Friday, April 24, 2009

Mobil ini sudah terbiasa sakit

Kembali pada masalah mobil, dan mobil ku sayang. Mobil ini sepertinya sudah terbiasa sakit, bahkan sepertinya sudah sangat menikmati rasa sakit itu. kecenderungannya, saat ini bukan hanya telah mampu menikmati rasa sakit itu, namun telah menganggap bahwa sakit itu adalah bagian dari dirinya.

Dahulu kala, ketika hama penyakit, borok dan pengganggu dari luar datang untuk yang pertama kali dan kedua kalinya, mobil itu meronta dan berusaha melepaskan diri. Dia menganggap bahwa semua penyakit itu aadalah ancaman. Dia berteriak ke kanan dan kekiri untuk mencari dan meminta bantuan. Sampai dengan penyakit itu pergipun, rasa sakit dan penderitaan itu masih membekas di dalam hati mobil ini. Sampai ada niat untuk memberontak dan memboikot saja para penyakit itu agar tidak berani lagi mendekatinya. Sungguh suatu semangat yang luar biasa dan meledak-ledak. Semangat yang mampu mempengaruhi sekitarnya, karena memang itu sangat berarti bagi kelangsungan hidup mobil itu kedepannya.


Setelah wabah penyakit yang pertama berlalu, kondisi mobil ini membaik dan semakin stabil. Diapun mulai beraktivitas seperti sedia kala. Dia juga mulai merancang dan menyusun rencana-rencana perjalanan jauh menaklukkan dunia. Jiwa mudanya kembali berkobar dan membara.

Namun malang tak dapat ditolak, dan untung tak dapat di raih. Beberapa waktu terakhir ini, si mobil ini mengalami penyakit yang beruntun. Memang tidak bersamaan, tetapi beruntun dan tanpa henti. Sembuh penyakit yang satu, maka muncul penyakit yang lain. Baru beberapa hari sembuh, penyakit lain sudah membayangi. Sungguh malang nasib mobil ini belakangan ini.

Setelah runtutan penyakit ini menghilang, seakan muncul ketidakpercayaan diri terhadap jiwa mobil ini. Pernah muncul satu opsi, apakah perlu kita ruwat/mandi kembangkan sang supir karena mobilnya selalu bermasalah ??? atau dia perlu membuang kolornya ke pantai selatan agar semua kesialan ini berlalu dan selesai??? Entahlah….tak ada yang punya solusi pasti untuk 6 penyakit yang beruntun menimpa mobil ini.

Yang terbaru dan aku yakin bukan yang terakhir, adalah kambuhnya penyakit lama mobil ini. Penyakit yang gejalanya muncul pada saat penyakit pertama menyerang, rupanya kembali lagi mendatangi tubuh mobil ini. Penyakit yang datang dari lingkungan dekat si mobil yang memberikan efek merasa terintimidasi dan dipaksa untuk bergerak. Mobil ini merasa ada yang berusaha menggerakkan dia, padahal sebenarnya dia tidak ingin bergerak demikian. Penyakit yang datang pelan-pelan, tidak berbau/seolah-olah menyamarkan bau, dan datang dengan santun. Sayangnya, saat ini si mobil tidak begitu merasakan bahwa dia sedang dalam ancaman suatu penyakit. Mungkin karena terlalu sering terjangkit penyakit, maka rasa peka itu semakin berkurang. Karenanya, dia tak lagi merasakan ini sebagai ancaman yang berbahaya. Parahnya, saat ini, ketika penyakit itu mengarahkannya untuk bergerak kekanan, dia justru menganggap bahwa dia memang seharusnya kekanan. Ketika penyakit itu mengarahkannya ke sungai, maka dia menganggap bahwa memang dia seharusnya ke sungai. Saat penyakit menggerakkannya ke gedung, maka dia menganggap bahwa memang seharusnya dia kegedung.

Bagaimana nasibnya mobil ini kedepan??? Entahlah…semakin tidak ada kejelasan dan samar-samar.

No comments: