Thursday, January 6, 2022
30hbc2206 - Piring Terbang
Piring Terbang
Istilah utk menyebut salah 1 cara menyajikan makanan bagi tamu. Biasanya diawali dg "piye sesuk le arek jaminan? Prasmanan opo piring terbang?"
Prasmanan adl cara menyajikan makanan di mana makanan disajikan secara cantik di meja, kmd tamu berdiri mengantri mengambil sendiri makanannya. Seperti kondangan2 jaman now itu lho gaes. Mungkin kalian lebih familier dg istilah 'Buffet'? Nah itu, sama.
Dengan piring terbang ini, makanan di racik oleh ibu2 di bagian makanan matang, kmd oleh para lelaki bagian 'laden' diangkut & dihantarkan ke tempat tamu duduk menggunakan 'Beki', nampan persegi panjang yang muat 8 piring, tetapi biasa di isi 10 piring. Piring di ulurkan ke tamu yg duduk di pinggir, kemudian di teruskan ke orang di sebelahnya, ke sebelah lagi, dst sampai ke bagian paling ujung. Menyusul dg piring2 selanjutnya hingga setiap orang mendapatkan bagian. Mungkin krn piring melayang dr tangan ke tangan sebelum mendarat ke depan orang yg mendapatkan urutan, sehingga metode ini di sebut piring terbang? Bisa jadi ya.
Kalau sdg mendapatkan spot duduk (karena percayalah, rewang di kampung itu, selain sulit menemukan pisau nganggur, sulit jg menemukan tempat duduk utk bantu2. Krn semua orang datang utk membantu 🤩🤩🤩), saya paling suka di bagian perantara yg menyusun piring2 ke beki. Soalnya kalau bagian laden sdh mulai berjalan menyajikan, butuh kecepatan utk menyusun kembali 8-10 piring ke atas beki. Bersama dg satu orang nambahin sendok, dan satu orang nambahin kerupuk udang. Nggak boleh berjatuhan yak. :-p
Ketika menikah tahun 2012 lalu, rombongan teman2 saya & @yudi237 datang dari luar kota. Beberapa orang merasa aneh saat acara resepsi pernikahan dimulai. Karena mereka hanya duduk, menyaksikan acara berlangsung, & didatangi piring terbang mulai dari teh manis, snack, makan, sup, hingga terakhir es krim.
Jaman sekarang kita lbh sering bertemu dg cara prasmanan (buffet) atau gubuk2 untuk acara makan2. Dg alasan lebih praktis. Tetapi saya, tetap menyukai tradisi piring terbang ini. Memberi kesan berbeda, karena rasanya semakin jarang ada... :-)
#30harisemutbercerita #30hbcsmk #30hbc #30haribercerita #kampung #piringterbang
Wednesday, January 5, 2022
30hbc2205 - Tradisi Nyewu
, masih tentang tradisi yang biasa di lakukan di kampung.
---
Tradisi Nyewu
Adalah sebuah tradisi yang dilakukan untuk memperingati 1000 hari meninggalnya keluarga, kerabat, atau saudara. Bentuk kegiatannya merupakan slametan, tahlilan, kenduri dan tirakatan.
Sebuah ikhtiar dari yang masih hidup, untuk bersedekah dan berbagi dengan handai taulan. Berharap doa bagi yang telah meninggalkan dunia, agar di berikan kelapangan dan tempat terbaik di sisi Allah SWT. Serta doa untuk mengharap kebaikan, dan dihindarkan dari hal-hal jahat bagi semuanya.
Rangkaian tradisi Nyewu biasanya ditutup dengan memperbaiki dan membangun makam yang telah pergi, dengan nisan abadi. Menorehkan nama yang terkasih, beserta dengan tanggal keberadaannya di dunia. Misteri waktu yang memanjang menjadi jarak di antara kelahiran dan kematian...
Peristirahatan terakhir yang menyimpan setiap kisah dan kasih, yang tak akan pernah lekang oleh jarak maupun waktu. Tak peduli berapa jauh kaki melangkah, jalan berliku ataupun jurang yang terjal yang membentang di hadapan kami semua, di nisan mu hati kami akan selalu menghangat, karena kita saling mengingat... Ibuk ❤❤❤
#30harisemutbercerita #30hbcsmk #30hbc22 #nyewu #traditional #seribuharian #ibuk
Tuesday, January 4, 2022
30hbc2204 - Rewang
Rewang
Adalah kata dalam bahasa jawa, yang maknanya membantu. Biasanya merujuk pada ibu-ibu yang bersama-sama membantu mengerjakan segala hal di rumah saudara atau tetangga yang sedang mengadakan acara/hajatan, dan kali ini di rumah kami untuk acara 1000 harian alm Ibuk. Salah satu yang membuat saya rindu ketika sudah tidak lagi tinggal di kampung.
Pekerjaan yang banyak menjadi ringan karena dikerjakan beramai-ramai, sambil bercengkerama dan bertukar cerita. Mengupas kelapa, mengupas dan mengiris kentang, menggoreng, membungkus lemper, dan lain-lainnya.
Saat seperti ini, juga merupakan media transfer ilmu satu sama lain. Ilmu memasak banyak dan berbagai jenis masakan. Yang muda belajar dari yang tua, yang tua mengajari yang muda. Tongkat estafet harus terus dilanjutkan, agar tidak ada yang hilang termakan jaman.
Kemarin, saya belajar lagi cara membuat ketupat yang dulu pernah bisa dan sekarang lupa. Mungkin terdengar sangat mudah dan sepele bagi sebagian orang, tapi cukup sulit untuk saya. Lumayan, nanti kalau sudah pulang ke Bogor, saya bisa membuat ketupat bersama K. Siapa tahu bisa jualan ketupat, yekaaan :-)
#30harisemutbercerita #30hbcsmk #30hbc #kampung #srunencity #rewang
Monday, January 3, 2022
30hbc2203 - Perasaan
Hari ke-3 kegiatan #30haribercerita nih. Hari ini saya ingin bercerita mengenai tambatan hati seseorang.
Menurut KBBI, tambatan adalah pancang (dan sebagainya) tempat menambatkan sesuatu (perahu, hati?).
Di awal kehidupannya di dunia, hingga sekitar 3 dekade setelahnya, dia (merasa) yakin di mana tambatan terakhir perjalanannya kelak. Ia tak pernah tahu bahwa selama itu tambatan hatinya adalah sesuatu yang bergerak, bertumbuh, berkembang, & ada kadaluarsanya. Hingga saat habis masa berlakunya, perahu kecilnya oleng & tersesat.
Sebagaimana orang tersesat ketika mendaki gunung, dia tdk menyadari bahwa dirinya tersesat. Dia hanya merasa perjalanannya kian sunyi, dirinya semakin damai dlm keheningan, pikirannya mulai berjalan jauh lbh cepat drpd langkahnya. Hingga saat dia melihat pejalan lain membelok melabuhkan diri di tambatan yg mereka miliki, Dia merasa sendiri, menoleh ke kanan dan ke kiri, memandangi sauhnya yang alih2 menambat pada sesuatu, justru mengikutinya ke sana & ke sini...
Pada akhirnya, setelah lelah hati tak percaya, mengeluh, mencela, mencerca, & bertanya, dia menyerah. Menerima kenyaatan bahwa dirinya tersesat, memerlukan pelabuhan utk mendarat. Saat itulah dia melihat sebaris harapan di ujung pandangan. Perlahan tapi pasti, garis semu menjadi penampakan sejati. Bentala harapan.
Mungkin saat ini Dia merasa menemukan rumah baru. Namun, siapa yang tahu? Setelah akarnya tercerabut dr rumah sebelumnya, Ia seperti enggan menetap lama. Dia akan menghidupi cara baru. Tinggal, membuat banyak kenangan, kemudian pergi dg hati penuh serta perasaan gembira. Bahagia krn ada rumah baru yg bisa disinggahi kapanpun dia perlu kembali.
Saat Dia adl Kamu...
Semua adl tentang perasaan yg perlu dikendalikan. Bisa kita biarkan menguasai jiwa raga sehingga terpaku pd romantisme kenangan, atau bisa kita paparkan pada keleluasaan peluang...
Siapa yg mengendalikan perasaan? Bukan Avatar pengendali perasaan. Tapi kamu. Iya kamu sendiri, bukan siapapun selain K A M U.
#30harisemutbercerita #30hbcsmk #30hbc22 #perasaan
Sunday, January 2, 2022
30hbc2202 - Anak Kampung
Setiap hari adalah medan perang. Memerangi waktu yg rasanya semakin kencang berlari.
Memerangi urusan yg memberi denyut kehidupan lain di ujung hari.
Memerangi keengganan yg menjelma menjadi lempengan besi, mengganduli badan agar tak beranjak dr kursi.
Memerangi kemalasan utk berbuat sesuatu, alih-alih hanya membiarkan jemari menari.
Harapan, keinginan, & cita2 adl amunisi utk menjalani peperangan demi peperangan.
Yg membuat terus bergerak maju,
Mengalahkan keinginan untuk berhenti.
---
Hari ke-2 dari niatan ikut program #30haribercerita nih. Saya mau bercerita tentang kampung...
Bukan kampung halaman saya, bukan juga kampung halaman suami saya. Ini adl kampung kami.
Saya, @yudi237 , dan K (8 tahun 4 bulan) sering bertukar cerita mengenai masa kecil. Masa kecil saya, ya di kampung Srunen, Glagaharjo sana. Sedangkan ayahnya, di Caringin, Carita. Kami bergantian menceritakan permainan2 yg dulu kami lakukan. K menganggap semua permainan itu seru sekali, dan merasa iri krn Emak Bapaknya adl anak kampung dg banyak kegiatan seru.
Pernah dia pulang main membawa buah bunga pacar air, meminta saya memencet sedikit, sementara dia dg penuh semangat menceritakan bahwa dia dan temannya menyebutnya jumpscare. Saya pura2 terkejut saat buah itu meletup di tangan. Walaupun pada akhirnya dia berkata sambil kecewa "pasti dulu bunda udah main ginian ya?" Saya tertawa.
Hingga pada suatu kesempatan, angin membawa kami ke sebuah kampung di pinggiran kota, berkenalan dg beberapa orang baik di sana, & saat itu juga saya & suami sama2 merasa "Ini kampung K". Di sana kami akan menghabiskan banyak waktu untuk kegiatan seru, tinggal yg lama di setiap libur. Mencoba mengurangi hubungan fisik kami dg gawai. Meskipun dipercobaan tinggal sebentar kemarin, kami msh mjd orang2 mager dg gawai di tangan. Dia dg permainan, saya dengan bacaan.
Next time, we'll set rules!!!
Jika bagi K, kampung itu adl wahana berkegiatan seru, berbeda dg saya & ayahnya. Bagi kami, kampung itu adalah wahana me-nyemeleh-kan diri. Menyeimbangkan hidup dari peperangan harian yg kami alami, mengembalikan pada niat hati yang kami ingin hidupi. :-)
#30harisemutbercerita #30hbcsmk #30hbc #anakkampung
Saturday, January 1, 2022
30hbc2201 - Bu Amah Gula Aren
Selamat Tahun Baru 2022!!!
Setelah lama kehilangan minat menggunakan IG, hari ini saya mencemplungkan diri kembali di per-IG-an. Kalau istiqomah, setidaknya untuk 1 bulan ke depan. Bersama dg teman2 @kaizenwritingalumni , kami akan berbagi cerita dalam program #30haribercerita . Ini cerita pertama saya...---
Minggu lalu, saya, suami, & anak, menginap di kampung bernama Cibunian, pinggiran Kab Bogor. Selama 3 hari, kami tdk mendapat sinyal sama sekali krn sinyal memang langka di sana (Ya ampun, ini di Bogor ya gaesss).
Hari kedua, kami mencoba hiking ke curug (air terjun) yg belum banyak di ketahui orang keberadaannya. Di tengah perjalanan, kami bertemu & berkenalan dengan Ibu Amah. Seorang nenek dengan 5 cucu yang sehari2 pergi ke hutan tempat saungnya berada, untuk membuat Gula Aren dan juga bertani padi.
Bu Amah bercerita bahwa beliau menikah dengan suami tercintanya di usia 12 tahun, dan setahun kemudian sudah mulai dikaruniai seorang putra. Anak & cucu Bu Amah sering menemaninya di saung gula juga.
Perjalanan ke curug, rupanya melewati saung gula Bu Amah. Dg ramah beliau mengajak kami mampir, & menyuguhi air nira hangat. Ternyata si Bapak sudah mulai merebus nira hasil panen hari itu.
Saya beruntung sekali bertemu & berbagi cerita dgn Bu Amah & suami, serta diberi kesempatan untuk menunjukkan pada anak saya bagaimana proses pembuatan gula aren. Dulu sewaktu kecil, saya juga sering menunggui alm Mbah Buyut Atmo membuat gula kelapa, sambil berharap diberi sedikit glali untuk di emut karena saat itu kami tidak bisa seenak jaman sekarang membeli permen.
Sepulang dari curug, kami mampir kembali ke saung gula Bu Amah, & mendapatkan suguhan Glali. K menikmati Glali bersama kami di belakang saung sambil mengamati kerbau merumput di petak2 sawah di bawah kami.
Hari itu, Bu Amah & suami hanya mendapatkan 3 hulu gula saja, dijual dengan harga 45 ribu rupiah.
Saat kami bilang akan kembali lagi di kunjungan selanjutnya, Bu Amah tertawa sambil berkata "arek neangan naon didieu, mending di kota atuh loba nu di tempo..."
Giliran kami tertawa, karena berfikir sebaliknya... 🤭
Sehat terus ya Bu Amah & Bapak 🙏🙏🙏
#30hbcsmk #30hbc2201
30 Hari Bercerita - January 2022
Selamat Tahun Baru 2022!!!
Semoga di tahun baru ini semua rencana, usaha, keinginan, dan cita-cita dilancarkan dan dikabulkan Allah SWT. Aamiin.
Dengan semangat mengusung ke-istikomah-an dalam menulis cerita, Bulan Januari ini saya berniat untuk ikut kegiatan @30haribercerita. Bersama dengan beberapa orang dari @Kaizenwritingalumni, kami mencoba untuk konsisten dari hari ke hari.
Mungkin tidak akan konsisten seperti niat yang sudah-sudah, mungkin juga akan menjadi lebih baik dari yang sebelumnya. Tidak apa-apa. Jangan sampai kegagalan masa lalu, menghambat kita untuk terus mencoba bergerak maju. Yekaaan...
Saya ikut program nya di IG sih sebetulnya. Tapi saya akan upload juga di sini. Agar blog nya ada isinya. hahaha. Sambil menyelam, minum air, glagep-glagep...
Karena tadinya saya sudah tidak berminat menggunakan IG lagi, tetapi karena mengikuti kegiatan ini, saya aktifkan kembali IG saya. Hanya saja, saya masih berusaha membatasi penggunaannya, hanya 1 jam saja sehari maksimal. Jadi, di saat cerita saya sudah rampung di draft dan sudah siap tayang, saya akan buka IG, mengunggah cerita saya, dan melihat postingan teman2 yang lainnya. Saya niatkan untuk mengunggah cerita, kalau nggak pagi sebelum mulai beraktifitas, atau sore/malam setelah jam kerja selesai. Dengan begitu, saya tidak tergoda untuk membuka-buka IG sebelum materi cerita hari itu siap.
Ada sih godaan2 untuk berselancar melihat-lihat perkembangan teman-teman di feed, tetapi bayangan kerjaan yang masih bertumpuk-tumpuk menunggu sentuhan, masih bisa menarik saya kembali ke dunia nyata. Alhamdulillah... Selamettt...
Yuk mari teman-teman yang lain ikutan juga yaaa :-)
-
The second thing, is song about change... This is art Quotes, poem, paint, and then song (dance sometimes) This song is good We can see on t...
-
You have your own responsibility to be happy, to make your life happy, to make your body happy, to make your days happy, and to make you...
-
Tahun ini, K naik ke kelas 6. Mungkin terdengar klise ya. Biasanya diikuti dengan kalimat lanjutan seperti, "Rasanya baru kemarin sekol...