"Hai!!! Apa Kabar Icha?"
Baik. Sebelum berpanjang dan berlebar, maka perlu digarisbawahi keadaan yang menjadikan error dari segala error ini bermula. Bahkan sampai detik inipun (lebih dari 24 jam dari muncratnya ide random ini), saya masih tidak percaya dengan perbuatan saya sendiri. Halu tingkat dewa...
Begini ceritanya...
Semua berawal dari suasana hening diantara saya dan suami saya, di Jum'at Sore, kemarin. Kami yang duduk terpisahkan oleh meja makan, disatukan dalam diam dan pikiran yang sama-sama mengembara selaras dengan gemericik air terjun kecil kami.
Saya berandai-andai, melanjutkan banyak pengandaian yang telah subur dalam beberapa bulan terakhir ini. Dalam kondisi pandemi seperti, dorongan untuk bisa berbuat banyak, membantu sebanyak-banyak nya orang, meskipun dengan sekecil-kecil pun bentuk bantuan, semakin membuncah. Apa yang bisa saya lakukan dengan keterbatasan sumberdaya seperti ini? Bagaimana bisa menjadi lebih bermanfaat bagi orang yang kita kenal, tanpa harus banyak upaya? Bisakah saya menjadi lebih bermanfaat bagi lingkungan? Adakah cara yang bisa membuat orang-orang merasakan manfaat dan mendapat nilai lebih sari adanya saya didunia?
Entah mendapat dorongan atau kekuatan dari mana, tetiba saya berucap, "Aku mau live IG ah... " Kata saya. Dan suami saya menjawab ringan "Ya udah live aja..." Katanya.
Sayapun mengambil handphone saya, menscroll up scroll down barisan WA status teman-teman saya, tanpa tahu apa yang saya cari. Tetiba pula mata saya melebar dan jemari saya berhenti nye-croll ketika saya baca nama "L Icha Pantera". Seperti sebuah balon pecah didekat saya dengan suara plop nya, disusul dengan bohlam yang mendadak menyala, lengkap dengan sebuah suara didalam kepala "Aha!". Saya menangkap ide.
Saya buka WA status Icha, dan melihat sebuah foto persiapan foto session. Dimana banyak sekali properti foto yang ada didalam frame foto itu. Saya kirimkan pesan "masteeerrr". Dan dibalas oleh Icha dengan "master limbad...". Ahhahaa. Sa ae si Icha. Tanpa pikir panjang atau bertele-tele, saya todong dengan "sharing ilmu donk cha... Live instagram yuk..." #eeeaaa
Dan meskipun awalnya si Icha bingung mau saya apa, akhirnya gayung bersambut, dia setuju. Curhat aja laaah... Ngobrol ngalor ngidul ajaaa... Kata saya saat itu. Deal. Live IG bersama Icha.
"Yah, jadi. Live IG sama Icha besok" kata saya kepada Mas Bojo.
"Ok. Nanti tak buatin flyernya" saya iyain aja padahal nggak tau flyer kek mana yang dia mau buat.
"Paling nanti isinya kamu doank ya..." Kata saya yang disusul dengan tawa bersama.
"Tagline nya -Hai!!! Apa Kabar?" -Aja..." Kata saya.
Entah kenapa saya tetiba mikir, "Hai!!! Apa Kabar?" Adalah tag line nya. Saya merasa, itu adalah ciri khas saya aja. Setiap mencoba berkomunikasi dengan teman-teman, saya pasti menggunakan kata itu. "Hai!!! Apa Kabar?" Sampai pernah ada teman saya heran dan bertanya "gw koq ngerasa kayak ditunggu-tunggu banget gitu sama elu, kayak udah lama nggak ketemu gitu. Terus ngerasa di perhatiin gitu ditanyain kabar". Katanya. Saya bilang "masak sih? Gw setiap ketemu orang begitu memang nyapanya lhooo..."
Heheheee... Dan juga, saya merasa live IG saya ini memang tujuannya adalah untuk menyapa teman-teman lama saya yang sudah lama tak bersua. Beberapa mungkin masih bersua sesekali, atau masih bersua secara daring. Tapi tetap, menanyakan kabar rasanya sangat pas dalam situasi seperti sekarang ini. Dan suami saya setuju.
Sayapun melanjutkan memasak, dan Mas Bojo mandi lalu membuatkan saya Flyer.
Setelah flyer jadi dan dikirim ke saya, saya termenung. Seolah saya dibeturkan ke keran hingga baru menyadari bahwa saya ini pernah amnesia. Berbuat sesuatu diluar nalar saya. Beneran ini? Dih, demi apa ya?Aku kan nggak pernah berani ngomong didepan orang? Pake IG aja jarang. Sok-sokan mau live. Ngomongin apaaa? Hwaaa... Mas Bojo tertawa, dan berkata menenangkan saya "Selow aja... Ngobrol biasa aja..." Katanya.
Dan saya mulai terlihat errornya. "Gimana sih caranya Live IG?" Mas bojo saya gemas dan menunjukkan caranya pada saya. "Terus kalau mau live berdua gimana?" Tanya saya lagi. Kali ini mas bojo tidak bisa membantu. Akhirnya saya gugling. Saya rasa, saya mengerti. Teorinya :-p
Tapi karena masih nerveous, akhirnya saya colek salah satu teman saya yang 'sepertinya pernah live'. Dan dengan baiknya dia langsung membuat live dadakan untuknya sendiri hanya demi membuatkan saya screenshot. Aaah, baiknya kamu Dew... Makasih banyak yaaa. Kapan-kapan lo yang akan muncul di acara "Hai!!! Apa Kabar?" gw yaaa :-)
Sayapun mulai dengan ragu dan malu, men-share flyer dari Mas Bojo ke beberapa teman saya. Mereka bersemangadh ikut. Bukan karena materinya, tapi karena rindu pada ceriwisnya saya semata. Eeerrr... Saya teruskan flyer nya ke beberapa grup WA yang jumlahnya kecil dulu... Sambutannya positif. Salah satu teman nge-host zoomie land saya, bersemangadh sekali menyemangati saya. Mungkin karena dia juga sudah ikut berbagi host bersama saya, jadi rada PD saya akan bisa bertahan selama satu jam. Nge-host zoomie land untuk alumni angkatan kami saja, bisa tahan sampai 9 jam yekaaan. Hahaha
Saya perluas peredaran flyernya ke grup yang lebih besar. Beberapa japri mulai masuk dan bilang "Insya Allah aku join...". Uhuk... Mulai grogi. Kirain bakalan cuma saya, Icha, Mas Bojo, dan beberapa teman yang juga rindu Icha aja yang bakal join. Baiquelah... Endak mashalah... Paling juga 10 orang lah yess...
Kata Mas Bojo "udah aku share ke grup L, pada semangadh tuh... Mantuls mantabs katanya..." Eeeaaa... Grup L itu adalah grup organisasi dimana saya, Icha, mas bojo, dan beberapa teman yang sudah konfirmasi alan join tadi bernaung semasa mahasiswa. Ya ndak heran lah kalau nambah seorang dua orang dari grup itu, karena Icha masih banyak di kenal juga. Mereka pasti rindu Icha (iya, Icha, bukan saya hahaha).
"Share laaah ke status sama IG stories... Sekalian orang udah ke grup-grup" kata suami saya memanasi. Dan seperti biasa, pinternya saya koq ya nurut. Saya post di WA status dan IG stories.... Wadidaw... Beberapa teman yang saya tidak sangka-sangka mulai menjapri. "Waaah, aku mau join yaaa, lagi mulai usaha makanan juga nih. Pengen belajar food potography..." Atau "Aku join ya, penasaran banget food photography" atau yang lain-lainnya sejenisnya... Duh
Saya jadi grogi beneran. Jadi musti nanya apa donk besok ke Icha biar manfaatnya buat audience lebih maksimal? Ahahahha... No idea.
Bismillah... Semoga diberi kelancaran pikiran dan juga lisan untuk kegiatan berbagi ilmu esok hari. Aamiin.
Selamat malam semuanya.

No comments:
Post a Comment