 |
| Little Mowgli! |
 |
| Go explore the wild world, K! |
 |
| Nala Family - Way Kambas, June 2018 |
Alhamdulillah... Akhirnya program #KiraniaGoesToNationalPark bisa dimulai lagi... :-p
Kali ini tujuannya adalah Taman Nasional Way Kambas yang terletak di Lampung Timur. Memang dari awal kami sudah kepinging suatu saat mengajak K ke Way Kambas. Namun tidak menyangka bisa terkabul di akhir Juni 2018 ini. Berawal dari obrolan kami dengan Pakdhe Aris (Kakak saya) di Jogja sewaktu mudik. Bapak dan kakak saya merasa kewalahan melihat ponakan saya selama libur hanya mengurung diri dikamar - pergi wisata dengan teman sekolahnya - mengurung diri dikamar - ke mall bersama teman sekolah - mengurung diri dikamar - dan seterusnya.
Ketika saya iseng bilang "Ya udah, ikut ke Bogor aja yuk..." Rupanya gayung bersambut. Anaknya mau, Papa-Mama nya bersemangadh mengijinkan, dan Simbah Kakung-Putri nya mendukung. Perfect!
Akhirnya saya dan Mas Bojo berdiskusi:
Saya: "Mas Guntur ikut ke Bogor...."
Mas Bojo: "Oh ya? libur panjang soalnya ya..."
Saya: "Iya. Gimana kalau kita jadiin aja sekalian rencana ke Way Kambas? Kan sekalian K liburan. Abis itu nggak liburan lagi. ahahaha"
Mas Bojo: "Boleh juga tuh... "
Akhirnya Mas Guntur ikut kami menapaki jalur Pansela yang aduhai tralala... Berbekal #mandatsimbah dan #mandatpakde untuk membawa Mas Guntur jalan-jalan, maka kita niatkan untuk berangkat ke Lampung akhir pekan setelahnya. Berbekal uang saku juga lah pastinya dari mereka. Aseeekk... Sambil menyelam, glagep-glagep... Ngasuh ponakan, sambil kita ikut jalan-jalan juga ke tempat impian. ahahahahhaa #nggakmaurugi
Sebelum saya malas memilih foto dan menambahkan ceritanya disini, saya mau share beberapa kolase foto yang saya kumpulkan. Kapan-kapan kalau sudah ada semangadh, akan saya share info, foto, dan cerita lain sebagai kenangan. Skarang masih lemassssss... Dan banyak kerjaan. Hehehehe
 |
| Gambaran Umum Aktifitas Tim Nala :-p |
Tips untuk berhemat dan memanfaatkan waktu dengan baik adalah:
- Berangkat pagi buta (kami start dari rumah jam 3 pagi).
- Buat bekal untuk ngemil di jalan, untuk sarapan di kapal, dan ngemil lagi di mobil.
- Bawa buku bacaan dan mainan sederhana untuk membunuh waktu, jika tidak hobi melamun di atas laut. :-)
Sebelum kami memasuki area Taman Nasional, kami mampir terlebih dahulu ke rumah keluarga salah satu Junior di organisasi Lawalata IPB. Rumahnya Agung/Gapunk. Kami disambut oleh Adit (Adeknya Gapunk), ibu dan bapaknya. Lengkap dengan masakan untuk makan siang... Duuuuhhh... Jadi enaaaakkk... Akhirnya setelah ngobrol sebentar, kami bergiliran mandi (K dan Saya saja sih yang mandi. Mas Bojo dan Guntur menolak mandi. Mau mandi di penginapan saja), dan akhirnya makan siang. K sangat nyaman di rumah Gapunk. Selesai mandi, dia langsung tidur-tiduran didepan TV, ngobrol dengan ibunya Gapunk, sampai disisiri rambutnya segala. Hahahaha. Berasa di Jogja ya Mbak K?
Setelah waktu bergeser ke sore hari, kami pamit untuk melanjutkan ke Taman Nasional. Mereka dengan baik hati menawari untuk menginap dirumah, tetapi karena kami sudah kadung booking 1 kamar, dan ingin merasakan melek mata di dekat gajah, akhirnya kami menolak dan berjanji akan kembali mampir esok harinya diperjalanan pulang. Kami dibekali jambu kristal dan pisau, dan diantar oleh Adit untuk melewati pintu gerbang Taman Nasional, jadi gratis gitu deh.... :)
 |
| How She tried to killed the time... |
Setibanya di PLG, kami berjumpa dengan Pak Pal. Kami diberikan briefing singkat tentang penginapan, dan beliau undur diri untuk ganti baju dengan baju pawang. Kami diajak untuk ikut beraktifitas sore dengan gajah. Jadi kami menurunkan barang yang sekiranya perlu dulu ke kamar, lainnya dibiarkan di mobil saja. Setelah Pak Pal datang, kami mengikutinya berjalan menuju Savana, tempat para gajah diumbar makan seharian. Kami dikenalkan dengan beberapa gajah, diceritakan kisah bagaimana mereka ditangkap, dll. Kami bertemu dengan Nunik dan Ibunya. Nunik lucu sekali, masih baby. Dia suka iseng ke Mbak K. Kami berfoto banyak-banyak bersama Nunik dan Ibunya. Selain itu kami juga bertemu gajah lain (lupa namanya euy), foto lagi, cerita lagi.
 |
| Bunda on Duty... Jadi Mbak K, Blah bleh bloh... :-p |
 |
| Kiran : Hadeeeuuuuhhh.... Emak macam apa ini anaknya disuruh jalan kaki... |
 |
| Asyik ya mbak... Nananaaaaaa.... |
Kemudian kami diajak mendekati Erin, anak gajah yang belalainya terpotong karena jerat. Kasihan sekali. Kami berfoto banyak dengan Erin, Mbak K banyak foto menunggangi Erin. Senang sekali dia, sampai ketahihan. Setelah berfoto dengan Erin, kami berjalan kembali ke kandang gajah di samping penginapan. Disana kami menunggang gajah dan berfoto sampai matahari hampir tenggelam. Puasssss.... Mbak K malah menang banyak. Diajak Pak Pal naik gajah mengitari kandang gajah. Aseeeeekkkkk.... Mantab Jiwa Mbak K!!!
 |
| Smileeeeee.... |
Dan setelah hari mulai gelap, kami pulang ke penginapan. Hari pertama, very well done!!!
Kami menginap di Mahout House, penginapan yang sedianya digunakan untuk Mahasiswa yang magang. Murah meriah satu malam hanya Rp. 300.000 saja. Terletak di samping kandang gajah persis. Kalau malam kami nangkring di samping penginapan, duduk menghadap ke kandang gajah. Bukan untuk melihat gajah, tapi untuk mencari sinyal. Karena area sinyal hanya disitu saja... :-p
 |
Ya Ampuunnnn... Baru nyadar anak saya ketinggalan... :-p
|
Kami mendapatkan info mengenai penginapan ini dari blog pengunjung juga, yang menyertakan nomer kontak Pak Pal (Pawang Gajah). Rupanya tetangga kamar saya juga melakukan hal yang sama. Browsing dan menemukan nomer Pak Pal. Oh iya, tetangga kamar saya ini 3 anak perempuan dari Bogor dan Bandung, yang dari Bogor rupanya anak salah satu dosen saya ketika kuliah. Dan tinggalnya tidak jauh dari rumah saya. What a small world!!!
Sayangnya kunjungan kami kali ini, banyak sekali makhluk yang ingin menemani kami di kamar. Malam hari, banyak sekali serangga (entah namanya apa, lupa tidak difoto) beterbangan dan berjatuhan di lantai kamar. Saya merasa sedikit geli dan sulit memejamkan mata. Takut tidur terlalu pulas sampai mangap, terus makhluknya masuk mulut gimana? Ahahaha. Akhirnya saya gemas dan saya masukkan satu persatu hewan itu ke Botol Aqua. Buanyak sekali jumlahnya. Sampai jam 1 malam barulah kamar bersih dan tak ada lagi satupun makhluk tersisa di luar botol aqua. Akhirnya saya tidur pulasssss.... :-)
Hari kedua kami berusaha untuk menikmati area penginapan, melihat para gajah yang sudah mulai bergerak, dijemput pawang, dimandikan, dan mulai dijemur. Sambil nge teh manis di teras penginapan, sambil ngemil kue lebaran dari kampung. Ahahaha. Mantab Jiwa kan.
 |
| Morning Walk |
 |
| Nongkrong Pagi, ready for another adventure |
Setelah merasa cukup di area PLG, kami ingin mencoba masuk ke Way Kanan. Syukur Alhamdulillah kami bertemu dan banyak ngobrol dengan Pak Joko. Akhirnya kami ditemani masuk ke resort Way Kanan, sambil ngobrol panjang lebar mengenai Way Kambas dan isinya. Disepanjang perjalanan kami banyak berhenti atau melambat, karena banyak satwa menyeberang jalan. Ada juga saat kami berhenti untuk mengamati sarang burung yang di buat persis diatas jalan oleh si burung. Luar biasa sekali bisa menikmati kembali hutan dan isinya... Alhamdulillah...
 |
| Anak senang main bersama Gajah, emak-bapak senang blusukan nya... |
Sesampainya di resort Way Kanan, kami masih terus ngobrol dengan Pak Joko. Nongkrong di halaman resort karena mendadak hujan. Sayangnya tidak bisa membuat kopi karena tidak ada yang membawa Korek Api. Ahhahaha. Sepertinya ini harus dijadikan agenda, meletakkan korek api di mobil, jadi bisa ikut serta kemanapun kami pergi.
Setelah hujan reda, kami berjalan ke arah sungai Way Kanan untuk melihat speedboat patroli milik taman nasional yang biasa digunakan para ranger dan patroli hutan ke arah hulu ataupun muara sungai di area pantai. Pak Joko juga menyampaikan bahwasanya banyak buaya muara di sungai Way Kanan ini, dan lengkap dengan kejadian orang digigit buaya yang terjadi beberapa waktu belakangan ini. Hiiiiiii.....
Oh iya, kami di oleh-olehi jambu kristal sama Pak Joko yang baik hati... Aseeekkk....
 |
Bayar Rp. 10,000 rupiah bisa duduk manis, ngadem, bahkan tidur selonjoran didalam kapal...
Nyaman sekali... |
Minggu sore setelah makan siang dan puas nongkrong di PLG lagi, akhirnya kami mampir sebentar ke rumah keluarga Gapung, tapi hanya bertemu dengan Adit karena Ibu dan Bapak nya sedang kondangan. Kami lagi-lagi numpang mandi, tapi karena masih kenyang, tidak numpang makan. hehehe
No comments:
Post a Comment