Aku tersentuh dan sangat tertarik dengan behind the scene cerita itu. Ini dia videonya....
Yang menarik menurutku adalah kisah panjang yang terjadi diantara kedua manusia dewasa yang disebut mom and dad dan si pembuat cerita, yaitu si anak. Iya... Karya yang begitu baik, begitu indah, dan begitu bermakna yang dibuat oleh seorang anak yang umurnya belum genap 9 tahun itu, tidak akan terjadi tanpa sesuatu yang luar biasa di antara mereka.
Mungkin di dunia yang fana dan banyak orang yang masih berpikiran "cuma gw dan kepercayaan gw yang paling bener ini", akan banyak yang kontra dengan isi dan niat si anak dalam membuat cerita ini. Seperti banyak komentar yang ada di bawah video itu langsung, ataupun di medsos nya si ayah.
Kebanyakan akan bilang 'setiap perceraian akan selalu mengorbankan anak'. "orang tua egois karena bercerai dan mengorbankan anak". Atau banyak komentar lain yang serupa tapi tak sama. Mungkin memang ada yang benar... Namun tidak 100% benar menurutku.
Meskipun begitu, aku tidak mau juga kalau harus melewati tahap itu. Naudzubillahimindzalik... Mudah2an Tuhan melindungi ku dan keluargaku dan memberikan kebahagiaan dalam keluarga ini. Aamiin.
Kembali ke cerita si anak. Si anak dalam ceritanya menyatakan bahwa dia merasa bahagia melihat mom & dad nya berpisah, karena itu membuat dia tidak harus melihat mereka bertengkar. Mungkin juga membuat dia tidak lagi melihat ibunya menangis. Karena jujur deh buat yang para anak, melihat ibunya menangis adalah hal yang sangat menyiksa kita bukan? Aku sih iya... Sampai pernah terfikir bahwa siapapun yang membuat ibuku menangis lagi, harus beradu pedang sama aku. hahaha....#alay.
Mungkin saja itu adalah jalan indah dan nyata dan terbaik yang diambil oleh Dedy, Kalina, dan Azka. Dan kelebihannya lagi adalah mereka berasal dari keluarga berada, jadi mau beli rumah yang deketan dan tetap liburan bareng kemana-mana ya tetap bisa. Eits, bukan itu pointnya... hehehe
Menurut pendapat goblok ku, mereka begitu dan akhirnya memilih untuk begitu, adalah hasil dari kedewasaan mereka dalam berhubungan. Cieeh, sok tau. Ya keleus....
Bayangkan...
Suami istri berantem, damai, berantem lagi, damai lagi, berantem lagi dan lagi sampai lupa cara damai. Biasanya apa endingnya? Cerai kan? Iya...
Apa bedanya sama Dedy dan Kalina? Mereka toh juga berantem melulu seperti digambarkan anaknya. Bedanya kemudian mereka (mungkin) diam, menarik nafas panjang, menatap (photo) si anak, dan saling berbicara secara dewasa. Mereka menarik diri dari pertengkaran mereka yang entah apalah itu sebabnya, kemudian meletakkan anak mereka ditengah2 mereka. Apa yang mau kita lakukan demi anak kita? Dan (mungkin) mereka memutuskan untuk lebih baik berpisah secara baik-baik.
Nah, tidak sedikit sebetulnya yang berpisah secara baik-baik begini di kehidupan nyata para artis. Beberapa ada yang memang baik. Beberapa ada yang awalnya baik, tapi menjadi tidak baik ketika sampai pada pembahasan hak asuh anak (yang ujungnya duit), bahkan ada yang katanya pisah baik-baik tapi cuma pas konferensi pers doank. Dibelakang itu kalau diajak ketemu, pasti lebih jago dari bajaj ngelesnya. hehehe... Namanya juga artis. Kenapa harus artis contohnya? Ya karena yang banyak diberitakan detailnya kan para artis... :-p
Aku sempat melihat dan mengingat sekilas ketika Dedy dan Kalina mengumumkan perceraian mereka beberapa tahun lalu. Aku melihat bagaimana Kalina menangis sedih dan dipeluk oleh Dedy, dan Dedy mengatakan bahwa "saya mencintai istri saya, dan saya yakin istri saya mencintai saya dengan sangat. Karena itu kami harus mengambil jalan ini agar tidak lagi saling menyakiti." Kayaknya sih gitu bunyinya.... Atau sedikit banyak deh... Atau mungkin aku lebay. hehehe
Tapi betul... Melihat bagaimana cara mereka menikah, kemudian punya anak, memutuskan untuk berpisah, dan menjalani konsekuensi mereka setelah berpisah dengan adanya anak, patut di acungi jempol. Sampai bisa membuat anaknya tidak merasa kehilangan/broken home karena perpisahan orang tua? Luar biasa. Sampai bisa menyimpulkan sendiri bahwa tidak ada yang berubah dari status anak, dan yang berubah hanya bukan lagi suami dan istri? Another luar biasa.
Hanya satu yang masih membuatku bertanda tanya, karena aku masih merupakan anak perempuan yang lahir di ndeso dan dengan pikiran ndeso yang nggak hilang-hilang. Bagaimana si azka ini nanti melihat 'Pernikahan'? Bagaimana Dedy dan Kalina menyiapkan anaknya pada tahap itu? Ataukah akan sama dengan yang sudah terjadi dengan ayah dan ibunya?
Ini adalah penasaranku yang serius... Tidak main-main... Karena pengalaman orang bisa kita gunakan sebagai lahan belajar yang tak terbatas. Diambil yang baik dan ditinggal yang buruk.
BTW, Great Job Dedy Corbuzer!!!
No comments:
Post a Comment