Wednesday, January 12, 2011

Sudah Saatnya Membuatnya Terasa Biasa

Setiap orang mungkin pernah merasakan keinginan lari dari kenyataan. Terutama apabila kenyataan yang di terimanya terasa pahit dan jauh dari bayangan. Begitupun aku. Tahun yang baru saja kita tinggalkan, tahun 2010, adalah tahun yang sangat2 luar biasa untukku. Entah kenapa, skenario Tuhan terasa sangat mantabs dan dahsyat. Mungkin rasanya lebih dari dahsyatnya skenario2 film box office yang meledak2 di setiap bioskop. Menggetarkan dan unforgetable pastinya....

Sampai dengan beberapa waktu yang lalu, aku masih belum ingin mengurai semua yang terjadi, karena semua masih sangat hangat dan sulit dijelaskan dengan kata2. Secuil dari diri ini masih belum bisa menerima, namun sebagian besar jiwa ini telah pasrah dan mengikhlaskan semuanya. Semua yang berasal dari-Nya, toh pasti memang akan kembali pada-Nya. :)

Saat ini, rupanya aku ingin sedikit menjumput kenangan yang aku punya. Mungkin ini adalah efek dari rekaman iseng yang aku lakukan beberapa waktu lalu di kantor dia. Iseng2 aku membuat rekaman lagu "Desaku". Tidak bagus, tapi lumayan juga kalau dipakai untuk musik pengiring di kumpulan photo2 yang aku punya. Pasti jadi syahdu tralala... :p

Desaku yang kucinta
Pujaan hatiku
Tempat ayah dan bunda
Dan handai taulanku
Tak mudah kulupakan
Tak mudah bercerai
Selalu kurindukan
Desaku yang permai

Ya... Aku merasa merindukan desaku yang ku cinta. Desa yang selalu aku banggakan sebagai tempat lahir dan dibesarkan, tempat aku menjalani masa kecil dan kanak2ku sebagai anak kampung. Aku merindukan tempat2 yang dulu menjadi bagian penting dari penggalan2 kisah laluku bersama dengan keluarga, teman, dan sahabat2ku. Tempat aku berkata "aku pulang" ketika aku merasa dunia mulai menggila.

Yang terberat dari hal berat yang pernah kurasakan, sudah kulalui. Melihat kedua orang yang paling kita cintai menangis dan menangis karena kehilangan. Apalagi yang bisa lebih membuat kita sedih daripada itu? Apalagi yang dapat membuat kita merasa berduka selain melihat orang yang kita cintai tertunduk karena duka yang mendalam? Apalagi yang patut kita tangisi selain melihat kedua orang yang kita cintai menangis tersedu merasakan nestapa? Bagian yang sulit untuk dihadapi olehku.

Menunggu saat2 ketika mereka berhenti menangis, adalah saat dimana waktu bergulir lambat. Setiap air mata yang menetes ketika melihat reruntuhan adalah bayaran untuk setiap keringat yang mereka cucurkan ketika mereka membangun. Setiap pernyataan kesedihan yang mereka lontarkan ketika melihat puing adalah bayaran untuk setiap semangat yang mereka kobarkan ketika mengumpulkan. Meskipun mereka tahu bahwa semua hanyalah titipan yang sewaktu2 dapat diminta kembali oleh-Nya, mereka layak terkejut melihat bagaimana caranya Dia meminta milik-Nya.

Kenyataannya,
Aku hanya kehilangan kenangan....
Namun mereka kehilangan hampir semua yang mereka punya....

Kenangan indah yang aku punya, adalah apa yang mereka ukir dan torehkan ditempat kami hidup, tumbuh, dan berkembang. Tempat yang mereka bangun dari nol dengan semangat dan pengorbanan. Kenangan2 yang aku punya adalah kenangan manis tentang sebuah rumah, keluarga, dan sebuah desaku yang kucinta.

Apa yang mereka punya adalah semangat, harapan, doa, selain juga harta benda. Apalagi yang tersisa dari yang mereka punya? Harus ada yang tersisa, meski semua tak kasat mata. Semangat,harapan, dan doa adalah hal yang tidak boleh lenyap dari mereka semua. Tak mengapa harta dan benda yang telah hilang, selagi mereka masih memiliki semangat, harapan, dan doa yang berlimpah. Dengan keyakinan bahwa selalu ada yang lebih baik ketika kita tidak berhenti berusaha. Doaku untuk kalian semuanya....

Monday, January 10, 2011

Gelisah Tengah Malam

Untuk sebuah alasan yang tak kumengerti, mataku enggan terpejam malam ini. Untuk sesuatu yang tak ku tahu, jiwaku enggan terlelap malam ini...

Disini aku dengan gelisah,
Berjuang melelapkan diri melawan sadar
Rintik hujan tak mampu membuaiku,
Angin malam tak sanggup taklukkanku

Untuk sesuatu...
Sesuatu yang semu

Tuesday, December 28, 2010

Pemain Bola itu Pintar Menulis

Demam bola.... Gila bola.... Pecandu bola.... Tergila-gila bola.... Menggila karena bola....

Banyak sekali istilah yang belakangan ini simpang siur di dunia maya negara Indonesia. Semuanya mengenai bola. "Hampir" semua orang mengungkapkan pendapat, perasaan, dukungan, atau sekedar opininya mengenai bola. Bola...bola...dan bola lagi.

Yang namanya bola memang unik menurutku. Si bundar bulat yang lucu dan imut2 itu hanyalah benda buatan manusia yang tidak memiliki pendirian. Dia selalu mengikuti dan menuruti kemauan orang yang menyentuhnya. Menggelinding kesegala arah, mengikuti arahan penendangnya. Bola, hanyalah benda mati yang uniknya bisa membuat hidup manusia semakin hidup, atau juga membuat orang hidup jadi mati. Itulah bola.....

Bagaimana si bola membuat hidup manusia menjadi lebih hidup?

Lihat saja ketika ada perhelatan dunia untuk sepak bola yang bernama "Piala Dunia". Semua orang dari setiap kalangan, berbagai usia, sama rata sama rasa akan terjangkiti semangat yang menggebu2 setiap hari. Mereka akan rajin melihat jadwal pertandingan, kalau perlu menempelkan jadwal2 itu di sebelah tv, menyediakan makanan banyak sebagai teman begadang, berteriak-teriak ketika pertandingan di mulai. Belum lagi obrolan-obrolan sewaktu bertemu dengan sesama teman, pasti bola dan bola lagi. Seolah2 "semangat" sedang di curahkan Tuhan dari langit sebagai bonus untuk orang2 yang telah bekerja keras setiap harinya. Hidup bola....!!!

Dan bagaimana bola bisa membuat orang yang hidup menjadi mati?

Aku tidak terlalu menggilai bola, namun suka melihat hasil akhirnya. Terkadang pula, ikut menongkrongi TV ketika pemain bolanya ganteng2 saja (untuk Piala Dunia). Lumayan buat cuci mata. hheheheee.... Aku sering update berita bola dari TV atau koran. Dari sana, aku sering melihat adanya berita buruk sehubungan dengan bola. Kadang ada supporter yang ribut dan berkelahi antar supporter hingga menelan korban jiwa (yang begini paling sering kalau pertandingan bola dalam negri). Terkadang, ada pula berita yang menyebutkan bahwa supporter menghajar wasit, hakim garis, dan lain-lain, dan lain-lain. Dan yang paling gress dari semua berita, aku mendengar bahwa ketika terjadi luapan calon pembeli tiket pertandingan bola baru2 ini. Calon pembeli yang membeludak itu menimbulkan kekacauan dan saling desak2an, hingga akhirnya ada seorang pemulung yang meninggal akibat terhimpit di antara antrian. Intinya, ada korban jiwa... Ppffiiuuhh....

Ok..... Seperti yang sudah aku bilang di awal, aku bukanlah penggila bola melainkan hanya penikmat bola saja. Karenanya, aku juga tidak akan banyak berkomentar mengenai bola. Kenapa aku menulis tentang bola sekarang ini? Hanya karena tiba2 saja aku melihat sesuatu yang menarik diantara sekian banyak hal menarik sehubungan dengan bola.

Berawal dari sebuah link yang dibagikan kakak kelasku di SMU melalui situs FB, aku mengetahui hal menarik ini. Rupanya ada pemain bola kita, pemain bola Indonesia, yang punya website pribadi. Akupun membuka link yang di bagikan temanku itu, dan membaca2 isinya. And you know what? tulisannya baguuuusss..... Bagus dalam artian ringan, menarik, mengalir, dan enak di baca. Secara kadang2 aku suka blogwalking kemana2, maka akupun jadi sangat excited sekali menemukan link ini. Terlebih lagi, dia ini banyak sekali menulis. 1..2...3...4... aku hitung tulisannya, cukup untuk kubaca sekian bulan. hahahahhahaa

Dia yang aku maksud adalah Bambang Pamungkas yang biasa di panggil BePe. Sorry ya, bukannya promosi. hehehe.... hanya saja, kalau misal ada yang punya hobi sama kayak aku (blogwalking_red) maka nggak rugi juga kalau kita menyambangi situs ini. :)

Aku sendiri baru membaca beberapa tulisan, dan itu cukup membuat aku semakin "suka" dengan situs ini. Aku juga jadi salut dengan si BePe ini karena dia masih saja meluangkan waktu untuk menuliskan apa yang dia rasakan, dari sudut pandangnya. Itu adalah hal yang cukup penting, mengingat dia bukanlah orang yang selalu online di depan komputer. Tentu perlu sebuah niat kuat untuk bisa selalu menuliskan hal2 yang melintas di kepalanya. Banyak sekali orang2 yang mengalami hal2 luar biasa, namun tidak sempat menorehkannya dalam sebuah cerita, sehingga orang lain tidak tahu apa yang dia rasakan. Dan si BePe ini membagi perasaannya kepada kita (pembaca2 web-nya). sooooo excited,right? :p

Satu tulisan BePe yang sudah aku baca, dan aku setuju banget adalah tulisan dia yang menyebutkan :
"Jangan ambil Garuda dari dada kami"

Teruslah menulis BePe, karena aku suka membacanya ^_^

Ps : thanks to Mahargyani Yogyantari for share the link :)

Friday, December 24, 2010

Yang Tak Bisa Dimiliki Itu Indah

Wilis Juharini "Sedang jatuh cinta pada kenangan... Terkadang sesuatu yang tidak bisa kita miliki, justru semakin terasa indah dan membahagiakan untuk dikenang... Tidak ada yang perlu dilupakan ataupun dilenyapkan dari ingatan... ^_^ "


Seperti biasa.... Selalu saja ada sesuatu yang melintas di kepala ini, ketika waktu tidak berlomba dan diburu oleh tuntutan pekerjaan. :)

Hari ini, tidak seperti hari2 lalu yang begitu menyita waktuku. Hari ini, kami (aku dan temanku) sedikit bersantai. Mungkin karena sebagian besar orang di luar sana sudah menikmati libur, menikmati natal bersama keluarga tercinta, atau cara2 lain untuk melewati hari ini. Sehingga tidak banyak yang "harus" dan "bisa" kami lakukan. Persediaan yang harus aku kerjakan sudah menipis, sedangkan para supplier sedang berlibur. heheheheeee

Santai...santai...santai....
Nonton siaran ulang Bones sampai ngalah2in waktu minum obat (3 kali sehari), sedikit merenung, ngobrol sana-sini dengan orang2 di dunia maya, dan merangkai kata. Belum ada yang berhasil disusun menjadi kalimat, tapi menurutku itu sudah lebih baik daripada hari2 sebelumnya. Hari dimana aku tidak pernah menyusun kata-kataku sendiri, karena kejar setoran. :p

Seperti malam2 sebelumnya, aku masih rajin dan setia melihat keluar jendela. Berharap ada lingkaran emas menyala terang yang bernama bulan purnama di atas sana. Namun, masih juga seperti malam2 sebelumnya, hujan turun menjawab semua permintaanku. Ditolak... Entah kenapa sepertinya cuaca tidak mendukung apa yang ada di hatiku belakangan ini. Dia telah berbuat curang padaku. Dia hanya mengijinkan aku melihat bulan purnama sekali saja, hanya untuk membuka kenangan lama. Dan setelah itu, menutup pintu rapat2 dengan mendung dan rinai hujannya.

Mungkin dia hanya ingin mengingatkan aku, bahwa ada sesuatu yang pernah menjadi penting. Bahwa pernah ada yang membuatku merasa senang, pernah membuatku merasa di dengar, pernah membuatku merasa semua hal di dunia ini nyata. Bulan purnama. Padahal, tanpa perlu diingatkanpun, aku selalu ingat. Tak pernah aku lupa sedikitpun mengenainya. Karena sampai kapanpun, semua akan tetap berharga.

Mungkin juga dia hanya ingin mengingatkanku bahwa aku boleh mengingat, namun tidak boleh lagi berharap. Yaa.... ini yang lebih masuk di akal. make sense... Dia membuatku mengingat semua hal yang berhubungan dengan purnama, namun segera memberikan tanda dengan lampu merah agar aku segera berhenti. Berhenti sebelum aku kembali larut dalam kenangan.

Entah kenapa, aku jadi bersenandung "Andai bulan bisa ngomong... Dia pasti tak akan bohong... "

Dan temanku berkata :
"Aduuuhh.... koq malah merenung....."

Akupun langsung menjawab dengan :
"Iya nih.... sedang mengingat dan mengenang kembali kenangan lama. Sesuatu yang tidak pernah bisa dimiliki..... "

Temankupun meneruskan :
"Aduuh... manis banget kata2nya...."

Aku melanjutkan :
"Terkadang, sesuatu yang tidak bisa kita miliki itu terasa lebih indah kalau diingat. Kalau sedang ingat, justru membahagiakan..."

Dan kamipun tertawa bersama..... Rupanya kami sama2 sedang jatuh cinta pada kenangan... :)

Semoga Menjadi Milik Kita


Ketika ada yang bertanya padaku 2 tahun yang lalu,
"Apa yang ingin segera kamu dapatkan?"

Aku ingat aku menjawab dengan pasti
"Pekerjaan"

Ketika ada yang bertanya padaku 1 tahun yang lalu,
"Apa yang ingin segera kamu dapatkan?"

Aku masih ingat aku menjawab
"Perpanjangan kontrak" :p

Ketika ada yang bertanya padaku 2 bulan yang lalu,
"Apa yang ingin segera kamu dapatkan?"

Aku masih ingat aku menjawab
"Inspirasi untuk mencari tanggal yang tepat"

Semua sudah berlalu, dan ternyata semua berubah....
Apa yang aku inginkan, separuh lebih telah aku dapatkan....
Hanya beberapa yang masih tertunda,
Dan ada beberapa yang sepertinya musti di ganti....

Jika ada yang bertanya padaku sekarang, besok, 2 bulan lagi, atau 1 tahun lagi,
Aku yakin aku hanya akan menjawab dengan pasti "Rumah untuk Ibu dan Bapakku" :)

Mudah-mudahan ketika ada yang bertanya 2 tahun lagi, semua sudah terjawab....
Hingga aku bisa kembali mencari "inspirasi untuk tanggal yang tepat"

Thanks to you, who always wait for me... ^_*

Tuesday, December 7, 2010

Terima Kasih Untuk Kalian Yang Telah Peduli

Kutuliskan rasaku, untuk kalian yang telah menyisihkan peduli, perhatian, dan energi kalian untukku dan juga mereka yang aku kasihi. Mudah2-an, kalian akan selalu menjadi bagian yang di kasihi Allah SWT. Amin

Salam hangat untuk kita semua... :)


Hanya puji dan syukur yang teramat dalam yang bisa aku ungkapkan saat ini. Puji dan syukur ke hadirat Allah SWT, yang masih saja memberikan rahmatnya kepadaku, kepada keluargaku dan kepada sanak familiku. Hanya karena kehendak-Nya lah aku dan juga mereka semua masih bisa merasakan sakitnya kehilangan, serta nikmatnya menghirup udara segar. Hanya karena kehendak-Nya lah kami semua masih bisa berkumpul dengan orang2 terkasih, meskipun ada beberapa bagian yang telah di minta-Nya kembali. Nikmat Tuhan yang mana lagi yang engkau dustakan? (cieeehh…. Biar lebih mantab kan? :P )

Syukur secara pribadi atas kesempatan yang masih diberikan padaku selama beberapa hari terakhir menjelang perubahan besar2an di Kelurahan Glagaharjo, kampung halamanku tercinta. Selama beberapa hari terakhir, ketika Gunung Merapi dinyatakan mulai berbahaya dengan status Awas-nya, aku pulang. Aku pulang ke rumah tempat lahir dan di besarkan dengan penuh perjuangan oleh keluarga yang biasa2 saja namun tetap luar biasa… :p

Selama beberapa hari itu pula, aku merasakan banyak hal secara bergantian, silih berganti, dan terkadang bersamaan. Lega karena masih bisa pulang ke rumah, senang karena aku pulang ke rumah bersamaan dengan kakakku (cukup jarang bertemu), was2 karena aktivitas gunung merapi yang semakin meningkat, cemas karena langit selalu di tutupi awan sehingga kami tidak bisa memastikan apa yang ada di atas sana, takut kalau-kalau atau jangan-jangan, panik ketika harus berlari2 saat awan panas mulai menyembul hingga rasanya sudah di atas kepala kami, stress ketika melihat banyak sekali saudara dan tetangga menangis dan menjerit ketakutan, pasrah ketika harus terjebak di bawah hujan pasir dan kerikil tanpa bisa bergerak karena jalanan tertutup bambu2 yang roboh ke jalan, dan lega karena kami masih di beri keselamatan dan bisa berkumpul dengan keluarga.

Sebuah pengalaman paling berharga selama aku hidup di dunia. Banyak hal kecil yang pada akhirnya menjadi hal penting bagiku, bagi kami, dan mungkin bagi mereka semua selaku korban rasakan. Aku berharap,suatu saat bisa kembali menceritakan setiap detail ke dalam sebuah cerita yang menarik. Semoga… :)

Kehilangan…..

Harta dan benda sudah pasti hilang dari tangan kami. Meskipun sebenarnya, tidak banyak pula yang kami miliki. Banyak saudaraku yang akhirnya mengungsi dalam kondisi tidak punya uang, karena memang harta mereka bukanlah uang, melainkan sapi2 di kandang yang pada akhirnya bergelimpangan menjadi bangkai. Rumah yang mereka bangun dengan perjuangan keras dan penuh peluh, hancur begitu saja karena hembusan awan panas. Tinggal dinding2 tembok yang masih berdiri, tanpa atap dan tanpa isi. Hanya abu menumpuk dan beterbangan yang tersisa.

Terima kasih yang sebesar2 nya aku ucapkan kepada teman2, sahabat, dan semua orang yang telah memberikan perhatian dan dukungannya dalam bentuk apapun. Setiap bentuk bantuan,dukungan, dorongan, dan semangat tersebut adalah tongkat penyokong yang dapat menguatkan kami semua untuk terus melanjutkan kehidupan, meskipun bisa di bilang harus kembali ke titik nol. Kalau kata nenek dan bapakku, kembali ke jabang bayi, dimana kita semua lahir tanpa menggunakan apapun, tanpa memiliki apapun. Dukungan serta bantuan itu adalah penyokong kami untuk melanjutkan kehidupan, agar bisa tetap hidup selayaknya orang hidup di dunia. Hidup dengan perasaan memiliki teman.

Mohon maaf jika aku tidak lekas membalas, merespon, ataupun memberikan penjelasan dan tanggapan atas setiap pertanyaan, pernyataan, dan juga usaha untuk membantuku dari teman2 semua. Bukan karena aku tidak tahu, bukan karena aku pura2 tidak tahu, bukan karena aku tidak perduli, dan bukan karena aku terlalu acuh.

Hanya saja, seperti yang sudah aku sampaikan sebelumnya, bahwa semua dukungan, bantuan, dorongan, dan support dalam bentuk apapun dari teman2 semua adalah sebuah penyokong dan penguat bagi kami untuk tetap berjalan. Namun, sebelum kami bisa mulai berjalan, kami harus bisa meyakinkan diri kami sendiri, bahwa kami masih bisa berdiri tegak. Bagaimanapun juga, ketika kami belum bisa kembali berdiri tegak, semuanya masih terasa sulit untuk diterima dan dihadapi.

Thanks a lot, and love you all


Best,
Wilis/L-268


PS : Tidak bisa di elakkan jika setelah apa yang menimpa kami, banyak sekali orang2 pintar, pandai, dan ahli yang kemudian menilai, menganalisa, atau kemudian menyimpulkan. Bahwa apa yang terjadi adalah karena factor A, B, dan C…. Hanya satu pesanku, Jika kalian termasuk orang2 yang membahasnya, tidak perlu dikatakan pada mereka yang telah kehilangan (kalau sama aku sih masih bolehlaaahh) :p . Hanya satu yang aku dan mereka mengerti dan rasakan, bahwa “Kehilangan” itu sakit dan sangat menyakitkan… :)

Wednesday, December 1, 2010

Hari Berganti Kusambut Dengan Gelisah

Bali, November 2010

-Menyanyi bersama mas keating "if tomorrow.... never comes...." :) -


Pernahkah merasa nyaman dengan hari ini, hingga tidak ingin berlalu dan berganti hari? Atau pernahkah merasa bahwa apa yang kita lakukan hari ini belum rampung sehingga berharap hari ini bertambah panjang beberapa lama? Atau pernahkah merasa bahwa sesuatu yang di janjikan akan datang hari ini teramat sangat berharga, namun tak kungjung tiba sehingga kita tetap menunggu dan menunggu? Atau pernahkan merasa takut menghadapi hari esok, karena kita sadar bahwa esok hari nampak tak akan lebih mudah dari hari ini? Atau pernahkah merasa penasaran dengan apa yang akan kita alami esok hari, sehingga hari ini kita bertanya2 apa gerangan yang akan terjadi esok?

Pernah..... :)

Semuanya bergabung menjadi sebuah perasaan resah dan gelisah yang memberi sensasi tersendiri. Antara maju dan mundur, antara kenceng dan kendur, antara semangat dan takut, antara pasrah dan cemas, antara semangat dan berharap pingsan saat itu saja. :p

Terkadang semua rasa itu menempel kuat didada, dan menghantui sisa waktu yang masih kita punya hari itu. Bahkan terkadang, kita menjadi kesulitan memejamkan mata dan tidur. Namun kadang juga, otak dan badan kita menjadi sangat lelah hingga justru tertidur pulas. Semua selalu melahirnya 2 kemungkinan. Laksana pohon cabe yang akan selalu menciptakan 2 percabangan. :)

Pada akhirnya, sembari kita bergulat dengan apa yang meresahkan itu, waktu terus berlalu. Mantahari menghilang, petang membentang, gelap merayap, bulan dan bintang yang gemintang, hingga akhirnya pagi menjelang dan mentari kembali bersinar terang. Apa yang terjadi pada kita? padaku? tidak pingsan, dan juga tidak membeku. Masih harus bangun pagi tepat waktu, menyelesaikan rutinitas pagi, dan mau tidak mau musti menegakkan badan dan menatap ke depan. Berusaha meyakinkan diri dan mulai melangkah, sambil berdoa "Hari telah dimulai, mari kita jalani"

-Fortunately.... I always ready for it... :) -

Aku yakin, hari akan berlalu dengan lambat atau bahkan sangaaattt lambaaattt..... Detik demi detik berlalu dengan hitungan jari, sehingga menambah kesan lambat yang tak menentu. Dada ini berdetak kencang, bergemuruh tak menentu. Begitu juga gerak-gerik akan semakin tak berarah. Gelisah....gelisah...gelisah....

Beruntunglah aku, sudah sedikit melakukan antisipasi dengan memikirkan hal ini jauh2 hari. Jauh2 hari, aku sudah membangun pikiran bahwa suatu saat akan terjadi hal ini, dan aku harus siap menerimanya. Semangadh...:)

-loe gak lagi sembunyi di kolong meja kan? hahahaha...-

Dulu manakala sedang mulai membangun benteng untuk diri sendiri ini, aku pernah berkata pada salah satu teman dekatku bahwa aku akan sembunyi di kolong meja saja. Yaa... kolong meja... Jadi aku akan aman dari hal2 yang aku takut atau khawatirkan... semua akan selesai dan berlalu, tanpa aku harus mengalami dag-dig-dug-der yang sangat meresahkan. Begitu semua selesai, aku akan muncul dari kolong meja, dan berkata " Taraaaaaaa...... aku kembali. Gimana...gimana... hari ini? hari ini indah bukan? semua berjalan lancar, aman dan terkendali kaaannn...? "

Dan akhirnya saat tiba masanya, temanku itu benar2 bertanya padaku, "loe gak lagi sembunyi di kolong meja kan? hahahaha..." ..... Aduuuhh.... seandainya saja dia tahu apa yang aku lakukan ketika agenda "kolong meja" nya aku cancle. hahahahhaa..... Oh nooooo :p

-Wilis Juharini Apa yang sudah terjadi kemarin, apa yang akan terjadi besok, bagaimana nasib membawa kita, nggak perlu di pikirkan....*menyanyi ala iklan* Enjoy aja.... :p-

Hari berlalu dan akan terus berlalu, meninggalkan hari kemarin, melewati hari ini, menyongsong hari esok.... Akan terus seperti itu. Sebesar apapun kegelisahan kemarin, ketika hari ini sudah berlalu, tidak akan ada cara untuk mengulanginya. Tinggalkan.... tinggalkan semuanya....

Hari yang telah berlalu,berlalu begitu saja. Meninggalkan banyak cerita, mulai dari cerita suka, hingga cerita duka. Banyak juga cerita yang masih meninggalkan tanya. Tapi ya sudahlah.... Biarkan saja begitu.... Tidak ada yang perlu di sesalkan. Nikmati saja semua prosesnya. :)

Kalau kata iklan sih.... "Enjoy ajjaaaaa....." :p