Sunday, January 30, 2022

30hbc2230 - Kembali

#30hbc2230

#30hbc22nulis



Kembali

Hari terakhir dari kegiatan #30haribercerita , tetap telat submitnya. Eeerrr

Saya akan bercerita mengenai perasaan setelah mencoba konsisten bercerita di IG selama 29 hari kemarin.

Entah mengapa, rasanya saya memang tidak cocok menggunakan media sosial seperti IG ini. Baru 29 hari mencoba berbagi cerita secara rutin saja, perasaan bosan, kehabisan bahan, dan merasa 'digandhuli postingan' sudah mulai muncul. Belum posting, kepikiran. Mau posting, belum sempat. Perasaan yang saya coba hindari setelah saya memutuskan cuti ber-medsos beberapa tahun lalu. Masih untung setelah posting, bisa menahan diri nggak terbawa nafsu nye-kroll sih.

Saya belum bisa memanfaatkan medsos dengan maksimal, baru sampai di tahap debat hati dan kekonsistenan diri. Tapi ya masih mending juga lah ya sadar, jadi bisa segera bangun dan menata niat kembali. Ingin juga 'berbagi' sesuatu yang sederhana dan asik2 aja, tanpa terlena dan kebablasan jadi nganu gitu pengennya... Nggak gampang (bangettt) alias syusyah syekali ternyata.

Meskipun mulai angot2an dadi pertengahan, tapi karena sudah berkomitmen, saya mencoba memenuhi target selama 30 hari ini. Setelah hari ini, antara mencari booster tekat dan semangat yang sangat kuat untuk terus menggunakan, atau kembali lagi pada melipir minggir dari hingar bingar.  Eeeaaa

Mungkin memang sebaiknya saya kembali ke tempat nyaman saja. Seperti saat ini, K & saya yang juga kembali ke tempat nyaman kami... Only You Know Where...

Hhhmmm...
Sekian dulu deh cerita hari ini, besok cerita apa lagi? Eh, besok udah February dan udah selesai dink kegiatan berceritanya. Alhamdulillah. 😁

#30harisemutbercerita #30hbcsmk #iyadantidak #perdebatanhati #medsos

Saturday, January 29, 2022

30hbc2229 - SWAB Antigen




SWAB Antigen

Kalau di cerita hari ke-13 kemarin, tentang GeNose, sekarang saya ingin bercerita tentang pengalaman pertama K melakukan Swab Antigen.

Alhamdulillah sampai detik ini, kami semua sehat. Sehingga tidak harus melakukan tes ini itu atau swab ini itu. Sehingga, saat akhirnya tes itu diperlukan sebagai syarat melakukan perjalanan, dia sempat takut. "Nanti sakit nggak?" Atau "Aku nggak mau swab, nanti sakit". Dsb.

Saya yang juga baru pengalaman sekali melakukan Swab Antigen, dengan sok tahu berusaha menenangkan dan meyakinkan "Nggak sakit kok. Cuma kayak ngupil aja..."

Dan saat harinya tiba untuk Swab Antigen, terbersit keraguan saat dia menatap saya. Sebetulnya saya juga rada keder untuk dia. Takut nanti berontak, bisa gawat. Karena Swab tidak bersama ayahnya, cuma bersama saya dan @khairunnisun .

Dari rekomendasi @khairunnisun , kami melakukan Swab Antigen di rumah sakit baru yang berada di sebelah kiri jalan, setelah jembatan, sebelum Perempatan Semplak. Rumah sakitnya sepi, seperti private service karena yang datang cuma kami bertiga saja. Yang tes cuma berdua.

Ketika mbak2 dengan APD merah marun memanggil, saya & K masuk bersamaan. Sengaja K dulu yang tes, biar dia nggak jadi takut kalau2 saya menjerit histeris atau berontak 😅😅😅

Cepat saja. Setelah selesai, saya lihat mata K berkaca2 dengan air mata. "Sakit mbak?" Tanya saya. Dengan tersenyum dan mengucek2 matanya, dia menjawab "Enggak, cuma geli2 gimana gitu". 😁

Sekitar 15 menit menunggu, hasilnya keluar. Dan tak lama kemudian, hasilnya juga muncul di aplikasi pedulilindungi. Aaahhh, Indonesia!!! Getting better day by day (dan seterusnya) yaaa 💪💪💪

Pengalaman baru yekaaan...

#30harisemutbercerita #30hbcsmk
#swabantigen

@30haribercerita @kaizenwritingalumni 

Friday, January 28, 2022

30hbc2228 - Games Spontan

#30hbc2228




Game Spontan

Untuk hari ke-28 (yang pun sudah telat) ini, saya mau cerita random lagi...

Beberapa hari lalu teman di WAG komunitas membagi sebuah foto ajakan main game. Game spontan utk mengambil buku yg berada dekat dg kita, membuka halaman tertentu & membaca baris tertentu. Saat itu saya memilih buku yg entah berapa lama bertengger di meja kerja. Niat dibaca dari lama, namun tak kunjung terlaksana jua.

The Winezard Series, season one, di buat oleh Kobe Bryan, di tulis oleh Wesley King.

Bukan isinya yg bisa saya ceritakan, krn saya belum membacanya. Namun, bagaimana dan kenapa buku itu saya beli, yg lebih ingin saya ceritakan.

Jadi, sebelum Kobe Bryan & anaknya Gigi Bryant meninggal krn kecelakaan heli di CA, saya belum tahu siapa Kobe Bryan. Saat meninggal, sepertinya banyak lini masa dipenuhi berita jatuhnya heli yg ditumpangi Kobe, anak, & teman2nya. Saya ingat video yang pertama saya lihat adl saat LeBron turun dr pesawat, terlihat berbicara dg orang & menangis. Saya bilang ke @eka_kuina
'Gw liat LeBron sampe nangis gitu ya'. & komennya 'kamu nggak tau Kobe tapi tau LeBron?'. (Red: Saya nggak tahu juga siapa LeBron saat itu. Hanya pas lihat beritanya, disebutkan namanya LeBron. hehehe)

Saat itu saya mulai membaca berita2nya, mencari tahu perjalanan karirnya, menonton talkshow2 yg dia datangi, mengikuti ig nya & ig keluarganya. Menangis... Bukan menangis karena nggak kenal, tapi menangis krn (lagi2) orang baik & berbakat meninggal cepat. Terlebih anaknya. Melihatnya menuruni bakat ayahnya main basket, membuat saya semakin sedih.

Paling sedih saat Kobe bilang bahwa meskipun sbg orang tua sibuk dg pekerjaan (basket), badan lelah, tapi anak2 mereka tidak tahu itu. Mereka tetap harus tahu bahwa orang tuanya ada untuk mereka. Karenanya dia mengorbankan tidurnya. Dia berlatih basket malam & pagi hari. Sehingga saat anak2nya bangun, dia bisa bersama mereka.

Tak lama, istrinya mengumumkan bahwa salah satu buku terbaru Kobe akan diluncurkan (setelah dia pergi). Saya langsung klik klik klik. Semua buku Kobe saya masukkan keranjang, baru 1 yang saya proses beli. Nyicil nggak papa lah... Yang penting punya kenang2an dari orang yang sangat menginspirasi. Itulah kenapa buku orange bersampul tebal itu bisa nangkring di meja saya. Sekian.

Thursday, January 27, 2022

30hbc2227 - Ketoprak Kampus

#30hbc2227 (Telat)


Ketoprak Kampus

Salah satu keuntungan (masih) tinggal di sekitaran kampus adalah dari hal jajanan atau makanannya. Selain makanan yang terasa dekat dengan jaman dulu masih hemat, juga karena jenisnya lebih bervariasi.

Salah satu makanan kesukaan adalah ketoprak dan juga teman2nya yang bernama gado-gado, lontong sayur, sego pecel, soto ayam, dll itu (bilang aja semua).

Dulu, ada satu penjual ketoprak/gado2/lontong sayur yang legendary di area Kampus dalam. Yang jual bapak2 yang sudah cukup sepuh. Tapi sepertinya beberapa tahun ini saya coba mau beli selalu tutup. Dan akhir2 tahun kemarin, saya baru ingat menanyakan perihal bapak itu ke @_budisetiawan_ yang tinggal di dekat warung bapak itu.

Rupanya istri nya sakit, sehingga tidak ada yang membantu bapaknya jualan. Hiks. Sedih. Menurut saya, belum ada yang bisa mengalahkan enaknya ketoprak/gado2/lontongsayur si bapak. Setidaknya, yang pernah saya makan yaaa... Beberapa teman mungkin juga setuju dengan saya. Bagi yang tidak, ya ndak papa 😁

Semoga ibunya lekas sehat, bapaknya bisa jualan lagi, dan rasa makanannya tetap sama seperti dulu ya pak... Aamiin

Yang di foto itu, ketoprak/gado2 depan telkom... Lumayan juga kok 🤤

#30harisemutbercerita #30hbcsmk #makanantradisional #jajan
@30haribercerita @kaizenwritingalumni

Wednesday, January 26, 2022

30hbc2226 - Life Hack

#30hbc2226

#30hbc22lifehack



Sebetulnya saya kurang paham yg di minta oleh #30haribercerita hari ke-26 ini. Jadi saya terjemahkan bebas saja...

Salah satu lifehack yg saya lakukan...

Saat saya merasa kesal, marah, mumtabh, kempropok, seperti bumi gonjang-ganjing langit kelap-kelop, & gelembung air bah berisi umpatan, cacian, geraman, atau mantra sumpah serapah berada di ujung mulut untuk meluncur, Sabaaarrr... Tarik nafas panjaaang... Tarik nafas lagiii... & mulai mengambil salah satu di antara dua ini. Perlengkapan merajut atau diamond painting.

Cari motif yg paling sederhana. Melakukan gerakan berulang & terus menerus utk jangka waktu tertentu, memberikan waktu cukup utk mengurai semua yg kusut & carut marut.

Di beberapa puluh tarikan benang atau manik ditempel, isi kepala pasti masih berseliweran susul menyusul. Nggak papa, biarin aja. Puluh kedua, nafas mulai mendengus2. Nggak papa, lanjutin aja. Puluh ketiga, dada tidak terlalu kembang kempis lagi, terusin lagi. Puluh seterusnya & seterusnya, akan terurai satu2 keruwetannya. Mulai dari, apa sih? Kenapa sih? Kok bisa segitunya? Bisa diperbaiki nggak keadaannya? Gimana? Kalau begini, nanti gimana? Kalau begitu, terus gimana? Mana yg paling mendingan?

Saat sudah terlalu jauh menguntai benang/memasang manik, pikiran mulai tertata. Satu2. Itulah saatnya membuat secangkir kopi, & mengambil alat tulis. Perlu dicatat semua yg tadi lewat. Biar nggak lenyap akibat emosi sesaat. 

Kadang selain 2 hal di atas, saya berjalan kaki atau keliling naik motor. Belakangan saya jarang melakukan ini. Berjalan kaki sendirian sambil membiarkan pikiran berkelana sendiri mencari alurnya, rawan menimbulkan kesalahpahaman. Saat ada teman melihat kita, namun kita tdk benar2 melihat ke arahnya krn 'sibuk bercengkerama', bisa2 kita dikira somse.

Naik motor saat pikiran berlari2? Saya mulai merasa ngeri sendiri. Beberapa kali, saya nyalakan motor utk pergi ke kota bagian kiri, saat sadar saya sudah jauh ke kota bagian kanan. Pun sebaliknya. Untung saya tidak otomatis pergi ke tengah2 jalur satu arah, dgn arah berlawanan. Bisa2 viral gaesss...

Begitu ya.

#30harisemutbercerita #30hbcsmk #lifehack #kiathidup #peretasanhidup



Tuesday, January 25, 2022

30hbc2225 - Tantangan Kerja Dari (Pe)Rumah(an)

#30hbc2225



Gangguan, selingan, atau hiburan?

Cerita untuk #30haribersuara hari ke-25 #YangTelatDiSubmit  karena nganu, tentang seputar 'bekerja dari rumah'.

Kenapa pakai ditandai ' ' ? Ya karena ini bukan hal yg baru gitu. Bukan akibat dari pandemi, sedari awal memang sudah begitu. Work from SOHO-Small Office Home Office.

Bekerja dari rumah saat kita tinggal di sebuah komplek perumahan yang jarak rumah ke rumah saling nempel, dan rumah ke jalan juga seloncatan bocah, itu banyak seninya. Terutama jika tengah mengadakan panggilan untuk meeting. Seperti:

~Sedang call, mendengarkan rekan kerja/sedang menjelaskan, Tiba-tiba lewat...

1. "Bubuuuooorrr... Bubuooorrr..." 
Tukang bubur ayam lewat, hening. Malu. Buru2 mute. Ini adalah tukang bubur semata wayang yg ngider di komplek. Mulai dr cluster paling depan hingga belakang. Jadi sampai di sekitar rumah saya biasanya sudah jam 9 lewat. Beurang amat dakkk 😅

2. "Bubur, Bubur, Bubur sumsum, biji salak & ketan hitam.. " #Suaranyamerdu
Hening, minta maaf, malu, lanjut lagi.

3. "Klappertart, Macaroni panggang, pisang kipas.... "
Hening, mute, lari beli, balik meeting.

4. "Gemblooong, uleee, tape tape tape tape tapeee..." ini mas nya bener2 epic. Sepanjang jalan teriaknya kuenceng, bisa terdengar hingga beberapa blok. Jadi pas suaranya mulai terdengar sayup2, bisa langsung mute dulu

5. "Thek... Thek... Thek... Essshiiiomayyy... Thek... Thek...Thek... Essshiiiomayyy..." yang ini pakai motor... Saya jarang beli siomay, kurang hobby.

6. Yg terbaru susah ditolak,
"Thok...thok...thok..." nggak perlu suara, udah langsung ketahuan itu Cuangki. Cuangki ini enak sekali, kata tetangga mirip yg di Bandung asli. Memang enak sih. Karena naik motor, jadi Cuangtor... 🤣🤣🤣

7. Kalau bu bos yg namanya jangan di sebut, biasanya terganggu sama suara air terjun di belakang kalau lupa matiin/nutup pintu sebelum call "apa itu yang berisik di belakang?" Dziggghhh

Dan beberapa suara2 lainnya...

Mimpi sih kepingin juga punya pojokan guna berlindung dari suara2 yg mengundang kebangkrutan itu, tapi ya gimana. Manusia hanya bisa berencana...

#sepertiitu

#30harisemutbercerita #30hbcsmk #entertainment #distraction #jajanan

Monday, January 24, 2022

30hbc2224 - Ide Yang Mampat

#30hbc2224


Bukan tentang layangan pegat,
Tetapi tentang ide yang mampat

Sudah berapa purnama sejak terakhir kali terbangun tengah malam, tak mampu memejam karena otak serasa berseliweran?

Sudah berapa senja cantik terlewati sejak terakhir kali jemari tak berhenti menguntai 'brudulan' kata-kata menjadi kalimat yang berarti?

Apa kabar anak-anak SMA itu, yang saat ini mungkin sedang tersesat?
Apa kabar dari 3 jiwa yang telah terpatri dalam cintanya? Maju atau mundur sih?
Apa kabar sepasang manusia dewasa yang sering memandangi senja dari jendela itu? Gimana jadinya mereka?

Belum lagi yang kembali bertemu dengan masa lalu, yang rupanya masih menggelayut bayangan semu?

Semua sedang mati suri...
Di peti es kan. Kalau kata Bu Suri.
Akankah mereka bangun lagi?

Ha!!!
Misteri yang lebih pelik daripada misteri gunung merapi...

Kalau ada yang nanya "Jadi gimana itu?"
Saya tutup mata, tutup telinga, dan tutup mulut saja... 😅😅😅

#30harisemutbercerita #30hbcsmk #ideyanghilang #dontknowwhattowrite
#ideagonetosoon @30haribercerita @kaizenwritingalumni