Sunday, June 5, 2011

Ketika Si Tumbu Merindukan Si Tutup

"Tumbu kui, pasangane tutup. Nek tumbu ketemu tumbu opo tutup ketemu tutup, ora bakalan iso mlaku mbok arep di pekso sik koyo ngopo wae...."

Sebaris kalimat yang sudah beberapa kali aku dengar dari embah dan ibuku. Kalimat yang selalu menjadi penutup dan kesimpulan ketika kami membicarakan pasangan. Pasangan apapun itu. Mulai dari pasangan hidup manusia, suami-istri, pacar, bahkan terkadang berlaku juga untuk hewan2 peliharaan.

Aku tau bahwa ketika kita merasa bahwa kita telah menemukan tutup yang tepat untuk kita, itu bukan berarti bahwa tutup itu adalah jodoh. Siapa sih yang bisa tau tentang jodoh selain Dia? Karenanya, kita hanya bisa berharap, berdoa, dan meyakinkan diri bahwa tutup kita adalah jodoh kita. Bukan tutup yang kebetulan cocok dengan kita, padahal dia belongs to another... :p

Aku tidak akan memaksakan agar dia yang namanya tidak boleh disebut itu menjadi tutup-ku. Aku hanya akan berusaha menjadi tumbu yang sesuai. Sangat terasa kekosongan ketika tutup itu tidak berada pada tempatnya. Kosong melompong itu menjadi semakin nyata. Saat ini, si tutup sedang tidak berada ditempatnya, sehingga si tumbu terlihat sedikit tidak komplit. :))

Oh iya, satu lagi nih wangsit yang selalu aku ingat, yang hubungannya sedikit erat dengan tumbu-tutup. Kurang lebih wangsitnya begini bunyinya :
"Nek jenenge piring 2 kui, ojo nganti di cerakke. Ambakno leh ndelehke orang gandeng, ning soyo suwe mengko mesti benthik.... "

Aduh, selain merindukan si tutup, sepertinya aku merindukan embah dan ibuku.... ^_^

2 comments:

Inee said...

dia yang namanya tidak boleh disebut?...voldemort neh yee...hihi

Ini Wilis said...

Hahahhaa.... ya gitu deeeehh.... Kalau namanya disebut, bisa muncul mendadak dia. apalagi kalau sampai 3 kali nyebutnya... wuiddiiihhh..... :p