Thursday, December 17, 2009
Manusia DO dari Psikiater
berita mengenai kambuhnya penyakit orang, yang nampaknya pernah DO dari penanganan psikiater. Sungguh sebuah cerita memilukan karena orang itu bukanlah orang idiot, bukan orang yang tidak berpendidikan. Bahkan saat inipun dia sedang menjalankan studi masternya....wuih...memprihatinkan....
Salah satu anggota keluarga kami (mbak X) sedang berbahagia karena kembali mendapatkan amanah dari Tuhan untuk merawat dan mendidik kembali seorang bayi. ya...mengandung. Anak kedua tepatnya. Anak pertamanya sudah duduk di kelas 2 SD (si Y) Sungguh berbahagia nampaknya dapat merasakan pergerakan2 sang jabang bayi, meskipun harus hidup jauh dari suaminya, yang berada di Pulau Sumatera.
Namun, di tengah kebahagiaannya itu, mbak x harus merasakan kesedihan sekaligus. Si X harus dirawat di rumah sakit karena di deteksi terkena penyakit demam berdarah (DB) setelah sebelumnya terjadi salah deteksi (disangka thypus) oleh dokter. Si X harus di rawat di sebuah kamar di lantai 3, sebuah rumah sakit ibu dan anak di Bogor.
Si Ibu (mbak X) yang sedang mengandungpun tidak ada pilihan lain selain menemani dan menunggui salah satu buah hatinya itu. Sayangnya, semua terjadi begitu tiba-tiba dan tidak terkontrol oleh saudara2 kami yang lain. Sehingga tidak ada saudara kami yang lain yang bisa menemani dan membawakan keperluannya di hari pertama masuk rumah sakit.
***
Selain berisikan dengan penghuni yang sama2 telah menganggap diri masing2 sebagai teman dan saudara, rumah singgah kami juga berisi dengan satu orang yang bergabung kesana hampir bersamaan denganku. Dia (Si Z) sedang menyelesaikan kuliahnya untuk jenjang S2 di sebuah perguruan tinggi negri di bogor juga.
Dia adalah orang yang berbeda. Entah kenapa, dari mula bergabung di rumah singgah kami (kata penghuni lama) dia sudah tidak bisa dekat dengan para penghuni lama. Begitu aku masuk kesanapun, begitu pula yang aku rasakan. Sulit untuk bisa bergaul dan bergabung dengannya. Dalam setiap pembicaraan, dia selalu menempatkan dirinya di atas awang. Mungkin hal itu yang membuat teman2ku merasakan kesulitan yang sama.
Pada awalnya dia memang tidak menyulitkan orang lain, hanya sekedar merasa lebih penting dari yang lain. Sehingga kamipun tidak merasa di rugikan dan merasa biasa saja. Tetapi, lama kelamaan rupanya tiba pula saatnya dimana gesekan2 mulai muncul karenanya. Semakin lama, semakin banyak kasus yang timbul karena keangkuhan dan ke aroganan dia, yang membuat hampir semua penghuni lebih memilih menghindari dia.
***
Dan update yang baru aku dengan hari ini adalah benturan antara banyak pihak dengan si Z yang berlaku semakin menjadi2 dan semakin ngelunjak. Entah ada angin apa, hingga orang itu bisa berbuat begitu lancang dan tidak menggunakan hati nuraninya sebagai seorang teman, ataupun juga seorang manusia.
Ketika Mbak X sedang menunggui si Y di rumah sakit, suami Mbak X (Mas A) menelpon ke rumah singgah kami. Dengan harapan ingin meminta tolong kepada teman serumahnya, yang mungkin di anggap paling mungkin untuk menolong istri dan anaknya karena dia ada di tempat yang jauh.
Rupanya ketidak beruntungan memang telah di gariskan oleh yang berkuasa atas alam ini, sehingga ketika telpon berdering, si Z lah yang mengangkatnya.
Mas A : "Selamat siang mbak...saya suaminya X. Sekarang Z sedang di rawat di rumah sakit H karena sakit DBD. Tolong ya mbak...tolong bantu istri saya karena dia kan sedang mengandung. tolong catat rumah sakit dan kamarnya. siapa tahu mbak bisa kesana."
si Y : "Oh, maaf saya tidak bisa menolong anda..."
Mas A : " Mbak, tolong sekali mbak...Istri saya kan sekarang sedang hamil. Tolong sekali mbak. Mungkin istri saya memang tidak gaul dengan teman2 rumahnya, mungkin istri saya memang tidak ramah. Tapi tolong lah mbak... Dia kan sedang hamil, tolong bantu dia menjaga Z.."
Suami mbak X sampai memohon2 untuk bisa mendapatkan pertolongan demi istri dan anak pertamanya. Namun Z tetap tidak mau menolong, bahkan dia sampai menjelek2an mbak X di depan suaminya. oh my god...
Si Y : "Maaf, saya tidak bisa menolong anda. Istri anda jutek sama saya, jadi saya tidak kenal sama dia. Saya tidak berteman dengannya. Kalau mau minta tolong, sama yang lain saja..nih..."
Dengan kasarnya si Y menyerahkan telponnya kepada rekan kami yang lain yang saat itu ada di rumah. Untungnya, di rumah itu tidak ada lagi orang yang berhati batu seperti dia. Jadi, oleh teman yang satu itu, segera di perhatikan permintaan dari suami mbak X. Dan akhirnya, beberapa teman yang memang bisa menemani mbak X dan bergantian menjaga Z segera meluncur ke rumah sakit itu.
Mengherankan..... Bagaimana bisa dia yang mengaku seorang muslimah, dan bahkan pernah mengaku sebagai anak ketua adat (belum di kroscek keabsahan datanya) bisa sedemikian teganya. Dia tega berkata begitu kepada orang yang benar2 membutuhkan pertolongan. Tega mengabaikan permohonan seorang lelaki (yg sering gengsi memohon sama org lain apalagi cewek). Dan dia tega melakukan itu pada teman satu rumahnya sendiri.
Sungguh mengherankan dan sulit di bayangkan bagaimana dia bisa menjalani kehidupan yang seperti itu. Masih muda, belum menikah, sedang bersekolah, masih panjang perjalanan hidupnya, namun tidak memiliki hubungan sosial yang baik dengan orang2 di sekitarnya. Bagaimana dia sanggup bertahan di lingkungan yang semakin keras ini tanpa adanya teman, sahabat dan saudara?
Hidup di perantauan sangatlah berat apabila kita tidak bisa membawa diri dan mencari teman sebanyak2nya. Memang dia sering berkata dengan semua keangkuhannya bahwa dia akan tetap bisa hidup dengan caranya sendiri. Dia memang tidak suka dengan orang yang bla..bla...bla....Tapi? come on gals.... This is live....realita...fakta...bahwa kita butuh teman. Kalau dia memang menggunakan otaknya dengan baik, seharusnya dia ingat bagaimana sengsaranya ketika dia sakit dan tak ada seorangpun yang memperhatikan dia, menolong dia, ataupun memanjakan dia. Bahkan saat itupun dia protes tentang itu. Kenapa tak ada seorangpun yang memperhatikan dia....hahahha...jadi tertawa miris aku di buatnya...
Selidik punya selidik, rupanya dia pindah dari rumah singgahnya yang dulu dengan meninggalkan kasus yang tak kalah mencengangkan. Hal2 yang akan membuat kita berdecak kagum manakala membayangkannya. Dan ternyata juga, dia menceritakan kepada salah seorang penghuni rumah singgah kami bahwa dulu dia sering berobat ke psikiater. hhhaaahhh?????
Dalam bercandaanku dengan teman2 tadi siang, kami membuat kesimpulan konyol bahwa mungkin saja dia korban DO (Drop Out) dari pengobatannya di psikiater dulu. Sehingga sakitnya belum sembuh secara total. Lebih parah lagi kesimpulan konyol yang di buat oleh salah satu teman kami si I. Dia berkata kemungkinan psikiater nya nggak sanggup menanganinya dan bahkan ikut menjadi stress dan frustasi gara2 penyakit si Y yang sedemikian parahnya. hahahha
Entahlah...Rasa emosiku terpancing ketika mendengar semua kisah itu. Dan kembali miris ketika melihat kondisi mbak X yang sedang hamil hanya sendirian menunggui Z di rumah sakit. Semoga semua orang mendapatkan balasan yang setimpal atas apa yang telah masing2 lakukan dalam kehidupannya. Yang baik dan yang buruk akan selalu di perhitungkan dengan adil seadil-adilnya... Cepat sembuh ya Z....
Satu pertanyaan yang masih dan selalu terngiang2 dalam benakku :
"Bagaimana bisa dia menjalani hidupnya seperti itu????"
Tuesday, December 15, 2009
Ujian Persahabatan
Hari ini, aku mendapatkan satu lagi pelajaran dari kejadian yang sedang menimpa teman, sahabat, dan sodaraku. Mereka adalah dua. Dua orang yang sama2 teman, sahabat, dan sodaraku. Hanya masalah kadar yang kadang membuatnya berbeda. Karena ditambah aku, jadilah kami bertiga. Mungkin bisa di andaikan tiga lampu yang tidak pernah menyala bersamaan (kecuali dalam keadaan error), yaitu lampu lalu lintas.
Hari ini aku mengetahui kalau mereka berseteru. Darimana aku tahu? Dari Facebook. Ya…dari facebook. Rupanya kedua orang my beloved friend itu khilaf karena emosi mereka yang meninggi dan sensitifitas yang sedang panas, sehingga mungkin saja mereka merasa mual jika harus bicara face to face. Karenanya, mereka meluapkan apa yang mereka rasakan di jejaring social yang bernama facebook. Hahaha….terkadang emosi memang bisa membuat kita konyol.
Aku baru melihat di facebook setelah seteru itu berjalan beberapa waktu. Jadinya, aku sedikit terlambat untuk memberikan rem buat mereka berdua. Yang terjadi, terjadilah. Aku Cuma bisa menghentikan perdebatan di depan public itu, dan memberikan media baru untuk mereka dapat melanjutkan perseteruan itu.
Entahlah…bagaimana akhirnya 2 orang yang hidup dalam satu ruangan petak 4x3 meter itu mengambil sikap.
Berikut adalah cuplikan obrolan perseteruan mereka yang telah di samarkan identitasnya (Judulnya perseteruan antara A dan B) hehehhee…lebay dot com. Untuk lebih mempermudah aku dalam mengingat kronologi, maka akan aku beri petunjuk pembacaan. Jika hanya tertulis huruf (missal, A : ), maka itu adalah status dari facebook. Namun jika ada keterangan tanda panah (missal, A>B ) maka itu menunjukkan bahwa tulisan itu adalah tulisan dari A di wall B. begitu juga sebaliknya.
A : sori...emosi gw lagi labil...gw gak bisa bicara langsung sama lu...ketemu pun mungkin gw agak segan...
A->B : gw gak mau bilang "plis *** tolong mengerti gw", gw cuma mau bilang, "gw minta maaf", maaf untuk belum bisa menjadi sahabat yang baik buat lu..mungkin untuk sekarang gw gak bisa ngomong langsung sama lu coz emosi gw masih labil...
B->A : lo ga perl minta maaf,gw jg lg sensi ga bs mikr panjang..klo seandainy gw msh bs mengerti knp lo hrus mint maaf..lo tetep shbt gw ,shbt bae gw,
B->A : mungkin sbht it ga slalu ad di saat qt bth,ato mlh shbt it hanya sekedar slng mengisi ato apalah yg gw jg ga ngerti..lo ga perlu minta maaf,gw cob ngerti meskipun gw sangat2 sdh..klo pun gw kecewa tp it hanya rasa emsi gw tp kesedhn gw lbh besar.. mengalahkn kekecewan gw.klo pershbtn it lbh indh dgn sling mengerti mun...gkn gw hrus melakukan it.gw ga berharap apa pun jd lo ga perl minta maaf
A->B : mungkin gw agak sedikit diem kalo ketemu langsung sama lu...
B->A : klo lo berskap sept it malah jd aneh..udh lah qt pnya kegiatn yg berbda dlm 1 wkt..memang hrus mengerti..
B : sedih...klo dia tau gw pngen bgt dia dtng ke S..., gw.
A->B : Brati dg kata lain,gw bkn sahabat lu c0z gw ga slalu da saat lu butuh..gw mnt maaf atas kekecewaan yg udah gw buat k lu..klo mnurut lu minta maaf ja gak perlu,brati lu gak usah anggap gw lg c0z lu gak nerima pmintaan maaf gw..
A : Ketika sebuah persahabatan sedang diuji kesetiaannya..
Dan begitulah perseteruan antara 2 orang my beloved friend. Hehehe…. Demi mendukung
kebebasan berekspresi mereka dan demi tidak dibilang memasung kreasi anak bangsa untuk terus
bertengkar, maka akupun menawarkan jalan yang lain. Berikut adalah kalimat yang aku berikan
untuk mereka yang aku kirimkan lewat jalur pribadi.
Aku :
dear ibu2 yang sedang pada sensi....
Hayyyooo.....semangadh.... emang kadang boleh aja koq kita sensi2an,
cuma nih ya, menurut gw selaku pengamat facebuk sejati 24 jam belakangan ini, yang juga
sodara tua kalian...
gw kasih masukan nih buat kalian...
selesaikan secara adat "berantem sono di tengah lapangan" kalau memang udah pada nggak
mual kalau ketemu...
kalau masih mual ketika saling bertemu, berantemlah di kertas, email, atau pesen di facebuk.
tapi bukan di WALL...its not a good choice gals....
gw yakin kalian ini udah pada gede n makin dewasa....betull???
sekian dari saya...kalau butuh moderator atau wasit buat perang kalian, gw siap2 ajah koq...:P
salam i love u full,
wilis si "mbah dukun"
yg lagi ikut2an kesel gara2 baca wall sodara2nya di facebuk yg isinya nggak jelas juga dot com ^_^
nb : perang bantal juga boleh deh....
hehhehe….. semoga hari ini menjadi hari yang indah untuk mereka berdua, dan juga untukku. Wuiihhh….hari ini sepertinya aku banyak berhubungan dengan orang2 yang “bermasalah” dalam menggunakan jejaring social. Sebenarnya ada 2 kasus lagi yang sudah terjadi, hanya saja, akan menjadi tidak nyambung kalau digabung disini. ^_^ cluenya adalah “nggak nyimak email di milis” dan “nggak punya sopan santun dalam menyapa orang di YM dengan Buzz”. Hwakakakka….
Apa yang aku rasakan? Hanya lega sajja….plong….^_^
-
I dedicated this story to my buddy, one of my partner in crime, and my lucky friends, Ijah. She is the one who gave me this big challeng...
-
Alhamdulillah.... Million thanks to Allah SWT ... Untuk semua hal yang sudah diberikan-Nya kepadaku, kepada orang2 disekelilingku. Duu...
-
And again..... One year has gone.... :) I still on the way... I still on my way... :p There is a lotta love, Coz everybody needs a lotta lov...