Friday, December 2, 2011

Meet And Greet, Working, and Make a Story

Senang sekali rasanya diberi kesempatan untuk bisa jalan2. Meskipun jalan2 dalam rangka pekerjaan, tetapi rasanya lebih ke jalan2 betulan. Dan yang lebih membuat senang adalah kesempatan untuk kembali bertemu dengan teman2 kerja yang (kebanyakan) hanya bisa bertemu setahun sekali ini. Waahh.... Bisa ketemu sama mas2 yang itu lagi? hahahaha.... (eitz.... nakal sekali...) :p



Disiplin yang sangat tinggi....

Itulah satu hal yang sangat aku rasakan ketika berada di University of Hawaii. Sangat berbeda dengan Indonesia. Bukan berarti Indonesia memiliki semua keburukan di dunia ini, namun untuk hal kedisiplinan, Indonesia memang kalah jauh. Namun begitu, jika kita lihat dari sisi positifnya (see, selalu saja ada keuntungan di balik ketidakuntungan), akan terasa banyak sekali keuntungan tinggal di Indonesia dengan segala ketidak disiplinannya lho....

Salah satunya ketika kita harus memulai acara (meeting) jam 8 pagi. Kalau di Indonesia, meeting Jam 8 pagi, kita bisa mulai masuk ruangan jam 7 bahkan kurang. Tinggal bilang ke bapak2 yang pegang kunci, dan jreng2.... Kapanpun kita mau, kita bisa pakai ruangan itu. Begitupun dengan waktu pulangnya. Kalau kita masih perlu ruangan, kita tinggal bilang aja mau pakai sampai larut. Note : Tinggal bilang = Uang rokok dan senyum paling lebar nan menawan.

Di Amerika ???

Hahaha.... It's not gonna happen. Bisa sih terjadi, tapi invoice tambahan yang angka hitungnya dimulai tepat 1 detik sebelum jam buka atau 1 detik setelah jam tutup akan segera dikirim ke bagian admin/logistik kita. Setiap kelebihan detik atau menit, akan menjadi tagihan kelebihan 1 jam kita. Tidak ada kata 'toleransi' untuk ini. Awalnya, aku yang harus bersiap2 dan mempersiapkan beberapa logistik untuk keperluan meeting tidak menyadari hal itu. Dan ketika petugas kebersihan/cleaning service membuka pintu dan melakukan pekerjaannya di ruangan, aku ikut masuk dan langsung setting ini-itu saja. Tapi sore harinya, aku mendapat teguran dari bagian logistik "Kamu tadi pagi masuk sebelum jam 8 ya? Kita jadi dapat tagihan lebih untuk penggunaan ruangan... "

Hehehe.... ya maap. Maklum, saya sangat Indonesia sekali dalam hal ini. hahhahahaa

Akhirnya, untuk waktu2 setelahnya, aku memilih untuk mencicil setting ini/itu di lorong saja. Lumayan juga. Paling tidak bisa menyalakan laptop dan memastikan pekerjaan2 yang kecil2 bisa selesai duluan, atau paling tidak bisa segera siap digunakan ketika waktu menunjukkan 'saatnya masuk'. :)


Seperti biasa, bukan wilis namanya jika tidak melakukan sesuatu yang konyol dalam tanda kutip norak. Scara kan salah satu semboyanku yang cukup terkenal adalah "norak-norak bergembira alias biar norak asalkan gembira selamanya". Hahaha....

Salah satunya adalah ini.... Kejadian norak-norak bergembira ini terjadi disebuah sore yang seharusnya khusyuk dan syahdu. Ketika Bos Besar sedang mengadakan presentasi penutupan yang mengutarakan perkembangan dan keberhasilan organisasi, aku sedang berusaha keras mendapatkan photo seluas mungkin di ruangan itu. Kenapa? karena aku dan salah satu rekan kerjaku baru menyadari bahwa koleksi photo 'yang benar2 meeting' kami sangat sedikit. Karenanya aku berusaha mengambil photo sebisa mungkin.

Di saat aku sedang khusyuk2nya cari angle dan posisi yang ok untuk menjepret, aku lihat dari kamera yang sedang ku bidik semua orang bertepuk tangan. Kemudian mereka semua memalingkan mukanya kearahku, sambil masih bertepuk tangan. Dan telingaku dengan salah dan seenaknya saja mendengar suara Big Boss bilang "....Clapping to Willis.... take a photo.... ". Jadi secara reflek, aku langsung menurunkan kameraku dan bergaya seperti orang dari Kerajaan korea yang memberi hormat. Tau kan? Posisi dua telapak tangan membuka di samping kepala, dan bergerak menunduk-berdiri beberapa kali? Plus tidak lupa mulutku mengeluarkan kalimat ajaib "thank you.... thank you..... " (hahaha... Pinterrrrr.....)

Dan semua orang dengan semangatnya langsung tertawa terbahak2 sambil terus bertepuk tangan. Ouw....ouw.... Baru deh aku sadar kalau 'something wrong' dengan telingaku. Rupanya pak Big Boss memintaku mengambil photo mereka semua yang sedang bertepuk tangan.... hwekekekeke..... Amazing kan? ck..ck...ck... Untung rasa maluku sudah terkebiri dari jauh2 hari, jadi semua tetap merasa happy... hwakakkaa. Dan ternyata photo yang aku dapat justru lebih lumayan lho.... semua orang bertepuk tangan sambil tertawa... Nah, terlihat semakin meriah kan? :p


Satu lagi cerita konyol yang terjadi adalah yang mengenai kegiatan download pelem illegal. Tapi cerita itu sudah pernah aku ceritakan sebelumnya. Jadi aku tidak akan menceritakannya lagi. Hanya akan menguak duka lama saja... hwekekekkee..... :p

Begitulah ceritaku dalam edisi pekerjaan. Banyak hal menarik, namun belum terungkapkan. Beberapa mungkin hanya akan menjadi kisahku sendiri, beberapa di antaranya akan mucul ke permukaan suatu saat. Believe me or not... :)

I wanna thank to Mbak Amal yang sudah dengan gigih mendorong dan memaksaku untuk berphoto di phodium. Salah satu adegan yang membuat aku terharu, disamping beberapa adegan yang lainnya. Hehehe.... Mengingat jarang sekali ada orang yang mendesak dan memaksaku untuk di photo dengan kamera profesionalnya. Kebanyakan dari cerita yang ada, akulah yang biasanya memaksa para photografer untuk memoto diriku ini. Ppffiiuuhhh.... Mbak Amal, engkau membuatku terharu sampai2 kepengen garuk2 tanah saja.... :)))


Mudah2an suatu saat nanti aku bisa kembali lagi ke ruangan itu (atau ruangan yang mirip dengan itu tetapi berada di negara yang sama) untuk benar2 bersuara. Bukan sekedar bergaya memonyongkan bibir, memegang mic, tersenyum, atau berteriak merdeka saja. Insya Allah, Amin ^_^


It was a great time in my life.... :)
Thanks for the opportunity....

No comments: