Friday, March 27, 2009

Hanya Ingin Cerita, Karena Tak Terucapkan Kepada Mereka

Aku punya beberapa teman yang aku anggap sebagai saudara.

Kami cukup dekat, atau setidaknya aku merasa begitu, karena selama ini setiap ada sesuatu, aku sering diberi tahu. Bahkan ketika temanku yg laki2 pergi, aku menginap dirumahnya untuk menemani temanku yang perempuan.

Entah kenapa, belakangan ini semua berubah.

Aku masih belum bisa memetakan, apa dan kenapa semua bisa berubah seperti ini.

Secara acak, aku mengambil suatu kemungkinan bahwa perubahan ini dimulai ketika temanku yang lain mengatakan padaku “oh, jadi kamu Cuma mau bekerja kalau dibayar??” didepan mereka.

Saat itu memang aku melihat mereka tersenyum….entahlah apa itu arti senyuman mereka. Yang pasti, sejak saat itu, kedua orang ini melakukan perubahan sikap padaku.

Kalau bertemu (khususnya temanku yang laki-laki) aku sering menyapa, mengajak senyum, seperti hari2 biasa.

Tetapi kembali lagi, entah kenapa semua itu seolah tak terlihat. Hahahha…..dicuekin deh akyu….

Sering juga ketika aku sedang membuka email, FB, ataupun YM, dan aku melihat tanda bahwa temanku yang perempuan sedang on line, akupun menoel dan menyapanya…

Hahahha…..lagi2 sepertinya tak terlihat. Atau mungkin emang jaringan internetnya memblokir pesan2ku.

Tapi, lama2 akupun terbiasa dengan sikap mereka itu.

Suatu malam di tempat aku biasa bertemu mereka dan teman-temanku yang lain, kami bertemu.

As always….akupun nyantai saja menghadapi perubahan yg belum kembali seperti semula itu.

Sewaktu aku sedang bercanda dengan salah satu anak teman yang sampai saat ini masih bersikap layaknya saudara, temanku yang laki-laki lewat disampingku.

Aku mendengar dia berkata sesuatu. Karena aku tidak merasa ada yang memanggilku, maka akupun meneruskan bermain dengan adikku. Kembali kudengar dia mengatakan sesuatu. Akhirnya aku mendongakkan kepala kearahnya.

“ kenapa??” tanyaku.

“ nanti aku mau pergi, seperti biasa ya…”

“ oh, tadi itu ngoomong sama aku ya???kirain sama sepatu.” Jawabku setengah bercanda, tapi banyak seriusnya.

Bla…bla…bla….diapun menjelaskan apa maksudnya. Dan akupun mengiyakan dan minta untuk di ingatkan aja kl emnag jadi karena aku sadar betul bahwa aku ini pelupa.

Mendekati hari H, aku menjadi ragu. Apakah memang aku diperlukan. Akhirnya kembali aku tanyakan lewat jaringan2 pesan singkat di internet. Masih juga tak ada respon. Akupun mengirimkan email. Sehari, dua hari, tak ada balasan juga. Hahaha…..lucu kan???

Koq jadi kayaknya aku ini SPG utk penyedia layanan jasa ke rumah2.

Yah…..apapun itu…

Bukan masalah bagiku. Apa yang kalian rasakan, tak kan berpengaruh pada perasaanku.

Melalui kalian, aku menjadi lebih belajar menerima semua keadaan. Termasuk dengan menerima penolakan atas aku oleh siapapun, sehingga aku makin merasa bahwa dunia ini sedemikian indahnya..

No comments: