Tuesday, July 26, 2011
Forgiven but not Forgoten
Forgiven but not Forgoten
Sorry, it was my specialisation.
If you don't mind, just close your eyes and don't look at me.
Someone's been hurt me,
Someone's been betrayed me,
Someone's been kick me out,
Someone's been......
Should i forget those things? Yess of course...
Can i forget those things? No, i can't...
Of course i will send my best wishes to God,
For everybody's happiness.
But for 'this',
I will let it be, whatever will be...
Sorry.....
Monday, July 25, 2011
It Isn't Enough
Rasanya luar biasa ketika menyadari bahwa mata pisau yang terbentuk dari untaian berjuta detik itu, tak mampu menembus dan menciptakan sedikitpun celah pada gumpalan darah itu. Tak mampu menunjukkan bahwa roda itu tidak bisa berhenti begitu saja karena sebuah lubang... Selamat malam, sekian dan terima kasih.... :))
Rasa itu, membuat aku ingin menghabiskan berkilo2 coklat. Exhausted. Dissapointed. So Badly. Worst. Dark. Empty. Numb.
Friday, July 22, 2011
Cerita Lucu di Sebuah Terminal Angkot
*Notes : cerita dibawah ini adalah fiktif belaka. Jika ada kesamaan cerita, tokoh, dan lain2nya, itu bukanlah sebuah kesengajaan. Ingat!!! No Hard Feeling Yaaa.... :))))))))
Negara, presidennya satu. Mobil, supirnya satu. Kapal, nakhodanya satu.
Itu kata orang2 yang selalu mengingatkan aku akan pentingnya menyadari fondasi kehidupan. Dimana2, untuk sesuatu yang melibatkan pemimpin dan kemajuan organisasi, hanya perlu memerlukan 1 pemimpin. Punya banyak anggota berjiwa pemimpin dan punya anggota yang memimpin itu sedikit berbeda maknanya. Kalau semua anggota kepengen menjadi pemimpin, apa kata dunia???? :p
Bayangkan,
Organisasi di sebuah angkot Bubulak - Beranang Siang saja.... Akan selalu memiliki 1 pemimpin (supir), wakil pemimpin (kernet), dan anggota (penumpang). Keanggotaan organisasi angkot ini sangat terbuka, karena setiap orang bebas daftar masuk dan keluar sesuka mereka. Tergantung dari tujuan yang ingin mereka capai. Kalau tujuan mereka sudah tercapai, mereka boleh berhenti sebagai anggota, tanpa harus mengikuti perjalanan angkotnya sampai Beranang Siang.
Bayangkan lagi,
Kalau semua anggota organisasi angkot ini kepingin menjadi pemimpin alias supir... Apa yang terjadi? Apakah angkotnya akan berjalan kesegala arah? Akan pecah dan terbagi menjadi sejumlah anggotanya? Atau akan bergerak menyalahi rute karena secara bergantian mengikuti perjalanan masing2 supir? Enggak laaahh.... yang ada adalah, angkotnya berhenti di tempat, dan terjadi perang mulut antara supir, kernet, dan para penumpang itu. Kadangkala perang mulut itu bisa berujung perang pedang lho kalau masing2 tidak ada yang bisa menahan diri.... See? Nggak bener kan?
Bayangkan lagi,
Kalau supir mendadak dangdut nggak pengen nyupir. Kalau hanya nggak pengen nyupir saja, nggak papa. Tinggal pulang, tidur nyenyak, besok mulai nyupir lagi. Tapi??? Kalau supirnya pengen tukeran posisi sama penumpang??? Berabe nggak tuh? Misalkan saja si supir tiba2 jiwa sosialnya meningkat tajam dan kepengen semua penumpangnya bisa nyupir, makanya dia memberikan kesempatan pada mereka untuk menyupir. ????? Tujuannya sih bagus pak.... tapi? Apakah itu wajar? Ya tentu tidak lah.
Kemudian apa yang terjadi kalau si supir terus mendesak dan mendesak? Dari dia yang bertujuan mulia dan luhur untuk menyebarkan ilmu menyupirnya, berubah menjadi mewajibkan semua penumpangnya bisa menyupir. Apa yang terjadi? Si penumpang pasti bengong lah. Penumpang yang awalnya salut, senang, dan berlangganan pada angkot ini pun pasti akhirnya mempertanyakan kewarasan si supir.
Lalu, apa lagi yang bisa terjadi kalau ternyata si supir punya maksud yang lebih ajaib lagi daripada tindakannya itu? Misalkan saja, dia pengen mewariskan angkotnya pada para penumpang karena dia ingin menjadi supir pribadi untuk mobilnya yang akan disewakan? Hahahhaa..... Pusing kan? Jadi supirnya itu ternyata sudah bosan menyupir angkot, jadi dia mulai mencari2 kemungkinan untuk menjadi supir pribadi saja. Diapun mulai mencicil mobil, tanpa ada penumpangnya yang tahu tujuannya. Menurutnya, kalau menjadi supir pribadi dari mobilnya sendiri, dia akan lebih merdeka jaya karta. Semua yang dia lakukan akan bergantung pada dia seorang. Tapi dia tidak ingin angkotnya nganggur. Karenanya dia ingin menjaring penumpangnya untuk mengemudikan angkotnya. hahhaaha.... kacau sudah dunia persilatan ini....
Karena para penumpangnya tidak menunjukkan ketertarikan pada dunia supir menyupir, si supir menjadi sedikit kebakaran jenggot. Dia menyalahkan para penumpang yang tidak ingin menyupir angkotnya. Laaaahh???? Dia berusaha menjadikan alasan ketidakmauan para penumpang untuk menyupir adalah hal yang membuat dia lelah dan tak ingin lagi menyupir. Lho, koq jadi gitu? Pokoknya, alih2 dia menginstropeksi dirinya, dia malah menyalahkan penumpang dan kernetnya. huuhuhuhu... kasian....
Mungkin pak supir ini harus belajar caranya berorganisasi. Organisasi perangkotan. Dia lupa bahwa semua bagian dari organisasi punya job description masing2. Dan Yang paling penting, dia lupa bahwa tidak semua orang ingin menjadi supir. Banyak orang yang menikmati menjadi seorang penumpang. :)
Oh iya, salam deh buat istrinya pak supir. Memang sulit menjadi istri seorang supir angkot yang sudah tidak berniat nyupir angkot. Tapi bu supir tidak perlu sibuk dengan istri penumpang juga kayaknya. Misalkanpun urat bu supir keluar semua karena bersitegang dengan istri penumpang, terus mau apa? Hehehe.... Supir angkot itu kan orang pinterrrr, jadi udah tahulah ya kalau dunia perangkotan itu memang keras. Dan dia mungkin sedang lupa pada kenyataan bahwa dia tidak bisa dan tidak boleh memaksakan diri untuk membuat para penumpangnya menjadi supir.
Mungkin yang bisa dilakukan olehmu wahai istri supir angkot, adalah selalu mendukung suamimu agar tidak salah langkah. Dan mengingatkan dia tentang apa yang sudah aku sarankan diatas. Ingatkan dia kalau kewajibannya sbg supir adalah menyupir angkot dan mengantarkan penumpangnya ke tujuan. Mengingatkan dia kalau tidak semua penumpang ingin menyupir. Dan ingatkan dia kalau kewajiban seorang supir angkot adalah memberikan rasa aman dan nyaman pada para penumpangnya.
Daripada sibuk berdebat dan memulai gosip yang akhirnya bisa menimbulkan perang urat, lebih baik ingatkan suamimu akan hal itu. Hehehehe....
It's About Trust Building

"Melihat seorang Ibu menyokong tangan Anak yang sedang menangkup air. Setiap anak bergerak, Ibu ikut bergerak dan acapkali berkata "Sini, ibu yang bawa airnya...". Si Anak merasa heran kenapa Ibu tidak membiarkannya membawa air di tangannya sendiri. Padahal menurutnya Ibu hanya perlu berkata "Pastikan air di tanganmu sampai di gelas tanpa berkurang sedikitpun". Toh si Anak juga akan menjadi tahu apakah jarinya ada yang bengkok sehingga menimbulkan celah ketika menangkup air.... ^_^ "
Meaningless?
I said yess, but actually nope.... :)
Aku jadi penasaran, akan menjadi 'ibu' macam apakah aku nanti? Bisakah aku membiarkan 'anak' - ku melakukan apa yang aku harapkan dengan caranya? Atau aku akan menjadi 'Ibu' yang tidak bisa meletakkan seluruh atau mungkin sedikit saja kepercayaan kepada mereka? Entahlah....
Aku belum tau dan memang belum bisa tau. Satu hal yang aku bisa yakin adalah bahwa aku tahu, menjadi 'anak' yang kurang dipercaya itu kurang nyaman rasanya. Kira2, apa kerugian yang bisa didapat dengan memberikan sedikit kepercayaan kepada anak? Hahaha.... Banyak laaahh, negara aja bisa hancur gara2 kepercayaan. Iya sih, tp paling nggak, mungkin akan lebih sempurna hidup 'Anak" ku kalau dia pernah merasakan 'jatuh' dalam hidupnya, daripada berjalan mulus2 tapi tidak tahu apa2 bukan....??? :)
Chayoooo !!!!! ^_^
Tuesday, July 19, 2011
Basket Ball

For some reason, i have to write this notes. Notes which made by me and myself. Sometimes, when i read this notes, i believe that i must be on the different level already. :)
Nonton pertandingan bola basket, dan berkhayal....
" Bola basket itu itu dipegang pemainnya. Di pantul2in ke lantai, kadang di lempar ke udara. Tapi teteeeepp… musti balik lagi ke tangan pemain. Coba bola basket bisa bergerak sendiri sesuka hati, kesana dan kesini. Pasti pemain tidak perlu mengeluh lelah lunglai. Tapi? Pemain juga tidak bisa bangga telah berhasil menang… Jadi, kenapa bola basket harus dilempar, ditangkap, diayun, dan di banting? Karena ada pemain yang ingin meraih kemenangan laaahh…”
Monday, July 18, 2011
Tuliskan Apa yang Orang Tak Bisa Lihat

Beberapa waktu yang lalu, aku bertemu dengan salah seorang sesepuhku. Sesepuh yang aku hormati, dan aku idolakan. Sesepuh yang karenanyalah aku semakin bersemangadh bergabung dengan kumpulan anak2 muda itu.
Kami bertukar cerita karena telah lama tidak berjumpa. Namun sepertinya bukan bertukar cerita. Lebih tepatnya beliau bertanya dan aku bercerita. Aku menceritakan hal2 yang aku lalui dan terjadi di sekelilingku beberapa waktu yang lalu.
Satu tanggapan beliau yang akhirnya menjadi peer untukku.
"Tulislah...!!!"
Setiap orang menerima sebuah bencana dengan cara yang berbeda2. Kamu ada disana, kamu melihat apa yang terjadi, tulislah. Biar orang yang tidak tahu, orang yang tidak berada disana bisa merasakan apa yang terjadi. Kamu kan saksi hidup untuk kejadian2 itu...!!!
Ya, aku memang bermimpi bisa menuliskan semuanya. Tapi? Seperti yang sudah pernah aku bilang bahwa ada satu bagian dari diriku yang menolak untuk mengingat, bahkan cenderung ingin melupakan....
Aku akan berdamai dengan waktu, dan akan kembali mencoba mengumpulkan bagian2 yang terserak itu. AKu berharap, akan ada waktunya ketika aku dengan bangga mengulurkan setumpuk kertas kepada sesepuhku itu, dan berkata "Ini tulisanku bang...!" :)
Thursday, July 7, 2011
Not Green Enough
Aku pernah membaca sebuah tulisan, di sebuah layar tempat orang bisa berinteraksi dengan teman2 lainnya. Jejaring yang menjamur dan semakin menjamur di bumi kita tercinta, Facebook namanya. Bunyinya? Kalau tidak salah seperti ini... "Menunggu merapi menghijau kembali".
Aku bukan tidak mengerti makna dari sebuah kata, arti dari sebuah kalimat. Aku hanya tidak mengerti bagaimana cara menjawabnya, sehingga setiap kepala bisa mengangguk dengan yakin. Bukan hanya mengangguk karena iba.
Merapi yang hijau, adalah tempatku lahir, tumbuh, dan menghabiskan waktu selama 26 tahun. Ya, selama lebih dari 18 tahun aku hidup disana, dan selama 26 tahun aku dihidupi olehnya. Mungkin juga aku akan hidup 100 tahun untuknya, oh tidak, 100 tahun terlalu kebanyakan nampaknya. Berapapun itu, hidupku adalah untuk mereka. Untuk mereka yang setia dengan hijaunya merapi.
Ketika merapi tak lagi menghijau, maka dia menjadi abu-abu. Dia tak lagi dingin dan menyejukkan, namun panas dan membakar. Dia meluluh lantakkan setiap keping cinta dan harapan dari orang2 yang setia padanya. Dia memancing jatuhnya hujan air mata. Dia memancing keributan di tengah malam buta.
Akankah hal itu menyebabkan kebencian di antara mereka? T.I.D.A.K..... Tentu saja tidak. Mereka hanya kecewa, mereka hanya berdua, tetapi mereka tetap setia. Mereka akan tetap setia, sampai waktu yang tak berbatas. Mereka akan melawan sekuat tenaga ketika ada yang berusaha membuat mereka berkhianat padanya. Mereka tak akan pernah meninggalkan tempat itu.
Merapi yang abu2 dan membakar, tidak akan bertahan selamanya sebagai sesuatu yang menyiksa dan menyakitkan. Dia akan kembali menghijau. Menghijau dan memberikan kesejukan seperti sedia kala. Menghijau dan memberikan penghidupan dan kehidupan seperti semula. Menghijau dan mengembalikan gurat tawa pada raut2 yang kucinta. Dia akan kembali menghijau dan berjaya....
Saat merapi menghijau nanti, tidak akan ada yang berubah. Semua tetap akan berjalan seperti adanya. Hanya saja aku yakin saat itu, gelak tawa dan canda ria tak lagi langka. Dan satu hal lagi, bahwa akan ada kehidupan baru diantara kita. Insya allah... :p
Satu hal yang harus aku dan dia mengerti dan sadari adalah, bahwa hijau yang ini bukanlah sekedar hijau-nya warna. Hijau ini adalah hidup, semangat, kebahagiaan, berkumpulnya kembali pecahan2 yang terserak, dan berdetak kembalinya semangat untuk maju. Bukan hanya sekedar semangat untuk hidup.
Aku merangkainya dalam sebuah kalimat "Akan ada saatnya untuk kami kembali berjalan tegap, namun saat ini kami sedang berusaha untuk bisa berdiri tegak"
Selain melongok kalender untuk memastikan bahwa umur kita terus bertambah, aku juga sering melongok ke jendela. Hanya untuk melihat, apakah kau sudah cukup hijau merapi? Dan untuk saat ini, aku bilang... Belum.... :)
Ppfffiiuhh.... Tuhan menciptakan kita lengkap dengan otak dan hati. Saat ini, sulit. Antara otak di kepala dan hati ini sedang tidak singkron. Hati ini ingin sekali melipat rapi sejumput memori dan kenangan yang tidak bisa di bilang indah itu, sehingga tak perlu lagi di ingat dan dianggap ada. Tapi? Kepala ini ingin sekali mengurainya satu persatu dan menjalin serta memilinnya menjadi rangkaian tulisan. Bisa? Entahlah... kita pikirkan nanti saja.... :p
Subscribe to:
Posts (Atom)
-
I dedicated this story to my buddy, one of my partner in crime, and my lucky friends, Ijah. She is the one who gave me this big challeng...
-
Alhamdulillah.... Million thanks to Allah SWT ... Untuk semua hal yang sudah diberikan-Nya kepadaku, kepada orang2 disekelilingku. Duu...
-
And again..... One year has gone.... :) I still on the way... I still on my way... :p There is a lotta love, Coz everybody needs a lotta lov...