Thursday, January 22, 2009

Mobil Itu Supirnya Satu, Kalau Banyak Malah Bikin Runyam

Pelajaran Kedua Hari Ini

“Mobil Itu Supirnya Satu, Kalau Supirnya Banyak Malah Bikin Runyam”

Anggap saja kami sedang naik mobil gede banget….

Malam ini aku kembali bertemu dengan supir mobil yang selama ini aku dan teman-teman tumpangi. Mobil yang berjalan mengarah pada satu tujuan. Tujuan yang sangat jelas tertulis dipapan pengumuman, dan selalu diteriakkan oleh teman-teman kami ketika ada diantara kami yang mulai lupa. Mobil yang tak pernah penuh dengan penumpang, bahkan ketika dia selalu menaikkan penumpang tanpa mengeluarkannya.

Kembali pada supir kami….

Malam ini aku bertemu dengan dia ketika aku mengantarkan titipan buah dari salah satu penumpang lama mobil kami, yang baru dibawanya dari pulau sebrang. Ketika aku dating, supir kami sedang asyiknya bermain game seperti beberapa hari ini.

Beberapa obrolan kami lakukan, termasuk tentang kondisi mobil kami saat ini. Kata dia, mobil kami sekarang ini sedang sakit. Layak untuk dimasukkan ke bengkel. Kalau ibaratnya manusia, layak dibawa kerumah sakit. Kami yang ada diruangan yang sama malah jadi bingung, dan akhirnya bertanya kepadanya mengenai maksud dari perkataannya. Ya, kata supir kami, mobil kami sedang sakit karena para penumpangnya sudah banyak yang ingin menjadi supir. Kebanyakan dari penumpang mobil kami, saling berlomba, saling menunjukkan kehebatannya untuk dapat menjadi supir mobil kami. Padahal sudah jelas bahwa kami mempercayakan setir mobil kami kepadanya seorang.

Dia juga mengatakan bahwa awalnya kita semua sangat menghormati, menghargai, dan menyegani para penumpang yang terlebih dahulu memasuki mobil ini dan menempatkan diri selaku penumpang yang baik. Namun belakangan ini kami semua merasa bahwa memang ada pergeseran nilai tersebut. Mungkin karena seperti apa yang dibilang oleh supir kami tadi, yaitu karena semua ingin menjadi supir, maka mobil ini justru menuju kehancuran dan sakit.

Satu kalimat yang membuatku tersentak adalah ketika dengan tegas supirku mengatakan : “gila ya, mereka(pera penumpang lama_red) sekarang sudah tidak mendapatkan rasa simpati dari kita lagi. Kita sudah kehilangan rasa simpati dan respect kita sama mereka”

Bagi yang mengenal supir kami, maka kalimat sepanjang itu adalah mukjizat, karena bisa keluar dengan lancar dari mulutnya. Wouw…..

Dan yang tak kalah mencengangkan sekaligus memberikan aku semangat adalah ketika dia kembali berkata : “kalau mobil itu, dimana-mana yang nyetir Cuma satu. Kalau mereka mau, suruh daftar jadi kernet ajah…”

Hahahaha……boleh juga tuh. Tidak sedikit koq satu mobil sampai punya 3-4 kernet….

Mantap pak sopir…..smangadh ya….


No comments: