Friday, January 13, 2012

Kota Hujanku Hujan Selalu

Tahun 2012 di Kota Bogor

Bogor adalah kota hujan. Itu kata orang2. Tak heran ketika orang bertanya 'tinggal dimana?" dan aku menjawab "Bogor...", mereka pasti akan segera menimpali dengan "Waahh... pasti hujan terus ya.." atau "Emang bener ya di Bogor hujan terus?"

Terkadang, ketika cuaca di Bogor sedang sangat Bogor sekali, maka aku akan dengan mudah menjawab "iya... aduuh... tiap hari hujan terus nih. Ampe bingung kalau mau keluar. Bikin males kemana2". Tetapi, ketika cuaca kota ini sedang tidak selayaknya Bogor alias lebih sering panas daripada hujannya, maka dengan enggan aku akan menjawab "mmm.... gimana ya... kadang2 sih... kadang2 juga biasa aja. Nggak jauh beda sama ditempat lain". :)

Daaann... beberapa hari ini, tepatnya sejak seputaran tahun baru, Bogor kembali kepada kodratnya sebagai kota hujan. Asyyyiiikkk.... Keadaan yang sedikit unik dan antik, yang sudah lama tidak aku rasakan, kembali lagi. Cuaca yang berubah2 dengan rytme yang tidak jelas, mendadak, dan sesuka langit ini, membuat aku jatuh cinta yang demikian dalam (lebaaayyy....). :p

Bagaimana tidak??? Perubahan cuaca ini sangatlah ekstrim. Sangat cepat, singkat, padat, kilat, dan... apa ya?? Pokoknya cepat sekali. hehehe.... Kemarin aku sempat berbincang dengan salah seorang teman kerja yang tinggal di Pulau Dewata alias Bali. Beliau mengomentari status skype ku yang berhubungan dengan cuaca dan koneksi internet. Begini obrolan kami kurang lebih :

Pak D : Hi Wilis.... lagi di Bogor?
Wilis : Hi Pak D.... iya nih lagi di Bogor....
Pak D : Wilis, status skype kamu, kalau di terjemahkan secara bebas, saru tau....
Wilis : Eh, masa sih pak? Yang mana...yang mana.... (bertanya dengan panik aku)
Pak D : Itu lho.... The connection : up and down...up and down... Hubungannya : naik turun - naik turun...
Wilis : Hahaha... Penerjemahannya boleh bebas tapi harus bertanggung jawab donk pak... :)
Pak D : Emang di Bogor ujan terus ya?
Wilis : Iya pak... ujan - mendung - ujan - cerah- ujan lagi
Pak D : Sama dah...
Wilis : Di Bali juga pak?
Pak D : kita baru ada matahari kemaren sama hari ini cuma juga 2 - 3 jam. Selebihnya ujan deres, mendung.
Wilis : Masih mending itu pak... Kalo disini, setelah ujan deres, keluar matahari. Baru kita bilang "eeeh cerah lho... keluar yuks... ".. langsung bresssss.... ujan lagi pak
Pak D : Hahhaa.... sama dah.
Wilis : Iya pak. Cuaca sangat mendukung untuk bergelung saja nampaknya....

Bla...bla...bla...

Seperti judul pelem Indonesia yang beberapa waktu lalu dirilis di bioskop2 (tapi aku nggak nonton) ya? Semesta Mendukung.... hehehehhe

Sebenarnya, dengan cuaca yang seperti ini, ada enak dan banyak nggak enaknya juga lho.... Sisi enaknya mungkin bisa kita jabarkan sebagai berikut :
1. Hawanya adem....
2. Nggak kegerahan...
3. Jadi ngirit karena nggak kemana2 dan nggak banyak yang bisa dititipin (karena temen2 kosan yang lain juga males keluar)
4. Bisa nyium bau tanah yang segarrrr... (bukan karena mencium diri sendiri ya...hahahah)
5. Nggak perlu galau kalau seharian nggak keluar rumah karena alasannya udah jelas... Ujan!!!
6. dll... dll...

Tapi, disisi lain dari datangnya hujan yang terus menerus begini rupanya tidak kalah banyak jumlah kerugiannya. Diantaranya adalah :
1. Pilihan menu makannya jadi semakin terbatas (mentog2 nasi goreng, mie rebus, nasi telur ceplok, energen sereal, outmeal, dan makanan2 sejenisnya... hiiiiii)
2. Tanah jadi becek, jadinya lantainya licik dan mudah kotor karena sendal dan motor yang dari luar.
3. Si bibi jadi punya kerjaan lebih berat karena cucian yang tetap banyak, tapi nggak ada panas. Mereka jadi pontang-panting karena bentar2 jemur bentar2 angkat (udah kayak gaya jogetnya alay2 di acara musik di tipi kan? cuci-jemur angkat-cuci-jemur angkat. hwekekeke).
4. Jumlah pacar2 yang ngapel atau pasangan2 yang pacaran keluar jadi berkurang di kosan ini. Alhasil tagihan listrik bulan ini jaminan melonjak deh. Scara mereka jadi galau dan kerjaannya nonton/ditonton tipi aja tiap hari. hahahaha
5. Mata menjadi lebih berat daripada hari2 biasa. Bawaannya pengen menutup dengan eratttttttt terus... Jadi, konsumsi kopi jadi lebih rutin... Curiga telah terjadi pengeroposan tulang yang signifikan deh *tepokjidat
6. dan lain2 dan lain2...

Nah, seperti yang selalu dikatakan pepatah kuno, bahwa tidak ada yang abadi di dunia ini. Dan pepatah lain juga mengatakan bahwa habis gelap terbitlah terang. Pepatah lain lagi mengatakan bahwa mendung tak berarti hujan. Tapi semua selalu bisa ditutup dengan seorang pepatah yang berkata bahwa selalu ada pelangi selepas hujan... oouuuhhh.... so swweeeeetttt.... :)

Diiringi dengan gemericik air hujan yang menetes disela2 dedaunan di depan kamarku, kuucapkan selamat Hari Jum'at kepada semesta alam. Bersama dengan air yang meresap kedalam tanah dan mengalir ke samudra raya, kutitipkan doa untuk semua umat Tuhan di jagad ini. Bersama dengan semilirnya angin sepoy2 yang bertiup menyentuh setiap permukaan, kuhembuskan nafas perdamaian kepada jiwa2 yang mengantuk.

Wish you have a wonderful memorable weekend dear all friends ^_^

No comments: