Monday, November 29, 2010

Ramalan Adikku Benar

Beberapa status facebook-ku yang akhirnya batal terbit... :))

Mulai banyak melihat reportase dari wartawan2 facebook, yang telah dengan sukses meliput "secara actual" di lokasi bencana... Mereka hanya "ingin tahu" karena sesungguhnya mereka "tidak tahu" untuk kemudian berusaha "memberi tahu". Kelihatannya koq jadi..."Sok Tahu" :p

Setelah melihat beberapa koleksi orang), Membenarkan ramalan adiknya yang bernama @Fadhilla Sejati, bahwa pada akhirnya semua akan menjadi objek wisata.. Mungkin ini juga yang di maksud "hikmah dari sebuah bencana".. ck...ck... :p

Melihat kampung halamannya, di belakang seseorang yang sedang bergaya ke arah kamera.... it means???

Ya ampyuuuunnn.... Guru SMU ku rupanya hobi wisata bencana. Photonya pake nunjuk2 lagi... Kata orang tua jaman dulu, kalo nunjuk sembarangan bisa buntung lho pak... :p

Wednesday, November 24, 2010

Jadi Manusia Biasa

Untuk saat ini, belum banyak cerita. Hanya ingin berkata "Ehm, mengecewakan...." :p
1000 % benar untuk pernyataan yang mengatakan bahwa tak ada yang abadi di dunia ini. Yang awalnya indah, bisa menjadi tidak indah, yang awalnya keren bisa jadi tidak keren, yang awalnya menyenangkan bisa jadi tidak menyenangkan.... Normally...

Tidak ada yang salah....
Semua benar, semua layak, dan semua sudah pada tempatnya. Tidak ada yang salah.

Hanya saja,
Jangan pernah menyalahkan, ketika rasa yang dulu berkobar akhirnya hilang dan lenyap begitu saja. Karena rasanya kobaran api itu tak layak lagi di arahkan kesana. Hanya terbuang percuma nampaknya.

Maaf,
Rasa bangga itu telah sirna....
Sekarang, semua terasa biasa...
Karena ternyata kehebatan itu tidak pada tempatnya... :p

Manusia biasa

Saturday, November 13, 2010

Waiting for the End














Waiting For The End
By : Linkin Park

This is not the end
This is not the beginning
Just a voice like a riot
Rocking every revision
But you listen to the tone
And the violent rhythm
Though the words sound steady
Something empty's within em

We say yeah

With fists flying up in the air
Like we’re holding onto something that’s invisible there
Cuz we’re living at the mercy of the pain and the fear
Until we dead it forget it
Let it all disappear

Waiting for the end to come
Wishing I had strenght to stand
This is not what I had planned
It’s out of my control

Flying at the speed of light
Thoughts were spinning in my head
So many things were left unsaid
It’s hard to let you go

I know what it takes to move on
I know how it feels to lie
All I wanna do is trade this life for something new
Holding on to what I haven’t got

Sitting in an empty room
Trying to forget the past
This was never meant to last
I wish it wasn’t so

What was left when that fire was gone
I thought it felt right but that right was wrong
All caught up in the eye of the storm
And trying to figure out what it’s like moving on

And I don’t even know what kind of things I said
My mouth kept moving and my mind went dead
Picking up those pieces now where to begin
The hardest part of ending is starting again

All I wanna do is trade this life for something new
Holding on to what I haven’t got

This is not the end
This is not the beginning
Just a voice like a riot
Rocking every revision
But you listen to the tone
And the violent rhythm
Though the words sound steady
Something empty's within em

We say yeah

With fists flying up in the air
Like we’re holding onto something that’s invisible there
Cuz we’re living at the mercy of the pain and the fear
Until we dead it forget it
Let it all disappear.


Ps : Thanks for share the link papaghonz.... Meaningfull :p

Monday, November 1, 2010

Duka Yang Tak Terucap

Manakala berjuta kata menumpuk di ujung lidah,
Maka hanya diam yang bisa menceritakan semuanya

Manakala semua cerita bertumpuk di ujung jari,
Maka hanya diam yang bisa menuliskan semuanya

Manakala ratusan kisah mengantri di dalam kepala,
Maka hanya diam yang bisa mendongengkan semuanya

Entah sudah berapa banyak kata, cerita, dan kisah yang bermunculan beberapa hari terakhir ini,
Namun tak satupun bisa ku tuangkan dalam sebaris kata
Tak satupun bisa kutuangkan dalam sebaris cerita
Tak satupun bisa kutuangkan dalam sepenggal kisah
Belum.... belum saatnya

Semua sliwar-sliwer silih berganti di dalam tempurung kepalaku
Menunggu, saling menyalib, saling berebut, saling desak-mendesak untuk bisa melompat ke permukaan
Sebagai sebuah kata, sebagai sebaris cerita, sebagai sepenggal kisah
Belum.... belum saatnya

Biarkan semua mengendap,
Seiring dengan meredamnya deru dan debu yang saat ini sedang rajin menggema
Biarkan semua meresap,
Seiring dengan bibit kesuburan yang sedang di tebarkan Tuhan ditanah kelahiranku
Biarkan semua mengalir,
Seiring dengan aliran doa yang deras terpancar dari setiap umat di muka bumi
Biarkan semua membumi,
Seiring dengan kesadaran manusia akan betapa kecilnya kita di bumi ini

Ada saat dimana kita terlahir,
Ada saat dimana kita bertemu,
Ada saat dimana kita berpisah,
Ada saat dimana kita mati

Semua telah pasti,
Hanya waktu yang menjadi misteri
Hanya jarak diantaranya yang tak pernah bisa kita ramalkan

Untuk yang telah pergi,
Damailah engkau disana
Doa kami sebagai manusia yang ditinggalkan,
Akan selalu tercurah untukmu

Untuk yang masih di beri kesempatan,
Semoga semua kelapangan dada,ketabahan, kesabaran, dan keikhlasan senantiasa menjadi teman kita dalam menjalani hari-hari.
Semua akan menjadi indah pada waktunya

Cinta, kasih, sayang, dan doa setulus hati untuk bumi kita yang sedang berduka
Tuhan Maha Besar....Tuhan Maha Besar....Tuhan Maha Besar....

Friday, October 22, 2010

The Power is Now

Sekarang...
Apa yang terjadi kemarin, tak perlu dpikirkan sekarang...

Sekarang...
Apa yang terjadi sebelum ini, tak perlu dsesalkan sekarang...

Sekarang...
Tak perlu dibebani dengan apa yang akan terjadi besok...

Sekarang...
Tak perlu dibayangi dengan bagaimana tahun depan...

Sekarang...
Tak perlu ditakuti dengan yang namanya masa depan...

Sekarang...
Adalah saat ini, detik ini, waktu ini...
Adalah saat dimana aku hanya ingin tidur...
Adalah saat dimana aku akan menutup hari...

Jika tidak ada yang bisa 'menunjukkan',
Maka biarkan saja semua berlalu
Jika tidak ada yang mau 'mengatakan',
Maka biarkan saja hari berganti

Sekarang waktuku berhenti berfikir kenapa dan mengapa...
Karena aku sudah punya jawabannya...
Karena tidak adanya kata...

Hidup ini indah dengan cara, di waktu, dan di saat yang tepat...

Monday, October 18, 2010

Pasar Berbeda Komoditi

Pernah mendengar istilah "2 orang perempuan berkumpul, maka akan tercipta warung. 3 orang perempuan atau lebih berkumpul, akan tercipta pasar"

Mungkin ungkapan itu adalah untuk menggambarkan bagaimana para perempuan sangat senang bersosialisasi. Bertemu, berbincang2, membicarakan banyak hal, temu kangen, bergosip, dan lain2 dan lain2. Seru, heboh, dan sanggup melumpuhkan sendi2 perekonomian dari sebuah keluarga. hahahahhaaaa

Namun belakangan ini, rupanya fenomena terbentuknya warung dan pasar itu tidak hanya berlaku untuk para perempuan. Para lelakipun mulai tertulari kebiasaan2 para perempuan. Tidak termasuk para A*** yang sekarang mendominasi di luaran sana lho yaaa.... kita hanya bicara tentang para lelaki yang benar2 lelaki. :p

Contoh yang paling dekat adalah si dia. Sepertinya dia tertulari kebiasaanku yang selalu update informasi mengenai perkembangan lingkungan sekitar. Nah, kalau dia sudah bertemu dengan teman2nya, maka aku akan menjadi nomor sekian. Selain itu, kalau aku terlihat mendapat info baru, maka dia akan segera mendekat dan bertanya "kenapa? kenapa?" hahahha.... fudhul aja sih. :P

Yang pengen aku ceritakan sekarang ini adalah para lelaki yang masih teman2ku juga. Namun kebanyakan umurnya sudah di atasku. Kadangkala ada juga perempuannya yang ikut nimbrung, meskipun hanya itu2 saja. Mereka ini semakin hari semakin sering bertemu dan membuat pasar. Entahlah.... namanya juga orang2 hebat dan berkuasa. Mereka datang dengan segala hal baru yang ada di kepala mereka, dan di adu dengan yang ada di kepala yang lainnya. Wuiddiiihhh....

Hasilnya? pastilah ide2 hebat dan mutakhir. Menantang, nampak menggairahkan, seksi, dan menarik untuk di coba2. Tapi...eh tapi....???

Entahlah... aku sendiri sudah tidak terlalu (sekali lagi tidak terlalu, jadi bukan sama sekali tidak tertarik lho yaaa) tertarik untuk bergabung? hahaha.... entahlah. Sepertinya terjadi hukum alam "karena nila setitik, maka rusak susu sebelanga". Semua terasa hambar menurutku. Aku jadi apatis dan enggan untuk merapat.

Mungkin aku bukan orang dengan tipe2 seperti "mereka", jadi tidak akan tahan selalu mengintil dan sembah sinuwun ndalem alias manthuk2 terus. hohohohoho.... Masing2 orang punya pilihan bukan? Sah2 aja koq menurutku. :p

Selain itu juga track buruk yang pernah ada membuat kepercayaanku sedikit menurun. Mungkin dulu aku sering memberikan prioritas untuk hal2 seperti ini. Tapi setelah mereka memperlihatkan ke-cupu-annya, entah kenapa aku menjadi sedikit malas. Sekarang sih, kalau memang ada waktu dan ada mood, maka aku akan bergabung. Tidak lagi kujadikan prioritas. Toh belum tentu keindahan ini akan tetap indah, manakala kondisi memburuk. Semua indah ketika dunia ramah pada mereka. Sory2 jeck... :p

Maaf ya teman2 lelakiku.... Silakan saja membuka pasar dengan komoditas impor atau kualitas ekspor. Kapan2 kalau rejekiku berlebih, mungkin aku juga akan datang mencoba. Namun sekarang ini, aku masih merasa nyaman dengan pasar tradisional dan sederhana ini. Di tengah2 kesusahan, biasanya orang akan lebih empati daripada di tengah kebahagiaan. :))

Sunday, October 17, 2010

Tayangan yang Indonesia Banget

Standar acara Tipi kita : Namanya ajang pencarian bakat - Milihnya pake SMS - Jurinya rada aneh - Eliminasi demi eliminasi yang penuh tragedi dan tradisi - Di ujung cerita hadirlah keluarga - Tangis2an mulai jadi komoditi - Jualan simpati deeeeeehhhh...... Intinya acaranya adalah mencari bakat dalam drama dan sinetron. Ppfffiiiuuuhhh... Ppffiiuuuhhh....

Sebutlah berapa banyak acara yang ada di stasiun2tipi kita.... Sebut saja... makin banyak juga boleh... Dan coba tarik garis merahnya. Teng terereng....terereng..... sama saja bukan?

Menurutku memang itulah realita bisnis dunia infotainment. Jika dibuat sebuah tabulasi atau diagram acara untuk masing2 stasiun tv, aku yakin hampir semua sama dan mirip2 plek. Karena kan memang kecenderungan acara tipi kita adalah "membuat acara yang terlihat laku di mata masyarakat". Jadi, ketika ada acara di sebuah stasiun tv yang kelihatannya banyak peminat, maka akan segera muncul acara yang serupa di stasiun tv lainnya. Semacam tandingan begitu kayaknya...

Mau contoh nyata? Di bidang infotainment? Nggak asing lagi lah itu.... pada awalnya mungkin acara infotainment atau gossip di tipi2 kita belum sebanyak sekarang. Mungkin dulu baru ada kabar2i.. cek dan ricek... atau mungkin beberapa yang lainnya. Sekarang?hahaha.... dari mulai yang judulnya simple, biasa, di keren2kan, di miring2kan, dan lain2. Acaranya? dulu mungkin hanya seperti pewarta membawakan berita biasa (nggak seperti dunia dalam berita juga sih..). Sekarang? hahaha.... mulai dari yang 2 pembawa acara saling bersahut2an (kadang nyambung kadang enggak), ikut2an sok akrab (gw yakin ini copy paste dari acara insert), sampai yang menggabungkan acara senam muka dan pembawa acara. Monyong2, melotot2, dll. Wuiiddiih.....

Bidang musik? Pada awalnya ada Inbox dengan gaya outdoor yang di bawakan oleh 2 orang laki2 (insya allah). Lalu muncul Dahsyat yang berkonsep indoor, masih juga di bawakan 3 orang meski ada perempuannya. Muncul lagi Dering yang (sangat terlihat meniru) mirip Dahsyat. Dan muncullah acara2 musik yang lainnya.

Pencarian bakat? Wuiddiihh... lebih beragam lagi. Dan inilah yang sekarang membuat aku terusik. ck..ck..ck...Kebanyakan yang ada sekarang adalah kontes pencarian bakat2 penyanyi (atau penyanyi dadakan). Sebut saja Indonesian Idol, Akademi Fantasy Indonesia(mbuh sekarang masih ada atau enggak), Kontes Dangdut TPI, dan lain2. Hasilnya? beberapa yang memang berkualitas memang menjadi terkenal dan dapat berkarir di bidang yang mereka jalani.

Yang tidak? hhhmmm.... entah pada kemana sekarang. Ada hal2 unik dari kontes2 ini. Misalkan saja AFI. aku paling geli dengan sistem eliminasinya. Ada acara wisuda, dimana setiap peserta yang lolos 10 besar menggunakan toga layaknya mahasiswa di wisuda. Lalu eliminasi setiap minggunya?? pakai koper. hahahaha.... Pasti juga di bumbui dengan drama2 dari presenter yang melambat2kan, dan musik yang dibikin menggelegar. Begitu juga dengan KDI.

Bakat2 yang lain? dulu ada API, yang isinya adalah audisi pemilihan group2 lawak. Menurutku cukup bagus malahan. Soalnya sulit lho bakat melawak itu. Apalagi bukan cuma 1-2 atau teman2 dekat saja yang pengen di buat tertawa. Tetapi seluruh masyarakat yang menonton Tipi. HAsilnya? muncullah Sule yang sekarang menjadi pelawak nomor wahid di indonesia. Selain itu grup bajaj yang tetap tampil bertiga, di pelem religi dengan humor mereka (meski humornya sedikit).

Namun sekarang nampaknya acaranya sudah tidak ada. Justru di situ sebenarnya kerennya (atau mungkin beda sebab?). Menurutku ajang seperti itu memang bagusnya jangan sambung sinambung seperti sinetron. Kalau memang tujuannya mencari bakat guna menghibur rakyat indonesia. Scara stasiun tv kita terbatas. Kalau per periodik akan lebih ok buat regenerasi bukan? :)

Bakat yang lain lagi? Sulap.... Kalau yang ini sih ajang pencarian bakatnya sepertinya baru ada 1. Tapi acara2 shownya banyak juga. Ada Dedi C yang penampilannya aneh bin ajaib, ada Damian yang penampilannya bersih, ada juga Rommy rafael yang penampilannya keren (bukan sulap kl ini).

Ada juga pencarian bakat yang pesertanya adalah artis2. Artis2 dipasangkan dan disuruh tampil bersama dengan ibunya. Anaknya (yang memang) berambisi untuk tenar, dan ibunya (terpaksa) dandan cantik bergoyang2 di pinggir panggung. Bahkan ada ibu kontestan yang selalu di jadikan bahan ledekan (meskipun akhirnya si ibu mendapatkan peran dalam sebuah sinetron). Setelah itu mereka berdua menampilkan yel2 wujud dari kekompakan. Oh my god.... Semoga tidak ada keterpaksaan dari ibu2 itu untuk (dipermalukan) tampil seperti itu. :P

Saat ini, pencarian bakat di indonesia mulai banyak yang mengambil genre kombinasi. Apa saja bakatnya, masuk di satu pintu. Sebut saja Indonesia Got Talent, (plesetan IGT) Indonesia Mencari Bakat, mungkin masih ada yang lain? Entahlah.... Pada awalnya, ketika acara masih banyak pesertanya, kita di suguhi banyak sekali hiburan karena banyaknya bakat2 terasah dari peserta. Selain itu kita juga terhibur dengan mereka yang berusaha menampilkan bakat mereka, tapi ternyata menurut kita malah aneh dan membuat tertawa ngakak karena garing poll. :P

Semakin sedikit peserta, kita akan di suguhi 2 macam bakat. Yang (menurut kita) benar2 berbakat, dan yang (menurut kita) dipaksa menjadi orang yang berbakat. Karena kebutuhan acara, maka satu persatu peserta di eliminasi, melalui (katanya sih) sms dari masyarakat Indonesia). Bisa jadi yang tereliminasi itu adalah orang2 yang (menurut kita) berbakat. Hanya Tuhan dan yang punya duit di stasiun tipi-nya kayaknya yang tahu. hahaha

Dramatisir acara dan penggalangan massa di bentuk sepanjang acara. Polling sms di tunjukkan hasilnya, dan (dibikin seolah2) menunjukkan bahwa terkadang peserta yang (menurut kita) berbakat berada di atas, terkadang peserta yang (menurut kita) tidak berbakat berada di bawah. Ketika di ketahui bahwa animo massa tercurah pada acara itu, maka masa pertunjukan pun di buat panjang. Tujuannya? Tentu saja agar duit mengalir lancar dari para sponsor. Padahal, kalau pesertanya masih banyak yang kecil2 begitu, bagaimana dengan kemampuan fisik mereka? Belum lagi pembacaan hasil yang di buat mellow, lama, penasaran, berdentum2 musiknya, tarik ulur dari presenternya. Bagaimana dengan mental mereka?

Jurinya? hahahhaa.... Kalau di antara sederet orang yang di pajang sebagai penyegar mata itu, pasti hanya 1 yang benar2 juri yang (lumayan) berbobot penilaianya. Yang lainnya? seperti chipmunk yang di kasih rekaman "Saya suka gaya kamu", "penampilan kamu malam ini menarik sekali", "Kamu membuat saya terpana dan terpesona", dan yang paling lebay "good job...good job... i like it". hwekekekeeeee.....

Menjelang grand final? mulailah di rekrut investigator2 dan penulis2 sinetron yang handal, yang bisa menciptakan adegan2 atau cerita yang diyakini bisa menarik simpati masyarakat. Hasil investigasi menunjukkan bahwa back ground keluarga dari para kontestan sangatlah "seksi", maka di angkatlah cerita keluarga. Masing2 peserta akan di ekspos kehidupan pribadinya yang menyangkut keluarga (ayah-ibu, suami-istri, anak) yang sedih2 atau menyedihkan. Mungkin kalau dari keluarga inti tidak ada yang sedih2, mereka akan mencari bude pakde bulik paklik yang ceritanya sedih, dan akan menjadi keluarga dekat (dadakan) kontestan. Menakjubkan bukan???? :p

Setelah para keluarga bermunculan, maka tugas presenter akan sangat mendukung. Dimana dia akan bertanya kepada para kontestan mengenai hubungan keluarga, dll. Tak lupa dengan nada sedih dan musik mendayu2. Tangis2an pun tumpah di panggung. Harapan besar pada penonton di rumah agar terenyuh, terharu, dan tergerak untuk menggerakkan jarinya di atas keypad handphone dan mengirim pesan ke 9910. :p

Setelah itu? Mbuh.... aku langsung maless nonton lagi. hahahaha..... Tidak ada lagi yang menarik dari acara pencarian bakat itu, ketika tontonan khas negri kita (baca:sinetron) di munculkan. Kata temanku yang komen di FB, malah mirip dengan acara Tali Kasih. hahahhahaa.....

Itu adalah beberapa ciri acara di tipi2 kita. Ciri yang lain apa lagi ya??? mmm... kita pikirkan dulu.... Indonesia dan segala isinya memang selalu dahsyat untuk di renungkan. Tidak hanya dalam dunia nyata, bahkan dunia maya dan dunia uka2 pun serba dahsyat... :p

Untuk itulah, aku cinta Indonesia yang dahsyat ini. hwekekekeeeeeee :))