Bukan karena sedang puasa dan panasnya Bogor sedang cetar membahenol, tetapi karena tingkah laku si Denok K yang kadang menurutku
Yang paling membuatku meleleh adalah kebiasaan Denok K yang selalu berusaha menenangkan hati Bunda dan Ayahnya. Dia selalu berusaha tampak kuat dan baik-baik saja, meskipun dia sedang kesakitan. duuuhh... Sweet banget sih kamu deekk....
Contohnya:
Kejadian 1:
Suatu malam dia sudah tertidur lelap. Saat aku memasuki kamar untuk mengeceknya, aku melihat seekor nyamuk hinggap dengan nyamannya di tangan dia. Akupun meneok nyamuk itu sampai
Aku: "Gatel ya dek? Digigit nyamuk ya? Nyamuknya nakal ya gigitin dedek? " kataku sambil mengusap2 bekas gigitan nyamuknya.
Denok K: "Nggak papa.... Nggak papa...." dan diapun berbalik badan dan tidur lagi.
Kejadian 2:
Ketika kami mendatangi Book Fair di salah satu mall di Bogor, dia aku turunkan didekat pintu masuk arena book fair. Sementara ayahnya membayar beberapa buku sudoku, aku berniat meluruskan punggung. Menggendong Denok K beberapa menit saja, sudah membuat lenganku lunglai.
Belum satu menit kulepaskan dia, dia sibuk memegang ini itu. Dan tanpa kusadari, dia memegang lampu sorot kuning yang aku yakin panas sekali karena menyala sepanjang waktu. Kontan saja dia menangis. Sedikit panik aku langsung mencuci tangannya dengan air minumnya. Kulihat semburat merah di jari telunjuk kanannya, tempat yang sama dengan lokasi terbakar knalpot tahun lalu. Hiks... Sedih sekali rasanya. Berkali-kali aku bilang maaf karena lalai padanya. Setelah beberapa saat, tangisnya mereda.
Aku: "Sakit ya dek? Maaf ya... Bunda teledor nggak jagain kamu..." Diapun terisak-isak.
Setelah selesai agenda di bookfair, kamipun pulang. Di perjalanan, dia aku dudukkan di tengah dengan selimut menempel. Sesekali aku dengar dia mendesah:
Denok K: "sshhh... sakiit..."
Aku: "Sakit ya dek? Mana bunda lihat tangannya..." Kataku sambil meraih tangannya dari balik selimut. Namun dia menolak untuk menunjukkan tangannya, dan malah menyembunyikannya lebih dalam.
Denok K: "Nggak papa... Nggak papa...." begitu terus beberapa kali.
Dan aku sedih sekali sampai berkaca2 sepanjang jalan. Anakku...anakku....
Kejadian 3:
Karena aku sedang ada janji call dengan rekan kerjaku, maka sore itu Denok K mandi dibantu tetehnya. Aku dari ruang kerjaku yang letaknya bersebelahan dengan kamar mandi bisa mendengar jelas perbincangan mereka.
Dari diskusinya, sepertinya teteh menyiramkan air sampai terkena matanya Denok K.
Teteh : "Aduh, dek... pedes ya dek?"
Denok K: "Nggak papa... Nggak papa..."
Teteh: "Nggak papa ya... dedek pinter ya... nggak nangis ya..."
Denok K: "Nggak papa... nggak papa...."
Bundanya yang sedang melototin laptop tiba2 pandangan matanya kabur.... hiks... Bijak sekali kamu dekk....
Dan masih banyak lagi kejadian yang berujung dengan "Nggak papa... Nggak papa....". Baiklah miss nggak papa... Thank you so much for making me feel so much better.
Stay health and be happy always ya dear denok K...
We love you to the max and back and forth back and forth pokoknya :-)
No comments:
Post a Comment