Dalam waktu sekitar 2 bulan ini, sudah tak terhitung berapa banyak teman, saudara, keluarga, ataupun orang yang baru kukenal menanyakan hal yang sama temanya. Semua itu berhubungan dengan apa yang telah terjadi di bulan Februari 2009 kemarin. Seberapa besar pengaruh bulan Februari dalam hidupku ini?? Sepertinya menjadi cukup besar karena memang disanalah status baru dipaksa berikan untukku.
Apa yang mereka tanyakan??? Merupakan pertanyaan yang wajar, lazim, dan lumrah untuk ditanyakan bagi penyandang status baru sepertiku. Setahun yang lalupun aku mendapatkan pertanyaan yang wajar, lazim dan lumrah ditanyakan kepada orang setingkatku. Waktu itu mereka akan dan sudah menanyakan : kapan kamu lulus??? Dan saat ini mereka sudah dan mungkin akan menanyakan : kamu kerja dimana???
Ada salah seorang temanku yang cukup dekat denganku, dan mengalami apa yang aku alami sekarang ini lebih dulu. Dia sangat terganggu dengan pertanyaan2 semacam itu. bahkan dalam tulisannya didalam blognya, dia mengatakan bahwa orang yang bertanya seperti itu adalah orang yang suka ikut campur dengan urusan orang lain. Apakah memang seperti itu???
Kalau menurutku pernyataan temanku yang satu itu tak sepenuhnya benar. Aku kurang setuju juga dengan pernyataan itu. kenapa?? Karena bagiku itu hanyalah sebuh bentuk interaksi social dengan lingkungan sekitar kita. Dengan saling bertanya, menanyakan, dan mendiskusikan sesuatu dengan orang lain, aku rasa itu adalah sebuah komunikasi biasa dan bahkan menurutku perlu dilakukan. Karena jika tidak ada yang saling peduli, atau jika semua orang didunia ini sudah bersikap seperti temanku itu, maka hidup ini akan sangat sepi. Bagaimana tidak, orang akan hidup dengan individualis, dan tidak peduli. Dalam setiap kegiatannya, orang akan mengenakan earphone di kupingnya yang entah untuk mendengar lagu atau radio seperti keseharian temanku itu. hhhwwaaaa……parah sekali.
Kembali kepada apa yang mereka tanyakan padaku. Kelulusankupun tak lepas dari keberadaan pertanyaan-pertanyaan itu. mungkin 40 % kelulusanku berdasarkan banyaknya pertanyaan yang semakin lama semakin membuatku terpacu menyelesaikan skripsi yang sempat molor 1,5 tahun itu. mereka dengan rajin menanyakan padaku : hayoo…kapan lulus??, koq nggak lulus2 sih??? Dan sebagainya.
Dan akhirnya, bulan Februari kemaren adalah titik dimana mereka harus membuat, mengarang, menciptakan, dan mempersiapkan pertanyaan baru untukku. Sekarang masalahnya adalah kapan kamu kerja??? Kerja dimana??? ngapain aja kerjanya??? Dan sebagainya, dan sebagainya…
Semoga saja dengan semakin dipertanyakan, maka garis pekerjaanku semakin jelas dan rejeki itu tetap mengalir. Amin.
Oh iya, ada satu lagi pertanyaan yang mengikuti kebiasaan pertanyaan mengenai pekerjaan setelah seorang mahasiswa lulus kuliah. Kapan kamu menikah??? Hallllaaaahhhh…..:P
No comments:
Post a Comment