Wednesday, October 27, 2021

Airo Menyusul FeetThree ke Surga


Petang hari ini, suasana duka menyelimuti diri Mbak K...


Berawal dari sebuah unggahan di WAG komplek, yang mengumumkan berita kucing tertabrak mobil. Disertai dengan foto kucing tergeletak dengan darah menggenang di bawah kepalanya, dan seekor kucing lain terlihat menunggui disampingnya. Terbayang rasanya menjadi si kucing coklat. Melihat saudaranya mati tertabrak di depan mata kepalanya sendiri.

Saya seperti sering melihat kucing itu berkeliaran. Saya tanyakan kepada Mbak K, "Mbak, kamu tahu ini kucing siapa?"

Dengan terkejut dia setengah berteriak, "Itu Airo!!!"

Dia menjelaskan pada saya bahwa kucing yang meninggal namanya Airo. Yang menunggui di dekat kucing mati namanya Aiko, saudaranya. Mereka masih memiliki satu saudara lagi bernama Aiki. Sebetulnya ada satu lagi saudara tertua mereka yang sudah meninggal terlebih dahulu, namanya Kitty. Tetapi Mbak k tidak sempet mengenalnya, karena saat mereka lahir, kami masih di Bali. Dan semua kucing-kucing itu adalah milik temannya, Kirana.

Setelah menjelaskan silsilah keluarga Airo, Mbak K mulai terlihat digelayuti duka. Wajahnya mulai murung, bibir tipisnya tertarik ke bawah. Dan tak lama kemudian, dua bola air bening menetes di ke dua pipinya. Sudah saya duga...

Segera saya peluk tubuh mungilnya, namun suara tangisnya semakin keras dan meraung. Dia sedih untuk kematian kucing temannya. Kesedihan yang teramat pilu, dari seorang anak berhati sensitif (seperti emaknya).

Sabar ya Mbak K...

Turut berduka cita untuk berpulangnya Airo. Airo pergi menyusul FeetThree, menemani Ibuk di surga...

God bless your heart, my little sweetpie... 

Wednesday, October 20, 2021

Ketika Hati Memilih Menjadi Peduli


Sudah 2 tahun rupanya... 2 tahun lalu, bertemu dengan 2 orang baik hati yang bahkan nama pun tak sempat kita saling tahu... I just knew they're living in Pisa. Their big heart and thoughtful, kept me warm all the way Europe to home, till now... Wish you both well!!! T H A N K Y O U!!! #JacketRescuer 🥰🥰🥰


***

Mungkin bagi beberapa orang, ini terasa lebay. Hanya karena bertemu irang yang mengembalikan jaket saja, sampai harus dikoar-koar, digembar-gembor, atau dibuat status dan postingan...

Benar. Saya memang lebay, dan senang melebay-lebaykan kisah ini.

Karena, di jaman di mana orang semakin apatis, anti sosial, acuh, dan sedikit peduli dengan orang lain, ternyata masih ada mereka. Yang dengan hatinya, bersusah payah menanyakan pada awak pesawat daerah tujuan saya, bersabar mencari dan menunggu saya selama lebih dari satu jam di gate saya (saat saya di pintu lain sedang berburu waktu bersama awak darat airlines saya), dan tersenyum lebar saat akhirnya saya berjalan lunglai mendekat.

Saya akan selalu mengingat momen itu, semoga selamanya.

Dari mereka, saya yang terkadang mulai menumpul nuraninya, berusaha mencoba untuk mengasah lagi nurani itu, sedikit demi sedikit. Di saat saya merasa ragu untuk berbuat sesuatu untuk orang lain di tempat asing ataupun tidak asing, untuk orang asing maupun orang yang saya kenal, maka saya mengingat mereka. Dua orang anak muda yang sangat asing, yang bahkan keberadaannya di samping saya selama penerbangan, saya acuhkan karena mata saya memilih lengket dan terpejam, yang tersenyum lega karena berhasil menemukan saya. Sehingga saya memilih untuk melakukan sesuatu juga...

Belakangan saya membaca sebuah artikel mengenai seorang perempuan, di perkosa di gerbong kereta. Sedih sekali membaca beritanya. Dan yang lebih menyedihkan adalah karena dia tidak sendirian saat perbuatan keji itu dilakukan padanya. Ada beberapa orang lain yang berada di gerbong yang sama, mengetahui bahwa dia sedang di perkosa, tetapi memilih untuk tidak berbuat apa-apa. Hati saya menangis membaca artikel-artikel itu. Dan kembali, ingatan saya melayang kepada dua orang baik hati dari Pisa. Bersyukur saya pernah di pertemukan dengan mereka.

Bagaimana bisa mereka yang berada di gerbong yang sama, mengacuhkan orang lain yang sedang membutuhkan pertolongan? Mungkin mereka memiliki alasan dan pertimbangan sendiri. Namun, tetap tidak habis pikir bagaimana itu bisa terjadi.

Saya selalu berfikir, jika saja saat itu dua orang baik itu memilih untuk acuh saat melihat jaket saya tertinggal, sangat wajar. Atau jika mereka memilih mengambil jaket saya, dan memberikan kepada awak pesawat, bisa juga dan itupun sudah membuat mereka menjadi orang baik. Atau bahkan jika mereka memilih menjadi orang jahat, mengambil jaket saya dan membawanya pulang karena di tempat mereka tinggal, udara juga sangat dingin? Sangat bisa.

Tetapi mereka memilih untuk tidak melakukannya. Mereka memilih untuk menggunakan nuraninya, membawa jaket saya, mencari arah tujuan saya, menunggu saya sekian lama, dan dengan senyum penuh kelegaan menyerahkan jaket saya. Jaket yang memang sangat saya butuhkan untuk melanjutkan perjalanan panjang saya. Karena hati mereka tergerak, maka saya bisa merasa hangat sepanjang perjalanan. Dan karena hati mereka tergerak, saya terhindar dari amukan massa si pemilik jaket (baca: salmul). Karena mereka...

Dunia membutuhkan lebih banyak orang-orang seperti mereka. Orang yang lebih memilih untuk menjadi baik. Orang yang dengan tulus hati memikirkan orang lain. Orang yang may bersusah karena mereka tahu jika mereka acuh, akan ada yang lebih susah lagi hidupnya. Dunia membutuhkan orang baik seperti mereka, lebih banyak lagi.

Lagi dan lagi, saya bersyukur kepada Allah SWT, karena dipertemukan dengan mereka. Mereka bukan hanya sekedar penyelamat jaket dan juga diri saya. Namun, mereka adalah pahlawan pembangkit nurani bagi saya. Di saat saya ragu, saya akan mengingat mereka.

Ya Allah, keterbatasanku sebagai manusia yang banyak alpa, membuatku bahkan tak menanyakan nama mereka. Pun tak terpikir menanyakan email ataupun cara untuk menghubungi mereka. Tetapi, melalui tanganmu alu yakin tidak ada yang tidak mungkin. Jaga mereka, berikan kelancaran dalam setiap rencana dan upaya mereka. Mudahkanlah urusan mereka, sebagaimana mereka memudahkan urusanku dan orang lain. Jika menurut-Mu kami seharusnya bertemu kembali, maka akan terjadi.

Terima kasih, dua hati baik dari Pisa...
You warm my heart,
All the way Doha to Europe to home...
Till now and then...
I wish you well,
Thank you!!!

#BigHeart
#GoodPeopleFromPisa
#ChooseToBeGood
#Doha
#QatarAirlines

Saturday, October 16, 2021

Bunda Biasa Saja

Saya senang membaca, dan ingin anak saya menyukai kegiatan favorit saya ini. Namun misi untuk mensukseskan keinginan saya tersebut, belum berhasil sejauh ini. K selalu saja ngeles kalau saya minta membaca, atau untuk lebih banyak membaca. Dia akan segera menjawab: "That's not my thing Bunda. That's your thing" Bhaique... 

Saya pernah bertanya kepada almarhumah Ibuk, bagaimana beliau membuat saya senang membaca. Karena saya ingat, sejak saya bisa membaca di usia TK, saya senang sekali membaca semua hal yang bisa di baca. Mulai dari buku-buku PKK ibu saya, majalah jawa bapak saya, koran-koran yang ada di rumah, bahkan kadang koran bekas bungkus tempe yang di beli Ibu. Semua saya baca. 

Anak saya, dari sebelum lahir sudah mulai saya belikan buku, setiap mau tidur saya bacakan buku, setiap BBW mulai saya tidak pernah ketinggalan ikut berjubel ngantri, tetapi akhirnya tetap saya "That's not my thing, Bunda" Bhaiquelah!

Saya sering menyelipkan dalam setiap kesempatan, bagaimana pentingnya membaca. Membaca adalah jendela dunia. Membaca membuat kita pintar, membuat kita lebih tahu daripada teman yang tidak membaca. Dan orang yang pintar, akan banyak dibutuhkan, akan banyak dicari, dan banyak bisa membantu orang yang membutuhkan. Dan lain sebagainya. 

Ya sudahlah... Mungkin memang belum waktunya. Saat nanti dia menemukan kesenangan dan kenikmatan membaca, maka dia akan membaca dengan sendirinya. Aamiin. 

Sampai pada akhirnya hari ini, saya hampir tersedak risoles saat sedang sarapan. Saya sedang makan risoles sambil membaca buku "The secret library - Bibbi Boken" di handphone. K rupanya memperhatikan saya, dan mengeluarkan komentar terbaiknya... (ehem).

Seperti berikut:

👧: "Bunda..."

🧑: "Ya"

👧: "Bunda kan bilang, katanya the more you read, the more you clever. Bisa jadi cantik dari hati karena pinter."

🧑: "Yak betul"

👧: "Bunda sering baca, tapi kok biasa aja?"

🧑: "Makasih 😌😌😌😌😌"


Ya sudah ya sudah... Kalau memang belum ada pencerahan untukmu, tak mengapa... :-p


#CelotehAnak

#ObrolanEmakDanAnak

Saturday, September 25, 2021

Rindu yang Tersimpan di Dalam

Sepulang kami dari Bali, hampir setiap hari saya merindukan Ngetis dan setiap sudut Bali. Saat saya berbagi kerinduan saya kepada Bojo dan Anak, mereka selalu kompak bilang: 

"Enggak ah... Nggak kangen ah... Biasa aja" seperti layaknya paduan suara. Bhaiquelah!

Saya merindukan bangun tidur, berjalan kaki menyusuri jalanan Sanur untuk membeli Croissant kesukaan, berbelok ke Jalan Duyung untuk kemudian menyusuri pantai pagi hari. Perjalanan pendek berputar yang lumayan menyenangkan bersama K. Seperti biasa, kami ngobrol ngalor ngidul ngetan ngulon yang sayangnya tidak terdokumentasikan dalam catatan. My Bad!

Saya merindukan langit biru cerah nya Bali yang sangat-sangat jarang bisa dilihat di Bogor. Bahkan sepertinya belum pernah saya lihat sepulang dari Bali. Hiks... 

Namun, sore ini rasanya berbeda. Saat saya merasa bosan bekerja seharian, saya mengajak K untuk muter-muter naik motor. Cuma sekedar berputar dari rumah, ke Jalan Dramaga, pulang lewat sawah Batuhulung aja. Lumayan lah. Dan K mengungkapkan perasaan hatinya yang membuat saya tertawa. 

Obrolan di atas motor hari ini: 

K(iran) : "Bunda, mau denger nggak rahasiaku?"

B(unda) : Mau donk. Apaan?

K : "Aku kangen Bali."

B : "Katanya nggak kangen?"

K : "Iya itu tuh cuma luarnya gitu lho. Jadi aku bilang ke orang kalau aku nggak kangen. Padahal di dalam hati aku kangen banget."

B : (Sambil ngekek dalam hati) "Kenapa kamu kangen Bali?"

K : "Beda aja Bali sama Bogor. Lebih nyaman... "


Eeeaaa... So the three of us started missing the island. What should we do? 


#CelotehAnak
#ObrolanEmakDanAnak

Saturday, August 21, 2021

I Am Not Simple Kids

Setelah memiliki K, rasanya setiap tahun selalu ada masa di mana kami melakukan obrolan menarik dan penuh tantangan. Tetapi juga berseni dan penuh lika-liku. #lebay

Apalagi kalau bukan seputar masalah kue ulang tahun. Yak betul. Mbak K ini rupanya sangat terobsesi dengan yang namanya memotong kue saat hari ulang tahun. Siapapun anggota keluarga kami yang berulang tahun, maka Mbak K lah yang paling sibuk. Sudah seperti seorang EO tapi yang punya spesialisasi bidang ribet aja gitu. 

Seperti ulang tahun kali ini, yang ribetnya lebih ribet dari sebelum-sebelumnya. Kenapa hayo? 

Jadi, tahun ini kan saat ulang tahun K, kami masih akan berada di Bali. Tadinya emak merasa aman tentram karena kan di Bali, jadi ya dirayakan saja dengan makan siang bersama, mentok-mentok beli kue slice red velvel di Grand Lucky juga udah oke yekaaan... 

Tapi rupanya tak semudah itu kisanak. Dia tak begitu saja lupa bahwa emak belum menyinggung masalah kue ulang tahunnya, sampai mendekati Bulan Agustus. Begini obrolan kami beberapa waktu lalu:


Anak : "Bunda, udah pesen kue ulang tahun aku belum?"

Emak : "Tahun ini tema kue ulang tahunnya mau apa?"

Anak : "Mermaid, tapi pesen di Mama Vino"

Emak : "Kan kita di Bali, nggak bisa pesen di Mama Vino. Kita beli red velvet yang di Grand Lucky aja ya"

Anak : (manyun) "Untuk sementara oke, tapi nanti setelah pulang ke Bogor tetep harus pesen ke Mama Vino" 

Emak : "Kita lihat modelnya di google dulu yuk" (Emak tak mau bertengkar_mode on)

Anak : "ok"

..... 


Setelah beberapa lama kami mencari contoh gambar di internet, saya menunjukkan pada K contoh kue yang lucu-lucu dengan tema mermaid. Apa yang terjadi? Seperti ini:


Emak : "Ini aja nih keren? Simpel nggak ribet tapi bagus?"

Anak : "Ih bunda ini jahat banget sama aku. Bunda nggak sayang aku ya? Aku kan the only child in this family, masak kuenya simpel gitu? Aku nggak mau. Sini aku cari sendiri" (emak manyun)

Emak : "Ya bukan gitu, maksudnya kalau simpel tapi keren kan bagus juga"

Anak : "No. Aku nggak mau simpel. Harus special. Karena aku spesial"

Emak: "eeefffaaaaiiinnneee"


***



Jadi begitulah cerita si anak yang spesial dengan kue ulang tahun untuk tahun 2021 nya... 

Kuenya lucu sih memang. Sampai dibuatkan Instagram reel sama baker favorite nya K, Ci' Rina: 

https://www.instagram.com/p/CUBdFiChsCN/ 


Saturday, July 3, 2021

Rambut dan Laki-Laki

Bojo saya memang senang memelihara rambut hingga panjang. Biasanya setelah bosan atau lelah, dia akan segera memangkas habis rambutnya hingga gundul. Begitu seterusnya, dan saya santai saja. Namanya juga selera. Berbeda dengan saya yang lebih menyukai rambut pendek, kami sering menjadi pasangan yang terbalik. Suami berambut panjang, dan istri berambut cepak. 

Tetapi, menjadi berbeda saat rambut panjang suami saya itu memberikan efek tipis nyaris tak kentara pada cara anak saya memandang rambut. Saya juga baru menyadari belakangan ini sih. Saat saya melakukan hair do untuk rambut anak saya di pagi hari. 

Begini obrolan kami:


Emak: "Kuncir satu apa dua?"

Anak: "Yang gampang apa bunda?"

Emak: "Kuncir satu"

Anak: "Ya udah satu aja. Tapi di samping ya biar keliatan"

Emak: "Nggak di belakang aja?"

Anak: "Enggak. Nggak disamping banget nggak papa kalau susah, tapi yang penting harus kelihatan dari depan"

Emak: "Kenapa memangnya?"

Anak: "Aku nggak mau keliatan kayak cowok"

Emak: "😂😂😂"


***

#CelotehAnak

#ObrolanEmakDanAnak