Wednesday, January 12, 2011

Sudah Saatnya Membuatnya Terasa Biasa

Setiap orang mungkin pernah merasakan keinginan lari dari kenyataan. Terutama apabila kenyataan yang di terimanya terasa pahit dan jauh dari bayangan. Begitupun aku. Tahun yang baru saja kita tinggalkan, tahun 2010, adalah tahun yang sangat2 luar biasa untukku. Entah kenapa, skenario Tuhan terasa sangat mantabs dan dahsyat. Mungkin rasanya lebih dari dahsyatnya skenario2 film box office yang meledak2 di setiap bioskop. Menggetarkan dan unforgetable pastinya....

Sampai dengan beberapa waktu yang lalu, aku masih belum ingin mengurai semua yang terjadi, karena semua masih sangat hangat dan sulit dijelaskan dengan kata2. Secuil dari diri ini masih belum bisa menerima, namun sebagian besar jiwa ini telah pasrah dan mengikhlaskan semuanya. Semua yang berasal dari-Nya, toh pasti memang akan kembali pada-Nya. :)

Saat ini, rupanya aku ingin sedikit menjumput kenangan yang aku punya. Mungkin ini adalah efek dari rekaman iseng yang aku lakukan beberapa waktu lalu di kantor dia. Iseng2 aku membuat rekaman lagu "Desaku". Tidak bagus, tapi lumayan juga kalau dipakai untuk musik pengiring di kumpulan photo2 yang aku punya. Pasti jadi syahdu tralala... :p

Desaku yang kucinta
Pujaan hatiku
Tempat ayah dan bunda
Dan handai taulanku
Tak mudah kulupakan
Tak mudah bercerai
Selalu kurindukan
Desaku yang permai

Ya... Aku merasa merindukan desaku yang ku cinta. Desa yang selalu aku banggakan sebagai tempat lahir dan dibesarkan, tempat aku menjalani masa kecil dan kanak2ku sebagai anak kampung. Aku merindukan tempat2 yang dulu menjadi bagian penting dari penggalan2 kisah laluku bersama dengan keluarga, teman, dan sahabat2ku. Tempat aku berkata "aku pulang" ketika aku merasa dunia mulai menggila.

Yang terberat dari hal berat yang pernah kurasakan, sudah kulalui. Melihat kedua orang yang paling kita cintai menangis dan menangis karena kehilangan. Apalagi yang bisa lebih membuat kita sedih daripada itu? Apalagi yang dapat membuat kita merasa berduka selain melihat orang yang kita cintai tertunduk karena duka yang mendalam? Apalagi yang patut kita tangisi selain melihat kedua orang yang kita cintai menangis tersedu merasakan nestapa? Bagian yang sulit untuk dihadapi olehku.

Menunggu saat2 ketika mereka berhenti menangis, adalah saat dimana waktu bergulir lambat. Setiap air mata yang menetes ketika melihat reruntuhan adalah bayaran untuk setiap keringat yang mereka cucurkan ketika mereka membangun. Setiap pernyataan kesedihan yang mereka lontarkan ketika melihat puing adalah bayaran untuk setiap semangat yang mereka kobarkan ketika mengumpulkan. Meskipun mereka tahu bahwa semua hanyalah titipan yang sewaktu2 dapat diminta kembali oleh-Nya, mereka layak terkejut melihat bagaimana caranya Dia meminta milik-Nya.

Kenyataannya,
Aku hanya kehilangan kenangan....
Namun mereka kehilangan hampir semua yang mereka punya....

Kenangan indah yang aku punya, adalah apa yang mereka ukir dan torehkan ditempat kami hidup, tumbuh, dan berkembang. Tempat yang mereka bangun dari nol dengan semangat dan pengorbanan. Kenangan2 yang aku punya adalah kenangan manis tentang sebuah rumah, keluarga, dan sebuah desaku yang kucinta.

Apa yang mereka punya adalah semangat, harapan, doa, selain juga harta benda. Apalagi yang tersisa dari yang mereka punya? Harus ada yang tersisa, meski semua tak kasat mata. Semangat,harapan, dan doa adalah hal yang tidak boleh lenyap dari mereka semua. Tak mengapa harta dan benda yang telah hilang, selagi mereka masih memiliki semangat, harapan, dan doa yang berlimpah. Dengan keyakinan bahwa selalu ada yang lebih baik ketika kita tidak berhenti berusaha. Doaku untuk kalian semuanya....

No comments: