Thursday, March 5, 2009

Dibalik Kesuksesan si Jerry

Tom dan jerry (penggambaran tokoh kartun yang selalu bertentangan namun akrab_red) adalah sesama makhluk dari planet, dimana planet itu dipimpin oleh seorang raja baik hati. Mereka telah cukup lama tinggal diplanet yang sama diluar angkasa. Tom adalah tipikal makhluk yang temperamental, sedangkan jerry adalam tipikal makhluk yang lemah lembut dan tidak menyukai peperangan.

Suatu hari, sang raja memberikan tugas kepada semua rakyatnya untuk melakukan pekerjaan membuat suatu karya. Setiap makhluk, diperintahkan untuk membuat sebuah karya bebas sebebas-bebasnya. Karya itu nantinya akan diberikan kepada pengunjung planet mereka sebagai bentuk buah tangan. Jika nantinya para pengunjung planet itu tertarik dengan karya-karya rakyat planet itu, maka aka nada imbalan yang diberikan kepada para rakyatnya. Imbalannya apa, tidak pernah disebutkan oleh raja yang bijaksana itu, karena sang raja tidak menginginkan adanya kecemburuan social dikalangan rakyatnya.

Akhirnya, para makhluk itu membuat karya sesuka hati mereka. Ada yang membuatnya dengan sepenuh hati karena memang dia menyukai kegiatan pembuatan prakarya, tetapi ada juga yang mengerjakannya dengan setengah hati. Suasana menjadi ramai karena setiap makhluk melakukan kegiatan. Termasuk juga Tom dan Jerry.

Setelah semua makhluk selesai membat prakaryanya, mereka mengumpulkan prakarya2 itu di tempat raja mereka. Sang raja sendiri yang akan memberikannya sebagai hadiah kepada para tamu planet itu.

Suatu hari, tiba-tiba saja sang raja memberikan pengumuman kepada semua makhluk di planetnya bahwa telah banyak tamu planet yang tertarik dengan hasil2 karya makhluknya. Para makhluk bersuka-cita mendengar berita gembira itu. Masing-masing mendapatkan imbalan yang beraneka rupa. Ada yang mendapatkan fasilitas keliling planetnya, hingga ada pula yang mendapat hadiah tawaran untuk berkunjung ke planet lain. Tom dan Jerry termasuk ke dalam kelompok makhluk yang mendapatkan imbalan, hanya saja mereka mendapatkan imbalan yang berbeda. Tom mendapatkan fasilitas keliling planetnya, sedangkan Jerry mendapat undangan untuk berkunjung ke planet lain.

Melihat perbedaan imbalan itu, membuat hati Tom berubah. Tom yang memang pada dasarnya termasuk golongan makhluk yang ambisius dan ingin selalu didepan, merasa kurang jika imbalan untuknya hanya berupa keliling planet. Dia sangat ingin berkunjung ke planet lain seperti Jerry. Jerry yang mendapat kesempatan berkunjung ke planet lain itu juga merasa senang. Akan tetapi karena dia bukan tipikal makhluk yang suka berlebihan, maka dia hanya menanggapi kegembiraannya dengan biasa-biasa saja.

Namun sayang disayang. Karena kekecewaan akan imbalan yang didapatnya, ditambah lagi dengan melihat sikap Jerry yang kalem-kalem saja, membuat Tom menjadi semakin panas. Dia mulai menampakkan taringnya dengan selalu mengganggu Jerry dengan sikap dan kalimat-kalimat sindirannya. Awalnya Jerry tidak begitu menanggapi perlakuan Tom padanya. Namun lambat laun, Jerry menjadi cukup terganggu dan risih. Puncaknya adalah ketika Jerry sedang menyiapkan prakarya yang sama, guna ditunjukkan kepada tamu planet yang lainnya. Saat itu Tom mendekatinya dan mulai mengganggunya.

“ oh, jadi itu prakarya mu??huh…Cuma segitu doing, aku juga bisa bikin…” kata Tom sinis.
Jerry hanya diam dan tidak menanggapi perkataan Tom. Bukannya berhenti, Tom justru semakin menjadi-jadi.
“ katanya mau ke planet lain….ngerjain kayak gitu aja lama bener. Kayak gitu koq mau ke planet luar. Kalo aku yang ngerjain, paling nggak lama juga selesai. Kerja kayak gitu koq mau ke planet lain. ” cecar si Tom.
Jerry tetap menahan perasaan dengan diam dan tidak terpancing emosi. Dia hanya menjawab singkat “ kalau tiba waktunya, nanti juga selesai. Kenapa kamu yang sewot?”
Lalu Jerry kembali dalam keasyikannya menyelesaikan prakarya. Sedangkan Tom, bermain-main dengan prakaryanya sambil terus menggumamkan sindiran-sindiran pedas kepada Jerry.

Jerry dapat merasakan ketidaksukaan Tom terhadap keberhasilannya menarik perhatian makhluk planet lain dengan prakaryanya. Mungkin Tom berpikir, seharusnya dia yang mendapatkan imbalan itu. namun Jerry tidak bisa berbuat banyak karena itu adalah kehendak rajanya.

Semakin hari, Tom tidak merubah sikapnya pada Jerry, bahkan terkesan menjadi-jadi. Jerry hanya diam dan diam, serta menelan semua sengatan dari Tom di dalam hati. Walaupun dia berjuang untuk tetap sabar dan menerima, namun ternyata kesabarannya juga ada batasnya.

Karena perlakuan Tom sudah semakin menjadi-jadi, maka Jerry berniat untuk mengungkapkan uneg-unegnya kepada Tom jika ada kesempatan. Dia pun mulai menyusun kalimat yang baik agar tetap tidak menyinggung perasaan makhluk itu.

Apakah pada akhirnya kesempatan itu datang???
Kita tunggu kisah selanjutnya….

No comments: