Tuesday, June 21, 2011

Kebiasaan = Habitual


Kebiasaan atau Habitual.....

Kebiasaan adalah satu buah kata yang berimbuhan. Kalau aku tidak salah ingat, kata dasarnya adalah biasa dan di imbuhi awalan ke- serta akhiran -an. Ke- dan -an itu membentuk satu artian menjadi. Jadi, (masih) kalau tidak salah, kebiasaan adalah bentuk lain dari menjadi biasa. Betul tidak ya? entahlah... aku kurang tahu....

Pasti sering mendengar orang berkata seperti ini :
"Kebiasaan kamu kan kalau tidur ngorok"
"Iiihh.... kamu. Kebiasaan deh suka ngerokok sambil b***r"
"Kebiasaan koq ngupil sambil melamun"
"Aduh, gimana ya... udah kebiasaan sih..."
"Nanti kalau udah jadi kebiasaan juga nggak bakalan canggung lagi..."

Beberapa kebiasaan adalah kebiasaan dalam hal positif. Jadi tidak perlu diperdebatkan panjang lebar untuk membahas yang sudah positif2 begitu. Tidak perlu beradu urat untuk membenarkan atau menyalahkan kebiasaan2 yang positif. Bukankah betul bagitu menurut agama dan masyarakat kita? Yang positif2 mah, nggak usah di bahas lagi. Meskipun mungkin masih berlaku beberapa pengecualian untuk hal2 tertentu, seperti Positif hamil diluar nikah, positif kena HIV, atau positif kena malaria. :))

Beberapa waktu yang lalu, aku mendengar seorang teman berkata mengenai kebiasaannya yang membingungkanku. Aku sedikit bingung dengan kebiasaan yang dia punya itu. Kenapa aku bingung? Karena menurutku, kebiasaannya itu adalah suatu kebiasaan yang kurang atau bahkan tidak baik. Atau kalau memang masih mau di kurangi lagi, mungkin kebiasaan itu bisa menimbulkan sesuatu yang tidak baik. Seperti apa yang baru saja dia alami juga.

Tapi, entah mengapa jika aku dengar dari cerita temanku itu, dia tidak menganggap bahwa kebiasaannya itu adalah sesuatu yang buruk atau paling tidak beresiko menimbulkan sesuatu yang buruk. Buruk bagi dirinya, bahkan juga buruk untuk orang lain. Dia sepertinya menganggap bahwa kebiasaannya itu tidak jauh berbeda dengan kebiasaan anak kecil yang suka makan sambil berjalan, yang dibawanya hingga dewasa. Tidak berbeda dengan kebiasaan ibu2 bergosip jika bertemu. Kebiasaan yang biasa2 saja katanya.... How amaze i am.... ;p

Mungkin kurang baik dan akan menjadi kebiasaan yang tidak baik pula untukku menuliskan ini, karena ini menyangkut orang lain. Tetapi, mungkin karena sudah menjadi kebiasaan untuk menceritakan apa yang mengganjal di hatiku disini, maka aku memilih untuk melakukannya. Kebiasaan yang baik atau tidak ini? Entahlah.... :p

Ceritanya adalah bahwa temanku yang satu itu baru saja mengalami sebuah kecelakaan besar, yang melibatkan beberapa pihak diantaranya dia, temannya, motor sewaannya, lawan tabrakannya, teman lawan tabrakannya, dan motor lawan tabrakannya. Awalnya, tokoh2 yang terlibat dalam kecelakaan itu hanyalah segelintir orang itu. Namun layaknya manusia yang tertimpa bencana, maka jumlah yang terlibat dan melibatkan diri pun semakin lama semakin bertambah banyak. Kebiasaan postitif masyarakat untuk saling tolong menolong. :)

Kembali kepada temanku yang itu. Terlepas dari siapa yang salah, siapa yang menabrak siapa, dan siapa yang melakukan pelanggaran kepada siapa, kecelakaan yang dia alami itu tidak bisa dibilang sebagai kecelakaan biasa. Kecelakaan itu membuat seseorang kehilangan jari tangannya, membuat seseorang lainnya kehilangan kewarasannya, seseorang lainnya kehilangan bentuk kaki indahnya karena bengkak, dan lain2nya. Luar biasa bukan?

Yang lebih luar biasa adalah ketika aku bertanya padanya, dan mendapat jawaban yang tidak biasa aku dengar,
"Jadi, gimana korban?"
"Masih di rumah sakit. Yang satu di amputasi, yang satu lagi belum sadar. katanya kalaupun sadar kemungkinan besar gila dia"

"Oh.... urusan2 udah beres? tuntut menuntut?"
"Udah beres semua... aku kena ...... juta. Mereka habisnya ...... juta. Habis sudah tabunganku. Musti mulai lagi dari awal nih nabung....."
"Lu ilang uang, tapi mereka ilang apa ya?"
"Iya sih.... cuma ya gimana ya... Mereka tuh orangnya lugu banget. Polos banget. Kalaupun aku nakal terus bilang kalau mahasiswa nggak punya uang, mereka juga pasti diam saja..."

"Sekarang berapa kecepatan mu naik motor?"
"Sama aja, nggak ada yang berubah..."
"Lu nggak merasa gimana gitu ya setelah kejadian itu?"
"Enggak sih... gimana ya... mungkin karena udah kebiasaan aja dari dulu waktu masih SMU. Aku sama teman2 kan suka balap, satu waktu temanku ada yang kepalanya belah. Kita lah yang mungutin O***-nya ke plastik. Jadi ya nggak gimana2..."

"Jadi, nggak ada yang bisa lu ambil dari kejadian itu?"
"Yaa... buat pengalaman aja sih... Karena udah kebiasaan itu kayaknya ya.... "
"Busyet deh... salut gw.... Kejadian seperti itu, cuma jadi pengalaman doank buat lu. Nggak ada pembelajarannya? Saluutt...."

Aku tak lagi bisa berkata apa2. Menurut pendapatku sendiri, itu bukanlah sebuah kebiasaan. Bukan karena kebiasaan maka temanku itu merasa bahwa tidak ada yang harus di khawatirkan. Bukan karena sudah kebiasaan maka temanku itu merasa bahwa kejadian itu biasa2 saja. Melainkan adanya salah satu bagian tubuhnya yang kurang sempurna dalam bekerja. Atau mungkin bagian tubuh itu tidak dibiasakan untuk bekerja? Bisa saja. Jika saja bagian tubuh itu dibiasakannya bekerja dengan baik, aku yakin dia tidak akan menganggap bahwa kejadian itu hanyalah kejadian yang biasa2 saja karena sudah kebiasaan.

Mudah2an aku selalu bisa memperbaiki kebiasaan2 yang kurang baik di masa lalu, dan selalu bisa membuat kebiasaan baik menjadi semakin biasa dan dibiasakan sehari2. Terkadang, sesuatu yang sudah menjadi kebiasaan memang belum tentu biasa pada jalur yang benar.... Be Aware dear... :)

No comments: