Hari ini adalah kali ketiga saya menghadiri pertemuan wali murid diawal tahun ajaran baru. Pertama ketika anak saya masuk Pre-school, kedua ketika lanjut ke KGA, dan sekarang mulai memasuki KGB.
Dan ini adalah kali ketiga pula saya dan suami saya tersenyum, tertawa, dan sok tau setelah membaca list pembagian kelas anak saya. Kenapa? Karena kami merasa amazing alias takjub dengan nama anak-anak yang bersekolah bersama anak kami. Luar biasa indah, ada yang panjang, ada yang sulit diucapkan. Semuanya unik dan pastilah punya makna sendiri bagi orang tua nya, karena nama mereka adalah doa dan harapan dari setiap keluarganya.
Suami saya yang suka sotoy, senang sekali membaca berulang-ulang list nama itu. Kemudian mengeluarkan jurus sotoy nya, seperti contohnya:
Bojo: "Ini namanya Valentino.... Kayaknya orang tuanya penggemar MotoGP"; atau "Namanya Angelo, kayaknya orang tuanya penggemar kura-kura ninja..."; atau "Ini anaknya namanya Black, anak bule ya?"; atau "Ini namanya Anabelle, kayaknya orang tuanya suka film horror nih...."
Saya hanya tertawa terngakak-ngakak mendengar kesotoy-an suami saya... Begitulah dia, menghibur sekali. ahahahhaa
Saya tergoda untuk mengunggah daftarnya disini, tapi itu dilarang. Rawan digunakan orang sembarangan. Jadi tidak usah lah ya... :-p
Kali ini K bergabung di kelas KGB-2. Beberapa teman adalah teman lama di Pre-School dulu, beberapa teman di KGA, dan beberapa lainnya teman baru. Semoga anak-anak menikmati masa KGB nya dengan maksimal, banyak bermain dan belajar nilai-nilai kebaikan disekolahnya, dan menjalin pertemanan dengan baik dengan sesama. Aamiin.
Have Fun my dear...!
Wednesday, July 18, 2018
Monday, July 16, 2018
Peletakan Batu Pertama
Belakangan ini, rasanya saya membawa batu berat kemana-mana. Kemanapun saya pergi, batu itu selalu terbawa. Hingga langkah saya menjadi lambat, jiwa dan raga lelah luar biasa. Saya rasa, saya harus segera membuang batu tersebut, atau meletakkan nya disuatu tempat agar langkah saya kembali ringan dan hati saya kembali riang... Pertanyaannya kemudian, dimana saya harus meletakkannya, tanpa kemudian membuat orang bertanya-tanya?
Saya belum tahu jawabannya... #Searching...
Screenshot diatas adalah screenshot saya hari ini. Saya senang sekali handphone saya yang ini sudah sehat. Yang membuat saya sangat senang adalah saya bisa screenshot tulisan yang saya buat (#norak). Mengingat di handphone sebelumnya, saya tidak bisa melakukannya, meskipun sudah browsing caranya di internet, tapi handphone lama saya menolak bekerja sama. Ah sudahlah... Yang lalu biarlah berlalu...
Kembali lagi ke screenshot diatas...
Jadi ceritanya, anak saya semata wayang ini memang sedang dalam tahapan menguras emosi dan perasaan ibu-bapaknya. Setiap hari selalu saja ada hal yang diperdebatkan, dijadikan bahan berantem, dan akhirnya harus keluar ancaman-ancaman. Biasanya setelah itu saya menyesal, tapi besokannya saya ulangi lagi... Yassalaaamm...
Ada apa dengan cak lontong syndrome?
Mungkin salah saya juga sih... Setiap K ngeles tidak mau membereskan mainan, atau tidak mau merapikan barang, saya akan selalu bertanya "Ini barangnya siapa?" dan kemudian disusul dengan "Karena punya K, jadi K donk yang harus taking a good care of it... Bukan Bunda bukan Ayah... ". Dan rupanya sodarah sodarah, si copycat kecil ini kemudian menggodok dan menggoreng (#eeeaaa #politikbangetbahasanya) kalimat saya menjadi senjata ngeles yang lebih ampuh.... Eeerrrrr
Semenjak si teteh resign, memang setiap hari mau tidak mau antara saya atau ayahnya, selalu berkonfrontasi langsung dengan K. Kalau sedang manis ya manissss... Kalau sedang asem, yassalaaaammmm...
Pernah sekali waktu ketika saya sedang lelah jiwa raga karena banyak hal menumpuk menjadi satu, dan si bocah kecil mungil ini sedang semangadh ngeles dan ngeyel, saya marah dan menangis. Didepannya. Akhirnya dia marah-marah sambil nangis. Lebih drama lagi... Dalam tangis dan amarahnya dia bilang "Bunda jangan gitu... mukanya jelek... aku nggak suka kalau bunda mukanya jelek gitu...." Yassalaaaammm... Please donk deh... Marah ya marah aja, nangis ya nangis aja, tapi nggak usah bilang muka bundanya jelek gitu kaliiii..... Saya aselik mengurung diri didalam kamar. #siapayangbocah #rahasiakita #janganbilangsiapasiapa
Contoh lagi yang terkadang membuat saya merasa "hellowwwwww.... salah gw apaaaa ya..." adalah:
Saya: "K, ayo diberesin mainan nya... Kalau nggak diberesin nanti bunda buangin aja lho mainannya..."
K terdiam dan berfikir (suerrrr kalau dia sudah begini, saya deg-degan...), dan kemudian dia melihat saya dan bilang :
K: "Ya udah, buang aja mainannya"
Astaghfirullahaladzim.... Astaghfirullahaladzim... Astaghfirullahaladzim...
Sering sekali saya meninggikan suara kepada anak saya ini, tapi ternyata SUPER BAD IDEA. Karena suara dia lebih tinggi lagi skarang. Saya sedang berusaha memperbaiki kesalahan saya itu. Semoga segera bisa direvisi dan dihapus dari memori. Aamiin.
Setiap malam, saya memandangi anak saya tidur, dan saya merasa bersalah. "Ya Allah... K, maafkan ibumu ini ya. Hari ini banyak marah-marahnya...."
Makanya tak heran dan saya mengerti betul kenapa saya disemprot habis-habisan oleh teman saya yang anaknya 3, hanya karena saya mengomentari gaya dia mengunggah foto dengan caption panjang di medsos. Karena itu adalah cara dia untuk melepaskan ketegangan hati, melemaskan urat saraf, dan menjaga agar tetap waras dalam menjalankan amanah sebagai seorang istri dan seorang ibu. Again, maafkanlah aku temanmu yang suka kurang rem dan saringan kalau ngomong ya teman... Seperti yang aku bilang, tak pantas rasanya aku mengomentari perjuanganmu karena perjuanganku tak lebih dari seujung kuku... Hiks...
Belakangan ini, cuaca kurang baik. Kadang panas kadang dingin... Kadang semangat kadang lesu... Kadang bergairah kadang kurang tenaga... Kadang bisa selow kadang jadi baper....
Seperti hari ini juga saya berdosa pada tukang grab car (Dih, hari ini banyak bener kasusnya!)...
Ada mas-mas grab (ok, kalau saya boleh excuse, si mas nya nanya juga nggak pake permisi koq) yang nanya alamat rumah:
MMG (Mas Mas Grab) : ".... Nomer 16 dimana ya?"
Saya : "oooh... nanya?"
MMG : "hehee... iya..."
Saya : "Nomer 16? Di belakangnya ini... pantat-pantat an sama rumah di baris ini...."
MMG : "Makasih..."
Saya melanjutkan agenda menyuapi anak... Tak lama kemudian mobil grab yang tadi dateng lagi dan berhenti diseberang rumah saya... Lhadalaaaaahhh... Rupanya pesanan tetangga depan rumah saya... Blok I9/No. 16. Astaghfirullahaladzim.... Pasti keki banget itu MMG. ahahahahhahaa
Lah, malah banyak curhat tentang hari ini... Ahahahaha
Tapi ya begitulah... Hidup...
Selalu ada konsekuensi dalam setiap pilihan hidup...
Yang harus dipastikan adalah, agar selalu waras dalam memilih, waras dalam menjalani konsekuensi buah dari pilihan. Tak ada gading yang tak retak... Tak ada yang sempurna dalam hidup ini...
Lelah itu adalah reaksi wajar akibat dipekerjakan terus menerus...
Jiwa dan Raga bisa lelah, karena mereka bisa bekerja dengan keras...
Ketika lelah, istirahatlah...
Jangan dipaksakan untuk terus bekerja, karena hasilnya akan menjauh dari kebaikan...
Sabar itu tidak ada batasnya...
Terkadang manusia yang menciptakan syarat sendiri hingga sabar menemui ujungnya...
Semoga Tuhan memberikan terang kepada setiap hambanya yang sabar,
Semoga Tuhan memberikan damai kepada setiap hambanya yang gulana...
Seperti kata D'Masiv (eeeaaa... yo'i banget ya soundtracknya):
"Tak ada manusia... Yang terlahir sempurna... Jangan kau sesali... Sgala yang telah terjadi... Kita pasti pernah... Dapatkan cobaan yang berat... Seakan hidup ini... Tak ada artinya laaagiiii... Syukuri apa yang ada... Hidup adalah anugrah... Tetap jalani hidup ini... Melakukan yang terbaiiiikkkk...."
Hayooo.... Sambil nyanyi kan bacanya? Ahahhaha
Seperti kata-kata Pakde Aris kalau lagi nyanyi "Kuat dilakoni, Ra kuat tinggal ngopi...." Hokyah Hokyah...
----------
Lho, batu saya mana? Saya baru ingat tadi mau nyimpen batu, koq malah sekarang lupa batunya dimana?
Ya sudahlah... Baik-baik ya batu... Diem aja disitu...
#Sepertiitu
#onlyifyouknow
#thenyouwillunderstand
#katanyanggakbolehkeenggresan
#yowesben
Wednesday, July 11, 2018
Senyum Itu Murah dan Ibadah Penuh Berkah
Monday, July 9, 2018
Rekening Tabungan Pertama Mbak K
![]() |
| Dari 30 sebetulnya... Salah tulis... Ditemenin sama Mas Will dan Mbak Lou.. :-) |
Akhirnya, setelah dari kapan tahu berencana dan berwacana untuk membuatkan rekening tabungan untuk Mbak K, kesampaian juga hari ini...
Perjuangan panjang sekali hari ini, komplit dengan drama bapak2 marah-marah di bank karena kelamaan ngantri, dll. Males ah ceritain ini, nanti jadi isinya keluh kesah basah... Rugi saya... :-p
Intinya... Yay... Rekening tabungan pertama, selesai dibuat. Di Bank BNI 46 karena pengen ATM nya ada photonya. Tapi ATM nya nanti bikinnya nyusul di BNI pusat saja, karena sangking lamanya ngantri hari ini, HP nya lowbat jadi nggak bisa transfer foto. Hiks...
Akhirnya, emak dan bapaknya Mbak K ini bisa memanfaatkan THR Mbak K ini dengan benar. Setelah empat kali puasa empat kali lebaran THR nya K di embat sempurna oleh kami (belum lagi uang saku kalau mudik di luar lebaran... duuuuhhhh), akhirnya kali ini bisa lurus ke jalan yang benar. ahahahahha
Dengan resmi dibuatkannya rekening tabungan ini, semoga kami semua bisa lebih rajin mengisinya. Siapa tau nanti Mbak K bisa lebih cepat mencapai Financial freedom nya lebih cepat daripada orang tuanya, karena dia belajar menabung sejak dini... Eeeaaa
Smangadh Mbak K!!!
Friday, July 6, 2018
Antara Hak dan Kewajiban
![]() |
| Mengembara ke lorong waktu... |
Terkadang saya ingin tertawa, bertanya, berkata, berkeberatan, tapi kemudian saya perfikir apa gunanya? Segala macam perasaan dan keadaan akan percuma dijelaskan, jika dijelaskan kepada hati yang tak terbuka... Jika pintu tak bisa terbuka ketika diketuk, saya melarikan diri jauh kedalam cerita... Lewat sebuah buku...
Berada dipersimpangan antara "menjalankan kewajiban..." dan "berhak untuk... " itu memang tidak mudah dilakukan... Diantara pikiran orang tentang "tidak peduli" dan pikiran sendiri "yang seharusnya peduli adalah..." itu sangat menyesakkan...
Ketika banyak hal ingin kau sampaikan, namun banyak hati yang harus dijaga, tenggelamkan semuanya kedalam sebuah buku cerita... Disana, engkau akan tersesat kedalam ruang yang berguna.. Tentang kenyataan? Hanya perlu senyum dan tarikan nafas panjang untuk membuatnya menjauh dan menghilangkan himpitannya didada.
------
Teman yang juga partner merancang masa depan yang paling saya percaya yang inisialnya E K A adalah:
Curhat, tapi berpuisi, tapi seperti menasehati diri sendiri dan mengingatkan orang lain...
Terjebak, tapi mencoba tidak membuat huru-hara...
Jadi memilih melarikan diri ke buku...
Sunday, July 1, 2018
Kirania Goes To National Park - Way Kambas, June 2018
![]() |
| Little Mowgli! |
![]() |
| Go explore the wild world, K! |
![]() |
| Nala Family - Way Kambas, June 2018 |
Alhamdulillah... Akhirnya program #KiraniaGoesToNationalPark bisa dimulai lagi... :-p
Kali ini tujuannya adalah Taman Nasional Way Kambas yang terletak di Lampung Timur. Memang dari awal kami sudah kepinging suatu saat mengajak K ke Way Kambas. Namun tidak menyangka bisa terkabul di akhir Juni 2018 ini. Berawal dari obrolan kami dengan Pakdhe Aris (Kakak saya) di Jogja sewaktu mudik. Bapak dan kakak saya merasa kewalahan melihat ponakan saya selama libur hanya mengurung diri dikamar - pergi wisata dengan teman sekolahnya - mengurung diri dikamar - ke mall bersama teman sekolah - mengurung diri dikamar - dan seterusnya.
Ketika saya iseng bilang "Ya udah, ikut ke Bogor aja yuk..." Rupanya gayung bersambut. Anaknya mau, Papa-Mama nya bersemangadh mengijinkan, dan Simbah Kakung-Putri nya mendukung. Perfect!
Akhirnya saya dan Mas Bojo berdiskusi:
Saya: "Mas Guntur ikut ke Bogor...."
Mas Bojo: "Oh ya? libur panjang soalnya ya..."
Saya: "Iya. Gimana kalau kita jadiin aja sekalian rencana ke Way Kambas? Kan sekalian K liburan. Abis itu nggak liburan lagi. ahahaha"
Mas Bojo: "Boleh juga tuh... "
Akhirnya Mas Guntur ikut kami menapaki jalur Pansela yang aduhai tralala... Berbekal #mandatsimbah dan #mandatpakde untuk membawa Mas Guntur jalan-jalan, maka kita niatkan untuk berangkat ke Lampung akhir pekan setelahnya. Berbekal uang saku juga lah pastinya dari mereka. Aseeekk... Sambil menyelam, glagep-glagep... Ngasuh ponakan, sambil kita ikut jalan-jalan juga ke tempat impian. ahahahahhaa #nggakmaurugi
Sebelum saya malas memilih foto dan menambahkan ceritanya disini, saya mau share beberapa kolase foto yang saya kumpulkan. Kapan-kapan kalau sudah ada semangadh, akan saya share info, foto, dan cerita lain sebagai kenangan. Skarang masih lemassssss... Dan banyak kerjaan. Hehehehe
![]() |
| Gambaran Umum Aktifitas Tim Nala :-p |
Tips untuk berhemat dan memanfaatkan waktu dengan baik adalah:
- Berangkat pagi buta (kami start dari rumah jam 3 pagi).
- Buat bekal untuk ngemil di jalan, untuk sarapan di kapal, dan ngemil lagi di mobil.
- Bawa buku bacaan dan mainan sederhana untuk membunuh waktu, jika tidak hobi melamun di atas laut. :-)
Sebelum kami memasuki area Taman Nasional, kami mampir terlebih dahulu ke rumah keluarga salah satu Junior di organisasi Lawalata IPB. Rumahnya Agung/Gapunk. Kami disambut oleh Adit (Adeknya Gapunk), ibu dan bapaknya. Lengkap dengan masakan untuk makan siang... Duuuuhhh... Jadi enaaaakkk... Akhirnya setelah ngobrol sebentar, kami bergiliran mandi (K dan Saya saja sih yang mandi. Mas Bojo dan Guntur menolak mandi. Mau mandi di penginapan saja), dan akhirnya makan siang. K sangat nyaman di rumah Gapunk. Selesai mandi, dia langsung tidur-tiduran didepan TV, ngobrol dengan ibunya Gapunk, sampai disisiri rambutnya segala. Hahahaha. Berasa di Jogja ya Mbak K?
Setelah waktu bergeser ke sore hari, kami pamit untuk melanjutkan ke Taman Nasional. Mereka dengan baik hati menawari untuk menginap dirumah, tetapi karena kami sudah kadung booking 1 kamar, dan ingin merasakan melek mata di dekat gajah, akhirnya kami menolak dan berjanji akan kembali mampir esok harinya diperjalanan pulang. Kami dibekali jambu kristal dan pisau, dan diantar oleh Adit untuk melewati pintu gerbang Taman Nasional, jadi gratis gitu deh.... :)
Setibanya di PLG, kami berjumpa dengan Pak Pal. Kami diberikan briefing singkat tentang penginapan, dan beliau undur diri untuk ganti baju dengan baju pawang. Kami diajak untuk ikut beraktifitas sore dengan gajah. Jadi kami menurunkan barang yang sekiranya perlu dulu ke kamar, lainnya dibiarkan di mobil saja. Setelah Pak Pal datang, kami mengikutinya berjalan menuju Savana, tempat para gajah diumbar makan seharian. Kami dikenalkan dengan beberapa gajah, diceritakan kisah bagaimana mereka ditangkap, dll. Kami bertemu dengan Nunik dan Ibunya. Nunik lucu sekali, masih baby. Dia suka iseng ke Mbak K. Kami berfoto banyak-banyak bersama Nunik dan Ibunya. Selain itu kami juga bertemu gajah lain (lupa namanya euy), foto lagi, cerita lagi.
| Kiran : Hadeeeuuuuhhh.... Emak macam apa ini anaknya disuruh jalan kaki... |
| Asyik ya mbak... Nananaaaaaa.... |
Kemudian kami diajak mendekati Erin, anak gajah yang belalainya terpotong karena jerat. Kasihan sekali. Kami berfoto banyak dengan Erin, Mbak K banyak foto menunggangi Erin. Senang sekali dia, sampai ketahihan. Setelah berfoto dengan Erin, kami berjalan kembali ke kandang gajah di samping penginapan. Disana kami menunggang gajah dan berfoto sampai matahari hampir tenggelam. Puasssss.... Mbak K malah menang banyak. Diajak Pak Pal naik gajah mengitari kandang gajah. Aseeeeekkkkk.... Mantab Jiwa Mbak K!!!
Dan setelah hari mulai gelap, kami pulang ke penginapan. Hari pertama, very well done!!!
Kami menginap di Mahout House, penginapan yang sedianya digunakan untuk Mahasiswa yang magang. Murah meriah satu malam hanya Rp. 300.000 saja. Terletak di samping kandang gajah persis. Kalau malam kami nangkring di samping penginapan, duduk menghadap ke kandang gajah. Bukan untuk melihat gajah, tapi untuk mencari sinyal. Karena area sinyal hanya disitu saja... :-p
Kami mendapatkan info mengenai penginapan ini dari blog pengunjung juga, yang menyertakan nomer kontak Pak Pal (Pawang Gajah). Rupanya tetangga kamar saya juga melakukan hal yang sama. Browsing dan menemukan nomer Pak Pal. Oh iya, tetangga kamar saya ini 3 anak perempuan dari Bogor dan Bandung, yang dari Bogor rupanya anak salah satu dosen saya ketika kuliah. Dan tinggalnya tidak jauh dari rumah saya. What a small world!!!
Sayangnya kunjungan kami kali ini, banyak sekali makhluk yang ingin menemani kami di kamar. Malam hari, banyak sekali serangga (entah namanya apa, lupa tidak difoto) beterbangan dan berjatuhan di lantai kamar. Saya merasa sedikit geli dan sulit memejamkan mata. Takut tidur terlalu pulas sampai mangap, terus makhluknya masuk mulut gimana? Ahahaha. Akhirnya saya gemas dan saya masukkan satu persatu hewan itu ke Botol Aqua. Buanyak sekali jumlahnya. Sampai jam 1 malam barulah kamar bersih dan tak ada lagi satupun makhluk tersisa di luar botol aqua. Akhirnya saya tidur pulasssss.... :-)
Hari kedua kami berusaha untuk menikmati area penginapan, melihat para gajah yang sudah mulai bergerak, dijemput pawang, dimandikan, dan mulai dijemur. Sambil nge teh manis di teras penginapan, sambil ngemil kue lebaran dari kampung. Ahahaha. Mantab Jiwa kan.
Setelah merasa cukup di area PLG, kami ingin mencoba masuk ke Way Kanan. Syukur Alhamdulillah kami bertemu dan banyak ngobrol dengan Pak Joko. Akhirnya kami ditemani masuk ke resort Way Kanan, sambil ngobrol panjang lebar mengenai Way Kambas dan isinya. Disepanjang perjalanan kami banyak berhenti atau melambat, karena banyak satwa menyeberang jalan. Ada juga saat kami berhenti untuk mengamati sarang burung yang di buat persis diatas jalan oleh si burung. Luar biasa sekali bisa menikmati kembali hutan dan isinya... Alhamdulillah...
Sesampainya di resort Way Kanan, kami masih terus ngobrol dengan Pak Joko. Nongkrong di halaman resort karena mendadak hujan. Sayangnya tidak bisa membuat kopi karena tidak ada yang membawa Korek Api. Ahhahaha. Sepertinya ini harus dijadikan agenda, meletakkan korek api di mobil, jadi bisa ikut serta kemanapun kami pergi.
Setelah hujan reda, kami berjalan ke arah sungai Way Kanan untuk melihat speedboat patroli milik taman nasional yang biasa digunakan para ranger dan patroli hutan ke arah hulu ataupun muara sungai di area pantai. Pak Joko juga menyampaikan bahwasanya banyak buaya muara di sungai Way Kanan ini, dan lengkap dengan kejadian orang digigit buaya yang terjadi beberapa waktu belakangan ini. Hiiiiiii.....
Oh iya, kami di oleh-olehi jambu kristal sama Pak Joko yang baik hati... Aseeekkk....
Minggu sore setelah makan siang dan puas nongkrong di PLG lagi, akhirnya kami mampir sebentar ke rumah keluarga Gapung, tapi hanya bertemu dengan Adit karena Ibu dan Bapak nya sedang kondangan. Kami lagi-lagi numpang mandi, tapi karena masih kenyang, tidak numpang makan. hehehe
| Ya Ampuunnnn... Baru nyadar anak saya ketinggalan... :-p |
Sayangnya kunjungan kami kali ini, banyak sekali makhluk yang ingin menemani kami di kamar. Malam hari, banyak sekali serangga (entah namanya apa, lupa tidak difoto) beterbangan dan berjatuhan di lantai kamar. Saya merasa sedikit geli dan sulit memejamkan mata. Takut tidur terlalu pulas sampai mangap, terus makhluknya masuk mulut gimana? Ahahaha. Akhirnya saya gemas dan saya masukkan satu persatu hewan itu ke Botol Aqua. Buanyak sekali jumlahnya. Sampai jam 1 malam barulah kamar bersih dan tak ada lagi satupun makhluk tersisa di luar botol aqua. Akhirnya saya tidur pulasssss.... :-)
Hari kedua kami berusaha untuk menikmati area penginapan, melihat para gajah yang sudah mulai bergerak, dijemput pawang, dimandikan, dan mulai dijemur. Sambil nge teh manis di teras penginapan, sambil ngemil kue lebaran dari kampung. Ahahaha. Mantab Jiwa kan.
| Morning Walk |
| Nongkrong Pagi, ready for another adventure |
Setelah merasa cukup di area PLG, kami ingin mencoba masuk ke Way Kanan. Syukur Alhamdulillah kami bertemu dan banyak ngobrol dengan Pak Joko. Akhirnya kami ditemani masuk ke resort Way Kanan, sambil ngobrol panjang lebar mengenai Way Kambas dan isinya. Disepanjang perjalanan kami banyak berhenti atau melambat, karena banyak satwa menyeberang jalan. Ada juga saat kami berhenti untuk mengamati sarang burung yang di buat persis diatas jalan oleh si burung. Luar biasa sekali bisa menikmati kembali hutan dan isinya... Alhamdulillah...
![]() |
| Anak senang main bersama Gajah, emak-bapak senang blusukan nya... |
Sesampainya di resort Way Kanan, kami masih terus ngobrol dengan Pak Joko. Nongkrong di halaman resort karena mendadak hujan. Sayangnya tidak bisa membuat kopi karena tidak ada yang membawa Korek Api. Ahhahaha. Sepertinya ini harus dijadikan agenda, meletakkan korek api di mobil, jadi bisa ikut serta kemanapun kami pergi.
Setelah hujan reda, kami berjalan ke arah sungai Way Kanan untuk melihat speedboat patroli milik taman nasional yang biasa digunakan para ranger dan patroli hutan ke arah hulu ataupun muara sungai di area pantai. Pak Joko juga menyampaikan bahwasanya banyak buaya muara di sungai Way Kanan ini, dan lengkap dengan kejadian orang digigit buaya yang terjadi beberapa waktu belakangan ini. Hiiiiiii.....
Oh iya, kami di oleh-olehi jambu kristal sama Pak Joko yang baik hati... Aseeekkk....
![]() |
| Bayar Rp. 10,000 rupiah bisa duduk manis, ngadem, bahkan tidur selonjoran didalam kapal... Nyaman sekali... |
Kami dibekali dengan jambu kristal banyak banget, dan pisang 1 tandan. Yassalaaamm... Seperti mudik saja. Kami sangat berterima kasih atas kebaikan hati dari keluarga Gapunk. Semoga semua selalu sehat, dan diberikan umur dan rejeki lagi biar kapan-kapan bisa ketemu lagi. Aamiin. (Ibu, punten pisaunya kebawa ke Bogor. Hahahahaha)
![]() |
| Si tukang penasaran tapi malu-malu-mulai-ngintip |
![]() |
| Our favorite and the only one hard core driver in da family |
![]() |
| Tim hore yang pasrah selalu mau gimana juga... :-p |
![]() |
| Ayo main ke Taman Nasional Way Kambas! |
![]() |
| Ssssttt... Kata Bunda, jangan berisik! Nanti buaya nya terganggu dan gantian gangguin kita! :-) |
![]() |
| Nggak bisa lihat Badak, nggak papa. Sampai di tulisan nya ini aja udah seneng lho kita :-p |
![]() |
| I tried to making a good memories, while you're having fun! :-) |
![]() |
| Cousin |
![]() |
| Mas Guntur & Kartijah |
![]() |
| Kirania & Kartijah |
Saturday, June 30, 2018
Aku Sedih Ketika (tidak) Melihatmu Pergi
![]() |
| Good Luck, Emma! |
Diawali dengan membaca pengumuman dari bagian personalia kantor, bahwa salah satu teman baik kami tidak lagi bekerja di kantor kami. Kaget!
Kaget...
Bertanya-tanya...
Penasaran...
Kurang percaya...
Curiga...
Tapi hanya bisa dirasakan sendiri saja... Karena salah satu kekurangan dari kantor yang tak berkantor begini kan kita tidak bisa loncat ke ruangan/kubikal tempat teman kita yang lain kerja.
Jika di kantor betulan, mungkin kemarin aku langsung lari ke ruang sebelah dengan mata melotot dan penuh nafsu...
"Haaaa??? Serius itu? Lu tau nggak kenapa? Koq bisa sih? Koq mendadak gitu sih? Koq caranya gitu ya? Ada yang tau nggak kenapa?Ada apa sih?" atau sejenis pertanyaan yang serupa...
Tapi itu hanya jika dikantor betulan...
Karena kali ini hanya di kantor SOHO alias small office home office, dan sendirian, jadi ya hanya bisa diam... Berpikir...
Aku mulai membuka lembar email kosong... Berharap bisa menuliskan sesuatu kepada temanku itu. Tapi tidak mampu. Tidak ada tulisan yang bisa muncul. Karena 1) Bahasa inggris ku lemah; 2) Tidak tau cara mengekspresikan pertanyaan diatas itu dalam enggres-ing ; 3) Antara iya dan tidak, maju dan mundur...
Pagi ini...
Lebih sedih lagi....
Temanku itu mengirimkan email kepadaku dan beberapa orang temanku secara pribadi. Aku menangis. Sedih sekali rasanya. Dia adalah orang yang membuat aku semakin percaya diri. Membuat aku semakin bisa lepas dan nyaman berada dilingkungan yang menurutku banyak membuat keder ini. Dia yang membuatku bisa tertawa lepas didepan orang-orang yang dulu melirik saja sudah membuat aku takut. Dia yang membuat aku bisa semakin berbaur dengan yang lainnya. Dia membawa banyak perubahan untukku, dan untuk lingkungan disekelilingnya...
Melihat cara kepergiannya yang berbeda, aku yakin telah terjadi sesuatu di luar sana. Sesuatu yang tidak ringan. Tapi tidak ada yang menjelaskan, tidak ada yang memberi terang, dan tidak ada yang memberi petunjuk. Jadi kita hanya bisa meraba-raba saja.
Aku mencoba membalas email temanku itu... Tapi rupanya air mata jauh lebih cepat meluncur daripada rentetan kata dari jariku. Aku menangis lebih deras lagi... Sediiiihhhhh...
Anak ku dan suamiku sampai terheran-heran. Mereka menghibur dan menguatkanku. Semakin sedih jadinya.
K: "Why are you crying bunda?"
Aku: "Because I have to say goodbye to my good friend, but I don't want to..."
K: "It's ok... Don't cry...."
Aku: "Hwaaaaaaaaaa....." Semakin menjadi-jadi...
Temanku, dimanapun engkau berada...
Semoga engkau selalu diberikan yang terbaik...
Selalu sehat, ceria, dan bahagia...
Semoga engkau menemukan pekerjaan yang lebih baik, yang membuatmu lebih nyaman dan bersinar... Tetap lanjutkan petualanganmu... Tetaplah bersemangadh dan menginspirasi...
Suatu saat, semoga kita bisa bertemu lagi...
Yang bersedih tapi selalu mendoakanmu,
WJ
Subscribe to:
Posts (Atom)
-
The second thing, is song about change... This is art Quotes, poem, paint, and then song (dance sometimes) This song is good We can see on t...
-
You have your own responsibility to be happy, to make your life happy, to make your body happy, to make your days happy, and to make you...
-
Tahun ini, K naik ke kelas 6. Mungkin terdengar klise ya. Biasanya diikuti dengan kalimat lanjutan seperti, "Rasanya baru kemarin sekol...
























