Tuesday, July 28, 2009

Penyakit Lupa

Sampai sekarang aku masih sering mendengar dan mengatakan bahwa lupa itu adalah suatu penyakit. Tapi bener nggak sih kalau kita bilang lupa adalah suatu penyakit??? Kalau akibat lupa bisa menjadi sakit sih bener banget tuh…tapi kalau lupa nya sendiri??? hh…..entahlah….


Yang jelas, yang namanya lupa sudah mendarah daging didalam ragaku. Setiap hari selalu saja ada yang terlupa. Sekuat tenaga aku melawan dan berusaha lepas dari kebiasaan lupa dan lupa lagi ini. Namun sedemikian parah pula lupa ini mendatangiku. Jadi maklum dengan lagunya Band Kuburan yang lupa…lupa…lupa…lupa…lupa lagi syairnya….


Apa yang sudah pernah aku lupakan, atau dalam hal apa aku pernah lupa, sudah tidak bisa di hitung lagi. Dan mulai hari ini, aku tidak berniat untuk mengingat dan menghitungnya lagi. Biarkan semua menjadi misteri….heheehhe


Yang ingin aku ceritakan sekarang adalah apa yang sudah aku lupakan atau lebih terpatnya yang sudah terlupakan olehku hari ini. Dan jika besok masih ada yang terlupakan, semoga aku masih bisa menuliskannya lagi disini.


Tadi pagi sewaktu bangun tidur, aku sudah mulai mengumpulkan energy dan bersemangat untuk mengembalikan LCD yang kemarin dipinjam untuk workshop, ke kantor temanku. Niat itu aku laksanakan sempurna tadi siang. Setelah menggendong tas LCD dengan mantap, akupun melangkahkan kakiku keluar rumah menuju ke garasi sepeda motorku yang ada di rumah sebelah. Sesampainya disana, rupanya sedang ada ritual makan siang. Maka akupun bergabung bersama Melly dan Mbak Dion menyantap asinan. Nyummy….


Di saat kami sedang menikmati panas dan pedasnya asinan itu, maka datanglah seorang wanita bule yang memang sedang mengerjakan film di kantor Melly itu. dan yang aku sayangkan, aku lupa untuk berkenalan dengannya. RUGI banget kan….itulah akibat penyakit lupa nomor 1 ku hari ini. Tapi tidak apa-apa, semoga masih ada kesempatan untukku bertemu dengannya esok hari.


Kamipun membahas mengenai apa saja yang kami makan dengan bule itu. Dia makan gado-gado tanpa nasi, tidak seperti om dwi yang makan gado-gado sambil makan nasi. Terjadi satu insiden kecil manakala bule itu ingin memulai makan siangnya. Dia bertanya,

“which one gado-gado??” dan Melly pun menunjukkan

“this one”


Diapun langsung membuka makanannya. Kami melanjutkan bincang2 siang kami. Si bule masih belum memulai makannya, malah nampak kebingungan sambil melihat-lihat kantong plastic didepannya yang masih berisi satu bungkusan makanan. Dan diapun bertanya

“this is for eat gado-gado??” Aku dan Melly menjawab dengan kompak.

“ oh no…for gado-gado just krupuk”

Si bule pun makin bingung. Akhirnya mbak Dion yang berhasil memecahkan masalahnya.

“lho Mel, itu kan nasi putih…gado-gadonya mana??” tanyanya.


Dan kamipun tertawa bersama menyadari bahwa bungkusan yang di berikan kepada bule itu salah. Baru setelah bungkusan yang berisi gado-gado sesungguhnya, bule itu makan dengan lahap. Kemudian Yudi dan Om dwi bergabung makan siang bersama kami. Kemudian bahan obrolan kami beralih pada salah satu menu pilihan Yudi. JENGKOL.


Secara iseng aku bertanya pada bule itu.

“ do you know jengkol??”

“no..what is that??its look spicy…”

Giliranku bingung menjawab…

“oh, foor jengkol, its not about spicy but about smell…hehehe…jengkol is smell so good..”

Hwakakakka…….


Setelah selesai dengan urusan ritual makan siang, akupun segera berangkat menuju kantor temanku di daerah Warung Jambu untuk mengembalikan LCD. Sendirian kukendarai motor kesayanganku yang bernama “si black”, dengan slebor seperti biasa. Hehehe


Apa daya, sesampainya di kantor temanku itu rupanya kantornya tertutup rapat. Tidak ada orang sama sekali. Sepi…senyap…itulah penyakit lupa nomor 2 ku. Aku lupa tidak menghubungi orangnya dulu. Biasanya aku selalu menghubungi orang itu dulu untuk memberitahukan bahwa aku akan mengembalikan barang ke kantor, dan tadi pagi aku lupa melakukannya. Good…


Maka, aku segera menelpon dia, dan syukur Alhamdulillah dia bilang sedang menuju ke Warung Jambu dan aku diminta menunggu sekitar seperempat jam dulu. Ok deh….akhirnya orang itu datang dan akupun segera memberikan LCD kepadanya.


Sambil mengendarai si black menjauhi kantor temanku itu, aku berpikir untuk sekalian saja mampir ke Jambu Dua mall untuk membeli beberapa barang yang sedianya akan aku berikan kepada beberapa temanku. Lalu, berbeloklah aku ke mall itu. setelah mencari tempat parkir yang sedikit ternaungi pepohonan, akupun segera melepas help dan menggantungkannya di bagasi motor. Sambil bersiap-siap, akupun membuka tas kecil yang aku bawa untuk memasukkan karcis parkirku.


Oh my god…..inilah penyakit lupa nomor 3 ku dan sekaligus yang paling parah untuk hari ini. Aku baru menyadari bahwa aku pergi tanpa membawa harta. Memang ketika akan berangkat, aku memindahkan SIM dan uang Rp. 20.000,- ke dalam tas kecilku dengan tujuan agar barang bawaanku ringan saja. Toh aku memang tidak berencana mampir kemanapun setelah mengembalikan LCD. Dan itulah, SIM yang bertengger manis bersamaan dengan handphone dan uang Rp. 20.000,- di dalam tas kecilku.


Dalam hati, aku tertawa mengingat kebodohanku hari ini. Ya sudahlah…akupun membatalkan rencana belanja dan segera membuka kembali bagasi, mengambil dan memakai helm, serta menyiapkan karcis parkir dan uang Rp. 20.000,- yang merupakan uang semata wayang itu. mas-mas penjaga pintu parkirpun sampai harus menukarkan uang itu kepada petugas lain. malang betul nasib uangku akibat kelalaianku itu….

Mimpi Kami Untuk Almamater

Masih dari hasil buka-buka file lama....:)

Minggu, 19 Oktober 2008

Kembali lagi mimpi aneh dan ide gila muncul dalam kepala ini. Dan lagi-lagi ide itu muncul ketika aku ngobrol dengan mbak dian. Sepertinya auraku digabung dengan aura mbak dian memang akan selalu berakhir menjadi “ide”… heehhehe

Mimpi kami kali ini adalah bagamana caranya membuat para petani di Indonesia menjadi lebih makmur, dan bagaimana cara membuat IPB mengambil peranan dalam majunya pembangunan pertanian Indonesia. idenya sih sebenarnya simpel, tapi pada akhirnya karena simpul syaraf kami mulai melebar dan otak kami mulai menggila, jadinya ide itu jauh lebih gila dari kami yang gila ini.

berawal dari Frenchise…

Belakangan ini bisnis frenchise di Indonesia dan di Dunia semakin marak dan meledak, bahkan menguasai sebagian pasar. lihat saja KFC, McD, Alfamart, Indomaret, dll. kayak gimana ya konsep frenchise? wuih…ternyata membicarakan sistem frenchise itu membuat pusing, capek, tapi bergairah. sebegitu menggairahkannya bisnis retail ini, sampai-sampai ada temannya mbak dian rela menjual konsep frenchise usaha bakso ikannya jika ada yang berminat paling tidak Rp. 25 juta. wuih….

Kembali pada konsep mimpi kami yang menggila dan membangkitkan semangat hidup….Kami ingin IPB membuat sebuah bisnis frenchise tentang produk-produk pertanian, perikanan, peternakan, dll di berbagai daerah di Indonesia, sehingga masyarakat yang membutuhkan fasilitas ataupun produk pertanian bisa memperolehnya dengan mudah.

kalau missal frenchise diberbagai daerah dirasa berat, maka kita bisa pakai satu contoh wilayah dulu. Misalkan di Yogyakarta. IPB bisa mendirikan IPB Mart di Kota Yogyakarta berupa bangunan/toko semacam Alfamart. didalamnya terdapat beberapa tempat yang digunakan untuk meletakkan produk-produk IPB Mart. misalkan saja ada Pojok/kamar pertanian, Pojok/kamar perikanan, Peternakan, dll. dalam masing-masing space itu di isi dengan produk hasil dari IPB.

Masalah Produk : produk yang disediakan di IPB mart adalah produk yang dihasilkan oleh masing-masing fakultas di IPB. sehingga secara langsung bisa menerapkan dan mendayagunakan hasil karya mahasiswa ataupun para akademisi lainnya di IPB. selain itu dengan didayagunakannya produk hasil karya mahasiswa dan institusi pendidikan, maka diharapkan masyarakat dapat lebih menjangkau harganya. misalkan fakultas pertanian dengan bibit jagung manis kualitas unggulnya, fakultas peternakan dengan bubuk skim penambah asupan gizi yang bagus untuk ternak, fakultas perikanan dengan ikan hiasnya, fakultas teknologi pertanian dengan traktornya, dll.

selain produk berupa barang, IPB Mart juga harus menyediakan pelayanan masyarakat. Jika ada petani, nelayan, peternak, dll yang memiliki masalah/keluhan dengan usaha mereka, maka keluhan itu akan dilayani oleh IPB mart. untuk itu diperlukan para ahli IPB yang bisa dari mahasiswa ataupun dari kalangan pengajar/dosen.

masalah para ahli : ketika IPB mart dibikin, maka harus disiapkan juga instrumen-instrumen pendukungnya. diantaranya persiapan prosuk yang berkualitas, serta para ahli dibidang masing-masing. para ahli yang dimaksud adalah orang-orang yang memiliki keahlian misalkan dalam bidang pertanian(dari fakultas pertanian), bidang peternakan(dari fakultas peternakan atau kedokteran hewan), dll.

Para ahli ini bukan semua orang, namun hanya orang-orang yang memang dari awal bersedia meluangkan waktunya untuk membantu masyarakat baik turun lapang maupun hanya sebatas konsultasi(bisa beberapa jam dalam seminggu). jika memang di daerah IPB mart berada terdapat masalah yang tidak bisa diselesaikan oleh staf IPB Mart(yg juga dari mahasiswa IPB), maka para ahli ini yang akan dimintai pendapat.

Jika memang IPB tidak bisa menyediakan para ahli dalam segala bidang, maka mungkin saja bidang-bidang yang kosong itu di isi oleh para ahli dari universitas lain, UI misalnya. dengan begitu IPB tidak menjadi eksklusif dalam usaha memajukan pertanian Indonesia.

contoh kasus kebutuhan petani :

petani membutuhkan bibit(bisa tanaman ataupun ikan, dll), dan mendatangi IPB Mart. IPB mart akan mencari stock di IPB Mart dan juga IPB sendiri. ketika petani mengalami masalah(serangan hama misalnya), maka petani bisa mendatangi IPB Mart dan berkonsultasi dengan staf yang ada di IPB Mart. jika permasalahan tidak bisa diselesaikan secara langsung, maka staf dapat menghubungi ahli di IPB.

permasalahan-permasalahan masyarakat seperti di atas bisa di alami oleh petani dibidang apa saja. dan IPB beserta jaringannya sudah tentu memiliki keahlian di bidang-bidang tersebut. Kapan dan dimana lagi IPB bisa mengimplementasikan apa yang menjadi kebanggaanya?
Saat ini masalah petani adalah harga pupuk yang mahal dan hampir tak terjangkau. bukankah ini bisa menjadi peluang IPB untuk mengamalkan ilmunya di bidang Hama dan penyakit tanaman? Jika bisa ditangani secara ilmiah dengan bantuan IPB (apa mungkin dengan cara predator alami atw yang lainnya), maka petani dapat lebih menekan biaya operasionalnya.

IPB mart juga diharapkan menyediakan satu ruang dimana ditempat itu khusus untuk produk-produk masyarakat setempat dipasarkan. sebagai sample tentunya, karena produk masyarakat pasti dalam jumlah besar. disitulah Pascapanen IPB berperan. apakah hasil masyarakat itu bisa langsung dipasarkan atau bagaimana. selain itu ekspor juga dapat dibantu oleh IPB yang memiliki link luas ke mancanegara.

Masyarakat juga pasti akan sangat menerima jika wilayah mereka digunakan sebagai tempat magang mahasiswa, karena mereka merasa terbantu dalam menyelesaikan masalah-masalahnya.

Jika permasalahan masyarakat dari kebutuhan awal hingga pemasaran telah mendapat pendampingan dari IPB, maka bukan tidak mungkin akan tercipta Community Farming, Community Fishing, Community Veterinering, dll. semua orang akan menganggap bahwa IPB sangat membantu menigkatkan pertanian IPB.

Betapa bangganya rakyat Indonesia terutama alumni IPB melihat hal itu. Jika metode frenchise IPB Mart ini diberlakukan dibanyak wilayah di Indonesia, apa yang akan terjadi dengan perekonomian masyarakat?sistem frenchise IPB mart mungkin dilakukan melalui pemerintah daerah jika memang dirasa berat untuk perseorangan. Pemda juga mungkin akan antusias menerima itikad baik IPB membantu masyarakatnya.

Masalah branding :

IPB Mart bisa menjalankan sistem maklon pada produk-produk masyarakat yang memiliki standar kualitas tertentu, sehingga dalam ekspansi pasar baik dalam negri maupun luar negri akan lebih lancar.

Misalkan ada produk jagung manis organic, kemudian standarisasi kualitasnya dilakukan oleh IPB. maka IPB berhak mencantumkan identitasnya kedalam kemasan produk tersebut, tanpa menghilangkan cirri khas atau asal muasal produk tersebut(contoh : jeruk Palembang, Duren Sumatra, dll).

Masalah Putra daerah :

Jika selama ini sebagian besar mahasiswa IPB adalah utusan daerah yang kemudian menetap di jabodetabek karena bekerja disana, maka dengan adanya IPB Mart yang bekerjasama dengan pemda tersebut permasalahan itu bisa di atasi. caranya adalah dengan mengganti metode pengutusan putra daerah jika selama ini utusan daerah hanya melalui seleksi sekolah, maka hendaknya diadakan pula seleksi tingkat provinsi untuk memperebutkan kursi ikatan dinas (1 angkatan 1 orang). mahasiswa yang merupakan ikatan dinas dengan pemda ini akan kuliah di IPB dan setelalh lulus dari IPB, harus kembali ke daerahnya untuk mengembangkan pertanian di wilayahnya. tentunya dalam koridor IPB Mart.

MANTABBBB….!!!!

Sunday, July 26, 2009

Saung Calobak Dalam Pandangan Pertamaku

Ini adalah tulisanku sekitar akhir tahun 2008. Saat aku berpikir untuk latihan menulis bebas tanpa mikir....rupanya filenya masih tersimpan di hardisk externalnya hilbul...thanks to you div...:P

Berkali-kali aku mendengar cerita tentang saung calobak. Tapi aku tak pernah tertarik karena aku pikir yang dmaksud adalah kandang pupuk ketika aku ikut pertemuan pertama dengan mpca. Tapi karena sering dan makin seringnya anak-anak membicarakan tempat itu, maka ketika salah satu seniorku bilang akan melakukan survey penelitian disana, aku mengajukan diri untuk ikut.


Alhasil, sore hari itu aku, bersama dengan senior dan satu juniorku berangkat menuju saung di calobak. Kami berangkat kesorean, sehingga sampai dikampung calobak hari sudah gelap. Kami mampir ke rumah pak wardi yang memang dikenal lebih dulu oleh para lawalata’ers. Kami melakukan sosialisasi sedikit mengenai tujuan kami datang malam itu.

Sekalian seniorku meminta ijin untuk menginap di atas selama beberapa hari.


Karena hujan tiba-tiba turun, maka kami melanjutkan ngobrol dengan pak wardi. Kami menanyakan asal muasal saung itu ada. Menurut pak wardi, saung itu dibuat oleh beberapa orang yang memiliki kebiasaan ritual dimakam sebelah atas saung. Karena awalnya mereka selalu beristirahat dengan tenda, maka ketika bertemu dengan pak wardi dan orang taman nasional, mereka langsung meminta ijin untuk membuat saung.


Pada awalnya pak wardi mengaku sedikit keberatan karena wilayah itu masuk pada pengelolaan taman nasional, sehingga beliau merasa tidak berhak memberi ijin. Namun kemudian pak wardi memperboehkan mereka membangun saung itu dengan syarat saung tersebut dapat digunakan oleh umum dan tidak eksklusif. Maka, berdirilah saung itu hingga sekarang.


Kami juga menanyakan perihal dibangunya fasilitas keran air yang mempermudah orang dalam mengambil air. Masih menurut pak wardi, pemilik villa di dekat pura sukamantri berminat untuk menyalur air dari tempat itu. Oleh karena itu dia meminta ijin pak wardi untuk memasang pipa ke arah vilanya. Karena pak wardi menilai pemilik vila itu adalah orang yang baik, maka beliau mengijinkan pemilik vila untuk menyalur air.


Namun dia mengajukan syarat agar dibangun keran air untuk memberikan kemudahan bagi para pegguna saung dalam mengambil air. Dan usul itupun disetujui oleh pemilik villa itu. Maka, tersedialah keran air setinggi kurang lebih 1 meter itu.


Setelah beberapa topik kami bicarakan, kami memutuskan untuk segera menuju saung. Masih dengan mobil avansa hitam itu, kami melalui jalan aspal yang sangat kecil dan menanjak. mobil itu kami titipkan dirumah pak RT yang biasa dipanggil Tapol. lalu kami bertiga bergegas ke arah saung.


Aku masih berpikir bahwa saung itu letaknya pasti jauh di atas sana. terlebih lagi ketika diberitahu jaraknya sekitar 30 menit jalan kaki. wuih….kami berjalan dikegelapan karena aku dan kliwon tidak membawa senter. Perjalanan kami hanya diterangi oleh senter listrik saja (sedikit malu karena udah melupakan standar jalan lapang). Beruntung hujan sudah reda dan meniggalkan kilatan-kilatan petir sesekali yang justru sangat membantu perjalanan kami.

Rupanya apa yang aku bayangkan tentang saung, sangat berbeda dengan kenyataannya. Belum sampai 30 menit, kami sudah tiba di saung. Dan apa yang aku lihat??? Wow…enak sekali tempat ini. itulah kata-kata yang keluar pertama dari mulutku.


Saung itu terletak diatas kebun pinus yang cukup datar. sekitar saung sangat bersih sekali. Saung yang dimaksud adalah semacam rumah panggung yang terbuat dari papan dengan atap daun-daunan. Ukurannya sekitar 4 x 3 m, dengan dinding hanya setinggi setengah meter dan selebihnya tanpa dinding. tak jauh dari saung terdapat kera air setinggi 1 meter dan ada tempat yang fungsinya sama dengan toilet tetapi hanya berupa dinding bamboo yang di buat dibawah pohon. Kondisi itu mengingatkanku tentang pos jojorokan yang lawalata buat setiap SLK ke halimun. Jika kita melihat kearah kiri, maka akan terlihat tampilan pura yang biasa digunakan untuk bersembahyang umat hindu.


hmmm….nyaman sekali tempat ini memang. kami segera mengeluarkan segala perlengkapan yang diperlukan malam itu. Terutama kompor dan makanan yang digunakan untuk menghangatkan tubuh.

Friday, July 17, 2009

Ujian untuk Indonesiaku

Hari ini, kembali terjadi lagi sebuah tragedi yang disengaja untuk merenggut nyawa orang lain. Setelah dulu Hotel JW Marriot pernah di bom, kembali lagi tadi pagi bom itu meledak di hotel itu. hanya saja, hari ini bersama dengan Hotel Ritz Carlton tak lama setelahnya. Mungkinkah sudah saatnya hotel itu mengganti namanya??? (*orang jawa mode on).

Seperti biasa, berita sensasional pasti akan ditangkap secara berlebihan dan diberitakan ulang secara lebih berlebihan lagi. Wartawan berlomba untuk segera turun lapang dan mengambil posisi strategis untuk meliput, menemukan orang-orang yang dianggap layak dan actual sebagai saksi, stasiun TV berlomba untuk memperoleh video amatir, media online mulai membuat berita yang dramatis dan kadang nggak penting, tiap-tiap orang berlomba mengupdate statusnya….dan lain-lain dan lain-lain.

Aku pribadi, hanya bisa merasa sedih, iba, kasihan, dan turut berbela sungkawa dari jauh kepada semua pihak yang menjadi korban. Mengutuk, mencaci, menghujat, dan menyumpahi para pelaku yang mungkin merasa bangga, bahagia, atau bahkan puas setelah melihat aksinya berhasil membunuh orang. Mengirimkan doa agar semua pihak mendapatkan yang terbaik. Setia membaca berita di internet, menonton berita di TV, dan mendiskusikan betapa diluar sana selalu ada orang-orang yang tidak jantan dan bersikap pengecut sehingga mampu melakukan hal-hal buruk seperti itu dengan opa dan oma.

Ada banyak hal dan banyak orang yang dirugikan dari kejadian ini tentunya. Para korban yang meninggal, tentunya rugi besar karena nyawa mereka direnggut paksa oleh orang yang tidak bertanggung jawab. Keluarga para korban, tentunya dirugikan karena kehilangan bagian dari anggota keluarga mereka, dan bahkan mungkin tidak ada lagi orang yang menjadi tulang punggung perekonomian keluarga mereka. Para kekasih atau orang terdekat korban, pasti dirugikan karena harus kehilangan orang yang mereka kasihi.

Dari sekian banyak korban, salah satunya adalah Presiden Direktur PT. Holchim Indonesia. Pastinya lebih banyak lagi kerugian yang beliau derita. Tanggung jawab yang belum sepenuhnya terlaksana, pekerjaan yang masih menggantung, dan juga hutang pekerjaan kepada Negara ini juga pastinya tidak sedikit. Keluarga beliau, teman-teman beliau, sahabat, serta para karyawan beliau, pastinya merasa dirugikan sekali. Terlebih apabila semasa hidupnya beliau, menjadi orang yang dicintai banyak orang, tentu kehilangan itu akan semakin mendalam.

Selain kerugian manusia dan hubungan antar manusia, masih banyak lagi kerugian yang terjadi. Kedua hotel yang menjadi kebanggaan negri dan menjadi tempat favorit para tamu negara ini, harus hancur lebur dan mengalami kerusakan fatal. Berapa biaya yang harus dikeluarkan untuk memperbaiki kerusakan2 tersebut??? Berapa kerugian yang terjadi akibat hilangnya kesempatan pemasukan dari para investor setelah kejadian ini??

Belum lagi kerugian Negara akibat dari anjloknya kepercayaan dunia terhadap Indonesia. Indeks saham, nilai tukar rupiah, dan tentu saja stabilitas perekonomian di Indonesia mulai terancam. Dan stabilitas keamanan sudah barang tentu menjadi sasaran utama kehancuran. Banyak yang mengatakan bahwa ini hanyalah suatu konspirasi dari kubu SBY untuk mengalihkan polemic tentang kerancuan DPT. Ya Tuhan….kayaknya yang punya pendapat kayak gini udah saatnya masuk surganya sendiri deh…sempit banget nggak sih pikiran seperti itu???

Tadi siang, sempat melihat pidato kenegaraan presiden SBY sewaktu pers conference dari Istana Negara. Terlihat betapa masalah ini merupakan masalah yang sangat memukul beliau. Dengan terharu, sedih, dan tersendat-sendat, beliau mengungkapkan perasaan dukacita yang mendalam atas tragedy ini. Beliau juga mengajak semua rakyat untuk bangkit memerangi teroris dan penjahat. Beliau mengatakan pula bahwa tragedy ini mungkin saja berhubungan dengan hasil akhir pemilu. Namun mungkin juga tidak. Yang jelas, beliau menyampaikan bahwa saat ini, beliau menjadi salah satu sasaran para teroris dengan ditunjukkannya bukti para teroris latihan menembak dengan sasaran foto SBY. Salut untuk inteligen Indonesia.

Kembali kepada masalah para wartawan dan stasiun TV. Belakangan ini, aku sering merasa gerah dengan tingkah polah para penjual berita itu. nggak wartawannya, nggak TV nya, semua sama saja menjadi teralu lebai dan kurang memperhatikan masalah etika. Aku nggak tahu seperti apa etika jurnalistik, yang aku maksud adalah etika kehidupan bermasyarakat. Dari kasus ini, akupun merasa gerah lagi. Mulai dari wartawan dilapangan yang “sok” ingin up to date, yang akhirnya malah jatuhnya menjadi norak. Ketika ada korban yang kesakitan, cameramen, reporter, masih saja asyik berkoar-koar nggak karuan. Emang nggak bisa ya, kalau mengutamakan keselamatan korban, baru kemudian menjadikan berita??? Yang aku lihat, justru mereka mengutamakan korban sebagai bahan berita. Damn shit…

Padahal informasi yang mereka sampaikan juga nggak yang penting dan keren. Malah lebih mengarah pada “nggak penting n nggak perlu”. Belum lagi, reporternya sering terlihat nggak siap dan asal-asalan. Pertanyaan sering belibet dan diulang-ulang. Pliss donk ya…. Diluar kasus ini, aku juga empet sama wartawan kalau sedang meliput kecelakaan. Kadang orang yang udah ditandu, masih juga ditanya-tanya. Seperti kemarin, sewaktu ada anak SMU yang meninggal setelah ikut kegiatan MOS, wartawannya nanya-nanya mbelibet ke ibu korban. Padahal kan terlihat jelas ibunya empet banget karena masih berduka. Tolong deh sodara-sodara wartawan, ditelaah lagi apakah semua itu sebanding dengan psikologis orang. Be aware and be smart gitu ya….

Untuk informasi dari dunia maya, masih lebih baik, sebaik Koran dan media cetak lain. Karena beritanya lebih masuk akal dan disampaikan dengan bahasa tulis, maka kita tidak perlu melihat kelebai-lebaian para wartawan itu.

Untuk update status, ini juga cukup membuat gerah, karena banyak sekali orang-orang yang mulai berspekulasi. Padahal kan kata Kapolri juga, jangan kita terlalu cepat menuduh A, B, C. semua masih belum jelas. Kebanyakan teman-teman ku itu, mengatakan hal-hal yang tidak jauh-jauh dari “umat muslim”, “non-muslim”, “teroris muslim yang disalahkan”, “orang muslim jadi korban”, dll. Itu sangat membuatku kegerahan. Capek deh….

Kebanyakan diantara mereka, mengeluh bahwa umat muslim jadi korban, kenapa umat muslim yang dipersalahkan, lagi-lagi umat muslim dijadikan korban, dan lain-lain. Aku hanya merespon 2 kali. Yang pertama “lebih baik lagi, kalau korbannya bukan dari umat manusia, toh mau muslim atau bukan, semua umat adalah saudara”. Muncul lagi komentar bahwa selalu saja umat muslim yang di salahkan jika ada tindakan teroris…bla..bla..bla….dan komentarku yang kedua “tapi melihat sejarah Indonesia, bukan hal yang salah juga. Apalagi kalau pernyataan umat muslim dan umat bukan muslim itu terus saja digunakan”. Bener nggak??

Selalu saja banyak orang yang menggunakan pernyataan kita ini “orang muslim”, dan mereka adalah “non-muslim”. Entah kenapa, kalau udah ada yang bilang seperti itu didepan hidungku, hati ini pasti terlintas perasaan “malu” menjadi orang sealiran dengan mereka. Tak jarang dalam obrolan santai dengan teman-teman, kami menganggap bahwa semakin lama mereka-mereka yang hobby mengatakan “mereka itu non-muslim” hanya mempermalukan diri dan mempermalukan agamanya sendiri. Toh orang-orang di seluruh penjuru tanah air ini kan bukan orang yang bodoh dan berpikiran sempit begitu. Malu nih….

Dan kerugian yang akan menjadi hot di negri ini adalah pembatalan MU untuk tampil di Indonesia sebagai bagian dalam Tour de Asia nya. Hahahahahhahahaha………….
Tertawa miris bisaku. Setelah bulan-bulan terakhir ini perasaan bangga mencuat di Indonesia, harus di banting lagi semua euphoria ini… sungguh sayang disayang. Kasihan sekali para penggemar bola yang sudah membayar mahal tiket nonton itu. namun jauh lebih kasihan lagi pihak 3 yang harus mengganti semua biaya tiket yang terbeli. Secara pihak EO tidak mau mengganti kerugian karena musibah ini tidak termasuk dalam klaim nya. Ini adalah kejadian di luar dugaan..

Ujian berat untuk Presiden SBY, tapi merupakan batu loncatan menuju satu tingkat yang lebih mulia. Biarlah mereka tertawa, karena hanya itu yang bisa mereka dapatkan…
Maju terus Indonesia….
I Love You so Much

Thursday, July 16, 2009

Lebih Baik “Pernah” Dari Pada “Tidak Sama Sekali”

Lagi-lagi aku belajar untuk berbisnis. Entahlah….apakah memang apa yang aku lakukan sekarang ini layak disebut sebagai belajar bisnis, ngikut-ngikut, atau malah hanya sebuah tindakan tanpa pikiran. Whateverlah……yang penting happy.


Berawal dari info bahwa hari itu teman-temanku pergi ke pusat alat-alat outdoor di Jakarta. Mereka memberitahukan bahwa tepat itu sedang mengadakan diskon besar-besaran untuk barang-barang lisensi luar negri. Dan layaknya jamur, anak-anak pun langsung rajin menyambangi tempat itu. sampai suatu saat salah satu dari mereka mengungkapkan sebuah ide untuk berjualan barang-barang itu disekitar kampus. Dan akupun mengiyakan saja untuk ikut menanam modal.


Alhasil, transaksi untuk mentransfer uangpun segera dilakukan. Dengan modal Rp. 3.000.000 dari 3 orang, kamipun memulai belajar berjualan barang-barang outdoor khususnya daypack dan carrier. 2 orang partner kerjaku kembali ke Jakarta dengan naik motor untuk membeli barang-barang yang menurut kami layak jual. Dan rupanya sejumlah 17 item menjadi pilihan mereka.


Sayangnya, setelah beberapa hari menyimpan barang dan merancang akan seperti apa model jualan kami, 2 orang partner kerjaku itu punya agenda di luar kota semua. Tinggalah aku yang nggak punya banyak waktu keliling menjual barang-barang ini. How come????


Tetapi, rupanya factor lucky masih saja bersahabat denganku. Entah bagaimana caranya, selama mereka pergi, aku ternyata bisa menjual hampir setengah dari barang yang ada. Horraaayyy….

Menyenangkan memang ketika kita bisa melakukan apa yang kita sukai dan didukung oleh orang-orang yang dekat dengan kita. Masalah bagaimana usaha ini nanti kedepannya, bisa kita pikirkan nanti. Kalaupun memang hanya sebatas menghabiskan barang yang adapun, aku tidak merasakan itu sebagai masalah. Toh aku memang senang mencoba sesuatu, daripada mati karena rasa penasaran. Sebagaimana dulu aku mencoba jualan jus strawberry dan kertas daur ulang.


And the nexy agenda to try is “Improvement Kaki Langit-Citarik River with the Diva’s as artist manager.” Hwaakkakakaka…..smangadh girls…!!!

Monday, July 13, 2009

Pagi Yang Dingin

Pagi ini dingin sekali ya teman-teman???
Alarmku berbunyi jam 05.00 disusul reminder berbunyi pukul 05.15.
Apa yang terjadi??? bangun, lihat handphone, matiin alarm n reminder, set ulang alarm n reminder jadi jam 06.00.
Setelah alarm berbunyi, bangun, lihat handphone, matiin alarm n reminder, merem melek dulu sambil mengumpulkan nyawa....eh, malah ketiduran lagi.
Baru on banget setelah jam 07.00...
Dasar, pemalas sekali kamu anak muda???
bangun, ke kamar mandi....Brrrrrrrrrrrrrr......duingin pooollll
pulang naik motor sebagai penumpang, duinginnya tetap terasa menusuk tulang.
Bagaimana dengan supir gw???
sampai dirumah, mandi pagi...hhwwaaaaaaaaaaa.....makin mak nyusssss
bersin, mampet, dengan senang hati dateng lagi...as usuall...
berusaha memanggil, mengingat, dan menggali ide....gagal...
dingin tetap menusuk....mules...hahaahahaha...
semua minta untuk di priorotaskan.. cape' deh..

smangadh....smangadh...