Pelajaran Pertama Hari Ini
“Air Mengaliiirrrr……Sampai Jaaaauuuuhhhh….”
Kenapa air sebegitu pentingnya dalam hidup manusia?
Wueleh…pastinya kalau pertanyaan itu dipertanyakan kepada orang-orang yang kita temui, pasti jawaban yang beragamlah yang akan kita dapati. Setiap orang akan mengungkapkan jawaban yang berbeda, meskipun ada kemungkinan juga mereka menjawab dengan hal yang sama. (ya…scara kan guru SD biasanya menjelaskan hal2 yg seragam dari sabang sampai merauke. Dan ingatan waktu SD biasanya masih saja melekat dalam ingatan kita. BIASANYA lho…)
Kembali ke air…
Aku bukan ingin membahas tentang air yang berhubungan dengan perubahan iklim dunia, banjir, privatisasi, atau yang berat-berat lainnya. Ini hanyalah kisah tentang hari-hariku bersama dengan si makhluk bernama air. Jadi, kita tidak perlu mengkernyitkan dahi dan memonyongkan mulut ketika membaca ini. (kepedean_red).
Jam 06.00 wib aku mulai membuka mata (meskipun merupakan anugerah jika aku bisa seminggu penuh aja bangun jam segini). Yang pertama aku lakukan adalah mengucek-ucek mataku hingga berair. Terkadang ditambah dengan mengusap air yang sempat mengalir disamping mulut (iler_red). Setelah puas dengan air yang menempel, maka aku akan berjalan ke kamar mandi yang pasti lantainya berair karena memang belum di desain sbg kamar mandi kering. Lalu aku akan menggunakan air di bak untuk cuci muka, serta membersihkan sisa-sisa buang air.(hhiiii…). Kadang-kadang kalau mood-nya lagi bagus, aku langsung mengguyur badan dengan bergayung-gayung air alias mandi.
Keluar dari kamar mandi, aku lalu berjalan kedapur dan mengambil gelas untuk membuat the/kopi. Eh, gelasnya masih berair yang berarti si teteh pasti baru selesai mencucinya. Yo wis….
Segelas air the atau air kopi kemudian memasuki perutk u yang masih polos ini.
Puas dengan kopi dan sedikit gossip yang dibawakan pembawa acara favorit, aku kembali membaca-baca artikel dilayar kompie. Sejam dua jam masih ok, paling diselingi dengan membuang air atau membuat air minuman. Lama-lama, mataku pasti mulai berair karena kelamaan melototin layar kompie. Istirahat lagi sambil nonton berita di TV tentang banjir air di Jakarta. Wuih….tabah ya saudara-saudaraku di Jakarta, Kalimantan, pekalongan, dll….air yang banyak, malah membuat kalian susah.
Siang hari, waktunya makan. Menu andalanku jika di kampus adalah nasi seperempat, ikan bandeng yang dimasak pake air bumbu, sayur yang pake kuah, tempe goreng(sayangnya goreng pake minyak, bukan air_red). Kalau sedang di geko, menu andalanku adalah mie ayam diruko yang baru dengan air yang melimpah. Pastinya masih harus ditambah air minum donk….
Bogor, Bogor, Bogor…..
Belakangan ini, nampaknya matahari kalah tender sama hujan. Jadinya hujan lebih eksis menampakkan dirinya dengan tumpahan airnya. Dengan ditmani gemericik air hujan itu, aku kembali memelototi kompie dan membaca beberapa artikel dengan kecepatan super lambat. Mata berair kembali, istirahat, balik lagi, begitulah seterusnya.
Malam hari, waktunya minum air putih…(gila, kurang bgt asupan air putih kedalam tubuhku ini). Sambil makan malam, biasanya aku pesan air minum dari sari-sari buah(sebut saja namanya juice_red). Sebelum tidur cuci muka pake air. Dan kebersamaanku dengan air akan dimulai kembali esok paginya.
Eit, jangan lupa lho….
Ini hanya yang berhubungan langsung dengan aku. Padahal behind the scene nya juga banyak banget lho. Kayak ada tukang warung nganterin gallon isi air, ada ibu-ibu nyiram bunga pake air, ada bapak-bapak yang nyuci mobil pake air, dan masih banyak hal lagi yang membuat kita berhubungan dengan air.
Tapi kalau menurut simbah “…….”, aku ini nggak cocok hidup di air. Jadinya ya tetep hidup di darat dan sebisa mungkin mengurangi hubungan dengan air. Salah satunya ya jangan terlalu sering mandi (hahahaha…..intinya ini sih)
Alesannya sih hemat air, padahal males juga
2 comments:
wah jadi pingin niru nih..... met kreatif deh.....
tengkyu,
smangadh...smangdah...!!!
Post a Comment