Monday, March 8, 2010

I Can Do That

Finally, I've been done...!!!

Kalau di tinjau ulang, rupanya sudah lama juga waktu yang aku habiskan untuk sekedar melihat, memelototi, menyenggol, menambah, dan memperhalus tulisanku mengenai perjalananku ini. Lebih dari 2 bulan. Namun semua terbayar dengan kepuasan hari ini.

Bukan berarti semuanya selesai, namun ini baru sampai pada kepuasan akan target yang telah tercapai. Dulu aku memasang target pertama kali sebanyak 50 lembar, dan kemudian target itu aku tingkatkan menjadi 100 lembar. Alhamdulillah, hari ini aku telah melewati targetku itu. 114 lembar.

Aku bisa bangga pada diriku sekarang ini, lebih dari sebelumnya. Aku bisa membanggakan diriku karena aku merasa aku sudah bisa memenuhi janji pada diriku sendiri yang selama ini sering ku abaikan. Aku hanya ingin belajar untuk lebih konsisten. Selama ini, tulisanku seringkali berhenti di tengah jalan dan tidak berakhir dengan sesuatu yang layak disebut cerita. Hanya berakhir menjadi file-file nganggur di komputerku.

Good Job Wilis, Good Job....!!! ^_^


Dengan tercapainya target jumlah ini, bukan berarti semua selesai begitu saja. Setelah aku baca ulang, tulisan itu hanyalah tulisan anak SD yang baru pulang liburan, dan di wajibkan mengumpulkan laporan perjalanannya kepada guru mereka. Dangkal dan biasa saja. Masih banyak Pe-er yang harus kulakukan setelahnya. Kalau memang aku benar-benar mau belajar tentunya. Kalau tidak, ya biarkan saja semua seperti itu.

Semakin di baca kembali, semakin membuat aku pusing. Aku tidak punya ide untuk mengembangkan sebuah cerita. Aku belum bisa berfikir lebih liar lagi. Masih stuck dan terkungkung di dalam kotak. Padahal kata orang, kita harus selalu berfikir Out of the box kalau memang mau membuat sesuatu yang extraordinary. Come on wilis... you can do it... :)

Sekarang ini, aku ingin mendapatkan banyak sekali masukan, kritikan, hujatan, dan cercaan dari banyak orang. Namun sebelum itu, pastinya aku harus memberikan bahan kritikan, hujatan, cercaan dan masukan itu kepada banyak orang. Itulah yang sedikit berat.

Kenapa berat? karena aku merasa ini masih jauh dari layak, ini masih jauh dari pantas di baca orang lain. Tidak ada kepercayaan diri untuk menyebarkan ke banyak orang. Aku masih sibuk mempertimbangkan, memilih dan memilah kepada siapa aku harus meminta bantuan untuk hal yang satu ini.

Dulu, kesulitan yang aku alami adalah "bagaimana memulainya", setelah di mulai kemudian "bagaimana menyelesaikannya", setelah selesai "bagaimana mengkoreksinya" dan setelah di koreksi "bagaimana memperbaikinya" setelah di perbaiki akan muncul lagi "apa lagi selanjutnya". hahaha.... Selalu ada "What next" dari sesuatu yang "Have been done". :P

Bagaimanapun juga, Thanks God untuk semuanya, hingga semua bisa sampai "disini".

We must always be happy, where ever we are.... ^_^

Saturday, March 6, 2010

Tidur Siang Yang Cukup Panjang

Rasanya, sudah lama sekali aku tidak merasakan tidur siang yang panjang. Panjang yang aku maksud adalah dalam waktu yang lama dan memang di sengaja atau direncanakan. Biasanya, kalaupun aku tidur siang, itu adalah hasil dari aku tertidur dengan posisi bersandar di dinding dan dengan laptop di pangkuanku. Kalau tidak, pasti karena mata dan badanku pegal sehingga aku berniat meluruskannya dengan berbaring sebentar.

Hari ini, aku benar2 merencanakan dan melaksanakannya dengan sempurna. Tidur siang yang terencana namanya. Entah kenapa, badanku terasa pegal2 di sana-sini. Padahal tidak dari kegiatan mencangkul, ataupun mendaki gunung. Aku hanya duduk, duduk, dan duduk lagi. Duduk di mobil, duduk di kursi, dan duduk di kasur. hehehehe

Namun rupanya menunggu itu jauh lebih banyak menghasilkan pegal daripada aktivitas yang lainnya. Aku memulai duduk pagi hari, dikasur ini seperti biasa. Berseancar dengan dunia maya yang bernama internet. Berkomunikasi dengan orang melalui dunia maya. Setelah itu, aku duduk di mobil dalam rangka berangkat bersama ke sebuah hajatan. Karena sebelum ke acara hajatan terlebih dahulu menuju sebuah sekolah yang terletak jauh di pedalaman (lebay) sana, maka akupun turut serta.

Sebuah sekolah yang cukup bergengsi, bagus, dan ternama, tetapi terletak di daerah yang juaaaauuhhhh dari keramaian kota. Dia terletak di dalam sebuah perumahan gagal yang berkonsep super. Karena konsepnya yang super itu, maka kegagalan proyeknya membuat perumahan itu lebih terkesan suram dan lengang.

Tidak begitu mengherankan pula kalau rupanya dulu ada seorang teroris yang bersembunyi dan akhirnya di gerebek polisi di perumahan ini. Sepinya benar2 sepi.... :)

Kembali pada masalah duduk yang cukup lama. Untuk mencapai sekolah itu, membutuhkan beberapa waktu. Setelah sampai di sekolahan itu, aku memilih tidak ikut turun karena sedang merasa nyaman dengan penampilanku (kondangan style lengkap dengan sendal tingginya). Jadi aku memilih untuk duduk di mobil sambil berusaha menyelesaikan bacaanku yang sudah molor beberapa lama. Menunggu sambil membaca itu aku lakukan sambil duduk juga pastinya.

Setelah semua urusan sekolah baru itu selesai, kami semua bergerak menuju tempat hajatan. Setibanya di tempat hajatan, kamipun dipersilahkan duduk di bagian dalam rumah (seperti kelas VIP). Makan cemilan, ngobrol, dan makan berat (masih sambil duduk juga), kemudian pulang.

Perjalanan pulangpun tak sekedar pulang. Kami mengantarkan seorang nenek terlebih dahulu karena sudah merasa capek di tempat hajatan seharian. Setelah itu, kami berputar2 dalam rangka mencari sekaleng atau sekotak susu. hehehhee.... Per-dudukan yang panjang dan cukup lama bukan???

Dan akhirnya kami tiba di rumah, dengan selamat. Masing2 langsung mencari posisi dan tempat masing2 yang di anggap nyaman untuk merebahkan badan.

Rupanya, bukan hanya aku yang merasa teler. Semua personel yang berangkat merasakan hal yang sama. Kamipun bertumbangan di tempat masing2. Aku merebahkan badan dari jam 2 sore. Dengan posisi udang. Padahal aku sudah menyalakan komputer untuk menambah satu atau dua paragraf tulisanku mengenai Karimun Jawa. Hiks.... batal deh..:P

Sekitar jam 4 sore aku baru bangun. Hhwwaaaahh..... Menggeliat, menggeliat, melek, melek, dan keluar dari sarang. Clingak-clinguk, masih sepi. Baru sebagian yang sudah kembali beraktivitas, sedangkan sebagian yang lainnya masih terlelap.

Pegal2 dan ngantuk sudah cukup terobati. Saatnya kembali memikirkan satu demi satu kalimat yang layak ditambahkan di barisan kata2 itu. Harus semangat 1000% untuk bisa menyelesaikan tulisan yang tidak penting itu. Karena itu menjadi penting untuk membuktikan kekonsistenanku. hahahahha...... Smangadh...!!!

Friday, March 5, 2010

Bertemanpun Menjadi Sulit


Sebuah notifikasi masuk ke layar monitor di lenno siang ini.

" Sorry, ***_***** has denied your request to bla...bla..."

hahaha.... dan akupun tertawa membacanya. Langsung kututup notifikasi itu dan tersenyum lucu. Terlintas bagaimana dia yang pernah (atau bahkan belum) menjadi temanku itu mengatakan dengan angkuhnya, bahwa dia hebat dalam hal "berteman". Ya... meskipun aku tidak sepenuhnya percaya, akupun mengiyakan saja. Toh membuat orang senang itu kan nggak dosa, malah dapat pahala katanya.

Tetapi rupanya hari ini, dia sudah menunjukkan betapa dia sama sekali tidak hebat, bahkan cenderung "tidak mampu" menjalankan "pertemanan" yang pernah dia tawarkan padaku. Dia menunjukkan sendiri, bagaimana ternyata dia lemah dan tak berdaya melawan emosi dan amarah. hehehhehe.... Benar kan kataku dulu, bahwa kamu itu masih terlalu hijau untuk hal itu. Harus banyak belajar lagi prend... hahahhaa

Aku tidak merasakan kerugian dengan caramu menghindar dan menghilang yang seperti sekarang ini. Hanya saja, aku merasa rugi karena menurut orang tuaku dulu, "seribu teman masih kurang dan satu musuh kebanyakan sudah". Ya, secara tidak langsung kamu membuat aku rugi karena mengurangi jumlah teman yang ku punya. Tapi tidak apa-apa. Semua memang ada waktunya. :)

Sedikit keherananku adalah, bagaimana bisa orang yang (kelihatannya) hebat seperti kamu, harus "kalah" dan tunduk pada emosi. Bahkan emosi itu kamu pelihara sepanjang masa. Jangan sampai kamu masuk ke dalam golongan orang yang merugi ya prend... its not good...

Aku sedang, masih, dan akan selalu membuka pintu pertemanan untukmu, untuk mereka, dan untuk siapapun di dunia ini. Mari kita berteman. Untuk sekedar berteman, kita tidak perlu takut pada aturan, adat istiadat, sejarah nenek moyang, ataupun orang2 yang ada disekeliling kalian. Hahaha... Picik sekali kalau kita tidak bisa berteman hanya karena alasan2 itu. Open your mind sistah and bradah... Dunia tak selebar daun kelor.... Nikmati hidup kita tanpa rasa terkungkung atau ketakutan pada suatu hal yang tak pasti atau tak nyata keberadaannya.

Setiap waktu adalah indah. Dan waktu akan semakin indah dengan banyaknya teman, saudara, dan sahabat di sekitar kita. Percayalah, kita pasti bisa menjadi teman yang baik. ^_^


Note :
Untuk dia yang tidak lagi ingin atau malah belum pernah merasa menjadi temanku, be mature...
ya... dewasalah... Lets keep our friendship, no more than else.... tidak lebih.... tidak kurang...

Thursday, March 4, 2010

Apa Kata Neptu-ku

Iseng2 di sela2 pekerjaanku hari ini, aku menemukan sebuah situs penanggalan jawa. Secara iseng pula, aku memasukkan tanggal lahirku yang menurut kalender Masehi. Berikut ini adalah hasil dari pencarianku. I love Java very much....^_*

Meskipun aku tidak begitu mengerti dan tidak juga fanatik dengan hal2 yang berbau ramalan atau penilaian tentang aku, tapi aku juga bukan anti terhadap mereka. Terkadang aku mendapatkan hiburan dari hal2 tersebut. Tidak buruk koq. Seperti yang pernah aku bilang bahwa tidak ada yang buruk dari sebuah ramalan, weton, penilaian berdasarkan kelahiran, dan peruntungan nasib. Sejauh kita tidak menjadikannya sebagai dewa. Cukup gunakan sebagai hiburan dan selingan saja.

Sejauh ini, wetonku yang Senin Pahing tergambar jelas di tulisan di atas, dan juga terlaksana sempurna dengan tingkah polahku sehari2. "Selalu berubah, indah dan banyak mendapatkan simpati" meskipun aku tidak yakin dengan bagian yang menyatakan "indah dan banyak mendapat simpati", setidaknya aku yakin bahwa aku memang selalu berubah2 sesuka hatiku. :)

"Selalu ingin memiliki (barang), kesungguhannya penuh perhitungan untuk mendapatkan untung, suka menolong, mandiri, kuat lapar, banyak musuhnya, kalau tersinggung menakutkan marahnya, suka kebersihan. Sering kena tipu dan kalau kehilangan jarang bisa menemukan kembali. " Perfectly.... sampai speachless aku bacanya. hehehe

"Berkuasa, bakat memimpin, pemberi, perayu" Sampai saat ini, aku baru menyadari 2 hal terakhir. Semoga saja dalam waktu dekat aku segera menyadari 2 hal yang sebelumnya itu. hahaha..... berharap penuh (pada kekuatan bulan???) :P

"( Hewan ) Kurang waspada", aku masih kurang paham dengan maksud dari kalimat ini. Apakah jika aku menjadi hewan, maka aku akan menjadi hewan yang kurang waspada (seperti panda yang cantik jelita, atau seperi menthok yang hanya bisa pasrah berjalan lenggak-lenggok karena berat badannya?). Atau aku ini memang penggambaran hewan yang kurang waspada? i'm not really sure about that....:P

"( Kayu ) Berselera tinggi dan tidak mau dilebihi orang lain", sama dengan kasus hewan, aku juga belum mengerti kasus "kayu" ini. Apakah jika aku menjadi kayu, maka aku akan menjadi kayu yang berselera tinggi dan tidak mau di lebihi orang lain (seperti Jati, atau Meranti gitu?). Ataukah aku ini kaku seperti kayu ? hahaha...semakin tidak mengerti saja sayah madam...:P

"Pemberani hingga banyak dimusuhi", that explained me as well as i am. hahahha. "Kesepian, suka menyendiri, bersifat pendeta, miskin" Bwaahahhahahahhaa..... Ini lebih dahsyat lagi bukan? Aku memang suka sering merasa kesepian dan memang hobby menyendiri. Mungkin sebaiknya aku segera menggunduli rambutku seperti 5 tahun yang lalu, atau segera menggunakan jubah panjang dan tinggal di biara. Tetapi untuk yang miskin??? aku seratus persen tidak percaya *harapharapcemas.com hehehhee....


Menurut penanggalan jawaku ini, Dewa Bumi ku adalah Bethara Maharesi yang banyak bicara. heuheuheu.... that is really i am. Pohon yang melambangkan aku adalah Pohon Cemara yang angkuh dan suka berbuat tidak baik (suka menggoda). hahaha... ini juga aku yang aku banjeeettss...:P

Katanya aku seperti Burung Bethet, yang bisa mencari nafkah sendiri. Alhamdulillah, sebagaimana yang pernah di bilang oleh penasihat spiritual-nya bapakku, sampai sejauh ini aku selalu bisa mencari nafkah untukku sendiri, dan terkadang untuk keluargaku. Semoga ini akan terus dan terus berlanjut. Amin.

"Gedhongnya di depan dan di belakang" aku tidak mengerti dengan apa yang dimaksud dengan gedhong. Apakah kain yang di lilitkan pada tubuhku semasa aku bayi? tapi kalau memang itu, bukan hanya depan belakang donk ya... Karena di lilit, maka seputaran badan. hehehe... yang jelas, artinya (kata neptuku lho ya..) aku adalah orang yang setengah hemat. Dan itu tepat sekali. Aku selalu menggalakkan hidup hemat. Tetapi beberapa menit setelah aku meniatkan diri, pasti aku akan pergi bersama teman2ku dan mengeluarkan sejumlah uang. Setengah2 nih...:P

"Umbul2 ada di belakang" katanya berarti bahwa keberuntunganku selalu datang belakangan. yaa...beberapa kali aku menemui hal itu. Its a miracle yang banyak membantu dan menyelamatkanku. "Wariagung kethuk lindu", katanya berarti aku selalu memperhatikan sumber penghidupanku. Ya harus dooonkkk.... "Aralnya berasal dari sanak keluarga sendiri", kalau yang dimaksud adalah ada penghambat dari keluarga, itu sudah menjadi hal biasa untukku. hehehe (bukannya sombong lho ya....)

Nah, bagian ini nih yang sepertinya harus di catat. Sesajen...hehehe. Katanya sedekah atau sesaji untukku adalah "nasi uduk lauknya bebek putih yang yang dimasak berasa gurih, dan kuluban (dedaunan yang di rebus) sebanyak 5 macam. Walah...semi vegetarian donk..:P

Ini bagian yang aku nggak mudheng sama sekali :
"Do'anya rasul, Shalawatnya 4 ketheng"
"Kala Jaya Bumi, Ada di utara menghadap ke selatan (apa gunung merapi ya?). Saat wukunya berjalan 7 hari, sebaiknya menghindari perjalanan ke utara (wukunya berjalan 7 hari itu maksudnya tanggal 7 apa gimana ya?)"
Sampai dengan nomor terakhir, aku nggak ngerti juga apa maksudnya. Hahaha.... sudahlah..capek juga ngetik lama2.

Apapun itu artinya, semua adalah yang terbaik. Dan sebaik2nya dari yang terbaik, adalah apa yang aku jalani dan aku hasilkan sepanjang hari dan sepanjang waktuku di dunia. Semua penting untuk di resapi, tak ada yang perlu di hindari. Nikmati saja semuanya dengan indah sistah and bradah...^_^

Tuesday, March 2, 2010

Om Chow Yun Fat in Action

Seperti yang sudah aku bilang, aku akan menuliskan sedikit tentang pelem yang sudah aku tonton hari minggu kemarin. Judulnya "Confucius".

Dulu, sewaktu masih di bangku sekolah menengah, aku ingat pernah mendapat pelajaran tentang siapa, bagaimana, dan seperti apa sepak terjang Confucius. Oh iya, Confucius adalah nama seorang pemikir yang legendaris dari China. Asalnya dari Khung Fu Zi / Khung Zi atau Guru Khung. Pemikirannya mengenai etika dalam politik, menjadi yang utama. Ajarannya dikenal dengan aliran Confusianisme. Dan rupanya aku sudah tidak bisa memanggil memoriku mengenai pelajaran yang dulu di berikan oleh Bu Retno, guruku. ya sudahlah....tidak perlu di paksakan..:PKembali kepada pelem yang di mainkan oleh Om Chow Yun Fat. Film ini menceritakan mengenai
perjalanan karir, dan juga perjalanan hidup sang pemikir (baca:Confucius). Khung Fu Zi yang memiliki kemampuan dalam taktik dan strategi, pada akhirnya di angkat menjadi Menteri Pertahanan Dinasti Lu.

Prestasi terbesarnya ketika menjabat sebagai Menteri Pertahanan adalah ketika dia menyelamatkan raja dan juga Dinasti Lu pada pertemuan dengan salah satu negara tetangga yang berniat jahat pada mereka. Tuan rumah yang ingin menyandera raja, dengan menyiapkan pasukan dalam jumlah banyak, akhirnya harus menanggung malu dan rugi. Mereka harus melepaskan 3 wilayah yang sebelumnya sempat mereka rampas dari Dinasti Lu.

Yang paling menarik dari bagian penyelamatan ini adalah ketika Khung Fu Zi menggertak ribuan pasukan lawan yang bersenjata lengkap dengan menggunakan pasukan palsu/gadungan. Pasukannya hanyalah berupa para petani yang membawa kuda, keledai, dan hewan2 peliharaan mereka. Mereka berbondong2 sambil menyeret pepohonan, sehingga gaung suaranya seolah2 merupakan ribuan pasukan berkuda yang bersenjata lengkap. keren dah...

Setelah melihat prestasi Khung Fu Zi yang cemerlang, raja mengangkatnya menjadi menteri dalam negri. Dia mendorong raja untuk meruntuhkan tembok pemisah dari kerajaan Lu dengan wilayah 3 saudara (yg dulunya menentang raja). Meskipun dengan resiko yang sangat tinggi, dia tetap berpendapat bahwa cara paling ampuh untuk memperkuat kekuasaan raja adalah dengan melemahkan kekuatan para bangsawan. Rajapun menyetujuinya.

Namun sayang, ketika tinggal 1 tembok lagi yang belum berhasil di runtuhkan, raja tidak bersedia mengambil resiko terhadap serangan musuh. Raja memilih mundur dari upaya peruntuhan tembok pembatas itu. Intinya, si raja tidak lagi mendengarkan dia dan idenya. Kesempatan itu di gunakan oleh 3 bersaudara untuk mendepak Khung Fu Zi dari kerajaan Lu. Karenanya, dia di tipu dengan sebuah tanda perpisahan. Akhirnya dia meninggalkan kerajaan itu sendirian. Anak dan istrinya sangat sedih, karena dia adalah ayah dan suami yang sangat baik.

Dalam perjalanannya, rupanya dia di hadang oleh muridnya yang ingin mengabdi bersamanya, kemanapun ia pergi. Dan rupanya, bukan cuma satu orang. Akhirnya dia beserta dengan puluhan muridnya berkelana dan berpindah2. Tak jarang mereka di tolak oleh masyarakat karena di anggap sebagai pengkhianat. Terkadang mereka sampai harus menahan lapar berhari2.

Satu persatu dari muridnya di panggil untuk mengabdi kepada negara, namun beberapa di antaranya terbunuh karena situasi negara yang kacau balau. Dia tetap menulis sepanjang perjalanannya, hingga tulisannya mencapai satu kereta sendiri. Suatu hari, mereka berjalan di atas lapisan es di atas sungai. Lapisan es itu rupanya tidak mampu menahan berat beban kereta kuda, dan juga para penunggangnya sehingga lapisannya pecah. Kereta yang memuat kumpulan tulisannya, yang di kendarai murid terbaiknya terperosok masuk ke dalam sungai yang dingin. Sang murid berusaha mengumpulkan tulisan2 gurunya yang tenggelam dengan cara beberapa kali menyelam. Beberapa tulisan terselamatkan, namun tidak dengan nyawanya. murid itu meninggal. Sang guru sangat terpukul.

Pada akhirnya, ketika sang Raja dari Dinasti Lu (yang pernah mengusirnya) sakit tua, dia memanggil kembali Khung Fu Zi untuk pulang ke negaranya. Dan pulanglah beliau. Bertahun2 dia hidup di pengasingan dan berpindah2, berteman dengan kepedihan, akhirnya dia pulang ke tanah kelahirannya. Ketika pulang, dia mengatakan :

"Land of my parents.... Finally i have return..."


Ada beberapa hal yang membuatku sedikit bingung (seperti biasa), atau mungkin karena aku tidak menyimak dengan benar jalan ceritanya. Yaitu ketika Khung Fu Zi di minta untuk tinggal di sebuah kerajaan yang di pimpin oleh wanita. Wanita itu berusaha menggodanya, dan dia memutuskan untuk pergi dari kerajaan itu secepatnya. Setelah pertemuan dengan wanita itu, sang pemikir menjadi murung. Sedangkan si wanita akhirnya terpanah oleh orang tak di kenal di dalam kereta kudanya. Sebelum dia mati, muncul bayangan Khung Fu Zi. Ini yang membuat aku bingung. Aku belum bisa menemukan korelasinya. hehehehe

Monday, March 1, 2010

A Beautifull Sunday



Minggu pagi, berjalan seperti biasa. Ada beberapa bayangan hal yang ingin aku lakukan hari minggu ini. Iseng2 aku update status facebook dulu, berusaha menyamakan diri dengan anak2 gaol yang lainnya. Hahahaha….lebay lagi. Kapan ya aku terbebas dari gaya lebay yang nggak pernah berusaha kuhilangkan ini…:P

“Pilih Salah Satu : 1. Liat Cap Go Meh di Surya Kencana, 2. Silaturahmi ke Rumah Temen, 3. Nonton, 4. Nongkrong di Kampus, 5. Nyeterika Baju, 6. Tidur... (ck..ck..ck....pelik sekali hidup ini soddara..) :P “

Rupanya beberapa orang merespon status ku dengan mengajukan pilihan nomor 6. Aku hanya bisa bilang pada mereka, oh no..betapa kalian ini apatis sekali soddara…:P

Setelah lewat tengah hari, akupun memaksakan diri untuk keluar rumah dan menantang matahari. Laksana vampire yang sudah kehausan karena berhari2 tidak keluar dari persembunyian dan kekurangan darah segar, ku pacu motor kesayanganku menuju kampus tempat darah2 muda berkumpul. Hahahaha….semakin lebay dan menjadi2. ^_*

Sesampainya di kampus, di sarang anak2 muda dengan jiwa muda yang menggelora itu, seperti biasa aku meluapkan pemanasan dengan salam dan sapa serta bertanya kabar. Semua baik2 saja. Alhamdulillah.

Sambil terus bersenda gurau dengan anak2 yang ada di sana, aku meneruskan membaca novel yang sudah sekian lama aku beli, namun belum aku baca sampai selesai. Padahal beberapa waktu yang lalu aku pernah berniat untuk menyelesaikannya dalam waktu satu minggu. Hiks…apa daya. Tidak bisa lagi aku menepatinya. Bahkan lebih parahnya, aku membaca buku itu hanya ketika aku sedang bersemedi di kamar mandi (tepatnya nongkrong untuk buang air), agar tidak bengong melompong kayak sapi ompong. :P

Beberapa lama kemudian, mulai banyak sekali orang2 berdatangan dari wisata curug. Beeuuh… aroma segar ala ketek dan baju lembab langsung merebak ke segala penjuru. Hayhayhay…Berlebihan lagi. Yang pasti, suasana menjadi ramai dan semarak. Rupanya semalaman mereka camping di Kawasan Wisata Gunung Bunder, dan paginya mereka berjalan ke Curug Seribu. Momen yang pernah kulewati beberapa kali.

Entah angin darimana, tiba2 mood ku beralih secara misterius. Niat untuk melanjutkan membaca sambil bersantai di tempat itu luntur, dan berganti dengan mood untuk nonton saja. Kupacu kembali motor kesayanganku ke arah Kota. Cuma satu tujuanku. Nonton pelem apa saja. Pokoknya nonton. Hahahaha

Sesampainya di salah satu pusat perbelanjaan besar di kota yang terletak di dekat Tugu Kujang dan berdiri kokoh di atas tanah kampusku, aku memilih untuk menonton pelem China yang berjudul “Confucius”. Cerita mengenai legenda Kong Fu Tse, sang pemikir yang melegenda sepanjang masa. Untuk resensi pelem ini, nanti aku pengen bikin lembaran sendiri. :P

Aku sudah seperti layaknya orang patah hati yang menonton sendirian di ruangan besar yang berisi pasangan2 bergeleyotan kanan dan kiri. Hehehehe…. Show must go on beibeh… yang penting menikmati pelemnya, meski cukup terganggu dengan pasangan bapak dan ibu yang terhormat di sampingku, yang nggak tahu caranya men-silent mode kan hengpong-nya. Huiddiiihhh…. Sebel deng eyke…:P

Selesai dengan drama perjalanannya om Chow Yun Fat yang cukup mengharu biru, aku pun bergerak menuju Kafe Telapak. Mengambil si Black kesayanganku yang terparkir manis dari sore. Rupanya, di dalam kafe ada beberapa orang yang bisa ku sapa, lumayan untuk pelemasan urat muka. Hehehe

Rupanya ada juga Jeng Sofie and the gank. Mereka berniat menyaksikan pertunjukan Cap Go Meh di Surya Kencana dan mengajak dakuw turut serta. Dengan senang hati akupun bergabung dengan mereka. Assyiikkk… liat Cap Go Meh…Photo2 sama Liong…:P

Dan sore itupun aku lewatkan bersama dengan Liong, Barong Sai, Gerimis, ratusan orang yang berjubel di sepanjang jalan Surya Kencana, dan juga rombongan Sofie and the gank yang timbul tenggelam. Sekitar jam 8 kamipun menyudahi perjalanan panjang kami. Pulang kembali ke kedai telapak. Mencuci kaki kami yang sudah selayaknya orang pulang dari membajak sawah, serta minum air dingin untuk sekedar melegakan tenggorokan.

Setelah merasa bersih, lega, dan tidak spaneng, kamipun berpisah. Aku memacu motorku “si Black” kembali pulang, sedangkan Sofie and her BF back to their house for watching football champion. Dalam perjalananku, aku menyempatkan diri untuk tersenyum. Lebih dari separuh agendaku hari ini berjalan dengan lancar. Sebuah prestasi yang cukup baik untukku. Nongkrong di kampus, membaca buku, nonton pelem, nonton perayaan Cap Go Meh.

What a wonderfull Sunday…^_^


Seberapa Dahsyat Gempa Itu Akan Melanda


Aku mendengar bahwa aka nada sedikit gempa yang mengguncang wilayah ku. Gempa lokal, lokal banget. Gempa itu akan mengguncang sebentar, namun akan berdampak lama. Terutama untukku. Gempa itu akan menjungkir balikkan beberapa benda, sehingga tidak akan berada pada posisinya semula.

Aku tahu kalau gempa itu pasti akan terjadi, secepatnya. Namun aku belum bisa memilih dan menentukan apakah aku akan lari menyelamatkan diri sendiri, atau menunggu dan menghadapi hingga saat gempa datang. Aku masih belum bisa memilih. Aku masih sekedar mendengar betapa serunya orang membicarakan betapa dahsyatnya gempa itu dan kemungkinan akibat yang bisa terjadi.

Aku sedang dilemma. Aku bisa saja melarikan diri dan menyelamatkan diri sendiri sekarang atau secepatnya. Tetapi disisi lain aku masih ingin melihat sampai akhir episode gempa ini. Aku ingin melihat dan merasakan dahsyatnya gempa yang akan melanda daerahku ini. Aku ingin tahu apakah gempa ini benar2 akan berakibat fatal padaku. Bagaimana jika tidak?

Aku ingin merasakan bagaimana hancurnya aku ketika benar2 gempa itu berimbas padaku. Biarkan aku merasa jatuh dan sakit, agar aku tahu bagaimana rasanya bangun dan menjalani proses penyembuhan. Naif bukan? Entahlah… Apa yang akan terjadi nanti, biar aku pikirkan setelah ini saja.

Deg2an juga sebenarnya, namun itu terasa bagus untukku. Sudah lama aku tidak merasa deg2an, gelisah, dan gundah gulana. Mungkin ini akan bisa mengembalikanku menjadi orang normal pada umumnya yang hidup dengan perasaan yang lengkap. Sedih, senang, ragu, yakin, marah, ceria, bangga, gelisah, hambar, percaya diri, minder, sakit, malu, dan lain2.

Mungkin perjalanan keretaku sudah mengarah pada jalur rel yang benar. Tidak akan ada kereta yang berjalan pada jalan beraspal, kalau bukan karena kecelakaan. Apapun yang sudah, sedang, dan akan terjadi, aku serahkan semua kembali kepada Tuhan. May Allah Bless Me, You, Them, and Everybody Around the World.

We Must Always be Happy, Wherever We Are….. Right?