
Oma-Opa
Dua orang yang tak lagi muda
Dua orang yang telah lanjut usia
Mereka saling mencinta di kala muda,
Menumbuhkan cinta tatkala dewasa,
Dan memeliharanya sampai dengan mereka tua
Kemana-mana selalu berdua
Setiap hari selalu kemana-mana
Tak pernah bisa jika harus berdiam dirumah saja
Pacaran, kata mereka
Ketika yang muda berebut motor untuk berkelana
Ketika yang dewasa mengantri giliran mobilnya
Mereka berdua berlomba melangkahkan kakinya
Berdua, runtang-runtung kalau kata orang jawa
Suatu siang sang Oma merasa bosan,
Sang Opa pun bertanya padanya…
Hayoo… pacaran kemana kita?
Dan pergilah mereka ke mall Jogja
Suatu pagi, sang Opa merasa perlu kaca mata
Kaca mata hitam untuk bergaya
Oma-pun berkata,
Aku manut kemanapun sampai dapat kaca mata gaya
Indahnya melihat mereka saling mencinta….
Ketika mereka bersama dengan cucunya?
Wuhuuuuu…. Semua girang tiada terkira
Oma menari bersama cucu, dan opa tertawa sambil bertepuk tangan
Tak perlu bertanya kenapa sang cucu mengidolakan mereka
Gembira... Gembira… Gembira ria
Bersuka… Bersuka… Bersuka cita
Aku tertawa bahagia melihat mereka,
Berdoa selalu untuk kebahagian dan kesehatan mereka,
Berdoa dan berharap bisa seperti mereka di kala aku menua
Banyak pelajaran mengenai cinta dan bahagia dari mereka
Sore ini, aku kembali tertawa
Kenapa? Karena mendengar mereka bercanda
Kata Oma, Opa saja yang menelpon karena Oma takut salah ngomong
Dan Opa pun berkata, Ssshh, tidak apa-apa… Salah satu kan nilainya masih sembilan
Betapa indah dan sederhana cinta mereka
Semoga Tuhan selalu memberikan kesehatan kepada mereka berdua yang terus mencinta
No comments:
Post a Comment