Showing posts with label berubah. Show all posts
Showing posts with label berubah. Show all posts

Tuesday, September 8, 2009

Dia yang Memilih Melangkah Bersama Orang Itu

Aku memiliki seorang teman, seorang sahabat. Kami cukup dekat untuk dikatakan sebagai teman, tetapi masih kurang dekat untuk dikatakan sahabat sejati. Bukan hal yang penting apakah dia teman biasa, teman dekat, sahabat, ataupun sahabat dekat. Yang lebih penting adalah bahwa kami sama2 peduli dan saling menyayangi.

Dulu, kami sempat berpisah untuk beberapa lama, dikarenakan sebuah kesalahan yang telah diperbuatnya. Meskipun setahuku dia hanya melakukan satu kesalahan. Menurutku, kesalahan yang dia lakukan hanyalah karena dia terlalu percaya atau percaya 100% kepada laki2 itu. karena dia terlalu percaya pada laki2 itu, maka dia terperosok ked alam lubang yang cukup dalam dan gelap. Dan dia harus membayar kesalahan yang semata wayang itu untuk waktu yang lama.


Waktu itu, dia kembali. Saat dia kembali, aku dan mereka tidak pernah bertanya padanya “kenapa, bagaimana bisa, bagaimana ceritanya, koq kamu bisa begitu”. Kami diam dan menerima dia apa adanya. Kami merasa tak perlu menanyakan sesuatu yang pernah melukainya. Biarkan saja luka dan kesalahan itu disimpannya rapat2 dalam kotak pandoranya. Kami menerima dia seperti layaknya dia tidak pernah pergi. Welcome back my sister…. J


Rupanya, saat itu dia kembali dengan luka yang baru. Dia pergi meninggalkan kami untuk menyembuhkan luka lama, dan rupanya ketika luka itu telah terobati, dia harus menelan pil pahit dengan munculnya luka baru. Dia kembali terluka karena lelaki itu. lelaki itu tidak peduli padanya. Lelaki itu tidak menganggapnya sebagai sebuah berkah anugrah, dan mencampakkannya begitu saja. Berita mengenai lukanya yang baru itu, kami dengar bukan dari dia awalnya, namun pada akhirnya dia mengatakannya juga.


Kami berusaha menambal luka yang sudah terkoyak itu perlahan2, sampai dia kembali sehat seperti semula nampaknya. Saat dia kembali tegar, diapun mulai membuka hatinya kepada lelaki lain. sebuah langkah yang bagus untuk penyembuhan sempurna luka itu. beberapa saat di awal kedekatanya dengan lelaki kedua itu, terjadi beberapa hal yang membuat kami merasa ada keanehan. Mulai dari usaha penghilangan jejak, pengaburan fakta, pengingkaran, dan lain2. Kami berusaha mengingatkan, tetapi hanya sebatas kami boleh mengingatkannya. Tidak berani kami untuk melewati batas itu.


Setelah sekian lama berjalan dengan keanehan, akhirnya mereka bisa menjalin hubungan yang normal dan seperti layaknya relationship with someone. :P kamipun ikut berbahagia mendengarnya. Namun kemudian kebahagiaan kami kembali kami pertanyakan. Benarkah kebahagiaan kami ini adalah kebahagiaan pada tempatnya? Ataukah ini adalah kebahagiaan yang salah tempat dan justru tidak mencerminkan kebahagiaan sebagai seorang teman?


Pertanyaan itu muncul manakala dia memilih jalan hidup sendiri dan mulai memberikan jarak berupa sudut sekian derajat dari kami. Dia memilih untuk berjalan bersama dengan lelaki kedua itu sedemikian sehingga, bukan cara yang biasa kami ambil. Mereka bersama. Bagus memang untuk bersama, tetapi akan selalu ada konsekuensi dan tantangan didepan sana. Dan bukan tidak mungkin masalah akan timbul dari sana. Tetapi seperti yang aku bilang tadi, bahwa setiap pilihan memang selalu ada konsekuensinya, dan masalah itu berada di wilayah mereka yang tidak bisa diganggu gugat oleh siapapun. Tidak juga kami.


Suatu saat, ada orang lain yang mempertanyakan dia sebagai teman kami. Kami bingung harus berkata bagaimana. Karena dia tidak pernah menjelaskan ataupun memberitahukan kepada kami, maka kami hanya mengatakan apa yang bisa kami katakan. That’s it….


Dan belakangan ini, terdengar lagi pertanyaan2 dari parapihak yang mengabarkan kabar burung. Oh my god….i hope this is not really did. Hope it just a gossip. Wish Allah keep bless you my sister… amin

Friday, March 27, 2009

Hanya Ingin Cerita, Karena Tak Terucapkan Kepada Mereka

Aku punya beberapa teman yang aku anggap sebagai saudara.

Kami cukup dekat, atau setidaknya aku merasa begitu, karena selama ini setiap ada sesuatu, aku sering diberi tahu. Bahkan ketika temanku yg laki2 pergi, aku menginap dirumahnya untuk menemani temanku yang perempuan.

Entah kenapa, belakangan ini semua berubah.

Aku masih belum bisa memetakan, apa dan kenapa semua bisa berubah seperti ini.

Secara acak, aku mengambil suatu kemungkinan bahwa perubahan ini dimulai ketika temanku yang lain mengatakan padaku “oh, jadi kamu Cuma mau bekerja kalau dibayar??” didepan mereka.

Saat itu memang aku melihat mereka tersenyum….entahlah apa itu arti senyuman mereka. Yang pasti, sejak saat itu, kedua orang ini melakukan perubahan sikap padaku.

Kalau bertemu (khususnya temanku yang laki-laki) aku sering menyapa, mengajak senyum, seperti hari2 biasa.

Tetapi kembali lagi, entah kenapa semua itu seolah tak terlihat. Hahahha…..dicuekin deh akyu….

Sering juga ketika aku sedang membuka email, FB, ataupun YM, dan aku melihat tanda bahwa temanku yang perempuan sedang on line, akupun menoel dan menyapanya…

Hahahha…..lagi2 sepertinya tak terlihat. Atau mungkin emang jaringan internetnya memblokir pesan2ku.

Tapi, lama2 akupun terbiasa dengan sikap mereka itu.

Suatu malam di tempat aku biasa bertemu mereka dan teman-temanku yang lain, kami bertemu.

As always….akupun nyantai saja menghadapi perubahan yg belum kembali seperti semula itu.

Sewaktu aku sedang bercanda dengan salah satu anak teman yang sampai saat ini masih bersikap layaknya saudara, temanku yang laki-laki lewat disampingku.

Aku mendengar dia berkata sesuatu. Karena aku tidak merasa ada yang memanggilku, maka akupun meneruskan bermain dengan adikku. Kembali kudengar dia mengatakan sesuatu. Akhirnya aku mendongakkan kepala kearahnya.

“ kenapa??” tanyaku.

“ nanti aku mau pergi, seperti biasa ya…”

“ oh, tadi itu ngoomong sama aku ya???kirain sama sepatu.” Jawabku setengah bercanda, tapi banyak seriusnya.

Bla…bla…bla….diapun menjelaskan apa maksudnya. Dan akupun mengiyakan dan minta untuk di ingatkan aja kl emnag jadi karena aku sadar betul bahwa aku ini pelupa.

Mendekati hari H, aku menjadi ragu. Apakah memang aku diperlukan. Akhirnya kembali aku tanyakan lewat jaringan2 pesan singkat di internet. Masih juga tak ada respon. Akupun mengirimkan email. Sehari, dua hari, tak ada balasan juga. Hahaha…..lucu kan???

Koq jadi kayaknya aku ini SPG utk penyedia layanan jasa ke rumah2.

Yah…..apapun itu…

Bukan masalah bagiku. Apa yang kalian rasakan, tak kan berpengaruh pada perasaanku.

Melalui kalian, aku menjadi lebih belajar menerima semua keadaan. Termasuk dengan menerima penolakan atas aku oleh siapapun, sehingga aku makin merasa bahwa dunia ini sedemikian indahnya..