Saturday, April 24, 2010

Wanita Memang Luar Biasa

Hari ini aku membaca sebuah artikel yang masih juga seputaran facebook dan facebook. Entah kenapa aku selalu tertarik dengan analisis atau sekedar perhatian pada status2 facebook yang di buat oleh orang2 itu. Unik, dan bisa menunjukkan siapa, bagaimana, dan seperti apa mereka membawa diri dalam kemajuan teknologi. :)

Hayoooo..... apakah kalian pernah melakukan "kejahatan2" seperti ini??? Mulailah berhati2 dalam menjalin pertemanan di dunia maya melalui situs bernama facebook ini. Kalau saran dari aku sih, jangan mau menerima permintaan pertemanan dari orang yang tidak kita kenal. Atau juga menerima pertemanan dari seseorang hanya karena mutual friend-nya banyak.Bisa jadi salah satu dari mereka adalah pengintai atau mata2 yang sedang berusaha memantau kalian dari jauh... hehehehe..

Tapi semua kembali pada kita semua sih... Tidak ada larangan atau aturan yang mengharuskan kita berbuat begini atau begitu pada account facebook kita. Just be aware ajah yoooo... ^_^

"Kejahatan" yang Dilakukan Wanita di Facebook

VIVAnews - Banyak hal yang bisa Anda lakukan di Facebook. Tidak hanya sebagai wadah bersosialisasi, situs jejaring ini juga bisa dijadikan tempat untuk memantau dan memengaruhi orang lain.

Menurut beberapa pria, seperti yang dikutip dari foxnews.com, wanita bisa memanfaatkan Facebook, tidak hanya dalam hal positif, tapi juga hal negatif. Salah satunya jika terkait masalah hubungan dengan lawan jenis.

Berikut opini beberapa pria yang membeberkan hal mengejutkan yang bisa dilakukan wanita di Facebook.

1. Membuat profil palsu untuk menguntit mantan pacar

Hal satu ini mungkin tampak sedikit ekstrem. Tapi, banyak wanita sengaja membuat profil palsu untuk bisa memantau mantan pacar tanpa diketahui pasangannya. Daripada menelepon atau mengirimkan sms, sekadar menulis "Apa kabar?" di wall Facebook, cara ini memang lebih aman.

2. Memanipulasi penampilan

Menurut pria, tidak sedikit wanita yang sering memasang foto di Facebook untuk menampilkan citra diri yang tidak sesuai realitas. Dalam foto-foto mungkin ingin terlihat lebih seksi dan berani atau sebaliknya, dan berlawanan dengan kenyataan. Hati-hati, hal ini bisa menjadi bumerang buat wanita.

3. Menulis status berlebihan dan provokatif

Status di Facebook bisa dibaca siapa saja dan banyak wanita yang mengggunakannya untuk tujuan provokasi atau pamer. Bagi pria, hal yang paling menyebalkan adalah "curhat", soal kehidupan pribadi di status. Menurut pria, lebih baik berbicara langsung daripada mengumbarnya di

Facebook, karena kesannya seperti mengharap belas kasihan. Selain itu, pamer soal kelebihan atau tempat yang didatangi dan langsung memasangnya di status.

4. Memasang foto ambigu

Status sudah berhubungan dengan seseorang, tetapi dalam beberapa foto terlihat mesra dengan pria lain. Hal ini seperti ingin "membakar" rasa cemburu pasangan dengan cara kekanakan. Foto ambigu itu juga menurut pria, sengaja untuk membuat orang lain mempertanyakan hubungannya, dan

memberikan perhatian padanya.

5. Status hubungan palsu

Beberapa wanita lajang banyak memasang status hubungan dengan "in a relationship". Hal ini dilakukan untuk menghindari reaksi "kasihan" orang atas statusnya yang masih lajang. Hal ini menurut pria, sangat tidak masuk akal, karena justru status tersebut menghambatnya mendapat

pasangan.

Apakah Anda juga melakukan hal sama? Hati-hati, menurut opini pria, kebiasaan ini bisa menjadi bumerang bagi wanita! (umi).

Sumber artikel dari sini

Thursday, April 22, 2010

Hukum Aksi-Reaksi

Hari ini, aku ikut serta dalam sebuah acara ceremonial untuk memperingati Hari Bumi. Namun setelah aku datang kesana, aku kurang merasa bahwa itu adalah peringatan untuk Hari Bumi. Acara itu lebih terasa sebagai acara berkumpul, bergembira, dan ajang silaturahmi outdoor dengan para mahasiswa.

Awalnya, kegiatan yang di suguhkan adalah fun game dan aksi bersih. Secara umum atau keseluruhan sih, acara boleh di bilang berjalan dengan lancar. Namun, jika di perhatikan secara detail, ada hal2 yang kurang mendapatkan perhatian. Hal itu menyebabkan berjalannya acara juga kurang maksimal. Itu saja.

Salah satu hal yang kurang di perhatikan adalah tipikal dasar mahasiswa di kampus yang berslogan pertanian itu. Menurutku yang juga salah satu alumninya, tipikal dasar mahasiswa di kampus itu (yang aku tahu adalah sekitaran angkatanku ke bawah. Nggak tau juga kalau yang angkatan terdahulu) adalah suka jual mahal. Entah kenapa, sikap jual mahal itu melekat erat pada sebagian besar anak2 muda ini. :P

Contohnya untuk hari ini saja. Ada beberapa permainan dan kegiatan yang di sediakan di seputaran danau. Tetapi ketika aku datang (telat banget boo....siang gitu lho...hahaha), suasana koq sunyi sepi.... hanya ada panitia saja. Sedangkan orang berlalu lalang di jalanan, hanya menengok, memandang heran, dan berlalu begitu saja. Beberapa orang aku liat sama seperti itu. Memandang dengan penuh rasa penasaran, tetapi tidak mendekat dan pergi begitu saja.

Akupun bergabung dengan beberapa panitia yang duduk di bawah pohon teduh. Ku perhatikan sekeliling, dan aku mulai mengerti mengapa dan kenapa. Di bawah sana, di danau, beberapa panitia asyik bermain perahu karet. Di atas sana, di bagian operator flying fox, beberapa anak stand by. Di atas sini, di bawah pohon, beberapa anak duduk dan bermalas2an asyik dengan aktivitas masing2. Dan di depan sana, di jalan yang melewati kantin, beberapa orang berlalu lalang dan memandang heran pada sekelompok anak yang bermain2 perahu di danau.

See.... Tidak ada korelasinya kan? Semua dengan kesibukan dan keasyikan masing2. Tidak ada usaha dan upaya untuk membuat mereka saling terhubung. Salah satu dari panitia yang posisinya sama seperti aku, meminta aku untuk membantu menggaet orang2 yang lewat agar mau bergabung bersama kami. Naaahh.... itulah kunci yang aku maksud....

Mereka ini (panitia) mengadakan acara di tempat umum, dan menggunakan fasilitas2 unik adalah untuk menggalang dan mengajak massa agar bergabung kan? Tetapi bagaimana massa dapat bergabung kalau tidak ada daya dan upaya untuk mengajak mereka? Well..... Mungkin karena "mendadak", "tidak terfikir", atau sekedar "PJ nya malas melakukan". hehehehhe.... Selalu banyak excuse untuk hal2 seperti itu sepertinya, dulupun aku pernah mengalaminya. :P

Beruntunglah urat malu yang sudah putus ketika masih menjadi anggota aktif ini belum kembali tersambung. Akupun berusaha melancarkan jurus rayuan maut untuk orang2 yang lewat dan lalu lalang di sekitarnya. PPfffiiuhhh.... Laksana Toa' berjalan saja... hahahhaha

Beberapa orang tertarik dan akhirnya mau mencoba flying fox melintasi danau itu. Setelah melihat ada beberapa orang yang mencoba, akhirnya beberapa orang yang lain ikut mencoba. Begitulah.... cukup banyak juga orang2 yang mencoba flying fox melintasi danau itu, sehingga tidak sia2 peralatan di pasang. :)

Beberapa waktu kemudian, baru di sadari bahwa operator flying fox hanya satu orang dan tidak ada penggantinya. Dan belakangan juga baru di ketahui bahwa operator itu bukanlah dari panitia. Oh my....... Bagaimana bisa? itu kan berhubungan dengan nyawa dan keselamatan orang. Bagaimana kalau sampai terjadi sesuatu karena pemakaian alat yang keliru? Bagus sekali bukan? ck..ck...ck...

Panitia rupanya mulai bermalas2an untuk memberikan service pada klien yang ingin mencoba flying fox. Ketika di suruh menggantikan operator yang lama, gerutuan dan alasan mulai di lontarkan. Akhirnya, melalui ketua panitia, agenda flying fox di hentikan sementara sampai ada panitia yang mau mengoperasikannya. Ppfiiuhhh....ppffiiiuuhhh.....

hal2 itu seringkali terjadi dalam sebuah acara yang persiapannya kurang maksimal. Mungkin pembagian tugas kurang jelas, sehingga terjadi saling mengandalkan dan lain sebagainya. Selain itu, aku melihat panitia ini lebih asyik bermain sendiri, sehingga kurang memperhatikan peserta atau mahasiswa biasa yang ingin mencoba ikut serta.

Hubungan aksi reaksi sebenarnya sangat penting dalam acara seperti ini, menurutku. Kalau panitia bersikap ramah, mengundang, melayani, dan memberikan pelayanan yang memuaskan, maka acara akan berjalan sempurna. Namun ketika panitia asyik dengan diri mereka sendiri dan kurang bersahabat dengan mahasiswa biasa, maka acara akan menjadi sepi dan kurang attractive. Dengan sendirinya, kegiatan hanya akan berjalan satu pihak saja.

Apapun dan bagaimanapun acara seremonial hari ini berlangsung, semua tetap merupakan hasil kerja keras dari beberapa orang. Terima kasih sudah mengundangku untuk acara kalian yang cukup meriah ini. Semoga lain kali masih ada acara seperti itu lagi, dan tentunya dengan persiapan yang lebih matang dan maksimal lagi. Glad to having all of you friend... :)

Selamat hari bumi, semoga bumiku, bumimu, dan bumi kita ini selalu di berkahi damai, aman, tentram, dan panjang umur oleh Tuhan. Amin.

Wednesday, April 21, 2010

Akhirnya Dia Berada di Tangan yang Tepat

PPfffiiiuuuhhh......

Januari 2009, Aku masih berkeyakinan untuk tidak ikut acara ceremonial yang bertujuan untuk pamer itu. Wisuda. Ajang pamer pada orang tua dan juga orang lain bahwa anaknya sudah lulus. Sukur2 dengan nilai tinggi atau dengan predikat Suma Cumlaude. *Bukan nyinyir karena predikatku nggak cumlaude lho ya...* :P

Saat itu teman2 ku sudah sibuk fitting, atau bahkan sibuk uji coba rias dengan baju kebayanya yang glamor2 dan blink2. Aku? dengan senang hati memperhatikan dan memberikan penilaian pada riasan dan penampilan mereka.
Kenapa aku tidak ingin ikut wisuda? Karena ibuku tidak akan pernah melihatku bersalaman, menerima ijazah, dan di kalungkan medali kelulusan itu. Ibuku sudah mendeklarasikan diri tidak akan menghadiri acara wisudaku. Jadi, untuk apa aku ikut acara itu?

Tidak ada acara benci ataupun marah pada ibuku yang tidak mau melihatku berdandan dan berdiri menyanyikan lagu Hymne kampusku, sambil menegakkan muka karena bangga. Tidak ada rasa kecewa karena aku tidak bisa berfoto layaknya teman2ku yang lain menggunakan background rak buku. Tidak ada penyesalan untuk semua itu. Aku lebih memilih tidak ikut wisuda.

Ibuku bukan tidak ingin menghadiri acara wisudaku. Ibuku bukan tidak ingin melihat anaknya berjalan menghampiri dekan dan pejabat2 di kampus untuk menjemput bukti kelulusannya. Ibuku bukan tidak ingin berbagi kebanggaan denganku, dengan ayahku, dengan teman2ku, dan juga dengan keluarga2 temanku. Dia hanya ingin hidup lebih lama lagi.... Dia tidak ingin kesehatannya dimakan oleh lamanya perjalanan menuju Kota Bogor.

Yaaa.... Ibuku sayang... Ibuku malang... Pekerja keras yang selalu berusaha membuat anaknya bahagia, senang, tidak berbeda dengan yang lainnya. Harus melewati hari tuanya dengan separuh anggota badan yang normal. Semua karena aku, kakakku, dan ayahku yang manja.

Hampir 11 tahun berlalu setelah kejadian itu, tapi aku masih ingat bagaimana beliau hanya menatapku lemah tak berdaya di ranjang ruang ICU rumah sakit itu. Beliau tidak mengerti akan apa yang telah terjadi, sebagaimana juga aku. Semua berjalan begitu saja. Serangan struk telah membuatnya melemah.

Mungkin itu adalah cara Tuhan untuk membuat ibuku beristirahat dari semua aktivitas yang sebelumnya membuatnya lelah. Mungkin itu adalah cara Tuhan untuk membuat ibuku tidak lagi memaksakan dirinya untuk selalu bekerja keras. Mungkin itu adalah cara Tuhan untuk mulai membangunkan aku yang selama ini terlena. Mungkin itu adalah cara Tuhan untuk mengingatkanku bahwa aku harus lebih bertanggung jawab atas diriku dan keluargaku. Itu adalah cara Tuhan.... Thanks God... You always bless me and my family.

Setelah lebih dari 6 tahun beliau bergelut dengan pengobatan medis dan alternatif, beliau meminta semuanya berhenti. Beliau meminta kami untuk berhenti mengkhawatirkannya. Beliau meminta kami (aku, kakak, dan ayahku) untuk menjalani hidup kami seperti sedia kala. Tidak perlu lagi terlalu fokus pada beliau. Beliau sudah merasa capek dan lelah untuk semua perjalanan yang harus di tempuh demi pengobatan2 itu. Beliau hanya ingin hidup tenang, pikiran netral, dan menikmati hari2nya di rumah. Perjalanan2 itu membuat beliau merasa umurnya berkurang setengah karena selalu di ikuti dengan pusing, sakit, dan tertekan.

Karena itu pulalah beliau meyakinkan aku bahwa beliau tidak akan datang ke acara wisudaku. Jadi aku selalu berkata pada teman2 ku yang bertanya tentang wisuda "Aku nggak ikut wisuda. Karena Ibuku tidak akan datang. Jadi untuk siapa aku wisuda?" kataku.

Tetapi, kira2 2 minggu sebelum acara wisuda di gelar, Bapakku berkata bahwa sebaiknya aku tetap ikut acara wisuda itu. Bapak yang akan datang kesana. Karena bujukan dari beberapa orang teman pula, tiba2 aku memutuskan untuk ikut acara wisuda. Padahal, aku masih belum mendaftar, belum mengurus banyak hal, dan belum juga mempersiapkan pakaian wisuda yang namanya kebaya.

Maka dengan secepat kilat, aku menyelesaikan semuanya. Beruntunglah dewi fortuna masih berpihak padaku yang malas ini. Semuanya bisa selesai dan teratasi. Meskipun Bapakku harus rela melihat anaknya yang lalai ini menyanyi dengan sekencang2nya di layar TV yang di sediakan kampus. Ya....bapakku harus duduk di luar ruangan gedung GWW. Beruntung acara wisuda di kampus pertanian ini dilakukan 2 kali. Sehingga ayahku hanya perlu duduk di luar sebentar saja. Selebihnya, beliau bisa duduk di jajaran kursi paling depan di fakultas. :)

Untuk masalah yang terakhir (Kebaya) akhirnya aku putuskan pergi bersama dengan salah satu temanku ke Jakarta. Supaya lebih banyak pilihan. Kami berputar2 di wilayah yang menyediakan banyak pilihan kebaya cantik dan unik. Kami memilih, memilah, dan mencoba2 beberapa macam dan di beberapa tempat. Setelah melalui adegan "dilecehkan", kamipun menemukan kebaya yang klik dengan kami. Kami sama2 klik dengan model dan warna kebaya itu. Alhamdulillah....:)

Kebaya itu ukurannya sedikit lebih besar dari aku, mungkin karena aku kurus (hahahaha). Sehingga akan memerlukan sedikit sentuhan dari penjahit untuk menyesuaikan ukurannya. Karena terlanjur jatuh cinta pada warna dan modelnya, akupun tetap membelinya. Cukup sebanding dengan apa yang aku keluarkan untuk bisa memilikinya. :p

Sayang di sayang, setelah aku mencoba mencari penjahit yang bisa membantuku menyesuaikan ukuran kebaya itu dengan badanku, hasilnya nihil. Tidak ada satu penjahitpun (yang aku temui), yang sanggup mengecilkan kebaya itu dalam waktu satu mingguan. Kebayaku memang sedikit rumit karena pembuatannya eksklusif. Akhirnya, kebaya itu tidak jadi aku pakai sebagai kostum wisudaku, dan tersimpan manis dalam tumpukan baju2ku. hiks...hiks...

Dan hari ini, April 2010.....
Aku baru saja pulang dari tempat penjahit hasil rekomendasi dari beberapa temanku. Mereka bilang, penjahit itu memang banyak mengerjakan pesanan kebaya, dan hasilnya pun cukup bagus. Semoga saja, amin.

Tadi, sewaktu aku menunjukkan kebayaku pada penjahit itu, dia tidak begitu saja menerimanya. Bahkan terkesan dia frustasi dengan struktur jahitan kebayaku itu. Dia mengatakan bahwa dia tidak sanggup mengerjakan kebayaku itu. Oh tidaaaaakkk..... Don't say like that bradah.

Aku berusaha membujuk dan merayu dia dengan rayuan mautku. :P
"Wah, mbak, kalau yang kayak gini susah sekali. Saya nggak bisa mbak.."Katanya
"Yah mas....masa sih nggak bisa? coba di liat lagi...pasti bisa deh.." bujukku.
"Ini beda mbak...soalnya jahitan payetnya di bungkus di dalam kamisolnya. Lihat nih...bagian dalamnya bersih kan...nggak ada jahitannya..." katanya lagi.

"Lho, ini nggak bisa asal di jahit terus di potong gitu ya?" tanyaku.
"ya engga lah... ini kalau cuma gitu doank sih pasti bisa. tapi kebaya mbak ini ribet. Mbak cari penjahit lain aja ya..." katanya.
"Yah mas...masa sih nggak bisa...pasti bisa deh...bisa ya..." kataku dengan wajah memelas. :P
"Kalau saya dalam keadaan santai sih mungkin bisa. Tapi sebulan ini saya penuh banget pesanannya mbak..." katanya. Akupun tersenyum semanis2nya.
"Nggak harus selesai sebulan koq mas.... Memang mau di pakai sih...tapi bukan mau dipake buru2...ya..ya..ya.."Kataku masih dengan meyakinkan.

Masnya nampaknya bingung juga harus beralasan yang bagaimana untuk menghindari pekerjaan yang cukup berat itu. Namun akhirnya dia menjawab "Ya udah kalau gitu. Tapi lama ya..." katanya. Akupun mengiyakan. :)

Akupun melakukan ukur badan. Sambil tetap mencuri2 tanya, kira2 lama pengerjaan kebayaku itu berapa hari. Masnya sedikit bingung, berfikir, dan akhirnya menjawab "Nanti pertengahan Mei deh di lihat ya..." Katanya. Alhamdulillah....Semoga saja sebelum tanggal 11 kebaya itu sudah bisa selesai. Rencananya, aku akan memakai kebaya itu tanggal 12 Mei soalnya. Wish me Luck guys...^_^

Akhirnya, setelah menganggur selama lebih dari setahun, kebayaku itu berada di tangan yang tepat. Semoga saja benar2 tangan yang tepat, sehingga bisa menjadikannya pas seukuran dengan badanku. Aku sangat ingin bisa memakai kebaya pilihanku itu. Semoga dia sekarang ini benar2 berada di tangan yang tepat. Amin

Kapan Berkonde Lagi ?

Lirik Lagu Nasional "Ibu Kita Kartini"

Karangan / Ciptaan : W.R. Supratman

Ibu kita Kartini
Putri sejati
Putri Indonesia
Harum namanya

Ibu kita Kartini
Pendekar bangsa
Pendekar kaumnya
Untuk merdeka

Wahai ibu kita Kartini
Putri yang mulia
Sungguh besar cita-citanya
Bagi Indonesia

Ibu kita Kartini
Putri jauhari
Putri yang berjasa
Se Indonesia

Ibu kita Kartini
Putri yang suci
Putri yang merdeka
Cita-citanya

Wahai ibu kita Kartini
Putri yang mulia
Sungguh besar cita-citanya
Bagi Indonesia

Ibu kita Kartini
Pendekar bangsa
Pendeka kaum ibu
Se-Indonesia

Ibu kita Kartini
Penyuluh budi
Penyuluh bangsanya
Karena cintanya

Wahai ibu kita Kartini
Putri yang mulia
Sungguh besar cita-citanya
Bagi Indonesia

---

Note :
Indonesian old patriotic song



Hari ini, tanggal 21 April lagi. Seperti tanggal 21 April tahun lalu, dan tahun lalunya lagi, selalu terjadi suasana yang berbeda di rumah ini. Kesibukan tambahan dalam mempersiapkan sebuah perayaan tahunan untuk Ibu Kita Kartini. Setiap Hari Kartini, maka di sekolah2 akan di adakan perayaan dengan pentas, lomba baju daerah, dan lain2.

Tema di rumah ini, tahun lalu menggunakan baju dayak. Sedangkan tahun ini baju Padang. Lucu sekali. Baju adat Padang yang berwarna biru, lengkap dengan selop, penutup kepala, dan juga selendang yang lucu. Semangadh Kartini sedang di alirkan dalam udara disekelilingku.

Namun sayang, seperti tahun2 sebelumnya juga, si bocah yang seharusnya memakai baju adat itu melakukan pemberontakan kecil. Menolak untuk menggunakan baju adat itu, dan menolak ikut tampil dalam acara perayaan. Tetapi semangadh Kartini yang menggebu2 dalam diri si Ibu, membuatnya tak kenal menyerah pada penolakan anaknya. Rencananya, baju adat akan tetap di bawa ke tempat perayaan. Siapa tahu, seperti tahun lalu, si bocah akhirnya mau memakai baju adat itu setelah melihat teman2nya pakai juga. :P

Semangadh Kartini yang menggebu2 dalam diri si Ibu pula yang membuatnya kreatif. Kreatif demi tidak ingin melihat anaknya kecewa. Setiap perlombaan pasti ada pemenang dan hadiah. Tahun kemarin sih pas banget menang, jadi hadiahnya dobel. Tapi untuk menghindari kekecewaan kalau hari ini tidak menang lomba, si Ibu menyediakan lagi kado untuk anaknya. Indah banget yaaa. Kartini2 jaman sekarang memang hebat dan keren ... Hiks.... terharu... :)

Hari Kartini.....
Membuatku rindu masa2 dimana aku dan juga teman2ku bergaya centil dengan baju kebaya dan baju adat yang lainnya. Aku terakhir ikut terlibat dalam perayaan Hari Kartini, ketika di SMU. Waktu itu, perayaan di sekolahku meriah sekali. Ada perlombaan masak antar siswa, antar guru laki2, antar guru perempuan, dan puncaknya adalah lomba pasangan serasi.

Tapi waktu SMU itu aku tidak berkonde. Hanya cukup menggunakan kain dan kebaya saja. Karena aku ikut sebagai panitia, dan waktu untuk bersiap2 sangat sempit. Selesai persiapan sudah subuh hari, pulang ke kosan, dan berganti kostum. Wuiiihhh.... Mana sempat konde2an. hehehehe

Kalau aku tidak salah ingat, terakhir aku menggunakan konde adalah beberapa bulan yang lalu ketika ada saudara sepupuku menikah. Aku memang sudah mempersiapkan diri untuk berkonde saat itu, demi sebuah foto. :P

Setelah selesai dengan konde2an dan photo2an, aku segera memangkas habis rambutku. Hahahaha..... Selamat tinggal konde2an, sepertinya aku tidak akan bisa memakaimu lagi. (Tapi semoga saja masih bisa) hahahaha.... Niat koq setengah2. :P

Sampai Sekolah Dasar, aku masih rajin berkonde2 ria. Kebanyakan adalah saat berperan sebagai domas atau patah dalam sebuah resepsi perkawinan. Selain itu, juga ketika aku pentas menari. Kan sebelum badan mulai melar begini, aku hobby sekali menari. hwekekekke

Sekarang, aku tiba2 merasa kangen untuk bisa berkonde lagi. Kangen dengan rasa sakit di kepala ketika tukang salonnya menarik2 dan menyasak rambut. Kangen pada rasa bergelayutan yang di timbulkan oleh konde yang nangkring di belakang kepala. Kangen rasa frustasi ketika melepas dan menghilangkan efek sasakan yang menyiksa. Suatu hal biasa yang cukup membuatku kangen.... Kangeeeeennnnn..... ^_^

Biarlah... Tidak apa2 aku sekarang tidak berkonde. Saat ini, di seantero indonesia pasti banyak sekali anak2 kecil yang lincah, lucu, imut, dan menggemaskan yang sedang berkonde dan berlenggak-lenggok di atas catwalk untuk memperingati Hari Kartini.

Kartini, salah satu wanita yang hebat di Indonesia. Salah satu wanita yang berjasa sangat banyak untuk negri ini, di samping juga wanita2 yang lainnya di masa itu. Semangadh Kartini selalu dan senantiasa dijaga hingga saat ini. Semoga semangadh Kartini masih dan akan selalu mengalir dan merebak di hati setiap anak2 dan setiap orang di bumi ini, harum dan mewangi.

Kartini adalah salah satu wanita hebat dari wanita2 yang lainnya, yang mewakili wanita2 di Indonesia, dan di muka bumi. Wanita....wanita....dan wanita.... Berbanggalah kita yang telah terlahir sebagai wanita, Karena wanita adalah luarrrrrrr biassaaaaa.....^_*

Selamat Hari Kartini untuk semuanya.....!!!!

Monday, April 19, 2010

Tanggap Darurat

Beberapa hari ini, tepatnya 2 hari ini, aku melewati acara sarapan pagi sambil bercengkerama dengan temanku. Inisialnya I.J.A.H. Karena sudah 2 malam ini dia menginap di rumah ini. Kami sarapan sambil membicarakan banyak hal. Dari Sabang sampai Merauke, dari Miangas sampai Pulau Rote. Namun rujukannya adalah sebuah kota yang bernama Yogyakarta.

Kami sering bertemu, dan sering juga melewatkan waktu bersama. Namun selalu dan selalu saja, tidak pernah kehabisan bahan untuk bercerita. Sampai2 membuat beberapa orang bertanya2 mengenai apa saja yang kami bicarakan setiap bertemu.

Jadi, apa yang kami bicarakan 2 pagi belakangan ini? Kami hanya membicarakan hal2 yang sudah kami bicarakan berpuluh2 kali. Kami mengulang dan mengulang cerita itu, dengan gaya, dengan sudut pandang, dan dengan intonasi yang berbeda saja. Topiknya masih saja sama. Tapi tolong jangan bilang kalau kami ini tidak kreatif yaaaa....:)

Kenapa berjudul tanggap darurat? Karena kami (lebih tepatnya si I.j.a.h) memiliki masalah dengan persiapan, perencanaan, managemen (tempat, waktu, dan faktor lingkungan) dan antisipasi terhadap sesuatu. Kami sedang sharing tentang bagaimana pentingnya sebuah managemen akan hal2 itu. Kalau kita bisa me-manage dengan baik hal2 itu, maka aku bisa pastikan bahwa tidak akan ada masalah dalam setiap hal yang kita lakukan.

Belakangan ini dia mendapat masalah karena sebelum melakukan sesuatu hal, dia tidak memikirkan kemungkinan2 yang bisa dan mungkin terjadi. Hasilnya ya memang banyak hal yang terjadi kan? :p

Aku sendiri sendiri selalu berusaha mengendalikan diri dengan jurus andalan itu. Dan aku menyimpulkan bahwa apa yang bisa aku nikmati sampai saat ini adalah akibat dari itu semua. Aku hanya sekedar menjalankan prinsip tanggap darurat saja.

Tanggap darurat yang aku maksud adalah menyadari sejak dini hal2 yang bisa membuat kondisi menjadi gawat dan darurat. hehehehe

Jaman sekarang ini, banyak hal2 kecil yang bisa membuat suasana menjadi gawat dan meningkat menjadi darurat. Hal remeh temeh yang kemudian menyusahkan kita. Hal sepele yang kemudian membebani langkah kita selanjutnya.

Bersyukur dan berterimakasihlah pada penemu analisis SWOT yang sering di gunakan oleh orang2 pintar di luaran sana. :p

Ayo kawan, kita harus bisa menggunakan prinsip tanggap darurat ini dalam segala hal yang akan kita lakukan. Smangadh yaaaa ^_*

Saturday, April 17, 2010

Pengen (Suka) Membaca Buku (Lagi)

Beberapa waktu ini aku sering sekali memandangi beberapa buku ceritaku yang kutumpuk di samping laptop. Mereka bertengger manis disitu, diam tanpa bergerak ataupun di gerakkan. Sudah cukup lama aku tidak membuka2 mereka atau sekedar melihat2 kembali isinya. Ya... belakangan ini aku jarang sekali membaca.

Beberapa buku yang sudah aku beli di awal tahun ini pun baru beberapa aku baca. Masih ada satu lagi yang belum ku sentuh. Entah kenapa nafsu membacaku berkurang belakangan ini. Dan itu berbanding lurus dengan menurunnya nafsuku untuk menulis. tidddaaakkk..... :P

Ayo....semangadh wilis... Jangan biarkan rasa malas menggelayutimu untuk kembali membaca. Meskipun hanya sekedar membaca di kamar mandi. Cukuplah... :)

Ya, aku ingat bahwa buku Negri 5 menaraku bisa selesai bulan lalu karena selalu menemaniku di kamar mandi. Sambil duduk menunggu proses pembuangan, aku menyelesaikannya. Lumayan, daripada nganggur atau melamun. hahahahaha

Aku sekarang sedang menunggu buku yang aku beli melalui toko buku online. Buku itu adalah seri terakhir dari The Chronicles of Ancient Darkness series. Judulnya Oath Breaker. Dulu aku pikir buku Michele Paver itu hanya akan sampai pada buku ke empat, tapi rupanya sampai buku kelima. Entahlah kalau memang masih bertambah lagi. It's okay... Aku sudah cukup bersahabat dengan Torak, Renn, Serigala, Klan2 yang tinggal di hutan, dan lain2nya itu.

Mari kita kembalikan budaya membaca... Karena kata orang jaman dulu, buku itu adalah jendela dunia... halaaaaahhh....^_^

Thursday, April 15, 2010

Hanya Ingin Sedikit Mellow

Aku, Dirimu, dan Dirinya

Artist: Kahitna

Tak ada
Yang harus kita sesali
Semua indah
Yang pernah kita alami

Meskipun terbatas
Dan tak mungkin
Terikat janji abadi

Aku dirimu dirinya
Tak akan pernah mengerti
Tentang suratan

Aku dirimu dirinya
Tak resah bila sadari
Cinta takkan salah

Andai waktu bisa kita putar kembali
Jalinan cerita mungkin tak begini

Meskipun terbatas
Saling pandang
Dan tak akan lebih lagi

***

Hari ini mendadak aku jadi sedikit mellow. Tiba2 aku ingin bekerja sambil mendengarkan musik. Maka akupun memasang headset dan memutar beberapa musik dalam negri. Setelah beberapa kali play dan pause (karena aku memang kurang suka mendengarkan musik dalam waktu yang lama, aku sampai pada lagu lama yang dinyanyikan oleh Kahitna.

Judulnya antara aku, kau dan dirinya. Entah kenapa aku berniat mencari dan meng-copy lirik lagunya. Dan akhirnya its done. aku meng-copy liriknya di sini. Mellow....mellow.....

Kembali lagi cerita lama itu keluar. Sepertinya cerita lama itu telah melengkapi dirinya dengan pelampung permanen. Sehingga semakin dalam aku berusaha untuk menguburnya, maka semakin kuat pula dia menekan dan mucul keluar. Muncul lagi, dan muncul lagi. :P

Sudahlah..... jangan dipaksakan untuk menghilangkan atau membumihanguskan semua yang bernama cerita lama. Karena cerita lama bisa saja kita jadikan sebagai cerita lama. Biarkan menjadi cerita lama yang tersimpan dalam kotak. Hanya saja, untuk satu cerita lama ini, aku harus menyimpannya di kotak pandora. hahhahahhaa

Baiklah, tidak apa2 juga sepertinya kalau aku sekedar bersalam sapa pada cerita lama itu sekarang. Ketika tiba2 dia menyeruak kembali ke permukaan, dan membuat waktuku berjalan terasa sangat lambat, hari ini. Apa kabar kamu disana? Aku tahu dan aku yakin kamu baik2 saja. Tetaplah baik2 saja, agar aku bisa merasa luar biasa baik. :)

Meskipun sedikit sedih karena aku tak lagi bisa melihatmu, tapi rupanya menyenangkan pula selalu merasa penasaran. Curiosity killed the cat.... ^_^

Dan untuk apa yang pernah ada, akan selalu teringat melalui lagu Drive yang judulnya Melepasmu. :P

tak mungkin menyalahkan waktu
tak mungkin menyalahkan keadaan
kau datang di saat membutuhkanmu
dari masalah hidupku bersamanya

reff:
semakin ku menyayangimu
semakin ku harus melepasmu dari hidupku
tak ingin lukai hatimu lebih dari ini
kita tak mungkin trus bersama

satu saat nanti kau kan dapatkan
seorang yang akan dampingi hidupmu
biarkan ini menjadi kenangan
dua hati yang tak pernah menyatu

repeat reff

maafkan aku yang membiarkanmu
masuk ke dalam hidupku ini
maafkan aku yang harus melepasmu
walau ku tak ingin

***

Aku tidak pernah menyesali semua yang berlalu dalam hidup ini. Semua selalu terasa indah karena aku menjalaninya dengan sadar sepenuh hati. Aku menjalaninya dengan keyakinan bahwa aku pasti bisa melewati ini. Begitu pula saat2 itu. Tapi aku tahu pasti kenapa semua begitu singkat. Ya, aku bisa memastikan kenapa semua serba kilat. Biarkan saja.

Cukup untuk hari ini, waktu untuk mengangkat cerita lama. Mungkin suatu saat, ketika dia menyeruak kembali, aku akan menemukan kembali lagu yang lainnya. Hanya satu pesanku yang selalu saja ku kirimkan untuknya,

"We must always be happy, wherever we are...."

^_^