Majuuu....Jalan....!!!!
Sebuah aba2 yang sering kita dengar mulai dari kecil hingga saat ini. Banyak di ucapkan ketika kita sedang mengikuti upacara bendera atau baris berbaris. Sebuah aba2 agar kita melangkahkan kaki ke depan selangkah demi selangkah. ya....aba2 agar kita berjalan maju...
Saat ini, aku sedang berusaha untuk tetap berjalan juga....Hanya saja, aku sedang mencoba berjalan mundur. Berjalan mundur dengan harapan dapat lebih bersemangat dan dapat menemukan angin baru untuk bergerak maju. Semangat baru, energi baru, niat baru, dan hasil yang baru pula.
Rupanya, 5 tahun sudah aku bergerak maju dengan cepat, secepat geraknya sang waktu. Maju terus, melihat ke depan, dan berusaha mengejar sekelebat bayangan yang timbul tenggelam. Aku berjalan bahkan berlari untuk mengejar bayang2 semu itu. Berlari...dan Berlari...
Tanpa kusadari, aku telah melupakan hakikat perjalananku sendiri. aku tidak menikmati apa yang ada di sekitarku. Aku tidak pula mempersiapkan bekal untuk perjalananku ini. Semua tidak pernah aku pikirkan hingga beberapa waktu belakangan ini. Ternyata aku terlalu cepat berlari....Banyak hal yang tertinggal di belakang, dan banyak pula hal yang aku lewati begitu saja.
Beberapa waktu yang lalu, aku menghentikan langkahku tiba2. Aku berhenti, dan diam. Aku diam untuk beberapa lama di suatu titik. Diam...dan berpikir. Aku berusaha merenungi mengapa perjalanan yang telah aku tempuh sekian lama ini terasa ada yang kurang. Serasa ada yang terlupakan dan terlewatkan. Aku diam untuk beberapa lama di titik itu. Kubiarkan orang di sekitarku bertanya2 dengan kediamanku itu. Kubiarkan orang2 di sekitarku terpana dan curiga dengan kediamanku itu. Karena aku memang hanya ingin diam...dan berpikir...
Setelah aku memilih dan melakukan aksi diam beberapa waktu, aku memutuskan untuk mengambil sikap saat itu juga. Aku memutuskan untuk kembali melangkahkan kakiku, dengan keyakinanku yang baru. Aku melangkahkan kakiku untuk menambal kisah yang berlubang, dan untuk mengisi ruang yang kosong. Dan yang pasti, aku kembali melangkah untuk menuju sesuatu yang lebih besar, lebih nyata, dan memang seharusnya....
Aku melangkahkan kakiku kembali, namun tidak lagi ke depan. Saat ini, aku memilih untuk melangkah mundur. Jauh memang untuk bisa mengulang dan melakukan upaya tambal sulam, namun setidaknya aku telah mengusahakannya. Aku yakin bahwa Tuhan ada dimana2 dan akan memberikan petunjuk padaku, kapan dan bagaimana aku harus memulai melangkah maju lagi. Suatu saat nanti....
Membuat langkah mundur bukan berarti buruk. Hanya berusaha melepaskan diri dari sikap naif saja. Melihat realita, dan melakukan apa yang seharusnya ku lakukan sebagai seorang saudara seiman dan saudara se umat manusia.
Tidak ada yang salah atas keharusan langkah mundur ini. Hanya saja, banyak sekali pelajaran yang seharusnya bisa aku petik, agar tidak terulang lagi suatu saat kelak. Semoga saja, ini adalah kali pertama dan sekaligus terakhir untukku harus berjalan mundur. Karena sesungguhnya semua ini menyakitkan dan meninggalkan torehan luka yang cukup dalam....
No comments:
Post a Comment