Showing posts with label Bete. Show all posts
Showing posts with label Bete. Show all posts

Saturday, November 28, 2009

Ikhlas sajalah…..

Lagi…..

Ku hela nafas panjang

Ku lihat sela2 dedaunan, tanpa ku tahu untuk apa ku melakukannya

Ku kedipkan mataku untuk membuatku terbangun

Tapi tetap saja

Tak ada yang berubah

4, 3, 2, atau 1 tahun yang lalu ini pernah terjadi

4, 3, 2, atau 1 tahun yang lalu akupun telah mengatakannya

Tapi, masih saja terjadi

Dan sepertinya akan terjadi lagi, lagi, dan lagi….

Tak akan berhenti

Tak peduli ribuan kata “please”

Tak peduli jutaan kata “tolong”

Tak peduli milyaran kata “ayo”

Karena ini selalu dan akan terus terjadi

Hanya satu pertanyaan yang sering kuucapkan,

Namun tak pernah bisa kudapatkan jawabannya

“sampai kapan aku bisa menahan sehingga semua akan tetap bertahan?”

Rasa ingin bertahan selalu ada, sejalan dengan rasa ingin meninggalkan

Sepertinya memang harus mulai dipikirkan,

Bagaimana caranya untuk bisa mengikhaskan

Setahun, dua tahun, tiga tahun, empat tahun….

Lima tahun pun tak mampu membuat kemajuan

Sepertinya tak ada gunanya jika tak bisa “saling”

Bukan meninggalkan, hanya perlu mengikhlaskan….

Tuesday, August 25, 2009

Today is My Knock Out Day

Bukan ingin menyesali, mengutuk, menghujat, atau menyalahkan Tuhan atas takdirku untuk hari ini. hanya saja aku membutuhkan sebuah penyaluran pikiran dari sudut pandangku. sekali lagi, dari sudut pandangku. kenapa aku harus menekanka "dari sudut pandangku?" karena aku seringkali berpendapat yang berbeda dari orang kebanyakan. oleh karena itu, daripada menuai bencana pada akhirnya, lebih baik aku mengatakan dengan tegas bahwa ini semua adalah berdasarkan pikiranku sendiri.

Telpon berdering bertubi-tubi menghancurkan mimpi burukku. thanks god....it was very bad dream for me....dan akupun menerima telpon sambil terkantuk-kantuk. rupanya alarm yang membangunkan ku secara rutin untuk bersahur kalah saing dengan tuan yang satu ini. dia membangunku dengan gigihnya, hingga aku benar-benar terbangun. benar2 pahlawan tanpa tanda jasa....:P

aku pun ber-sahur dengan nasi, ayam sayur (dari warung padang di kampus), daun singkong, nata de coco, dan pastinya teh manis hangat. enaaaakkk..... aku menyantap makanan sahurku sambil menonton aksi Opera Van Java kesayanganku. setelah makan selesai, akupun melanjutkan tidurku. hendak menyalakan laptop, tapi koq ngantuk berat. akupun tidur kembali dan baru bangun sekitar jam 8 pagi.

sebuah kejutan manis di pagi hari di bulan puasa ini. rupanya tamu bulananku berdatangan, hingga akhirnya aku tak bisa melanjutkan puasa. maka minumlah aku. rencana yang aku susun kemarin adalah bahwa hari ini aku akan ke Pasar Minggu mencari sebuah sekolah tinggi yang khusus untuk perikanan. aku berniat memporakporandakan perpustakaannya demi untuk mendapatkan data mengenai pernak-pernik rajungan. namun sayang disayang, rupanya aku kemarin terlalu terlena sehingga ada tugas yang masih menunggak padahal sudah ditunggu oleh seseorang di negri lain sana....hiks...

walhasil, aku hari ini hanya di rumah, merapikan data, melengkapi literature, dan upload data ke sebuah situs yang memang ditujukan untuk mengirimkan file dalam ukuran besar. thanks for technology...

setelah lewat zuhur, akupun pergi ke perpustakaan kampus lagi untuk sekedar meng-copy beberapa abstract dari penelitian2 rajungan. siapa tahu ada yang sudah berbahasa inggris, maka akupun ngacir kesana. tetapi rupanya keberuntungan belum berpihak padaku kali ini. dari kesekian banyak judul skripsi yang aku ambil, rupanya tak satupun abstract-nya berbahasa inggris. wuih.... ya sudah..tidak apa-apa. nanti aku akan mencari orang untuk bisa menterjemahkannya. Mbak Yuni yang bertugas menjaga perpustakaan, mengatakan bahwa hasil fotokopian baru bisa di ambil besok pagi. aduh....tetapi dengan jurus maut dan rayuan gombal, akhirnya aku di ijinkannya meng-copy sendiri laporan2 itu ke bawah. asyik....

sepulang dari perpustakaan, aku menuju tempat dimana aku bisa nongkrong berlama-lama yaitu sekret tercinta. disana ada beberapa orang anggota. setelah berusaha mencurahkan isi hatiku pada bujur lawalata, akupun mengajak salah seorang anggota aktif untuk membantuku menterjemahkan abstract2 itu ke dalam bahasa inggris. akhrinya dengan kesepakatan bahwa dia membantu aku dan aku akan mengajaknya serta ketika aku pulang sehingga dia bisa main ke tempat temen dengan gratis. :)

kamipun bahu membahu menterjemahkan abstract-abstract itu ke dalam bahasa inggris. sampai pukul 5 sore, kami hanya berhasil menterjemahkan 3 lembar abstract. tapi, itu sudah merupakan hasil maksimal kami. its our good job..:)

setelah selesai menterjemahkan, si mpinx bilang "mbak, tunggu bentar ya aku mandi dulu."
kataku : "aduh, mandi aja lu di kosan tempat lu main nanti."
katanya : "kalo gitu anterin gw aja ke kosan ambil baju ya..."
kataku " yaelah, daripada gw anter lu pulang, mendingan lu aja sendiri sono ambil baju pake motor gw."
dan akhirnya, dia pulang kosan dengan "si black" my lovely motorcycle.

aku menunggu di sekret sambil internetan. :) waktu berlalu begitu cepat, hingga tak terasa sudah jam 6 saja. namun si mpinx belum juga kembali. aku mulai khawatir sebab aku belum menyelesaikan upload data ke email Jimely. dan hari ini, aku baru bekerja separuh hari. waduh....dan juga, aku khawatir my boss already at home....:(

waktu terus berjalan dan aku terus menunggu dengan gelisah. mulailah aku berteriak2 nggak jelas. marah-marah, ngomel2, as ussual i'm...sms, telpon sudah dijalankan, namun ternyata handphone anak itu tertinggal di sekret. akhirnya aku merasa tidak sabar, dan ketika si mbeum datang dengan motornya, akupun meminjamnya dan pergi ke kosan mpinx. namun sayang disayang karena aku baru sekali pergi ke kosan mpinx, maka aku lupa tepatnya kosan dia yang mana, scara perumahan dosen semua rumah nampak sama. alhasil aku keliling semua kompleks dan berusaha mendeteksi keberadaan si black. tapi tidak berhasil aku temukan. akupun kembali ke sekretariat dengan dongkol.

sampai di depan pintu sekret, ada bucok yang mau mengantar ke laundry bajunya se-trash bag. dan dia bilang dia tahu kosan si mpinx, dan bersedia mengantarkanku kesana. akupun ikut kesana bersama bucok. bucok bilang mpinx ne-kost di APD, padahal seingatku di perumdos. but its ok, we try to check APD. namun sesampainya di tengah jalan, rupanya si bucok baru ingat bahwa yang kost di APD adalah teman si mpinx, sedangkan si mpinx masih nge-kost di perumdos. oh lord....what next?????

pulanglah lagi kami ke sekretariat. aku sudah putus asa dan memasrahkan semua keadaan kepada dewa dan memilih untuk tiduran di ruang TV belakang tempat jubir, mbeum dan bronk. kudiamkan diri sejenak, dan kemudian aku baru mendapat ide...(rada lama sih ide ini datang, bukannya dari awal-awal gitu ya...:( ). dan idenya adalah aku pulang saja naik ojek. ya...benar...lebih baik aku naik ojek saja. biar saja si black di sekret, pasti juga ada yang mengurusnya. :) dan akupun segera pamitan ke anak2 untuk naik ojek saja pulang.

aku berjalan ke depan GOR lama. saat hampir memanggil ojek, aku melihat dari arah perumdos ada motor yang berjalan pelan sekali. aku curiga bahwa itu adalah si mpinx, dan ternyata kecurigaanku benar adanya. mpinx datang dengan santainya dan bertanya :
Katanya : "lho, kakak koq udah nunggu disini, sejak kapan?"
Kataku : "lu jadi ke tempat mbak dian nggak?"
Katanya : "emm...jadi nggak ya?"
Kataku : "aduh...cepetan. minggir...minggir....terserah lu jadi apa nggak." kataku sambil mengusirnya dari kursi supir si black.
Katanya : "jadi aja deh..."
Kataku : "ya udah..." dan membiarkan dia naik di belakang, lalu tancaaaaapppp.......

diperjalanan aku mendiamkan mpinx karena aku sedang kesal sekali. semua kekesalan berkumpul di ubun-ubun dan keluar sebagai dengusan nafas. mpinx sempat bertanya padaku :
Katanya : "buru-buru banget ya kak?"
Kataku : "iya" pendek dan hanya dibarengi dengan anggukan kepala. entahlah dia melihat atau tidak, aku tidak peduli.

di jalan, aku mengatakan pada mpinx bahwa aku tidak akan mengantarnya ke dalam kompleks.
Kataku : "gw nggak nganterin lu ke dalem ya...gw turunin lu di lampu merah aja"
Katanya : "yah, kakak aku nggak tau tempatnya."
Kataku : "ntar lu telpon mbak dian aja."
Katanya : "aku kan nggak bawa hp kakak.."
Kataku : "Yang jelas gw nggak sempet nganterin lu. lu jalan aja lurus, belokan kedua belok kiri, jalan terus ketemu mesjid. setelah ketemu mesjid belok kanan terus langsung belok kiri. abis itu belok kanan lagi. rumahnya nomor 1 dikanan jalan. " dan kamipun diam.

sesampainya di lampu merah Bubulak, aku menurunkan dia dan mengulangi rute belak-beloknya. dan langsung tancaaaaaaapppp......dengan terburu-buru pula aku memulangkan si black kepada tuannya di gecko dan minta antar pulang. finally, i've arrived at home savely. karena hati masih panas, akupun ke kamar mandi dan mengambil minum. thanks oma for your "kolak" that make me cooling down...:)

setelah hati mendingin, akupun mengirimkan pesan kepada semua orang yang terlibat dalam proses sore tadi. maaf untuk yang kena semprot dan juga yang udah minjemin motornya, tengkyu. hahahhahhaa.....benar-benar my knock out day....dan ternyata aku juga merasa tidak tega sama si mpinx. takut anak itu ilang di perumahan orang. kutelponlah nomor yang punya rumah untuk menanyakan apakah anak itu sudah sampai. dan ternyata sudah. wuih....lega...

so, i can do my task again....:) yeah, with smile to remember our stupidity friend...hohohohohoho.
I luv u all...muah-muah-muah

best regards,
wilis

Monday, March 30, 2009

To Day is Bad Day


Bukan bermaksud menyalahkan hari, tetapi aku hanya ingin menumpahkan kekesalanku saja. Hari ini rupanya sedang banyak ujian kecil yang harus aku alami. Bukan masalah besar, karenanya aku anggap sebagai ujian kecil. Pagi tadi, aku bangun pagi banget (tumben) karena memang harus begitu…
Jadwal hari ini adalah menjadi fasilitator untuk outbond anak2 kampus. Harus kumpul jam 6, tapi jam setengah 7 baru bisa benar2 berangkat. Pas mau berangkat, terjadi kehebohan mencari sepatu. Dan salah satunya aku. Sepatu kets hijau kesayanganku rupanya sudah tidak berada pada tempatnya. Dia lenyap entah kemana dan dengan siapa… Akhirnya aku putuskan untuk menggunakan sepatu warna kuning entah punya siapa.

Siang ini, aku dan teman2ku pulang dari acara outbond. Kami semua dalam kondisi kelelahan.
Habis rasanya tenaga kami terserap oleh anak2 itu. Tapi puas juga dengan hasilnya karena kami bisa tepat waktu dan juga mereka senang. Kekurangan pasti ada, seperti lecetnya tangan anak2 itu, dll, tetapi masih bisa di atasi. Pulang, satu yang kuingat adalah untuk melihat keberadaan si leno. Aku masuk ke ruang tempat semua alat2 berharga disimpan. Aku melihat di tempat si leno berada ada kaleng biscuit. Aku pikir ada yg meletakkan biscuit di sana agar tidak dihabiskan oleh anak2. Kuangkatlah kaleng biscuit itu.
Tapi apa yang kuarasakan..???
Kenapa kaleng ini beratnya sangat berlebih dari 3 kali biscuit ini??
Karena penasaran, akupun membuka tutup kaleng itu. Apa yang aku lihat??? Ternyata adalah bor listrik yang memang sangat berat sekali. Aku langsung emosi, dan berjalan keluar sambil membawa kaleng biscuit bor itu sambil bertanya “ siapa yang meletakkan ini di ruang alat??”
Ternyata ada satu anak yang mengaku meletakkannya, dan karena emosi, akupun langsung menyemprotnya dengan kata2 “koq ditaro di atas laptop sih??pake mata donk kalau mau naruh barang”.

Akhirnya aku diam dan lebih banyak diam saja di kampong karena memang aku sedang tidak bersemangat.

Malem ini, akupun berniat pulang saja kerumah temanku untuk menginap seperti biasa.
Malang tak dapat ditolak, untung tak dapat diraih. Sewaktu motor kesayanganku “black” sudah siap untuk berangkat, aku masih disibukkan dengan acara mencari helm. Aku berputar2, bolak-balik dan kebingungan mencari helm yang selama ini selalu aku letakkan dirak buku. Rupanya ada yang membawa pergi helmku itu karena mmungkin aku lupa memasukkannya ke ruangan dalam. Hiks…..semakin bĂȘte lah aku malem ini…

Akhirnya aku putuskan untuk pulang tanpa menggunakan helm. Aku dan temanku yang ingin ikut aku pulang, janjian untuk bertemu di jalan. Saat aku ingin pulang, beberapa temanku juga melangkah keluar bersamaan. Karena jumlah mereka cukup banyak, maka aku bilang aku tidak akan menawarkan pada mereka tumpangan.

Saat itu salah satu temanku bilang mau bareng aku, tetapi karena yang lain langsung protes, maka aku memutuskan tidak mengajak satu orangpun. Akhirnya temanku itu ngambek dan langsung pergi. Sewaktu dijalan, aku bertemu dia dan menawarkan tumpangan, namun dia menolaknya. Dan akupun pergi tanpa menengok lagi. Suasana hatiku sendiri sedang buruk, jadi aku tidak mau lebih dipusingkan oleh orang yang nggak jelas. Hehehe

Soo….

Ini hanyalah sebuah cerita kecil tentang kejengkelan2 kecil. Tapi meskipun kecil, tetep aja “jeng kelin”…..