Hari ini, aku mendapatkan satu lagi pelajaran dari kejadian yang sedang menimpa teman, sahabat, dan sodaraku. Mereka adalah dua. Dua orang yang sama2 teman, sahabat, dan sodaraku. Hanya masalah kadar yang kadang membuatnya berbeda. Karena ditambah aku, jadilah kami bertiga. Mungkin bisa di andaikan tiga lampu yang tidak pernah menyala bersamaan (kecuali dalam keadaan error), yaitu lampu lalu lintas.
Hari ini aku mengetahui kalau mereka berseteru. Darimana aku tahu? Dari Facebook. Ya…dari facebook. Rupanya kedua orang my beloved friend itu khilaf karena emosi mereka yang meninggi dan sensitifitas yang sedang panas, sehingga mungkin saja mereka merasa mual jika harus bicara face to face. Karenanya, mereka meluapkan apa yang mereka rasakan di jejaring social yang bernama facebook. Hahaha….terkadang emosi memang bisa membuat kita konyol.
Aku baru melihat di facebook setelah seteru itu berjalan beberapa waktu. Jadinya, aku sedikit terlambat untuk memberikan rem buat mereka berdua. Yang terjadi, terjadilah. Aku Cuma bisa menghentikan perdebatan di depan public itu, dan memberikan media baru untuk mereka dapat melanjutkan perseteruan itu.
Entahlah…bagaimana akhirnya 2 orang yang hidup dalam satu ruangan petak 4x3 meter itu mengambil sikap.
Berikut adalah cuplikan obrolan perseteruan mereka yang telah di samarkan identitasnya (Judulnya perseteruan antara A dan B) hehehhee…lebay dot com. Untuk lebih mempermudah aku dalam mengingat kronologi, maka akan aku beri petunjuk pembacaan. Jika hanya tertulis huruf (missal, A : ), maka itu adalah status dari facebook. Namun jika ada keterangan tanda panah (missal, A>B ) maka itu menunjukkan bahwa tulisan itu adalah tulisan dari A di wall B. begitu juga sebaliknya.
A : sori...emosi gw lagi labil...gw gak bisa bicara langsung sama lu...ketemu pun mungkin gw agak segan...
A->B :
B->A : lo ga perl minta maaf,gw jg lg sensi ga bs mikr panjang..klo seandainy gw msh bs mengerti knp lo hrus mint maaf..lo tetep shbt gw ,shbt bae gw,
B->A : ...gkn gw hrus melakukan it.gw ga berharap apa pun jd lo ga perl minta maaf
A->B :
B->A : klo lo berskap sept it malah jd aneh..udh lah qt pnya kegiatn yg berbda dlm 1 wkt..memang hrus mengerti..
B :
A->B :
A :
Dan begitulah perseteruan antara 2 orang my beloved friend. Hehehe…. Demi mendukung
kebebasan berekspresi mereka dan demi tidak dibilang memasung kreasi anak bangsa untuk terus
bertengkar, maka akupun menawarkan jalan yang lain. Berikut adalah kalimat yang aku berikan
untuk mereka yang aku kirimkan lewat jalur pribadi.
Aku :
dear ibu2 yang sedang pada sensi....
Hayyyooo.....semangadh.... emang kadang boleh aja koq kita sensi2an,
cuma nih ya, menurut gw selaku pengamat facebuk sejati 24 jam belakangan ini, yang juga
sodara tua kalian...
gw kasih masukan nih buat kalian...
selesaikan secara adat "berantem sono di tengah lapangan" kalau memang udah pada nggak
mual kalau ketemu...
kalau masih mual ketika saling bertemu, berantemlah di kertas, email, atau pesen di facebuk.
tapi bukan di WALL...its not a good choice gals....
gw yakin kalian ini udah pada gede n makin dewasa....betull???
sekian dari saya...kalau butuh moderator atau wasit buat perang kalian, gw siap2 ajah koq...:P
salam i love u full,
wilis si "mbah dukun"
yg lagi ikut2an kesel gara2 baca wall sodara2nya di facebuk yg isinya nggak jelas juga dot com ^_^
nb : perang bantal juga boleh deh....
2 comments:
sbelum gw bc post-an ini, td gw sempet iseng baca2 wall org. n pikiran gw langsung nyambung ke sini. wah ternyata da benang merahny. bener jg mb, berseteru di fesbuk membuat org lain yg tdny g tau jd tau tp g ngerti pa yg sbenarny t'jd.harapn gw si kedua org yg lg panas t'sebut bs cepet adem n mneruskan hari2 persahabatan mreka. yaah smoga aja. sungguh g nyaman bl kt bermasalah sm sahabat/sodara sendiri..
salam
Obrutcare
Post a Comment