Belakangan ini, rasanya saya membawa batu berat kemana-mana. Kemanapun saya pergi, batu itu selalu terbawa. Hingga langkah saya menjadi lambat, jiwa dan raga lelah luar biasa. Saya rasa, saya harus segera membuang batu tersebut, atau meletakkan nya disuatu tempat agar langkah saya kembali ringan dan hati saya kembali riang... Pertanyaannya kemudian, dimana saya harus meletakkannya, tanpa kemudian membuat orang bertanya-tanya?
Saya belum tahu jawabannya... #Searching...
Screenshot diatas adalah screenshot saya hari ini. Saya senang sekali handphone saya yang ini sudah sehat. Yang membuat saya sangat senang adalah saya bisa screenshot tulisan yang saya buat (#norak). Mengingat di handphone sebelumnya, saya tidak bisa melakukannya, meskipun sudah browsing caranya di internet, tapi handphone lama saya menolak bekerja sama. Ah sudahlah... Yang lalu biarlah berlalu...
Kembali lagi ke screenshot diatas...
Jadi ceritanya, anak saya semata wayang ini memang sedang dalam tahapan menguras emosi dan perasaan ibu-bapaknya. Setiap hari selalu saja ada hal yang diperdebatkan, dijadikan bahan berantem, dan akhirnya harus keluar ancaman-ancaman. Biasanya setelah itu saya menyesal, tapi besokannya saya ulangi lagi... Yassalaaamm...
Ada apa dengan cak lontong syndrome?
Mungkin salah saya juga sih... Setiap K ngeles tidak mau membereskan mainan, atau tidak mau merapikan barang, saya akan selalu bertanya "Ini barangnya siapa?" dan kemudian disusul dengan "Karena punya K, jadi K donk yang harus taking a good care of it... Bukan Bunda bukan Ayah... ". Dan rupanya sodarah sodarah, si copycat kecil ini kemudian menggodok dan menggoreng (#eeeaaa #politikbangetbahasanya) kalimat saya menjadi senjata ngeles yang lebih ampuh.... Eeerrrrr
Semenjak si teteh resign, memang setiap hari mau tidak mau antara saya atau ayahnya, selalu berkonfrontasi langsung dengan K. Kalau sedang manis ya manissss... Kalau sedang asem, yassalaaaammmm...
Pernah sekali waktu ketika saya sedang lelah jiwa raga karena banyak hal menumpuk menjadi satu, dan si bocah kecil mungil ini sedang semangadh ngeles dan ngeyel, saya marah dan menangis. Didepannya. Akhirnya dia marah-marah sambil nangis. Lebih drama lagi... Dalam tangis dan amarahnya dia bilang "Bunda jangan gitu... mukanya jelek... aku nggak suka kalau bunda mukanya jelek gitu...." Yassalaaaammm... Please donk deh... Marah ya marah aja, nangis ya nangis aja, tapi nggak usah bilang muka bundanya jelek gitu kaliiii..... Saya aselik mengurung diri didalam kamar. #siapayangbocah #rahasiakita #janganbilangsiapasiapa
Contoh lagi yang terkadang membuat saya merasa "hellowwwwww.... salah gw apaaaa ya..." adalah:
Saya: "K, ayo diberesin mainan nya... Kalau nggak diberesin nanti bunda buangin aja lho mainannya..."
K terdiam dan berfikir (suerrrr kalau dia sudah begini, saya deg-degan...), dan kemudian dia melihat saya dan bilang :
K: "Ya udah, buang aja mainannya"
Astaghfirullahaladzim.... Astaghfirullahaladzim... Astaghfirullahaladzim...
Sering sekali saya meninggikan suara kepada anak saya ini, tapi ternyata SUPER BAD IDEA. Karena suara dia lebih tinggi lagi skarang. Saya sedang berusaha memperbaiki kesalahan saya itu. Semoga segera bisa direvisi dan dihapus dari memori. Aamiin.
Setiap malam, saya memandangi anak saya tidur, dan saya merasa bersalah. "Ya Allah... K, maafkan ibumu ini ya. Hari ini banyak marah-marahnya...."
Makanya tak heran dan saya mengerti betul kenapa saya disemprot habis-habisan oleh teman saya yang anaknya 3, hanya karena saya mengomentari gaya dia mengunggah foto dengan caption panjang di medsos. Karena itu adalah cara dia untuk melepaskan ketegangan hati, melemaskan urat saraf, dan menjaga agar tetap waras dalam menjalankan amanah sebagai seorang istri dan seorang ibu. Again, maafkanlah aku temanmu yang suka kurang rem dan saringan kalau ngomong ya teman... Seperti yang aku bilang, tak pantas rasanya aku mengomentari perjuanganmu karena perjuanganku tak lebih dari seujung kuku... Hiks...
Belakangan ini, cuaca kurang baik. Kadang panas kadang dingin... Kadang semangat kadang lesu... Kadang bergairah kadang kurang tenaga... Kadang bisa selow kadang jadi baper....
Seperti hari ini juga saya berdosa pada tukang grab car (Dih, hari ini banyak bener kasusnya!)...
Ada mas-mas grab (ok, kalau saya boleh excuse, si mas nya nanya juga nggak pake permisi koq) yang nanya alamat rumah:
MMG (Mas Mas Grab) : ".... Nomer 16 dimana ya?"
Saya : "oooh... nanya?"
MMG : "hehee... iya..."
Saya : "Nomer 16? Di belakangnya ini... pantat-pantat an sama rumah di baris ini...."
MMG : "Makasih..."
Saya melanjutkan agenda menyuapi anak... Tak lama kemudian mobil grab yang tadi dateng lagi dan berhenti diseberang rumah saya... Lhadalaaaaahhh... Rupanya pesanan tetangga depan rumah saya... Blok I9/No. 16. Astaghfirullahaladzim.... Pasti keki banget itu MMG. ahahahahhahaa
Lah, malah banyak curhat tentang hari ini... Ahahahaha
Tapi ya begitulah... Hidup...
Selalu ada konsekuensi dalam setiap pilihan hidup...
Yang harus dipastikan adalah, agar selalu waras dalam memilih, waras dalam menjalani konsekuensi buah dari pilihan. Tak ada gading yang tak retak... Tak ada yang sempurna dalam hidup ini...
Lelah itu adalah reaksi wajar akibat dipekerjakan terus menerus...
Jiwa dan Raga bisa lelah, karena mereka bisa bekerja dengan keras...
Ketika lelah, istirahatlah...
Jangan dipaksakan untuk terus bekerja, karena hasilnya akan menjauh dari kebaikan...
Sabar itu tidak ada batasnya...
Terkadang manusia yang menciptakan syarat sendiri hingga sabar menemui ujungnya...
Semoga Tuhan memberikan terang kepada setiap hambanya yang sabar,
Semoga Tuhan memberikan damai kepada setiap hambanya yang gulana...
Seperti kata D'Masiv (eeeaaa... yo'i banget ya soundtracknya):
"Tak ada manusia... Yang terlahir sempurna... Jangan kau sesali... Sgala yang telah terjadi... Kita pasti pernah... Dapatkan cobaan yang berat... Seakan hidup ini... Tak ada artinya laaagiiii... Syukuri apa yang ada... Hidup adalah anugrah... Tetap jalani hidup ini... Melakukan yang terbaiiiikkkk...."
Hayooo.... Sambil nyanyi kan bacanya? Ahahhaha
Seperti kata-kata Pakde Aris kalau lagi nyanyi "Kuat dilakoni, Ra kuat tinggal ngopi...." Hokyah Hokyah...
----------
Lho, batu saya mana? Saya baru ingat tadi mau nyimpen batu, koq malah sekarang lupa batunya dimana?
Ya sudahlah... Baik-baik ya batu... Diem aja disitu...
#Sepertiitu
#onlyifyouknow
#thenyouwillunderstand
#katanyanggakbolehkeenggresan
#yowesben

No comments:
Post a Comment