Sunday, April 22, 2018

Sekolah Dasar Pilihan

Gambar dari Sini

Saya mulai memasuki saat-saat dimana kegalauan melanda (sebetulnya sudah mulai dari tahun lalu sih, tapi belum selesai sampai sekarang. ahahaha).

Kegalauan memilih anaknya nanti mau masuk sekolah mana?

Dari tahun lalu saya sudah mulai lirik kanan-kiri karena saya tahu pasti waktu berjalan dengan cepat, dan pasti tak terasa tiba-tiba sudah didepan mata saja itu saat mendaftarkan anak ke SD. Dan saat itu adalah sekarang-sekarang ini.

Memang sih anak saya masih TKA baru mau naik ke TKB. Tapi kan kalau nantinya sekolahnya adalah sekolah swasta, maka akhir tahun ini (Biasanya mulai Bulan October/November) juga sudah pada mulai buka pendaftaran... Jadi efektif tinggal setengah tahun saya boleh galau. Tidak boleh lebih. T I T I K

Pada awalnya dulu saya adalah penganut Negri Minded. Pengennya anaknya sekolah di sekolah negri saja, seperti emak dan bapaknya. Tapi melihat sekolah negri jaman now, beserta faktor disekelilingnya, sepertinya saya mundur teratur dan nggak terlalu terobsesi dengan negri.

Berarti Swasta donk? He eh... Dimana? Embuh....

Sampai saat ini, baru satu hal yang disepakati emak dan bapak nya K tentang sekolah K nantinya. Kami sepakat untuk tidak memasukkan K ke sekolah yang diambil oleh kebanyakan tetangga kami. Bukan karena kami sentimen dengan tetangga, sama sekali tidak. Tetapi lebih kepada "kami belum ingin anak kami belajar agama sejauh anak-anak tetangga kami, di usia dininya". Memang sih banyak yang berfikir bahwa pendidikan agama itu penting dari sedini mungkin, atau ada juga yang berpendapat bahwa sekolah yang basic agamanya kuat itu bagus karena anak mendapat semua pelajaran (umum dan agama) di sekolahan, jadi dirumah tinggal tidur. Tidak apa-apa. Itu pendapat banyak teman saya. Saya mendukung keputusan mereka untuk menyekolahkan anak mereka disekolah pilihan mereka. Kami? Ingin anak kami lebih banyak mengenal keberagaman, lebih mengedepankan toleransi, perbedaan, keberagaman, dan lain-lainnya. Kami meyakini bahwa pelajaran agama itu sebagian besar adalah tanggung jawab orang tuanya, bukan hanya tanggung jawab sekolahnya. Bismillah... Namanya juga ikhtiar yekaaann....

Dulu, kami naksir sebuah sekolah Yayasan Katolik Marsudirini (Whatttttt? Emang lo udah ngerasa jago agama? Udah yakin anak lo imannya kuat? dan lain-lain dan lain lain... Itu sih ekspresi beberapa orang yang mendengar rencana saya. Saya senyumin aja....). Tetapi semakin kesini, sepertinya niat kami urungkan kesana. Karena jaraknya jauhnyaaaaaaaaa.... Mantab Jiwa! Mas Bojo menyerah ketika melakukan uji coba jarak. Sampai tak sanggup berkata-kata, beliau hanya mengangkat bahunya ketika saya bertanya "Gimana?" Ahaahhahahaa...

Setelah mundur dari pilihan sekolah itu, sampai saat ini, kami baru memiliki satu pilihan yang lain. Sekolah Regina Pacis Bogor. Masih sama Yayasan Katolik juga... Tapi secara prestasi, sudah tercatat lah dia. Tapi koq gosyip-gosyip tetangga, tugas dan PR nya banyak ya disana... Dan katanya masuknya harus sudah 6 tahun betul. Dua hal itu yang masih membuat saya ragu apakah anak saya bisa masuk ke sekolah itu. Tapi secara niat, kami sudah lebih dari 80% pengen masukin K kesana. Bismillah... Semoga dimudahkan nantinya... Aamiin.

Kenapa nggak disekolah K yang sekarang saja sih?
Ahahaha.... SD nya mahal bo'! Tahun ini saja masuk SD di situ sudah mencapai angka 29 juta. Bagaimana tahun depan? Pasti di atas 30 juta deh. Belum lagi SPP bulanan nya juga diluar budget saya untuk bayaran SPP SD. Yang masuk SD tahun ini, mereka harus membayar 2.2 juta sebulan. Yassalaaaammmm....

Secara ngeles sih saya suka dengan jawaban saya sendiri "Kalau untuk PS, TKA, dan TKB, sekilah disitu masih boleh lah... Tapi kalau untuk 6 tahun SD di sekolah yang besarnya segitu, sepertinya saya kasihan sama anaknya... Biar dapet lingkungan yang lebih besar lah...." --> Ini adalah murni jawaban ngeles karena duitnya nggak cukup untuk sekolah disitu. Ahahahahaa  :-p

Tapi, meskipun biaya untuk PS, TKA dan TKB juga termasuk cukup tinggi, saya masih berharap ketika anak saya selanjutnya nanti usianya cukup untuk sekolah, saya bisa menyekolahkan nya di sekolah K yang sekarang ini. Aamiin...

Sekian curhat masalah sekolah anak kali ini. Pengen curhat masalah biaya pendidikan jaman now, tapi koq belum tau mau mulai dari mana. Ahahahahaha.... 

No comments: