Saturday, September 25, 2021

Rindu yang Tersimpan di Dalam

Sepulang kami dari Bali, hampir setiap hari saya merindukan Ngetis dan setiap sudut Bali. Saat saya berbagi kerinduan saya kepada Bojo dan Anak, mereka selalu kompak bilang: 

"Enggak ah... Nggak kangen ah... Biasa aja" seperti layaknya paduan suara. Bhaiquelah!

Saya merindukan bangun tidur, berjalan kaki menyusuri jalanan Sanur untuk membeli Croissant kesukaan, berbelok ke Jalan Duyung untuk kemudian menyusuri pantai pagi hari. Perjalanan pendek berputar yang lumayan menyenangkan bersama K. Seperti biasa, kami ngobrol ngalor ngidul ngetan ngulon yang sayangnya tidak terdokumentasikan dalam catatan. My Bad!

Saya merindukan langit biru cerah nya Bali yang sangat-sangat jarang bisa dilihat di Bogor. Bahkan sepertinya belum pernah saya lihat sepulang dari Bali. Hiks... 

Namun, sore ini rasanya berbeda. Saat saya merasa bosan bekerja seharian, saya mengajak K untuk muter-muter naik motor. Cuma sekedar berputar dari rumah, ke Jalan Dramaga, pulang lewat sawah Batuhulung aja. Lumayan lah. Dan K mengungkapkan perasaan hatinya yang membuat saya tertawa. 

Obrolan di atas motor hari ini: 

K(iran) : "Bunda, mau denger nggak rahasiaku?"

B(unda) : Mau donk. Apaan?

K : "Aku kangen Bali."

B : "Katanya nggak kangen?"

K : "Iya itu tuh cuma luarnya gitu lho. Jadi aku bilang ke orang kalau aku nggak kangen. Padahal di dalam hati aku kangen banget."

B : (Sambil ngekek dalam hati) "Kenapa kamu kangen Bali?"

K : "Beda aja Bali sama Bogor. Lebih nyaman... "


Eeeaaa... So the three of us started missing the island. What should we do? 


#CelotehAnak
#ObrolanEmakDanAnak

No comments: