5th Birthday....
Become bigger and stronger...
Become homey to everybody...
Happy birthday SFP...!!! ^_^
******
Yuuhhuuu.....
Setiap tahun, umur selalu bertambah. Umur siapapun, dan umur apapun. Umurku, umur kita, dan umur SFP!!!. :)
Tahun lalu, perayaan SFP dilakukan di Bali, dan tahun ini dilakukan di Hawaii... Ppffiuuuhhh.... (Kalau melihat pemilihan kawasan yang mempunyai 'pantai yang indah dan terkenal', mudah2an tahun depan perayaannya dilakukan di Maldives). Let's cross our fingers friends... ^_*
Di ulang tahun yang kelima ini, rupanya terlihat bahwa kantorku tercinta ini sudah sangat berkembang dan beranak pinak. Pertambahan orangnya semakin cepat. Ciihhhuuyyy.... Senangnyaaa... :)
Acara ulang tahun pasti akan terasa sangat kurang kalau tidak ada potong kue atau potong tumpeng. Dan di Hawaii nampaknya sangat sulit menemukan toko tumpeng, karenanya kita akhirnya melakukan pemotongan kue. Assyiikk.... Eh ternyata, bukan hanya 1 kue yang harus dipotong, tetapi 5 kue. Astaga.... sedikit lebay dan alay nggak sih? Jangan2 nanti kalau ulang tahun ke seratus, kita akan potong 100 kue juga? Tapi nggak papa, kue nastar aja kalau gitu. hwekekeke.....
Pemotongan kue dilakukan di rumah pak bos besar yang elok sekali (hahaha, elok? kayak orang malaysia banget yaks). Rumahnya menghadap Diamond Head donks. huhuhu.... so envy... Pertama kali memasuki pekarangan rumahnya pak bos besar, yang terucap cuma satu kalimat... "Wah, rumahnya sangat Indonesia sekali...!!!" Tak lupa dengan mata berbinar dan takjub.
Kenapaaa? Karena halaman rumahnya pak bos besar ini ditanami tanaman2 tropis yang dulu ada di kampungku semua. Sebut saja yang namanya tetehan, kembang mangkok'an, keris2an, palem, kembang sepatu2an, dan masih banyak lagi tanaman2 Indonesia banget itu. Dan setelah masuk ke bagian dalam rumah? Hehhee.... berasa masuk ke mirota batik. Perabotannya dari kayu, taplak - gorden - sarung bantal kursi nya dari batik. Souvenir2nya dari kayu dan motif batik. Hiasan2 yang ada di lemari pajangan juga kebanyakan barang2 etnik dari Indonesia. Oohhh..... *Sing* It feels like home, to me.... it feels like home....

Dengan sibuknya kami (aku dan beberapa orang doank) main jepret sana jepret sini mengambil sudut2 rumah untuk dijadikan tempat berphoto. Background Diamonhead, birunya pantai, dan jernihnya langit membuat kenyamanan yang tak terhingga. Pantesan pak bos besar dan bos nyonyah ini membatalkan niatnya tinggal di Indonesia. Persaingan yang tidak terlalu sulit untuk di pilih kalau begitu. Indonesia dan Hawaii. Berasa hidup di surga dunia... syalala....lala...lala....

Sambil menunggu makanan siap dan orang2 berdatangan, kami berkeliling rumah, melihat sana-sini, mengobrol sana-sini, dan menjepret sana-sini. Aku sangat terobsesi untuk bisa mendapatkan photo yang bagus dengan background Diamond head. Karenanya aku banyak berphoto di bagian samping rumah pak bos besar. Tapi rasanya, sessi pemotretanku itu kurang maksimal karena aku jadi demam panggung. Lokasi pengambilan gambarnya berdampingan dengan lokasi pusat orang2 ngobrol. Jadinya aku mirip seperti topeng monyet yang sibuk berlenggak-lenggok yang ditonton gratis oleh masyarakat. Ck..ck..ck... Pasti dalam hati mereka berkata "penyakit macam apa ya yang diderita anak ini? photoooo melulu kerjaannya". hahahhaa.... Maaf pak, ini namanya penyakit noraknya orang Indonesiah... :))))
Makanan yang disediakan bos besar
dan bos nyonyah juga mantabs sekali. Makanan 4 sehat 5 sempurna plus 1 lagi perkasa deh. hahahaa. Semua makanan yang disuguhkan enak rasanya, kecuali 1. Lidahku rada susah menerima olahan ikan yang kurang berasa itu. Maklum, di rumah biasa dihajar pakai cabai dan bumbu2 yang rasanya luar biasa, terus musti makan makanan yang rasanya cuma bau ikan aja? *tepok jidat* addoohh....
Nah, untuk acara makan ini, ada lagi kisah klasik yang terjadi. Ck...ck...ck.... (*Guardian Angelku langsung bilang: Wils, bisa nggak lu menghindari sesuatu yang rada2 aneh? be safe, be nice, dan be cool gitu?) hehehe. Jadi kali ini ceritanya adalah seputar daging. Pengennya sih diceritakan detailnya, tapi menimbang dan memperhitungkan kelebihan dan kekurangan yang bisa terjadi sepertinya lebih baik di keep aja. Intinya adalah please, let me eat everything without regrets, don't speak anything about everything before eating. :)))))
Setelah lelah berphoto dan makan,

akupun bergabung dengan orang2 yang sibuk berbincang2 di sudut halaman. Spot yang sangat sempurna untuk mandi sinar matahari sore. Kami semua mentertawakan hobi berphoto orang2 narsis jaman sekarang, terutama kaum muda2 (seperti sayah...hueekk...cuiihh...).
Temanku Jack, yang juga bekerja sebagai pengajar, mengatakan bahwa dia juga punya mahasiswa bimbingan yang hobinya photo. Diapun menunjukkan beberapa photo yang pernah dikirimkan mahasiswanya itu. Oh no...
ternyata mahasiswanya itu sama narsisnya dengan anak2 Indonesia jaman sekarang. Hobinya photo di depan laptop dengan berbagai posisi dan raut muka. Yang membuat aku heran adalah, ngapain juga itu mahasiswa kirim2 photo begituan ke dosennya? hahaha, ada2 aja.
Semakin sore, semakin ramailah spot tempat kami berbincang2. Kejadian yang mengharubirukan hatikupun terjadi disitu. Kenapa? Karena tiba2 ada 1 teman kerjaku yang orang Russia, mendatangi kami dan berkata "Tolong dong, ambilkan photoku bersama dengan Wilis.." Gubrakkkk..... Rasa terharu yang mendayu2 langsung menyusup ke jantung hatiku. Tumben ada orang minta photo sama aku? Biasanya, aku yang sibuk minta photo sama orang... huhuhu... pengen ngurek2 tanah nih jadinya... hahahhahaa....
Dan ternyata, ada lagi satu orang Portugal yang datang dan minta photo juga sama aku. Addduuhhh..... mimpi apa aku yah.... kataku dalam hati. Mungkin mereka merasa sangat jarang ada kemungkinan dan kesempatan photo bersama orang gila tanpa takut diserang, dan yang bisa berkomunikasi dengan baik begini. hweekekkkekkekee.....
Oh iya, satu lagi kejadian mengharukan yang membuatku senang, masih berhubungan dengan photo. Akhirnya aku bisa photo bersama dia yang namanya tak boleh di sebut (halaaahh... lebay!!!). Keinginan untuk photo bareng sudah ada sejak awal, tapi malu dan ngeri dibilang norak membuatku undur diri. Eh ternyata, malam itu ada saja jalan menuju ketujuan yang muncul secara tak sengaja. :))))
Karena banyaknya orang yang pegang kamera, jadi memang acara makan malam itu dengan cepat segera berganti menjadi acara photo session. Siapa saja di photo, apa saja di photo, banyak yang minta diphoto begini, begitu, begini, begitu, okelah pokoknya. Daaaannn.... jerengjreeng.... Si Bos nyonyah mendadak muncul dan bilang ke whosoever yang pegang kamera "can you please take my picture with tttuuuutttt.....(sensor_red)". Ow...ow.... kesempatan nih.... kudu cepet disamber.... *kataku dalam hati. :p
"Ehm.... Wendi.... after you....(kataku sambil menunjukkan jari kadadaku sendiri dan ke arah dia yang namanya tak boleh di sebut)".
"Oh my god wilis.... again? ok then...."
Hahahhaa.... Dan setelah bos nyonyah selesai photo bersamanya, aku langsung maju mengambil posisi. Karena ini termasuk kesempatan yang rada langka, akupun bersiap untuk berpose semanis mungkin. Eeeehhh.... belum juga pose pertama selesai dilakukan, teriakan bergemuruh sudah terdengar dari dalam rumah. Seriously???? Walaahh, ternyata teman2ku yang mengetahui akal bulusku untuk berphoto dengan dia yang namanya tak boleh disebut, dengan semangadhnya menyorakiku....
"Hahahhaa.... wilis... ok... dasar.... bla...bla...bla..."
Pppffiiuuuhh..... Jadinya aku grogi dan ti dak lagi khusyuk melakukan sessi photo itu kan? ck..ck...ck... sayang sekali.... Ya sudahlah, tidak apa2. Masih ada beberapa photo bersama yang bisa aku crop bagianku bersamanya koq... heheehehhee.... :p
Akhirnya, sampailah pada penghujung waktu yang mengharuskan kami pulang kembali ke hotel di Kampus University of Hawaii. Tappiii.... dari sekian banyak photo yang dihasilkan, ada 2 photo yang paling terfavorit pilihanku sendiri. hehhehee.... Yaitu photoku bersama dengan beberapa board member yang sedang terjangkiti virus 'narsistis ala wilsss'... ^_*

No comments:
Post a Comment