Sunday, April 22, 2018

Kepo Itu Baik





Pertama:
Homaigat, gw nge-tweet lageeeee!!! #sumpahalay #alaybanget #lebaybanget
Ahahahaa... Iya, gara-garanya gatel sekali tangan ini untuk mengetik. Tapi karena topik sekolah belumlah menjadi hal favorit yang ingin saya diskusikan dengan orang (atau sudah terlalu banyak diskusi dink), jadi saya pilih tweeterland aja buat nyampah. Dan akhirnya diumumin dimari. Errrrrr...

Kedua:
Gw kepo banget!!!!! #alaylagi #demamalay
Jadi ceritanya, saya ini kan punya level curiosity level enough to kill an elephant. Jadi bawaannya kalau pengen sesuatu, saya suka jadi sering browsing dan mencari bahan/literatur guna mengetahui lebih lanjut perihal yang saya pengen itu.

Contohnya dulu ketika K masih bayi baru brojol. Karena sebelum punya anak saya sudah naksir dengan sekolah K yang sekarang ini, maka begitu K lahir, saya mulai rajin searching informasi mengenai sekolah itu. Namun sayang, keberadaan sekolah itu di dunia maya sangatlah minim info. Googling sampai halaman akhir juga, minim data yang bisa didapat. eeerrrrrrrr deh...

Putus asa? oh, bukan saya...
Akhirnya insting emak jaman now mungkin yang mengarahkan saya untuk kepo ke medsos orang-orang. Sasarannya? FB dan instagram lah yesss....
Meskipun saya adalah orang yang mem-private kan semua medsos, namun saya yakin dan percaya bahwa banyak orang di luar sana yang tidak membuat medsos mereka private. Berbekal keyakinan itulah maka kursor saya arahkan ke instagram dan facebook, dengan berbagai macam kata kunci yang di cari. Ahahahaa... So persistent lah pokoknya...

Akhirnya saya menemukan banyak sekali beberapa gambaran foto, kegiatan, fasilitas sekolah, dan lain-lain dari medsos orang-orang disana. Selain itu juga saya buka-buka halaman demi halaman obrolan orang di web nya urbanmama. Lumayan mendukung lah hasil pencariannya... Akhirnya membuat saya bertekat bulat untuk menyekolahkan K disana jika nanti umurnya cukup...

Saat saya menunjukkan hasil pencarian saya kepada Mas Bojo, beliau komentar nya cuma satu :
"Kamu yakin kamu nggak minder nanti kalau harus bareng sama ibu-ibu itu?"

Saya dengan mantap bilang "Enggak lah... Nggak harus ikut-ikut begitu... Kan kerja...." --> It turn be something akward in the end of story, because me being stupid... ahahahaha

Kepo yang sekarang gimana?
Kepo saya yang sekarang juga masih seputar hal yang sama dengan kepo waktu itu. Yaitu kepo tentang sekolah anak. Mungkin saya ini terlalu semangadh menentukan mencari sekolah untuk anak saya. Tapi mau gimana lagi. Hidup di Kota Bogor bagian Dramaga ini membuat banyak keterbatasan dalam hal satu ini... Tidak apa-apa... Semoga ikhtiar ini diridhoi oleh-Nya. Aamiin...

Nah, kembali ke kepo emak jaman now. Di waktu senggang saya sekarang-sekarang ini, saya mulai meng-kepo-in sekolah incaran saya untuk K. Informasi di internet jauh lebih banyak daripada sekolah K yang sekarang. Web resmi sekolahnya juga cukup up to date. Instagram dan Facebook nya juga up to date. Dan saya punya beberapa teman yang anaknya sudah ada disana. Mungkin mereka sudah mulai bosan dan mual kalau saya mulai bertanya-tanya tentang sekolah anaknya. Karena terkadang pertanyaan nya diulang lagi dan lagi, karena saya lupa pernah nanya. ahahahhaa

Cukup infonya? Belum.... ahahahhaa
Untuk sekolah yang sekarang saya cari, saya tidak sekedar mencari informasi seputar sekolah, kegiatan, dan fasilitasnya. Kalau info itu sih dengan mudah bisa ditanyakan ke teman-teman saya atau tinggal di tengok ke sekolahnya. Tapi kali ini saya banyak mem-browsing mengenai bagaimana para muridnya, alumninya, dan semacam itulah. Karena sekolah SD (mungkin SMP dan SMU) kan jangka panjang. Banyak menentukan arah kehidupan kita nantinya...

Somehow, pencarian saya mendarat ke sebuah blog milik salah satu alumni sekolah itu. Anak ini lulus dari SMU sekitar 4 atau 5 tahun lalu. Saya terkesima sekali dengan anak ini.
1. Anak ini bahasa inggrisnya bagus banget... Dan dia nulis blog kebanyakan dalam bahasa inggris. Menurut saya sih WoW banget... hehehe
2. Anak ini pinter banget. Mengingat dia SD dan SMP nya di sekolah negri paling favorit di Kota Bogor ini.
3. Anak ini out of the box dan sealiran banget sama saya. Ahahahaha. Kembali lagi, mengingat dia ini SD dan SMP nya favorit di kota ini, tapi SMU milih sekolah inceran saya karena alasan yang sama dengan alasan kenapa saya pengen anak saya sekolah disekolah ini. Ahahahhaa
4. Anak ini kece badai banget. Dia (dan keluarganya) seneng travelling banget. Setiap ada libur atau kesempatan, selalu berburu tiket murah untuk liburan ke daerah/negara lain. Menurut hasil kepo saya, dia sudah terbiasa menabung dari kelas 2 SD, jadi sekarang dia memiliki kebebasan financial untuk berjalan-jalan.
5. Anak ini Super banget! Karena dia lulus dari SMU, keterima kuliah di UGM. Tapi dia tinggalin setelah semester 3 (kalau nggak salah) karena merasa kuliah di UGM nggak ada tantangannya. Terlalu santai. Sedangkan dia anaknya suka tantangan, nggak suka kalau kurang kegiatan, dan nggak suka kalau kuliah hanya untuk formalitas. Akhirnya dia tinggalin dan pindah kuliah ke Korea. Dia dapat beasiswa full, sering ikut kegiatan voluntary lintas negara, sering ikut kegiatan macam-macam pokoknya. Luar biasa!!!
6. Anak ini genius menurut saya. Semoga nanti anak saya bisa mengikuti jejak dan semangadh anak ini dalam menjalani masa remajanya. Bersenang-senang dan berprestasi sehingga masa mudanya seems to the fulest bener... kekekekekek

Melihat si anak ajaib ini, membuat saya bertanya-tanya. Gimana itu orang tuanya mendidik dia ya? Kepercayaan semacam apa yang diberikan oleh orang tuanya sampai anak ini bisa begini... Saya mau banget belajar sama orang tuanya lho....  :-)

Saya bukannya pengen memaksa anak saya untuk begini atau begitu sehingga bisa begini atau begitu. Tapi melihat bagaimana banyaknya peluang untuk berbuat banyak hal positif di masa remaja (yang dilakukan dan dibagikan anak ini), membuat saya semangat untuk nanti memberikan wacana dan wawasan kepada anak saya. Dulu saya sewaktu remaja, tidak punya banyak informasi untuk bisa begini atau begitu. Masa remaja saya habiskan dengan galau, banyak menangis tanpa sebab, sambil mengerjakan LKS atau membaca dimanapun saya berada (ke Toilet pun saya membaca dan mengerjakan LKS karena galau). Saya tidak ingin nanti pada saatnya anak saya memasuki masa remaja, dia melihat dunia sebagaimana saya melihat dunia dulu. Saya ingin bersiap diri, hingga pada saatnya nanti, saya siap membuka wawasan anak saya mengenai dunia yang teramat sangat luas, yang menawarkan banyak sekali kesempatan untuk berbuat lebih demi sesuatu yang lebih baik dan bermanfaat.

Semoga rencana dan doa saya didengar Allah SWT, dikabulkan dan dilancarkan. Aamiin.

No comments: