Berawal dari sebuah unggahan di WAG komplek, yang mengumumkan berita kucing tertabrak mobil. Disertai dengan foto kucing tergeletak dengan darah menggenang di bawah kepalanya, dan seekor kucing lain terlihat menunggui disampingnya. Terbayang rasanya menjadi si kucing coklat. Melihat saudaranya mati tertabrak di depan mata kepalanya sendiri.
Saya seperti sering melihat kucing itu berkeliaran. Saya tanyakan kepada Mbak K, "Mbak, kamu tahu ini kucing siapa?"
Dengan terkejut dia setengah berteriak, "Itu Airo!!!"
Dia menjelaskan pada saya bahwa kucing yang meninggal namanya Airo. Yang menunggui di dekat kucing mati namanya Aiko, saudaranya. Mereka masih memiliki satu saudara lagi bernama Aiki. Sebetulnya ada satu lagi saudara tertua mereka yang sudah meninggal terlebih dahulu, namanya Kitty. Tetapi Mbak k tidak sempet mengenalnya, karena saat mereka lahir, kami masih di Bali. Dan semua kucing-kucing itu adalah milik temannya, Kirana.
Setelah menjelaskan silsilah keluarga Airo, Mbak K mulai terlihat digelayuti duka. Wajahnya mulai murung, bibir tipisnya tertarik ke bawah. Dan tak lama kemudian, dua bola air bening menetes di ke dua pipinya. Sudah saya duga...
Segera saya peluk tubuh mungilnya, namun suara tangisnya semakin keras dan meraung. Dia sedih untuk kematian kucing temannya. Kesedihan yang teramat pilu, dari seorang anak berhati sensitif (seperti emaknya).
Sabar ya Mbak K...
Turut berduka cita untuk berpulangnya Airo. Airo pergi menyusul FeetThree, menemani Ibuk di surga...
God bless your heart, my little sweetpie...
No comments:
Post a Comment