Jadwal hari ini adalah menjadi fasilitator untuk outbond anak2 kampus. Harus kumpul jam 6, tapi jam setengah 7 baru bisa benar2 berangkat. Pas mau berangkat, terjadi kehebohan mencari sepatu. Dan salah satunya aku. Sepatu kets hijau kesayanganku rupanya sudah tidak berada pada tempatnya. Dia lenyap entah kemana dan dengan siapa… Akhirnya aku putuskan untuk menggunakan sepatu warna kuning entah punya siapa.
Siang ini, aku dan teman2ku pulang dari acara outbond. Kami semua dalam kondisi kelelahan.
Habis rasanya tenaga kami terserap oleh anak2 itu. Tapi puas juga dengan hasilnya karena kami bisa tepat waktu dan juga mereka senang. Kekurangan pasti ada, seperti lecetnya tangan anak2 itu, dll, tetapi masih bisa di atasi. Pulang, satu yang kuingat adalah untuk melihat keberadaan si leno. Aku masuk ke ruang tempat semua alat2 berharga disimpan. Aku melihat di tempat si leno berada ada kaleng biscuit. Aku pikir ada yg meletakkan biscuit di sana agar tidak dihabiskan oleh anak2. Kuangkatlah kaleng biscuit itu.
Tapi apa yang kuarasakan..???
Kenapa kaleng ini beratnya sangat berlebih dari 3 kali biscuit ini??
Karena penasaran, akupun membuka tutup kaleng itu. Apa yang aku lihat??? Ternyata adalah bor listrik yang memang sangat berat sekali. Aku langsung emosi, dan berjalan keluar sambil membawa kaleng biscuit bor itu sambil bertanya “ siapa yang meletakkan ini di ruang alat??”
Ternyata ada satu anak yang mengaku meletakkannya, dan karena emosi, akupun langsung menyemprotnya dengan kata2 “koq ditaro di atas laptop sih??pake mata donk kalau mau naruh barang”.
Akhirnya aku diam dan lebih banyak diam saja di kampong karena memang aku sedang tidak bersemangat.
Malem ini, akupun berniat pulang saja kerumah temanku untuk menginap seperti biasa.
Malang tak dapat ditolak, untung tak dapat diraih. Sewaktu motor kesayanganku “black” sudah siap untuk berangkat, aku masih disibukkan dengan acara mencari helm. Aku berputar2, bolak-balik dan kebingungan mencari helm yang selama ini selalu aku letakkan dirak buku. Rupanya ada yang membawa pergi helmku itu karena mmungkin aku lupa memasukkannya ke ruangan dalam. Hiks…..semakin bĂȘte lah aku malem ini…
Akhirnya aku putuskan untuk pulang tanpa menggunakan helm. Aku dan temanku yang ingin ikut aku pulang, janjian untuk bertemu di jalan. Saat aku ingin pulang, beberapa temanku juga melangkah keluar bersamaan. Karena jumlah mereka cukup banyak, maka aku bilang aku tidak akan menawarkan pada mereka tumpangan.
Saat itu salah satu temanku bilang mau bareng aku, tetapi karena yang lain langsung protes, maka aku memutuskan tidak mengajak satu orangpun. Akhirnya temanku itu ngambek dan langsung pergi. Sewaktu dijalan, aku bertemu dia dan menawarkan tumpangan, namun dia menolaknya. Dan akupun pergi tanpa menengok lagi. Suasana hatiku sendiri sedang buruk, jadi aku tidak mau lebih dipusingkan oleh orang yang nggak jelas. Hehehe
Soo….
Ini hanyalah sebuah cerita kecil tentang kejengkelan2 kecil. Tapi meskipun kecil, tetep aja “jeng kelin”…..
1 comment:
kenalan blog yaa
Post a Comment