Saya sepertinya layak menjadi member manusia galau. Dalam setiap hal yang melibatkan 'memilih' selalu membuat galau dan maju mundur syantiek cukup lama. ahahaha
Salah satu hal yang sudah membuat saya maju mundur syantiek selama kurang lebih setahun ini adalah masalah health insurance. Yup. Asuransi kesehatan. Berapa orang yang sudah saya jadikan narasumber untuk membantu saya meyakinkan diri sendiri. Mungkin mereka sudah mual juga kalau saya sudah mulai nanya"
"Kamu pake asuransi kesehatan enggak?"
"Menurut kamu, BPJS aja itu udah cukup apa belum?"
"Perlu nggak sih kita bikin asuransi kesehatan selain BPJS?"
Dan masih banyak pertanyaan lain yang sejenis. Hampura nyaakkk....
Dulu saya pernah punya asuransi kesehatan dari lembaga yang map nya warna hijau tua. Tapi saya matikan setelah umur sekitar 3 tahunan karena saya malas membayar premi nya. Sayang duitnya. ahahahaha
Kemudian ketika kantor saya berganti kebijakan, akhirnya semua staff di daftarkan BPJS, dan ditambah dengan asuransi pribadi dari BUPA. Sayangnya, asuransi pribadi ini hanya menanggung satu orang, tidak termasuk keluarga. Untungnya kantor saya berbaik hati dengan mengijinkan kami untuk memilih opt in atau opt out dari program asuransi itu. Kalau kita tidak ingin menggunakannya, kita dapat allowance atau pengganti yang nilainya sekitar Rp. 1,300,000. Lumayan juga kan. Sejak dimulainya masa penggantian kebijakan kantor saya itu, saya sudah mulai ragu-ragu. Apakah sebaiknya saya daftarkan lagi allowance insurance ini untuk asuransi lain yang bisa meng-cover saya, suami, dan anak saya? Ataukah cukup dengan BPJS saja? (untuk BPJS ini sampai saat ini juga masih belum bisa meng-cover suami dan anak saya karena pas nyabut kesertaan nama saya dalam BPJS fakir miskin di Jogja, saya lupa mencabut kesertaan mereka sekalian. Eeerrrrrr). Atau uang allowance nya untuk jajan saja? Hiiiissssshhhh
Sambil galau, seperti biasa saya searching dan browsing dan nanya tentang produk asuransi yang bisa meng-cover yang saya inginkan. Sambil mencari dan mencari, uang allowance nya saya pakai untuk jajan. Ahahahhahaha
Beralih sebentar ke asuransi saya yang lain, sebelum nanti di lanjut ke asuransi kesehatan ini ya...
Jadi, sekitar 2 tahun lalu
Akhirnya saya mendaftarkan Mas Bojo ke asuransi jiwa term life itu. Namanya term life, itu seperti kita sewa hidup. Kalau terjadi sesuatu dengan si pencari nafkah utama, maka kita dapat UP senilai 1 M. Tapi kalau kita diberi umur dan jodoh panjang, maka uangnya menguap dan hilang begitu saja. Ya nggak papa kan. Dengan premi 5 jutaan setahun, menurut saya it worth every penny.
Nah, sejalan dengan kegalauan dalam asuransi kesehatan tadi. Akhirnya saya bertemu dengan sesama wali murid di sekolah anak saya. Dia adalah agen salah satu Asuransi yang berasal dari Italia. Saya banyak sekali bertanya ini itu kepadanya. Untungnya orangnya santai kek dipantai. Mau ditanya hal yang sama berapa hari berturut-turut juga dia ketawa aja. Akhirnya saya minta dia buatkan banyak ilustrasi deh. Misalkan premi sekian, kamar sekian untuk sendiri. Premi sekian, kamar sekian untuk keluarga. Untuk keluarga, yang kamarnya sekian, preminya berapa. Dan semacam itulah permintaan saya. Dibuatkan donk sama dia... Duh, lu baik banget ya vit. Ahahahahaha
Setelah dibuatkan ilustrasi nya, saya semedi lagi selama beberapa bulan. Ada kalik setengah tahun. Memelototi ilustrasi, nyoret sana sini, nambah note sana-sini, nyolekin Vita untuk ditanya spontan kapan aja saya nemu pertanyaan. Ahahahaa... Idih banget pokoknya klien yang satu ini.
Singkat kata, saya akhirnya fokus pada ilustrasi yang untuk 3 orang (Saya, Mas Bojo, dan Anak), dengan harga kamar standar (Rp. 500 rebu, sepertinya untuk ukuran Bogor masih bisa dapat kamar bagus dengan harga segini), dan UP nya 1 M juga. Preminya masih tidak terlalu jauh dari allowance yang saya dapat dari kantor. Tinggal nambah beberapa ratus ribu. Masih bisa lah ya mengurangi jatah jajan kopi. Toh sekarang saya ngopi di pangkalan, bukan di kafe. Jadi instead of 50-70rebu sekali ngopi, saya hanya perlu 10rebu (kopi dan air mineral sebotol) sehari. hehehehehe
Nah, kemudian saya kembali berfikir dengan rumus bego saya. Kan ini UP nya 1 M. Yang Asuransi Jiwa juga 1 M. Sepertinya saya akan menutup asuransi jiwa suami saya yang syariah itu saja. Ahahahaha... Bayar premi nya kalau doble sayang juga. Meskipun sebetulnya juga nggak terlalu mahal, tapi koq tetep aja ya. Sayang kalau berdoble-doble. Padahal kata consultant keuangan, beda lho antara Asuransi Jiwa dan Asuransi Kesehatan. Proteksi yang wajib keluarga punya itu sebetulnya. Entahlah... Nanti saya pikir lagi ya... Semoga ada rejekinya jadi nanti saya bisa lanjutkan lagi itu asuransi jiwa... Sedikti ragu sih sebenernya.... hehhehehehe
Jadi begitulah. Akhirnya saya mendaftar pada Asuransi Kesehatan untuk keluarga saya ke Asuransi yang dari Italia itu. Semoga saja saya bisa membayar preminya dengan lancar, semoga bisa membantu keluarga saya jika nanti terpaksa butuh, dan semoga berkah semuanya. Aamiin.
Akhirnya saya nulis sesuatu yang berbau planning dan planner... Ahahahaha...
Sekian cerita mengenai insurance dari saya. Asuransi pendidikan nggak usah dibahas. Udah mau ditutup bulan depan. Kekekekekekkekee

No comments:
Post a Comment