Thursday, June 30, 2011

I Love the Way they Love Each Other


Oma-Opa


Dua orang yang tak lagi muda

Dua orang yang telah lanjut usia


Mereka saling mencinta di kala muda,

Menumbuhkan cinta tatkala dewasa,

Dan memeliharanya sampai dengan mereka tua


Kemana-mana selalu berdua

Setiap hari selalu kemana-mana

Tak pernah bisa jika harus berdiam dirumah saja

Pacaran, kata mereka


Ketika yang muda berebut motor untuk berkelana

Ketika yang dewasa mengantri giliran mobilnya

Mereka berdua berlomba melangkahkan kakinya

Berdua, runtang-runtung kalau kata orang jawa


Suatu siang sang Oma merasa bosan,

Sang Opa pun bertanya padanya…

Hayoo… pacaran kemana kita?

Dan pergilah mereka ke mall Jogja


Suatu pagi, sang Opa merasa perlu kaca mata

Kaca mata hitam untuk bergaya

Oma-pun berkata,

Aku manut kemanapun sampai dapat kaca mata gaya


Indahnya melihat mereka saling mencinta….

Ketika mereka bersama dengan cucunya?

Wuhuuuuu…. Semua girang tiada terkira

Oma menari bersama cucu, dan opa tertawa sambil bertepuk tangan

Tak perlu bertanya kenapa sang cucu mengidolakan mereka


Gembira... Gembira… Gembira ria

Bersuka… Bersuka… Bersuka cita


Aku tertawa bahagia melihat mereka,

Berdoa selalu untuk kebahagian dan kesehatan mereka,

Berdoa dan berharap bisa seperti mereka di kala aku menua

Banyak pelajaran mengenai cinta dan bahagia dari mereka


Sore ini, aku kembali tertawa

Kenapa? Karena mendengar mereka bercanda

Kata Oma, Opa saja yang menelpon karena Oma takut salah ngomong

Dan Opa pun berkata, Ssshh, tidak apa-apa… Salah satu kan nilainya masih sembilan


Betapa indah dan sederhana cinta mereka

Semoga Tuhan selalu memberikan kesehatan kepada mereka berdua yang terus mencinta



Monday, June 27, 2011

Yesterday, Today, and Tommorow

Everyday is about ourself
What happen, what would happen, and what should happen,
Is depend on ourself

Yesterday,
Is one day left about ourself,
but possibility made effect to others.

Tommorow?
Just one day a head about ourself
But again, possibility caused something to others

It isn't only ourself actually,
Invisible but still exist, others people join there
What decision you made,
Is about everybody around you

Yesterday, today, tommorow,
Is only day another day
Continous day...

You can't skip one day,
When you felt there was a bad day
Just dealed with it

When you arrived to tommorow,
you can't go back to yesterday...
Just figured out what you need to do today

Right or wrong,
Yesterday is a past day
Today is present,
and tommorow is a future

Deal with it!!!!!

From my humble opinion,
Your yesterday was very conditional,
Your today is very crowded,
And your tommorow will be very unpredictable...

How come?
Because you're very unbelieveable!!!!

Wednesday, June 22, 2011

One Step Backward

I saw you constantly left me,
So I gave a waving hand proudly
I whispered a bunch of wishes
For your happiness and the brightness future

Don’t ever look back,
If you feel that everything you need,
Is appear in front of you
Just remember and believe,
That everyone in your back, will always love you

There is no regret to spend a lot of time with you,
As long as you feel the same
We succeeded to love each other,
Till we found our true love

The difference that you see,
Just another way to love and to be loved

Sometimes people feel hurt,
And sometime people hurt others
Just a normal life emotion
An emotion caused of loves and cares

Now, when you’ve got your future,
When you've got happiness
When you've knew what exactly you want
Just remember and believe,
I will always here,
And always proud of you

We must always be happy, wherever we are

For YOU,

As you know...
I'll be at your side

So.....
Make sure that you'll always be happy :)

Tuesday, June 21, 2011

Kebiasaan = Habitual


Kebiasaan atau Habitual.....

Kebiasaan adalah satu buah kata yang berimbuhan. Kalau aku tidak salah ingat, kata dasarnya adalah biasa dan di imbuhi awalan ke- serta akhiran -an. Ke- dan -an itu membentuk satu artian menjadi. Jadi, (masih) kalau tidak salah, kebiasaan adalah bentuk lain dari menjadi biasa. Betul tidak ya? entahlah... aku kurang tahu....

Pasti sering mendengar orang berkata seperti ini :
"Kebiasaan kamu kan kalau tidur ngorok"
"Iiihh.... kamu. Kebiasaan deh suka ngerokok sambil b***r"
"Kebiasaan koq ngupil sambil melamun"
"Aduh, gimana ya... udah kebiasaan sih..."
"Nanti kalau udah jadi kebiasaan juga nggak bakalan canggung lagi..."

Beberapa kebiasaan adalah kebiasaan dalam hal positif. Jadi tidak perlu diperdebatkan panjang lebar untuk membahas yang sudah positif2 begitu. Tidak perlu beradu urat untuk membenarkan atau menyalahkan kebiasaan2 yang positif. Bukankah betul bagitu menurut agama dan masyarakat kita? Yang positif2 mah, nggak usah di bahas lagi. Meskipun mungkin masih berlaku beberapa pengecualian untuk hal2 tertentu, seperti Positif hamil diluar nikah, positif kena HIV, atau positif kena malaria. :))

Beberapa waktu yang lalu, aku mendengar seorang teman berkata mengenai kebiasaannya yang membingungkanku. Aku sedikit bingung dengan kebiasaan yang dia punya itu. Kenapa aku bingung? Karena menurutku, kebiasaannya itu adalah suatu kebiasaan yang kurang atau bahkan tidak baik. Atau kalau memang masih mau di kurangi lagi, mungkin kebiasaan itu bisa menimbulkan sesuatu yang tidak baik. Seperti apa yang baru saja dia alami juga.

Tapi, entah mengapa jika aku dengar dari cerita temanku itu, dia tidak menganggap bahwa kebiasaannya itu adalah sesuatu yang buruk atau paling tidak beresiko menimbulkan sesuatu yang buruk. Buruk bagi dirinya, bahkan juga buruk untuk orang lain. Dia sepertinya menganggap bahwa kebiasaannya itu tidak jauh berbeda dengan kebiasaan anak kecil yang suka makan sambil berjalan, yang dibawanya hingga dewasa. Tidak berbeda dengan kebiasaan ibu2 bergosip jika bertemu. Kebiasaan yang biasa2 saja katanya.... How amaze i am.... ;p

Mungkin kurang baik dan akan menjadi kebiasaan yang tidak baik pula untukku menuliskan ini, karena ini menyangkut orang lain. Tetapi, mungkin karena sudah menjadi kebiasaan untuk menceritakan apa yang mengganjal di hatiku disini, maka aku memilih untuk melakukannya. Kebiasaan yang baik atau tidak ini? Entahlah.... :p

Ceritanya adalah bahwa temanku yang satu itu baru saja mengalami sebuah kecelakaan besar, yang melibatkan beberapa pihak diantaranya dia, temannya, motor sewaannya, lawan tabrakannya, teman lawan tabrakannya, dan motor lawan tabrakannya. Awalnya, tokoh2 yang terlibat dalam kecelakaan itu hanyalah segelintir orang itu. Namun layaknya manusia yang tertimpa bencana, maka jumlah yang terlibat dan melibatkan diri pun semakin lama semakin bertambah banyak. Kebiasaan postitif masyarakat untuk saling tolong menolong. :)

Kembali kepada temanku yang itu. Terlepas dari siapa yang salah, siapa yang menabrak siapa, dan siapa yang melakukan pelanggaran kepada siapa, kecelakaan yang dia alami itu tidak bisa dibilang sebagai kecelakaan biasa. Kecelakaan itu membuat seseorang kehilangan jari tangannya, membuat seseorang lainnya kehilangan kewarasannya, seseorang lainnya kehilangan bentuk kaki indahnya karena bengkak, dan lain2nya. Luar biasa bukan?

Yang lebih luar biasa adalah ketika aku bertanya padanya, dan mendapat jawaban yang tidak biasa aku dengar,
"Jadi, gimana korban?"
"Masih di rumah sakit. Yang satu di amputasi, yang satu lagi belum sadar. katanya kalaupun sadar kemungkinan besar gila dia"

"Oh.... urusan2 udah beres? tuntut menuntut?"
"Udah beres semua... aku kena ...... juta. Mereka habisnya ...... juta. Habis sudah tabunganku. Musti mulai lagi dari awal nih nabung....."
"Lu ilang uang, tapi mereka ilang apa ya?"
"Iya sih.... cuma ya gimana ya... Mereka tuh orangnya lugu banget. Polos banget. Kalaupun aku nakal terus bilang kalau mahasiswa nggak punya uang, mereka juga pasti diam saja..."

"Sekarang berapa kecepatan mu naik motor?"
"Sama aja, nggak ada yang berubah..."
"Lu nggak merasa gimana gitu ya setelah kejadian itu?"
"Enggak sih... gimana ya... mungkin karena udah kebiasaan aja dari dulu waktu masih SMU. Aku sama teman2 kan suka balap, satu waktu temanku ada yang kepalanya belah. Kita lah yang mungutin O***-nya ke plastik. Jadi ya nggak gimana2..."

"Jadi, nggak ada yang bisa lu ambil dari kejadian itu?"
"Yaa... buat pengalaman aja sih... Karena udah kebiasaan itu kayaknya ya.... "
"Busyet deh... salut gw.... Kejadian seperti itu, cuma jadi pengalaman doank buat lu. Nggak ada pembelajarannya? Saluutt...."

Aku tak lagi bisa berkata apa2. Menurut pendapatku sendiri, itu bukanlah sebuah kebiasaan. Bukan karena kebiasaan maka temanku itu merasa bahwa tidak ada yang harus di khawatirkan. Bukan karena sudah kebiasaan maka temanku itu merasa bahwa kejadian itu biasa2 saja. Melainkan adanya salah satu bagian tubuhnya yang kurang sempurna dalam bekerja. Atau mungkin bagian tubuh itu tidak dibiasakan untuk bekerja? Bisa saja. Jika saja bagian tubuh itu dibiasakannya bekerja dengan baik, aku yakin dia tidak akan menganggap bahwa kejadian itu hanyalah kejadian yang biasa2 saja karena sudah kebiasaan.

Mudah2an aku selalu bisa memperbaiki kebiasaan2 yang kurang baik di masa lalu, dan selalu bisa membuat kebiasaan baik menjadi semakin biasa dan dibiasakan sehari2. Terkadang, sesuatu yang sudah menjadi kebiasaan memang belum tentu biasa pada jalur yang benar.... Be Aware dear... :)

Monday, June 6, 2011

Saatnya Kucing Berpencar

Kalau dipikir2, kita ini hanyalah sekumpulan anak kucing yang lahir ditempat yang sama. Tumbuh besar bersama, menjalani beberapa tahap kehidupan bersama, berbagi susah senang bersama, namun tetap akan berpisah jua. Seperti juga yang lain2nya....

Anak kucing yang lahir di sebuah taman, lepas tanpa pemilik. Setelah lahir, ditinggal pula oleh induknya. Maka tinggalah kita anak kucing tak berinduk yang berusaha bertahan hidup. Karena kita adalah bibit2 unggul, maka kita bertahan sampai jauh. Diijinkan melewati tahap2 susah senang, tahap2 indah pedih, tahap2 suka lara, dan lainnya. Puji Tuhan bukan?

Namun pada akhirnya, anak kucing tetaplah anak kucing. Salah satu menjadi anak kucing yang pengembara, lari menuju hutan belantara ketika mencium adanya tantangan didepan sana. Salah satu menjadi anak manis yang lalu di adopsi seorang bocah, tumbuh menjadi anak kucing yang kekanak-kanakan. Salah satu menemukan keluarga sederhana, menjadi kucing yang biasa saja, menjalani hidupnya dengan gembira dengan sederhana pula. Salah satu ditengok keluarga ningrat yang akhirnya tumbuh menjadi kucing ningrat pula, menjalani perubahan yang serba mendadak. Dan salah lain? salah lain terpisah, terpecah, terbelah, dan berpencar ke segala penjuru.

Mungkin pada mulanya, beberapa butir nasi sudah cukup untuk bertahan bersama, namun lama kelamaan? Mungkin pada awalnya, sepotong ikan asin sudah bisa untuk senantiasa tertawa bersama, namun lama-lama? Tetap saja kurang. Kekurangan itu sepertinya yang menuntun kaki2 mereka melangkah ke segala arah, mencari sumber penghidupan dan kebahagiaan yang baru.

Kucing, salah satu makhluk Tuhan yang sedikit kurang setia memang. Berbeda dengan anjing. Anjing akan menjadi teman yang paling setia bagi manusia, karena itu pulalah muncul berbagai macam cerita tentangnya. Sebut saja Hachiko. Setia banget kaaan..... :)

Kucing? Huhuhu.... kemana aroma ikan tercium, kesanalah dia akan pergi.....

Untuk kucing2 yang sudah menemukan jalan dan kebahagiaannya masing2 di jalanan luar sana, selamat mengembara.... :p


Sunday, June 5, 2011

Ketika Si Tumbu Merindukan Si Tutup

"Tumbu kui, pasangane tutup. Nek tumbu ketemu tumbu opo tutup ketemu tutup, ora bakalan iso mlaku mbok arep di pekso sik koyo ngopo wae...."

Sebaris kalimat yang sudah beberapa kali aku dengar dari embah dan ibuku. Kalimat yang selalu menjadi penutup dan kesimpulan ketika kami membicarakan pasangan. Pasangan apapun itu. Mulai dari pasangan hidup manusia, suami-istri, pacar, bahkan terkadang berlaku juga untuk hewan2 peliharaan.

Aku tau bahwa ketika kita merasa bahwa kita telah menemukan tutup yang tepat untuk kita, itu bukan berarti bahwa tutup itu adalah jodoh. Siapa sih yang bisa tau tentang jodoh selain Dia? Karenanya, kita hanya bisa berharap, berdoa, dan meyakinkan diri bahwa tutup kita adalah jodoh kita. Bukan tutup yang kebetulan cocok dengan kita, padahal dia belongs to another... :p

Aku tidak akan memaksakan agar dia yang namanya tidak boleh disebut itu menjadi tutup-ku. Aku hanya akan berusaha menjadi tumbu yang sesuai. Sangat terasa kekosongan ketika tutup itu tidak berada pada tempatnya. Kosong melompong itu menjadi semakin nyata. Saat ini, si tutup sedang tidak berada ditempatnya, sehingga si tumbu terlihat sedikit tidak komplit. :))

Oh iya, satu lagi nih wangsit yang selalu aku ingat, yang hubungannya sedikit erat dengan tumbu-tutup. Kurang lebih wangsitnya begini bunyinya :
"Nek jenenge piring 2 kui, ojo nganti di cerakke. Ambakno leh ndelehke orang gandeng, ning soyo suwe mengko mesti benthik.... "

Aduh, selain merindukan si tutup, sepertinya aku merindukan embah dan ibuku.... ^_^

Friday, June 3, 2011

'In or No' Vs 'Used or Unused'

In Veil..... or No Veil...... ? Aaahh.... it's just about picture.... :)))

Satu lagi kasus unik dan klasik untuk seseorang, ketika memutuskan sesuatu yang berhubungan dengan kain kotak warna-warni. Maklum, masih ababil gitu deh.... Apalagi dalam hal ini, akan banyak sekali angka keberuntungan "pertama" yang terlibat dan berperan. Pengalaman yang pertama, kesempatan yang pertama, percobaan yang pertama, dan mungkin nanti juga ada malam pertama-nya. Bukan malam pertama yang ada di pikiran mu lho..... :p

Begini ceritanya, di suatu sore antara 2 orang wanita cantik jelita :))))) :

"Kalau misalkan photo p******t pake, terus nanti berangkat nggak pake jadi masalah nggak ya?"
"Bisa jadi masalah kayaknya.... Terus nanti kan juga jadi masalah ketika lu ngurus V***..."
"Oh iya ya, emang harus sama ya?"
"Ya harus lah.... lagian kalau nggak salah, untuk V*** yang kesana nggak boleh pake deh. Coba aja lihat di web-nya!"

Meluncurlah ke web yang di maksud, langsung tertawa.
"Hahahha.... iya, emang nggak boleh. Parah banget yak? Melanggar hak asasi ini sih..."
"Iya sih, tapi kan emang ketat banget. Gara2 per-terorisan itu"
"Aduh, jadi pake apa enggak ya?"
"Dari pada ribet sih mending nggak usah kali ya?"

"Iya sih... tapi nanti nggak bisa punya photo banyak donk? Photonya nggak pake semua?Kalau di surat2nya pake, terus disananya nggak pake gimana? Kl ketemu orang2 nggak mungkin ditanyain surat2nya kan?"
"Ya enggak sih.... tapi kan panas banget....hehehe"
"Iya ya... Tapi photo gimana donk?"
"Ya udah, disana-nya aja pake...."
"Berarti nggak bisa photo di bandara donks?"
"Hahahha.... pake yang gampang aja bisa buka tutup" (Emangnya BH ibu menyusui ya? ada yang buka tutup? hehehehehe)
"Oh iya, betul... "

"Coba deh, tanya2 ke orang yang pake, yang udah kesana....."
"Siapa ya?"
"Mbak M**...."
"Lha, emang dia pake? Perasaan nggak pake?"
"Dulu sempet pake, terus kan sekolah disana"
"hahahha.... jangan2 gara2 kesana jadi dia nggak pake? Males ribet?"
"Bisa jadi sih....."

"Hahahahhahhaaa......."
"Kenapa?"
"Jadi, masalah pake nggak pake ini sebenarnya nggak ada hubungan nya dengan iman dan taqwa, atau akhlak dan moral. Tapi semata2 karena Photo.....Parah banget yaks? ck....ck...ck...."

Ingin rasanya hati menyalahkan para teroris itu, yang membuat kita harus kesulitan seperti ini. Hanya masalah sepele begini, akhirnya menjadi ribet kan? Karena ulah siapa? merekalah.... Tapi ya sudahlah... Tidak ada gunanya menyalahkan orang2 yang merasa paling benar sedunia, dan tidak mengenal kata salah selain untuk orang lain. Jadi, intinya gimana? Photo nih.... penting banget kan? Musti di pikirkan dalam2 dan masak2 donks.... :p

See..... ? Betapa ababil anak ini.... :)))