lain.

Sepertinya aku memilih langkah yang terakhir. Langkah yang tidak bisa di banggakan pada apapun atau pada siapapun. Langkahku sendiri.... Aku menjalani semua dengan caraku, meskipun aku berjanji untuk tidak membuatnya lebih kecewa dari kecewa yang sudah pernah di rasakannya. Jauh di dalam sana, aku berharap bahwa suatu saat beliau akan berkata padaku "Just go and be responsible with everything that you loved to do". Meskipun saat ini aku sudah melakukannya, tapi ketika beliau mengatakannya padaku, aku akan langsung menjawab dengan sepenuh hati, "Yes, i will"

I love you all..... All of you.... I love you so much....