Tuesday, March 2, 2010

Om Chow Yun Fat in Action

Seperti yang sudah aku bilang, aku akan menuliskan sedikit tentang pelem yang sudah aku tonton hari minggu kemarin. Judulnya "Confucius".

Dulu, sewaktu masih di bangku sekolah menengah, aku ingat pernah mendapat pelajaran tentang siapa, bagaimana, dan seperti apa sepak terjang Confucius. Oh iya, Confucius adalah nama seorang pemikir yang legendaris dari China. Asalnya dari Khung Fu Zi / Khung Zi atau Guru Khung. Pemikirannya mengenai etika dalam politik, menjadi yang utama. Ajarannya dikenal dengan aliran Confusianisme. Dan rupanya aku sudah tidak bisa memanggil memoriku mengenai pelajaran yang dulu di berikan oleh Bu Retno, guruku. ya sudahlah....tidak perlu di paksakan..:PKembali kepada pelem yang di mainkan oleh Om Chow Yun Fat. Film ini menceritakan mengenai
perjalanan karir, dan juga perjalanan hidup sang pemikir (baca:Confucius). Khung Fu Zi yang memiliki kemampuan dalam taktik dan strategi, pada akhirnya di angkat menjadi Menteri Pertahanan Dinasti Lu.

Prestasi terbesarnya ketika menjabat sebagai Menteri Pertahanan adalah ketika dia menyelamatkan raja dan juga Dinasti Lu pada pertemuan dengan salah satu negara tetangga yang berniat jahat pada mereka. Tuan rumah yang ingin menyandera raja, dengan menyiapkan pasukan dalam jumlah banyak, akhirnya harus menanggung malu dan rugi. Mereka harus melepaskan 3 wilayah yang sebelumnya sempat mereka rampas dari Dinasti Lu.

Yang paling menarik dari bagian penyelamatan ini adalah ketika Khung Fu Zi menggertak ribuan pasukan lawan yang bersenjata lengkap dengan menggunakan pasukan palsu/gadungan. Pasukannya hanyalah berupa para petani yang membawa kuda, keledai, dan hewan2 peliharaan mereka. Mereka berbondong2 sambil menyeret pepohonan, sehingga gaung suaranya seolah2 merupakan ribuan pasukan berkuda yang bersenjata lengkap. keren dah...

Setelah melihat prestasi Khung Fu Zi yang cemerlang, raja mengangkatnya menjadi menteri dalam negri. Dia mendorong raja untuk meruntuhkan tembok pemisah dari kerajaan Lu dengan wilayah 3 saudara (yg dulunya menentang raja). Meskipun dengan resiko yang sangat tinggi, dia tetap berpendapat bahwa cara paling ampuh untuk memperkuat kekuasaan raja adalah dengan melemahkan kekuatan para bangsawan. Rajapun menyetujuinya.

Namun sayang, ketika tinggal 1 tembok lagi yang belum berhasil di runtuhkan, raja tidak bersedia mengambil resiko terhadap serangan musuh. Raja memilih mundur dari upaya peruntuhan tembok pembatas itu. Intinya, si raja tidak lagi mendengarkan dia dan idenya. Kesempatan itu di gunakan oleh 3 bersaudara untuk mendepak Khung Fu Zi dari kerajaan Lu. Karenanya, dia di tipu dengan sebuah tanda perpisahan. Akhirnya dia meninggalkan kerajaan itu sendirian. Anak dan istrinya sangat sedih, karena dia adalah ayah dan suami yang sangat baik.

Dalam perjalanannya, rupanya dia di hadang oleh muridnya yang ingin mengabdi bersamanya, kemanapun ia pergi. Dan rupanya, bukan cuma satu orang. Akhirnya dia beserta dengan puluhan muridnya berkelana dan berpindah2. Tak jarang mereka di tolak oleh masyarakat karena di anggap sebagai pengkhianat. Terkadang mereka sampai harus menahan lapar berhari2.

Satu persatu dari muridnya di panggil untuk mengabdi kepada negara, namun beberapa di antaranya terbunuh karena situasi negara yang kacau balau. Dia tetap menulis sepanjang perjalanannya, hingga tulisannya mencapai satu kereta sendiri. Suatu hari, mereka berjalan di atas lapisan es di atas sungai. Lapisan es itu rupanya tidak mampu menahan berat beban kereta kuda, dan juga para penunggangnya sehingga lapisannya pecah. Kereta yang memuat kumpulan tulisannya, yang di kendarai murid terbaiknya terperosok masuk ke dalam sungai yang dingin. Sang murid berusaha mengumpulkan tulisan2 gurunya yang tenggelam dengan cara beberapa kali menyelam. Beberapa tulisan terselamatkan, namun tidak dengan nyawanya. murid itu meninggal. Sang guru sangat terpukul.

Pada akhirnya, ketika sang Raja dari Dinasti Lu (yang pernah mengusirnya) sakit tua, dia memanggil kembali Khung Fu Zi untuk pulang ke negaranya. Dan pulanglah beliau. Bertahun2 dia hidup di pengasingan dan berpindah2, berteman dengan kepedihan, akhirnya dia pulang ke tanah kelahirannya. Ketika pulang, dia mengatakan :

"Land of my parents.... Finally i have return..."


Ada beberapa hal yang membuatku sedikit bingung (seperti biasa), atau mungkin karena aku tidak menyimak dengan benar jalan ceritanya. Yaitu ketika Khung Fu Zi di minta untuk tinggal di sebuah kerajaan yang di pimpin oleh wanita. Wanita itu berusaha menggodanya, dan dia memutuskan untuk pergi dari kerajaan itu secepatnya. Setelah pertemuan dengan wanita itu, sang pemikir menjadi murung. Sedangkan si wanita akhirnya terpanah oleh orang tak di kenal di dalam kereta kudanya. Sebelum dia mati, muncul bayangan Khung Fu Zi. Ini yang membuat aku bingung. Aku belum bisa menemukan korelasinya. hehehehe

No comments: