Thursday, February 23, 2012

I - Mprovement




Teringat kata2 yang diucapkan Pak Guntur, seorang pengusaha yang tinggal di Kabupaten Merauke. Saat itu kami bertanya kepada beliau, kenapa tidak ikut menggunakan kapal yang ber-trawl seperti halnya nelayan2 yang lainnya di Lautan Arafura dan sekitarnya. Dengan logat jawa kentalnya, beliau berkata :

"Bapak saya dari dulu sampai sekarang tidak pernah menyetujuinya. Saya sudah bilang kepada beliau bahwa jika kita tidak menggunakan trawl, kita akan sangat sulit maju dan akan ketinggalan. Tapi menurut beliau, Improvement itu diawali dengan huruf I. I itu adalah I, Me, dan Myself. Kalau bukan dari kita sendiri, mau dimulai darimana itu improvement?"

Yess, you're completely right Pak Guntur.... ^_^

Saturday, February 4, 2012

Taking Care Each Other

I found an interesting article on a magazine. The story begins with Mother Teresa's quote - "Love begins by taking care of the closest ones - the ones at home".

When you people fly with L**N A*R (Si Raja Delay), you can find the magazine in front of you, page 20. Enjoy it!!!

So true...

Menurutku, artikel itu bagus sekali. Mengangkat tentang kepedulian, perhatian, dan saling memperhatikan orang2 yang ada di sekeliling kita. Terutama keluarga. Setelah membaca artikel itu, akupun merenung sepanjang perjalanan. Memikirkan tentang seberapa peduli aku terhadap orang2 disekelilingku? Terhadap orang2 yang menyayangiku? Seberapa mengerti aku pada mereka? Jangan2 aku hanya pura2 mengerti saja? I have to be better on this from now on...

Entah kebetulan atau memang begitulah seharusnya, aku punya banyak sekali waktu untuk sendiri, merenung, dan berpikir setelah membaca artikel itu. Dan aku merasa seolah ada rongga kosong yang mendadak muncul didadaku. *tepok jidat* Duuuhhh.... It isn't right....

Di beberapa titik, aku merasa harus menambah dan meningkatkan tingkat kepedulian untuk mereka yang selalu ada. Tapi di sisi lain aku harus merevisi kembali beberapa hal yang berlebih dan menjadi buruk. Hahaha.... seperti ketika membeli beras di warung. Kalengnya diisi penuh, di timbang, dikurangi, ternyata nguranginnya kelebihan, ditambah lagi... dan seterusnya. Harus sampai pas dan sesuai, sehingga tidak ada yang akan merasa rugi... :p

Seperti biasa, ketika banyak hal berseliweran dikepala dan sangat ingin menorehkannya kedalam kata2, yang muncul hanyalah kalimat tak bermakna. hwekekekkee... it's my bad...

Ya sutra, tidak mengapa. I'll off to my bed, sleep on it, and we'll talk more tomorow, ok? ^_^

Tuesday, January 24, 2012

One Fine Day at Batavia Caffee

One fine day....

I had a chance to spend the beautiful evening at the north of Jakarta. Me and collegues from SFP, heading off to Old City at noon. Tour de museum, took a lot of pictures (including picture for Doug's club, ICLSC or whatever), and then landing at Batavia Caffee, stayed there almost 4 hours . heheeee


I'd almost be there a couple years ago, when me and my friend (Ana) had the same activity, tour de museum. But we hadn't, because we thought that we couldn't afford to pay, even just for the dessert. So you know that time, i still a student in college. So instead of enjoy that day at Batavia Caffee, we sat down under the tree and bought some junkfood. Still, we both enjoyed the exotism evening of Old City. :p


I'd thank to my collegue from SFP, who gave me chance (and money too... hehehe) so i had that wonderful moment. Enjoying the beautiful evening at Batavia Caffee free... :))


Friday, January 20, 2012

Aku Hanya Ingin Sebuah Teko Kopi


Pagi ini, ketika aku sedang khusyu' di kamar mandi sambil seperti biasa - membaca buku - aku menemukan sebaris kalimat yang cukup menarik buatku. Kalimat sederhana, yang mungkin sudah melenceng dari arti ungkapannya yang sebenarnya, karena itu adalah buku terjemahan. Mungkin jika membaca ungkapan itu dalam bahasa aslinya, kita bisa mengambil kesan yang lebih dalam (biasanya sih). Tetapi dengan hasil terjemahannya itupun aku sudah merasa cukup tertarik.

Buku ini aku beli atas dasar rekomendasi temanku. Dia berkata, buku ini sangat bagus dan recomended untuk dibaca. Isinya mengupas tuntas mengenai hubungan 2 orang berlainan jenis kelamin yang sedang mencari dan mempelajari lebih dalam arti dan maksud dari pernikahan. Judulnya 'Commited', ditulis oleh Elizabeth Gilbert yang juga menulis buku Eat, Pray, and Love sebelumnya.

Belakangan ini, aku meninggalkan bukunya Anita Shreve yang berjudul Rescue, untuk membaca buku Commited ini. Pendapatku? Yaa... namanya juga pendapat orang, kan boleh berbeda donk ya... Ini adalah masalah selera dan pemikiran masing2 orang yang jikapun di debat sampai perang dan bunuh2an pun tidak akan menjadi benar. Namanya juga selera, taste... :p

Aku berpendapat bahwa ternyata aku kurang menyukai buku ini. Aku sangat suka dengan desain dan bahan sampul yang di gunakan untuk buku terjemahan ini, namun aku tidak terlalu suka dengan cara si Gilbert ini bercerita. Banyak bab yang akhirnya menurutku menjadi kisah yang monoton dan sedikit membosankan. Padahal, apa yang diceritakannya adalah kisah yang menarik, namun entah kenapa, aku gagal mengalir bersama ceritanya.

Tapi, bukan mengenai isi dari buku itu yang ingin aku bagi disini. Aku hanya ingin membagi kalimat yang menurutku cukup menarik untuk di bagi. Di salah satu halaman dari buku ini, ada kalimat yang berbunyi "Aku hanya ingin sebuah teko kopi".

Awalnya, aku berfikir "oh... ya ampun. Jadi si cowok ini ngambek karena pengen teko kopi? ck..ck..ck... kayak anak kecil aja sih?"

Tapi ternyata, setelah dia menjelaskan pada teman wanitanya "Aku ingin berada di rumah, tinggal bersamamu di suatu tempat yang aman. Aku ingin rutinitas. Aku ingin teko kopi milik kita sendiri. Aku ingin bangun pada jam yang sama setiap hari dan membuatkan sarapan untuk kita, di rumah kita, dengan teko kopi milik kita sendiri".

Ouch...ouch... Pendapatku mengenai seorang bocah tua nakal yang ngambek gara2 teko kopi langsung menguar sudah. Berganti dengan ketakjuban yang disertai mata berbinar2 (kalau di komik, mencuatlah daun cinta berwarna pink - berkedut2 di depan mata). hehehe... lebay.... Tapi beneran lho... Pemilihan kalimat yang indah untuk mengungkapkan sebuah hasrat kebersamaan. Kalau ada yang mengatakan hal itu kepadaku, sepertinya aku langsung meleleh laksana putri lilin yang terkena panas matahari dalam jangka yang lama. :p

Sedikit banyak emosi yang terkandung dalam kalimat itu, hampir serupa tapi tak sama dengan emosiku dan emosi dia yang namanya tak boleh di sebut. Dalam rangka menuju hari yang dinanti semua masyarakat dipenjuru dunia itu (hahah... sumpah kalau ini lebay banget), aku dan dia sedang berjuang keras untuk menemukan tempat untuk menyimpan dan menggunakan teko kopi kami. Ya, kami juga sedang dalam masa mencari dan mencari rumah tinggal. Hanya saja, kami tidak berkelana keliling dunia untuk mencarinya, seperti yang di lakukan Gilbert dan Felipe.

Aku dan dia hanya semakin rajin membuka2 internet, keluar masuk perumahan, dan sibuk bertanya kesana dan kesini tentang rumah, rumah, dan rumah. Maksud hati ingin membeli, namun apadaya uang belum sampai, jadi sepertinya kami ingin menjadi kontraktor saja dulu. Alias orang yang mengontrak rumah terlebih dahulu. Jika rejeki sudah mengalir dan mengarah pada kepemilikan rumah, Insya Allah kami akan membelinya. Amin :)

Mari kita kobarkan semangadh juang untuk mencari tempat berlindung bagi teko kopi kita. huuuuyyyeeeaaaahhh....!!!! ^_^

Saturday, January 14, 2012

I Miss You, But I Lost You


A couple days ago, you said that you miss me... And so did i...

We miss each other. For sure...
We were a sister, right?
Hard to say that's were... Cause actually it still is...
But I know that for some reason, our relation would cause a big trouble for you.
So, i just back off
Back off and release you with your new choices

If you wanna know what i want to say, i'll let you know that there are soooo many question in my head... And maybe so does them... Why... Why... Why... How Come??? But, i think this is only retoric questions. No need an answers because the answers won't change anything... :)

I always and will always wish you'll be here, be there, wherever i am, and wherever our friends are. But it's impossible, right? It's okey... We don't have to be together, even though we love each other, huh...?? :)

You know where to find me, and you'll still know where i will be.

May Allah bless your family darling... I wish all all all the best for you...

You, him, her, and everyone in your life, will always just fine...

Deeply & trully loving you,

Friday, January 13, 2012

Kota Hujanku Hujan Selalu

Tahun 2012 di Kota Bogor

Bogor adalah kota hujan. Itu kata orang2. Tak heran ketika orang bertanya 'tinggal dimana?" dan aku menjawab "Bogor...", mereka pasti akan segera menimpali dengan "Waahh... pasti hujan terus ya.." atau "Emang bener ya di Bogor hujan terus?"

Terkadang, ketika cuaca di Bogor sedang sangat Bogor sekali, maka aku akan dengan mudah menjawab "iya... aduuh... tiap hari hujan terus nih. Ampe bingung kalau mau keluar. Bikin males kemana2". Tetapi, ketika cuaca kota ini sedang tidak selayaknya Bogor alias lebih sering panas daripada hujannya, maka dengan enggan aku akan menjawab "mmm.... gimana ya... kadang2 sih... kadang2 juga biasa aja. Nggak jauh beda sama ditempat lain". :)

Daaann... beberapa hari ini, tepatnya sejak seputaran tahun baru, Bogor kembali kepada kodratnya sebagai kota hujan. Asyyyiiikkk.... Keadaan yang sedikit unik dan antik, yang sudah lama tidak aku rasakan, kembali lagi. Cuaca yang berubah2 dengan rytme yang tidak jelas, mendadak, dan sesuka langit ini, membuat aku jatuh cinta yang demikian dalam (lebaaayyy....). :p

Bagaimana tidak??? Perubahan cuaca ini sangatlah ekstrim. Sangat cepat, singkat, padat, kilat, dan... apa ya?? Pokoknya cepat sekali. hehehe.... Kemarin aku sempat berbincang dengan salah seorang teman kerja yang tinggal di Pulau Dewata alias Bali. Beliau mengomentari status skype ku yang berhubungan dengan cuaca dan koneksi internet. Begini obrolan kami kurang lebih :

Pak D : Hi Wilis.... lagi di Bogor?
Wilis : Hi Pak D.... iya nih lagi di Bogor....
Pak D : Wilis, status skype kamu, kalau di terjemahkan secara bebas, saru tau....
Wilis : Eh, masa sih pak? Yang mana...yang mana.... (bertanya dengan panik aku)
Pak D : Itu lho.... The connection : up and down...up and down... Hubungannya : naik turun - naik turun...
Wilis : Hahaha... Penerjemahannya boleh bebas tapi harus bertanggung jawab donk pak... :)
Pak D : Emang di Bogor ujan terus ya?
Wilis : Iya pak... ujan - mendung - ujan - cerah- ujan lagi
Pak D : Sama dah...
Wilis : Di Bali juga pak?
Pak D : kita baru ada matahari kemaren sama hari ini cuma juga 2 - 3 jam. Selebihnya ujan deres, mendung.
Wilis : Masih mending itu pak... Kalo disini, setelah ujan deres, keluar matahari. Baru kita bilang "eeeh cerah lho... keluar yuks... ".. langsung bresssss.... ujan lagi pak
Pak D : Hahhaa.... sama dah.
Wilis : Iya pak. Cuaca sangat mendukung untuk bergelung saja nampaknya....

Bla...bla...bla...

Seperti judul pelem Indonesia yang beberapa waktu lalu dirilis di bioskop2 (tapi aku nggak nonton) ya? Semesta Mendukung.... hehehehhe

Sebenarnya, dengan cuaca yang seperti ini, ada enak dan banyak nggak enaknya juga lho.... Sisi enaknya mungkin bisa kita jabarkan sebagai berikut :
1. Hawanya adem....
2. Nggak kegerahan...
3. Jadi ngirit karena nggak kemana2 dan nggak banyak yang bisa dititipin (karena temen2 kosan yang lain juga males keluar)
4. Bisa nyium bau tanah yang segarrrr... (bukan karena mencium diri sendiri ya...hahahah)
5. Nggak perlu galau kalau seharian nggak keluar rumah karena alasannya udah jelas... Ujan!!!
6. dll... dll...

Tapi, disisi lain dari datangnya hujan yang terus menerus begini rupanya tidak kalah banyak jumlah kerugiannya. Diantaranya adalah :
1. Pilihan menu makannya jadi semakin terbatas (mentog2 nasi goreng, mie rebus, nasi telur ceplok, energen sereal, outmeal, dan makanan2 sejenisnya... hiiiiii)
2. Tanah jadi becek, jadinya lantainya licik dan mudah kotor karena sendal dan motor yang dari luar.
3. Si bibi jadi punya kerjaan lebih berat karena cucian yang tetap banyak, tapi nggak ada panas. Mereka jadi pontang-panting karena bentar2 jemur bentar2 angkat (udah kayak gaya jogetnya alay2 di acara musik di tipi kan? cuci-jemur angkat-cuci-jemur angkat. hwekekeke).
4. Jumlah pacar2 yang ngapel atau pasangan2 yang pacaran keluar jadi berkurang di kosan ini. Alhasil tagihan listrik bulan ini jaminan melonjak deh. Scara mereka jadi galau dan kerjaannya nonton/ditonton tipi aja tiap hari. hahahaha
5. Mata menjadi lebih berat daripada hari2 biasa. Bawaannya pengen menutup dengan eratttttttt terus... Jadi, konsumsi kopi jadi lebih rutin... Curiga telah terjadi pengeroposan tulang yang signifikan deh *tepokjidat
6. dan lain2 dan lain2...

Nah, seperti yang selalu dikatakan pepatah kuno, bahwa tidak ada yang abadi di dunia ini. Dan pepatah lain juga mengatakan bahwa habis gelap terbitlah terang. Pepatah lain lagi mengatakan bahwa mendung tak berarti hujan. Tapi semua selalu bisa ditutup dengan seorang pepatah yang berkata bahwa selalu ada pelangi selepas hujan... oouuuhhh.... so swweeeeetttt.... :)

Diiringi dengan gemericik air hujan yang menetes disela2 dedaunan di depan kamarku, kuucapkan selamat Hari Jum'at kepada semesta alam. Bersama dengan air yang meresap kedalam tanah dan mengalir ke samudra raya, kutitipkan doa untuk semua umat Tuhan di jagad ini. Bersama dengan semilirnya angin sepoy2 yang bertiup menyentuh setiap permukaan, kuhembuskan nafas perdamaian kepada jiwa2 yang mengantuk.

Wish you have a wonderful memorable weekend dear all friends ^_^

Thursday, January 12, 2012

When I Said Yess!!!

Bukan tidak terasa waktu telah berlalu sejak pertentangan antara si bulet dan si kotak. Perdebatan panjang yang menghabiskan waktu dengan hitungan bulan, yang menjadi kisah tersendiri jika di ingat kini. Kisah konyol dan ababil namun nyata dan terjadi, mengawali apa yang kita miliki kini.

Hampir 7 tahun sudah lembaran demi lembaran cerita aku torehkan dengannya, dia yang namanya tak boleh di sebut (hahaha... tetep). Tak ingin rasanya mengatakan itu sebagai kisah yang istimewa (meskipun begitulah adanya), karena semua berjalan sebagaimana layaknya waktu berlalu. Hanya diskusi2, obrolan2, candaan2, dan mimpi2 yang kita bicarakan berdua sajalah yang membedakan kita dengan semuanya. Selebihnya, kita hanyalah manusia biasa, warga negara biasa yang juga kadangkala senang melanggar undang2 lalu lintas (???) :p

Mungkin dulu aku dan dia sama2 tidak tahu akan sampai kapan dan bagaimana cerita untuk kami berdua. Karena kita hanya menjalani hari dan melewati hidup seperti manusia pada umumnya. Hingga sampailah kita pada titik penyadaran. Penyadaran bahwa bersatu bukanlah sesuatu yang harus di takuti atau di pelajari hingga datang satu waktu yang benar2 pas. The more we wait, the more we lost.... Itu semboyanku sekarang. :p

Dan sekarang, saatnya menyimpan dalam kotak indah dan berhias pita, dalam sebuah album yang terbuka, hampir 7 tahun waktu kita yang telah lalu. Kenapa dalam album yang terbuka? Karena aku ingin tetap bisa memandangnya manakala kita sedang dalam keadaan lelah. Kenapa harus indah dan berhiaskan pita? Karena aku ingin suatu saat nanti, ketika kita sedang memerlukannya, akan ada spirit positif tentang indahnya waktu2 yang telah berlalu ketika kita ada. :p

Mudah2an, apa yang kemudian kita upayakan sebagai jalan untuk benar2 bersama ini, mendapat ridho dan rahmat dari-Nya, Allah SWT, Tuhan yang memiliki semua hati makhluknya. Amin.

I lay my love on you mister.... :))))